Match Analysis
Liga Inggris: Newcastle 0-1 Arsenal
Newcastle Kalah karena Gagal Paksa Arsenal Bermain Crossing
Jakarta - Arsenal meraih tiga poin saat bertandang ke St. James Park. Skuat asuhan Arsene Wenger tersebut menang tipis 1-0 atas tuan rumah Newcastle United, Sabtu (29/8) malam WIB.
Arsenal masih belum bisa menemukan formula jitu dalam menjebol gawang lawan. Dalam empat pertandingan terakhir The Gunners hanya mampu mencetak tiga gol. Hal serupa dialami Newcastle yang masih mencari bentuk permainan ideal.
Wenger menurunkan Theo Walcott sejak menit pertama sebagai penyerang tunggal. Penampilan pemain kelahiran 1986 tersebut tidak terlampau maksimal dalam membantu serangan. Dari 70 menit bermain, Walcott cuma melepaskan 12 umpan dan sekali tendangan ke arah gawang.
Di sisi lain keputusan Manajer Newcastle Steve McClaren menurunkan Aleksandar Mitrovic masih belum bisa mengakhiri tumpulnya lini serang Newcastle yang baru mencetak dua gol dari empat pertandingan. Mitrovic bahkan menjadi titik lemah Newcastle karena diusir wasit pada menit ke-16 akibat pelanggaran keras pada Francis Coquelin.

Newcastle Longgarkan Pertahanan
Pertahanan Newcastle tidak serapat seperti ketika menahan imbang Manchester United, Sabtu (22/8) pekan lalu. Kala itu Jack Colback bertugas menghalau pergerakan fullback kiri MU sedangkan fullback kanan MU diawasi Ayoze Perez. Pos Vurnon Anita Anita pun tidak murni sebagai gelandang jangkar melainkan berdiri hampir sejajar dengan dua bek tengah, Chancel Mbemba dan Fabricio Coloccini.
Dalam pertandingan semalam Colback dan Anita difungsikan sebagai poros ganda, sedangkan Moussa Sissoko dan Florian Thauvin diplot sebagai pemain sayap yang berorientasi menyerang. Kehadiran Sissoko dan Thauvin memang memberikan banyak opsi bagi Newcastle saat menyerang. Namun, peran keduanya tak begitu menonjol dalam membantu pertahanan.
Peran Colback dan Anita sebagai poros ganda tidak bisa dibilang baik. Baik Walcott maupun Alexis Sanchez seringkali mampu menerima bola di antara lini tengah dan lini pertahanan Arsenal. Pun dengan kedua sisi penyerangan Arsenal yang seringkali berdiri tanpa pengawalan.
Faktor Mitrovic

[Umpan sepertiga akhir serangan Arsenal Kiri: 15 menit pertama; Kanan: 15 menit setelahnya]
Diusirnya Mitrovic mengubah gaya bermain Arsenal menjadi lebih tenang dalam tempo yang lambat. Dari grafis di atas terlihat bagaimana Arsenal lebih sering mengirim bola pendek saat mencapai sepertiga akhir serangan mereka. Ini berbeda ketimbang 15 menit pertama di mana Arsenal masih sering mengirimkan umpan panjang ke area sepertiga akhir serangan mereka.
Arsenal bermain lebih melebar terutama di sayap kanan sebagai faktor tidak fitnya Georginio Wijnaldum menggantikan pos Thauvin yang ditarik menjadi penyerang tunggal. Bellerin pun lebih leluasa membantu serangan karena fullback Newcastle, Massadio Haidara, lebih fokus membantu pertahanan ketimbang menjadi inisiator serangan balik.

[Aktivitas pertahanan Newcastle. Bulat: Sapuan, Silang: Tekel, Wajik: Potongan (intercept)]
Dari grafis di atas terlihat aktivitas pertahanan Newcastle yang didominasi sapuan di dalam kotak penalti. Newcastle melakukan 20 tekel yang sebagian besar berada di sisi kiri pertahanan dekat area kotak penalti. Namun, aktivitas potongan bola lebih sering dilakukan di area kiri depan kotak penalti.
Hal ini wajar mengingat sisi kiri pertahanan Newcastle mendapatkan gempuran dari Walcott, Sanchez, Bellerin, dan Alex Oxlade-Chamberlain. Sisi kiri penyerangan Arsenal pun hanya diisi Ignacio Monreal dan sesekali oleh Aaron Ramsey.
Meski terlihat tak menonjol tapi sepanjang pertandingan Ramsey melepaskan lima umpan silang atau yang terbanyak ketimbang semua pemain yang berlaga pada malam itu. Jumlah umpan Ramsey pun mencapai 101 umpan atau terbanyak kedua setelah Santiago Cazorla dengan 126 umpan.
Newcastle Belum Temukan Bentuk Serangan

[Umpan sepertiga akhir Newcastle United; Kiri: Babak Pertama 19/29; Kanan: Babak Kedua 20/29]
Musim ini McClaren belum menemukan pola serangan yang pas untuk Newcastle. Pemilihan Aleksandar Mitrovic sebagai penyerang ketimbang Pappis Cisse memang mengundang pertanyaan. Mitrovic bukanlah tipe penyerang yang bisa berjuang sendirian di depan. Ia setidaknya mesti ditopang oleh gelandang serang atau pemain sayap cepat.
Keputusan Newcastle meminjamkan Remy Cabella pun terbilang mengejutkan karena Cabella sejatinya bisa menjadi senjata di kedua sisi penyerangan Newcastle bersama dengan Ayoze Perez. McClaren malah memilih Gabriel Obertan di sisi kiri dan menggeser Sissoko ke sayap kanan. Pos Sissoko pun diisi pemain baru, Wijnaldum.
Dalam pertandingan semalam Newcastle masih mengandalkan kecepatan Sissoko dan Thauvin saat menyerang. Namun, pergerakan mereka tidak didukung para gelandang yang mampu membuka ruang untuk mendapatkan umpan. Hasilnya pergerakan Sissoko dan Thauvin terbilang sia-sia saat melakukan serangan balik.
Dalam grafis di atas hampir tidak ada umpan pendek Newcastle yang membahayakan pertahanan Arsenal. Mayoritas umpan diarahkan ke kedua sisi. Lalu, apa yang dilakukan Newcastle? Grafis di bawah ini bisa menjelaskannya kepada Anda.

Saat menyerang dan kehilangan akal, para pemain Newcastle mulai melepaskan umpan silang. Pertanyaannya kemudian setelah Mitrovic diusir siapa "target dari umpan silang" tersebut? Thauvin? Sepertinya bukan karena ia turut melepaskan tiga umpan silang. Apa mungkin umpan silang tersebut ditujukan buat dua bek Arsenal, Gabriel Paulista dan Laurent Konsielny? Bisa jadi.

[Grafis pertahanan Arsenal]
Dari grafis di atas terlihat tekel Arsenal didominasi di kedua sisi dan bukan pada area depan kotak penalti. Ini memperlihatkan gaya bermain Newcastle itu sendiri yang sulit menembus ketatnya lini tengah Arsenal. Kecenderungan Newcastle yang mengirim umpan silang pun terlihat dari jumlah sapuan di area depan kotak penalti Arsenal.
Ini yang membuat Paulista dan Koscielny terlihat begitu kokoh menggalang pertahanan karena Newcastle seperti tak melakukan perlawanan.
Kesimpulan
Arsenal bukanlah kesebelasan yang mengandalkan umpan silang meski memaksimalkan serangan dari sayap. Kedua sayap Arsenal ditunjang aktifnya dua fullback yang membantu serangan. Newcastle semestinya melihat hal ini dengan menerapkan strategi yang sama seperti menghadapi MU: memaksa Arsenal mengirimkan umpan silang. Namun, Newcastle malah melonggarkan pertahanan yang membuat para pemain Arsenal bebas berkreasi.
Gaya menyerang Arsenal pun terbilang berbeda karena Walcott dalam pergerakannya tidak murni sebagai penyerang tengah. Sanchez pun tidak menyisir sisi kiri melainkan berdiri di belakang Walcott, sementara Ramsey berperan sebagai pembagi bola. Hal serupa ditunjukkan Chamberlain yang juga tidak menyisir sisi kanan melainkan bergerak ke tengah.
Hal ini yang membuat Daryl Janmaat dan Haidara bermain lebih rapat ke dalam area kotak penalti. Sayangnya hal tersebut tak ditunjang Colback maupun Thauvin untuk mengawasi fullback Arsenal.
Arsenal semestinya bisa mencetak lebih dari satu gol. Jumlah tendangan Arsenal mencapai 22 kali meski hanya sembilan tendangan yang benar-benar mengarah ke gawang.
Selepas gol, Arsenal bermain tidak begitu ngotot. Saat ada kesempatan serangan balik, para penggawa Arsenal lebih memilih untuk menahan bola yang membuat Newcastle mampu mengokohkan benteng pertahanan. Arsenal memilih menyerang dengan perlahan dan melibatkan hampir semua pemain.
Kegagalan Newcastle menembus pertahanan Arsenal pun tak lain karena cepatnya transisi Monreal dan Bellerin dari menyerang ke bertahan. Kokohnya Coquelin sebagai gelandang bertahan pun membuat lini tengah Arsenal begitu sulit ditembus.
Ini tentu berbeda dengan penampilan Colback dan Anita yang bermain tidak terlampau baik. Keduanya tak mampu memerankan poros ganda baik saat menyerang maupun membantu pertahanan. Keduanya sering terlambat menutup aliran bola yang ditujukan pada Sanchez dan Walcott.
Dari empat laga yang dilakoni Newcastle mesti memerhatikan cara mereka menyerang karena pertahanan yang kuat tak selamanya menghadirkan kemenangan. Salah satu yang paling terlihat adalah peluang Mbemba yang mampu menembus lini tengah Arsenal pada menit ke-41. Namun tidak ada rekan-rekannya yang membuka ruang sehingga peluang Mbemba pun terhenti dengan sia-sia.
Terlepas dari kartu merah Mitrovic, dengan gaya bermain seperti semalam bukan tidak mungkin Newcastle menjadi bulan-bulanan kesebelasan lain di Premier League. Cuma perubahan yang bisa menyelamatkan Newcastle dari jurang degradasi musim ini.
------
*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.
(krs/krs)
Arsenal masih belum bisa menemukan formula jitu dalam menjebol gawang lawan. Dalam empat pertandingan terakhir The Gunners hanya mampu mencetak tiga gol. Hal serupa dialami Newcastle yang masih mencari bentuk permainan ideal.
Wenger menurunkan Theo Walcott sejak menit pertama sebagai penyerang tunggal. Penampilan pemain kelahiran 1986 tersebut tidak terlampau maksimal dalam membantu serangan. Dari 70 menit bermain, Walcott cuma melepaskan 12 umpan dan sekali tendangan ke arah gawang.
Di sisi lain keputusan Manajer Newcastle Steve McClaren menurunkan Aleksandar Mitrovic masih belum bisa mengakhiri tumpulnya lini serang Newcastle yang baru mencetak dua gol dari empat pertandingan. Mitrovic bahkan menjadi titik lemah Newcastle karena diusir wasit pada menit ke-16 akibat pelanggaran keras pada Francis Coquelin.

Newcastle Longgarkan Pertahanan
Pertahanan Newcastle tidak serapat seperti ketika menahan imbang Manchester United, Sabtu (22/8) pekan lalu. Kala itu Jack Colback bertugas menghalau pergerakan fullback kiri MU sedangkan fullback kanan MU diawasi Ayoze Perez. Pos Vurnon Anita Anita pun tidak murni sebagai gelandang jangkar melainkan berdiri hampir sejajar dengan dua bek tengah, Chancel Mbemba dan Fabricio Coloccini.
Dalam pertandingan semalam Colback dan Anita difungsikan sebagai poros ganda, sedangkan Moussa Sissoko dan Florian Thauvin diplot sebagai pemain sayap yang berorientasi menyerang. Kehadiran Sissoko dan Thauvin memang memberikan banyak opsi bagi Newcastle saat menyerang. Namun, peran keduanya tak begitu menonjol dalam membantu pertahanan.
Peran Colback dan Anita sebagai poros ganda tidak bisa dibilang baik. Baik Walcott maupun Alexis Sanchez seringkali mampu menerima bola di antara lini tengah dan lini pertahanan Arsenal. Pun dengan kedua sisi penyerangan Arsenal yang seringkali berdiri tanpa pengawalan.
Faktor Mitrovic

[Umpan sepertiga akhir serangan Arsenal Kiri: 15 menit pertama; Kanan: 15 menit setelahnya]
Diusirnya Mitrovic mengubah gaya bermain Arsenal menjadi lebih tenang dalam tempo yang lambat. Dari grafis di atas terlihat bagaimana Arsenal lebih sering mengirim bola pendek saat mencapai sepertiga akhir serangan mereka. Ini berbeda ketimbang 15 menit pertama di mana Arsenal masih sering mengirimkan umpan panjang ke area sepertiga akhir serangan mereka.
Arsenal bermain lebih melebar terutama di sayap kanan sebagai faktor tidak fitnya Georginio Wijnaldum menggantikan pos Thauvin yang ditarik menjadi penyerang tunggal. Bellerin pun lebih leluasa membantu serangan karena fullback Newcastle, Massadio Haidara, lebih fokus membantu pertahanan ketimbang menjadi inisiator serangan balik.

[Aktivitas pertahanan Newcastle. Bulat: Sapuan, Silang: Tekel, Wajik: Potongan (intercept)]
Dari grafis di atas terlihat aktivitas pertahanan Newcastle yang didominasi sapuan di dalam kotak penalti. Newcastle melakukan 20 tekel yang sebagian besar berada di sisi kiri pertahanan dekat area kotak penalti. Namun, aktivitas potongan bola lebih sering dilakukan di area kiri depan kotak penalti.
Hal ini wajar mengingat sisi kiri pertahanan Newcastle mendapatkan gempuran dari Walcott, Sanchez, Bellerin, dan Alex Oxlade-Chamberlain. Sisi kiri penyerangan Arsenal pun hanya diisi Ignacio Monreal dan sesekali oleh Aaron Ramsey.
Meski terlihat tak menonjol tapi sepanjang pertandingan Ramsey melepaskan lima umpan silang atau yang terbanyak ketimbang semua pemain yang berlaga pada malam itu. Jumlah umpan Ramsey pun mencapai 101 umpan atau terbanyak kedua setelah Santiago Cazorla dengan 126 umpan.
Newcastle Belum Temukan Bentuk Serangan

[Umpan sepertiga akhir Newcastle United; Kiri: Babak Pertama 19/29; Kanan: Babak Kedua 20/29]
Musim ini McClaren belum menemukan pola serangan yang pas untuk Newcastle. Pemilihan Aleksandar Mitrovic sebagai penyerang ketimbang Pappis Cisse memang mengundang pertanyaan. Mitrovic bukanlah tipe penyerang yang bisa berjuang sendirian di depan. Ia setidaknya mesti ditopang oleh gelandang serang atau pemain sayap cepat.
Keputusan Newcastle meminjamkan Remy Cabella pun terbilang mengejutkan karena Cabella sejatinya bisa menjadi senjata di kedua sisi penyerangan Newcastle bersama dengan Ayoze Perez. McClaren malah memilih Gabriel Obertan di sisi kiri dan menggeser Sissoko ke sayap kanan. Pos Sissoko pun diisi pemain baru, Wijnaldum.
Dalam pertandingan semalam Newcastle masih mengandalkan kecepatan Sissoko dan Thauvin saat menyerang. Namun, pergerakan mereka tidak didukung para gelandang yang mampu membuka ruang untuk mendapatkan umpan. Hasilnya pergerakan Sissoko dan Thauvin terbilang sia-sia saat melakukan serangan balik.
Dalam grafis di atas hampir tidak ada umpan pendek Newcastle yang membahayakan pertahanan Arsenal. Mayoritas umpan diarahkan ke kedua sisi. Lalu, apa yang dilakukan Newcastle? Grafis di bawah ini bisa menjelaskannya kepada Anda.

Saat menyerang dan kehilangan akal, para pemain Newcastle mulai melepaskan umpan silang. Pertanyaannya kemudian setelah Mitrovic diusir siapa "target dari umpan silang" tersebut? Thauvin? Sepertinya bukan karena ia turut melepaskan tiga umpan silang. Apa mungkin umpan silang tersebut ditujukan buat dua bek Arsenal, Gabriel Paulista dan Laurent Konsielny? Bisa jadi.

[Grafis pertahanan Arsenal]
Dari grafis di atas terlihat tekel Arsenal didominasi di kedua sisi dan bukan pada area depan kotak penalti. Ini memperlihatkan gaya bermain Newcastle itu sendiri yang sulit menembus ketatnya lini tengah Arsenal. Kecenderungan Newcastle yang mengirim umpan silang pun terlihat dari jumlah sapuan di area depan kotak penalti Arsenal.
Ini yang membuat Paulista dan Koscielny terlihat begitu kokoh menggalang pertahanan karena Newcastle seperti tak melakukan perlawanan.
Kesimpulan
Arsenal bukanlah kesebelasan yang mengandalkan umpan silang meski memaksimalkan serangan dari sayap. Kedua sayap Arsenal ditunjang aktifnya dua fullback yang membantu serangan. Newcastle semestinya melihat hal ini dengan menerapkan strategi yang sama seperti menghadapi MU: memaksa Arsenal mengirimkan umpan silang. Namun, Newcastle malah melonggarkan pertahanan yang membuat para pemain Arsenal bebas berkreasi.
Gaya menyerang Arsenal pun terbilang berbeda karena Walcott dalam pergerakannya tidak murni sebagai penyerang tengah. Sanchez pun tidak menyisir sisi kiri melainkan berdiri di belakang Walcott, sementara Ramsey berperan sebagai pembagi bola. Hal serupa ditunjukkan Chamberlain yang juga tidak menyisir sisi kanan melainkan bergerak ke tengah.
Hal ini yang membuat Daryl Janmaat dan Haidara bermain lebih rapat ke dalam area kotak penalti. Sayangnya hal tersebut tak ditunjang Colback maupun Thauvin untuk mengawasi fullback Arsenal.
Arsenal semestinya bisa mencetak lebih dari satu gol. Jumlah tendangan Arsenal mencapai 22 kali meski hanya sembilan tendangan yang benar-benar mengarah ke gawang.
Selepas gol, Arsenal bermain tidak begitu ngotot. Saat ada kesempatan serangan balik, para penggawa Arsenal lebih memilih untuk menahan bola yang membuat Newcastle mampu mengokohkan benteng pertahanan. Arsenal memilih menyerang dengan perlahan dan melibatkan hampir semua pemain.
Kegagalan Newcastle menembus pertahanan Arsenal pun tak lain karena cepatnya transisi Monreal dan Bellerin dari menyerang ke bertahan. Kokohnya Coquelin sebagai gelandang bertahan pun membuat lini tengah Arsenal begitu sulit ditembus.
Ini tentu berbeda dengan penampilan Colback dan Anita yang bermain tidak terlampau baik. Keduanya tak mampu memerankan poros ganda baik saat menyerang maupun membantu pertahanan. Keduanya sering terlambat menutup aliran bola yang ditujukan pada Sanchez dan Walcott.
Dari empat laga yang dilakoni Newcastle mesti memerhatikan cara mereka menyerang karena pertahanan yang kuat tak selamanya menghadirkan kemenangan. Salah satu yang paling terlihat adalah peluang Mbemba yang mampu menembus lini tengah Arsenal pada menit ke-41. Namun tidak ada rekan-rekannya yang membuka ruang sehingga peluang Mbemba pun terhenti dengan sia-sia.
Terlepas dari kartu merah Mitrovic, dengan gaya bermain seperti semalam bukan tidak mungkin Newcastle menjadi bulan-bulanan kesebelasan lain di Premier League. Cuma perubahan yang bisa menyelamatkan Newcastle dari jurang degradasi musim ini.
------
*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.
(krs/krs)







