Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Inggris: Swansea 2-1 Man Utd

    Dua Serangan Balik yang Mengantarkan Comeback Swansea

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: REUTERS Foto: REUTERS
    Jakarta - Manchester United harus menerima kekalahan pertama musim ini setelah ditumbangkan oleh Swansea City 2-1 di Liberty Stadium. Swansea naik ke posisi ketiga, sementara MU harus terlempar ke urutan lima di klasemen sementara.

    Pelatih MU, Louis Van Gaal, masih mengandalkan formasi 4-2-3-1. Morgan Schneiderlin dan Bastian Schweinsteiger dijadikan sebagai poros ganda, sementara Ander Herrera ditempatkan di posisi gelandang serang, menggantikan Adnan Januzaj yang tengah cedera.

    Sementara di kubu Swansea, Gary Monk juga menggunakan formasi 4-2-3-1. Jonjo Shelvey dan Jack Cork dipercaya untuk mengisi posisi poros ganda, sedangkan Jordan Ayew, Gylfi Sigurdsson, dan Wayne Routledge menjadi gelandang serang.



    Pressing Tinggi Kedua Kesebelasan

    Kedua kesebelasan langsung memainkan pressing tinggi sejak awal pertandingan. Wajar, mereka memang terkenal memiliki kebiasaan memainkan ball possession dalam membangun serangan. Karena itu, tekanan dari lawan membuat mereka tidak bisa membangun serangan dengan tenang.

    Swansea bahkan benar-benar serius melakukan tekanan hingga ke area pertahanan tamunya, saat para pemain MU sedang menguasai bola. Nyaris tidak ada pemain MU yang bebas dari kawalan. Selain itu, pemain-pemain MU juga dipaksa untuk segera melepas bola sehingga tidak ada banyak kesempatan untuk mengatur serangan.

    Di sisi lain, meski tidak seagresif tuan rumah, tekanan yang diberikan MU juga tidak main-main. Mereka juga membuat aliran bola Swansea tidak berjalan lancar. Tekanan yang mereka lakukan menjadi efektif ketika mereka berhasil membuat pusat serangan Swansea, yang sangat bertumpu pada Shelvey, kesulitan untuk bergerak.

    MU pun membuat pergerakan Shelvey menjadi sangat terbatas. Mereka mengirim tiga gelandang serangnya sampai ke sepertiga wilayah pertahanan Swansea, sedangkan tuan rumah hanya punya dua gelandang bertahan.

    Tak heran jika kedua tim mengalami kesulitan untuk mengembangkan permainan di babak pertama, sehingga memang tidak tercipta gol alias 0-0.

    Comeback Swansea City

    Babak kedua situasi tak berubah. Hanya saja, di menit-menit awal setelah restart, bek Swansea Kyle Naughton melakukan kesalahan fatal. Dalam sebuah serangan balik MU, Naughton langsung menekan dengan agresif. Ia mencoba menghentikan laju Luke Shaw yang sedang menggiring bola di sisi kanan pertahanan Swansea. Pergerakan agresif Naughton tersebut gagal membuat laju Shaw berhenti. Naughton justru berhasil dilewati, dan Shaw berhasil masuk ke pertahanan Swansea melalui sisi kanan. Kondisi bebas membuat Shaw mampu dengan tenang melepaskan umpan silang yang kemudian diselesaikan dengan baik oleh Juan Mata.

    Tidak mau kehilangan poin di kandang sendiri, Swansea langsung melakukan perubahan. Monk memasukan gelandang asal Korea, Ki Sung-Yeung, menggantikan Wayne Routledge. Formasi mereka pun berubah menjadi 4-3-2-1. Ki tampil di depan barisan pertahanan lawan, sementara Sigurdsson dan Ayew berdiri di belakang Gomis yang ditempatkan sebagai penyerang tunggal.

    Kondisi ini membuat pressing yang dilakukan MU tidak lagi efektif. Sebab Swansea tinggal memiliki 3 gelandang yang berfungsi sebagai pengalir bola ke depan. Pressing yang dilakukan MU harus terbagi kepada Ki membuat pressing yang dilakukan kepada Shelvey berkurang. Hal ini tentu saja membuat pemain berusia 23 tahun ini lebih leluasa untuk mengatur serangan Swansea.

    Di sisi lain, saat bertahan pun Swansea bisa lebih agresif melakukan pressing. Tiga gelandang bertahan mereka bisa langsung menekan 3 gelandang serang MU. Begitu pula dengan dua gelandang serang mereka yang bisa langsung menekan 2 gelandang bertahan MU. Lapangan tengah pun menjadi jalan buntu bagi MU untuk melakukan serangan.

    Satu-satunya jalan bagi MU untuk membuka serangan adalah melalui kedua fullback mereka, yang baru mendapatkan tekanan ketika mulai memasuki area pertahanan Swansea. Pasalnya, kelima pemain tengah Swansea sudah sibuk melakukan pressing kepada pemain tengah MU. Karena itu, kedua fullback MU memiliki ruang untuk bergerak maju.

    Namun ternyata hal ini justru sangat ditunggu oleh Swansea. Majunya kedua fullback MU membuat area pertahanan MU menjadi sangat kosong. Mereka hanya menyisakan dua bek tengah dan dua gelandang bertahan yang berada di depannya. Hal ini sangat rentan untuk menerima serangan balik Swansea.

    Swansea berhasil membalikkan keadaan melalui dua serangan balik mereka. Dalam dua serangan balik tersebut, sisi kiri MU selalu dalam kondisi kosong akibat ditinggal oleh Shaw yang melakukan overlap. Area ini kemudian dimanfaatkan oleh Sigurdsson dan Ayew untuk melepaskan umpan ke tengah.


    [Proses terjadinya gol pertama Swansea. Overlap Luke Shaw membuat ruang kosong di sisi kiri pertahanan MU yang dimanfaatkan oleh Swansea.]

    Dua gol ini membuat Swansea berbalik memimpin. Van Gaal kemudian mencoba melakukan perubahan dengan memasukkan Marouane Fellaini menggantikan Herrera. Hadirnya pemain Belgia itu membuat MU lebih banyak memanfaatkan bola-bola lambung langsung ke jantung pertahanan Swansea. Cara ini sedikit banyak memang efektif untuk menghindari pressing yang dilakukan Swansea, namun tetap tidak bisa mencuri gol hingga akhir pertandingan. MU pun harus pulang dengan kekalahan 2-1 dari Swansea.

    Kesimpulan

    Permainan menekan Swansea bisa dikatakan cukup efektif untuk merusak aliran bola Red Devils. Di sisi lain, MU juga berhasil melakukan pressing kepada Jonjo Shelvey yang menjadio poros permainan Swansea. Namun hadirnya Ki Sung-yeung membuat pressing yang dilakukan kepada Shelvey menjadi terbagi. Shelvey pun memiliki ruang lebih leluasa untuk mengatur serangan Swansea. Melalui dua serangan balik, Swansea pun berhasil menghentikan lawannya itu.









    (a2s/krs)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game