Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Bayern vs Dortmund

    Der Klassiker Datang Lagi

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Getty Images/Boris Streubel Getty Images/Boris Streubel
    Munich - Der Klassiker yang pantas dinanti akhirnya kembali. Borussia Dortmund yang musim lalu sempat terpuruk sekarang telah kembali ke habitatnya bersama pelatih baru, Thomas Tuchel. Bayern Munich pun sedang berada dalam performa terbaik mereka di era Pep Guardiola.
     
    Dortmund belum terkalahkan di semua ajang musim ini. Di Bundesliga saja, mereka meraih lima kemenangan dari tujuh pertandingan pertama. Dengan raihan angka 17, Dortmund berada di peringkat kedua. Mereka pun sangat produktif; Dortmund sudah mencetak 21 gol sejauh ini (rata-rata tiga gol per pertandingan!) dan hanya kebobolan enam kali.

    Sebaik-baiknya Dortmund musim ini, Bayern jauh lebih baik lagi. Die Roten menguasai peringkat pertama dengan selisih empat angka dari Dortmund. Jumlah gol yang sudah mereka cetak pun dua gol lebih banyak daripada milik Dortmund. Sementara Dortmund kebobolan enam kali, Bayern hanya setengahnya.

    Bayern memang bukan satu-satunya kesebelasan yang pernah meraih tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan pertama Bundesliga (sebelum musim ini, hal ini pernah empat kali terjadi), namun dengan catatan yang mereka miliki sekarang, Bayern adalah yang terbaik di antara kesebelasan-kesebelasan istimewa tersebut.

    Untuk diketahui, belum pernah ada kesebelasan Bundesliga yang berhasil meraih delapan kemenangan dalam delapan pertandingan pertama Bundesliga. Bayern memiliki kesempatan itu sekarang dan mereka harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Kesempatan untuk menorehkan sejarah hebat sembari menggoreskan luka di hati kesebelasan saingan adalah hal yang langka.

    Ajang Pembuktian Tuchel kepada Gurunya

    Selama menangani Bayern Munich, Pep Guardiola telah berhadapan dengan Dortmund sebanyak delapan kali. Tidak pernah Pep mendapat hasil imbang dalam delapan pertandingan tersebut. Jumlah kemenangan yang diraih dan kekalahan yang dideritanya sama banyak: empat.

    Thomas Tuchel, sementara itu, sudah sepuluh kali menemani para pemainnya bertanding melawan Bayern Munich. Semuanya ketika ia menjabat posisi pelatih FSV Mainz 05. Dalam 10 pertandingan tersebut, Tuchel menderita enam kekalahan dan hanya meraih tiga kemenangan. Hal yang wajar mengingat kualitas Bayern jauh di atas Mainz.

    Pep dan Tuchel sendiri baru berhadapan satu sama lain sebanyak dua kali. Keduanya terjadi di musim 2013/2014. Pep keluar sebagai pemenang di kedua pertandingan tersebut, dengan kemenangan tandang 2-0 dan kandang 4-1. Malam nanti keduanya akan bertanding untuk kali ketiga; kali pertama dengan Tuchel di posisi pelatih Dortmund.

    Panasnya persaingan mungkin hanya akan terasa di tribune penonton dan lapangan pertandingan. Tuchel adalah pengagum Pep dan keduanya berhubungan baik. Tuchel belajar taktik dengan memerhatikan Barcelona di era Pep. Setelah Pep pindah ke Jerman, kedua pelatih bertemu di sebuah bar di kota Munich pada Desember tahun lalu. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membicarakan taktik.

    "Guardiola adalah yang terbaik, walau dia tidak suka mengakuinya," ujar Tuchel dalam konferensi pers pra pertandingan.

    "Waktunya di Barcelona meninggalkan kesan yang mendalam pada saya. Sebagai penggemarnya, saya belajar sangat banyak. Barcelona di bawah Pep adalah patokan bagi saya," katanya.

    Setelah belajar dengan memerhatikan dan berdiskusi dengan Pep, sekarang adalah saat yang tepat bagi Tuchel untuk menunjukkan hasil belajarnya. Jika Tuchel tahu bagaimana Pep bekerja, seharusnya ia tahu cara menghentikannya. Sekarang saatnya, karena tidak ada pembuktian yang lebih meyakinkan selain mengalahkan guru sendiri.

    Mengisolasi Serangan ke Satu Sisi

    Arjen Robben, Holger Badstuber, Medhi Benatia, dan Franck Ribery yang cedera, masih belum akan memperkuat Bayern. Sementara itu, Dortmund hanya kehilangan Erik Durm dan Nuri Sahin.

    Walau Robben dan Ribery merupakan pemain utama musim lalu, kehilangan keduanya tidak memberi pengaruh yang cukup besar. Douglas Costa yang baru didatangkan musim ini mampu bermain gemilang di sisi kiri serangan Bayern, begitu juga dengan Thomas Mueller yang sering dipercaya bermain di posisi penyerang sayap kanan. Keduanya sangat mungkin memulai pertandingan nanti malam sejak menit pertama.

    Robert Lewandowski akan melengkapi susunan tiga penyerang Bayern. Dengan sepuluh gol dalam tiga pertandingan terakhir, tidak ada alasan bagi Guardiola untuk menyimpan Lewandowski. Melawan Dortmund yang juga sedang tajam-tajamnya, mencetak gol lebih dulu adalah keharusan. Tertinggal hanya akan membuat tugas mencetak gol menjadi lebih sulit.

    Matthias Ginter, Sokratis Papastathopoulos, Mats Hummels, dan Marcel Schmelzer harus berkonsentrasi penuh sepanjang pertandingan untuk melindungi Roman Buerki. Dengan susunan lini serang seperti itu, Bayern lebih dari sekadar mampu mengancam dengan segala cara. Costa cepat, Mueller memiliki penempatan diri yang sangat baik, dan Lewandowski tidak membutuhkan peluang bersih dan banyak sentuhan untuk mencetak gol.



    Salah satu kunci keberhasilan bertahan Dortmund, selain empat pemain belakangnya, adalah Julian Weigl. Sejauh ini, pemain yang baru saja didatangkan dari 1860 Munich tersebut berhasil memainkan peran gelandang bertahan dengan baik. Tugas meredam serangan lawan dan mengalirkan bola kepada para gelandang serang mampu diterjemahkannya dengan baik.

    Namun, melawan Bayern, ia harus mendapat bantuan dari Ilkay Guendogan dan Shinji Kagawa. Apalagi Bayern akan memiliki keunggulan jumlah di lini tengah. Jelas sudah niatan Pep memainkan Javi Martinez sebagai bek tengah: Untuk menemani Jerome Boateng ketika bertahan dan naik ke lini tengah dan membentuk formasi 3-4-3 ketika Bayern menyerang.

    Penempatan Arturo Vidal di sisi kiri lini tengah Bayern juga bukan tanpa alasan. Walau Bayern akan lebih terlindungi jika Vidal bermain di area tengah, kehadirannya di sisi kiri diperlukan untuk meredam ancaman dari Marco Reus dan memaksa serangan sayap Dortmund berat di kiri, lewat Henrikh Mkhitaryan.

    Mematikan lini tengah dan mengisolasi serangan sayap Dortmund adalah keharusan, demi menurunnya suplai bola kepada Pierre-Emerick Aubameyang yang sedang tajam-tajamnya. Aubameyang sudah mencetak sembilan gol dari tujuh pertandingan Bundesliga; satu gol lebih sedikit dari Lewandowski namun tidak pernah satu pertandingan Bundesliga pun berlalu tanpa nama Aubameyang di daftar pencetak gol.

    Perang Umpan Langsung

    Mundurnya Juergen Klopp dari posisi pelatih kepala Dortmund membuat Der Klassiker bukan lagi tentang penguasaan bola melawan agresivitas pergerakan tanpa bola. Masuknya Tuchel sebagai pengganti Klopp dan kemauan Pep untuk sedikit mengorbankan idealismenya membuat pertandingan kali ini menjadi pertemuan antara dua kesebelasan dengan pendekatan yang sama.

    Bayern musim ini bukan lagi kesebelasan yang hanya mengandalkan umpan pendek. Untuk melengkapi penguasaan bola kelas satu, musim ini Pep juga menambahkan sedikit efek kejut dalam bentuk umpan-umpan langsung ke lini depan. Kehadiran Douglas Costa mendukung taktik ini.

    Dortmund, sementara itu, berubah dari kesebelasan yang agresif dan banyak memainkan umpan langsung menjadi kesebelasan yang lebih tenang dan banyak menguasai bola. Bersama Tuchel, para pemain Dortmund lebih nyaman memainkan umpan pendek sembari menunggu terbukanya celah di barisan pertahanan lawan.

    Bagi Dortmund, itu berarti momen di mana Bayern kehilangan bola saat Javi Martinez masih berada di lini tengah. Keberhasilan merebut bola di lini tengah adalah kunci serangan Dortmund di pertandingan kali ini. Jika mereka mampu merebut bola saat Jai Martinez sedang memainkan peran gelandangnya, maka Aubameyang hanya perlu adu cepat dengan Boateng.

    Celah yang dapat dimanfaatkan Bayern, sementara itu, adalah ketika Matthias Ginter cukup jauh meninggalkan posisinya sehingga ada area yang dapat dimanfaatkan oleh Douglas Costa. Peran Vidal dalam merebut bola di area sebelah kanan serangan Dortmund (dan kualitas umpan panjang Xabi Alonso) sangat mungkin menjadi kunci kemenangan Bayern di pertandingan ini.

    Dortmund Sulit Menang

    Dengan performa mereka sekarang ini, Bayern memiliki peluang menang yang sangat besar. Kualitas individu per individu mereka lebih baik daripada Dortmund. Adu kecerdasan pun rasanya akan dimenangi Pep, karena Tuchel belum cukup teruji.

    Dortmund sendiri bukannya tidak memiliki peluang menang, namun untuk membawa pulang tiga angka dari Allianz Arena saat ini, Dortmund membutuhkan penampilan yang sangat istimewa. Melampaui level permainan mereka sendiri sepanjang musim ini saja tidak akan cukup untuk mengalahkan Bayern yang sekarang.



    (mfi/mfi)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game