Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Atletico vs Madrid

    Usaha Madrid Membongkar Atletico dengan Percepatan Sirkulasi Bola

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    AFP/GERARD JULIEN AFP/GERARD JULIEN
    Madrid -

    Laga sengit diperkirakan akan tersaji di Vicente Calderon, markas Atletico Madrid. Rival sekota sekaligus musuh bebuyutan mereka, Real Madrid, akan datang bertandang.

    Madrid sedang berada dalam kepercayaan diri yang tingi berkat kemenangan atas Malmo FF dengan skor 2-0 dalam lanjutan Liga Champions. Sebaliknya, Atletico baru saja ditaklukkan Benfica dengan skor 1-2 di kandang sendiri di ajang yang sama.

    Musim lalu, El Derbi Madrileno tersaji sebanyak delapan kali di empat kompetisi yang diikuti kedua kesebelasan tersebut. Diawali perebutan gelar Piala Super Spanyol hingga perempatfinal Liga Champions, mereka saling sikut satu sama lain dengan menghasilkan empat kemenangan untuk Atletico, tiga pertandingan berakhir imbang, sementara satu lainnya dimenangi Madrid.

    Tujuh pertandingan tanpa menelan kekalahan di laga derby membuat Atletico menjadi lawan yang luar biasa tangguh bagi Madrid. Ini merupakan jawaban atas spanduk ejekan yang dibentangkan Madridista di musim 2012/2013. Spanduk bertuliskan "Se Busca Rival digno Para Derby Decente Razon Aqui" atau "Wanted: A worthy Rival for a decent derby".

    Madrid tentu datang dengan kondisi yang sangat berbeda. Kedatangan pelatih anyar, Rafael Benitez, menghadirkan pendekatan permainan yang lebih segar. Meski sempat tertahan dua kali di awal musim ini oleh Malaga dan Sporting Gijon, mereka memperlihatkan penampilan yang lebih solid -- terutama saat bertahan. Sejauh ini, mereka baru kebobolan satu gol saja di La Liga.

    Peran Keylor Navas di bawah mistar gawang sangat berarti dalam memantapkan pendekatan bermain Madrid yang baru ini. Gawang Madrid setidaknya lebih aman musim ini dibandingkan musim lalu yang sudah kebobolan sembilan gol saat baru masuk pekan keenam. Bahkan jika boleh dibilang, beberapa pemain seperti Raphael Varane dan Nacho Fernandez yang seringkali menjadi penghuni bangku cadangan pun kini mulai berkembang dan siap berkompetisi dengan nama-nama besar seperti Pepe dan Sergio Ramos.

    Mendisiplinkan Kedua Bek Sayap Real Madrid

    Meski pertahanan Real Madrid kini sudah relatif lebih solid, namun ancaman dari kesebelasan sekelas Atletico tentu tak bisa diremehkan. Dua bek sayap mereka, Dani Carvajal dan Marcelo, perlu memerhatikan ancaman yang akan diberikan Atletico. Keduanya rajin membantu penyerangan, apalagi dalam kondisi terdesak dan membutuhkan gol.

    Marcelo dan Carvajal, bagaimanapun, memang sering meninggalkan lubang yang menganga ketika mereka naik ke sepertiga akhir lapangan. Keduanya bahkan kerap berperan tak ubahnya penyerang sayap kala Cristiano Ronaldo merangsek ke depan gawang atau ketika Isco bergeser lebih ke tengah.

    Meski Marcelo memiliki kecepatan yang mumpuni untuk melakukan tracking-back, namun akan menjadi percuma ketika ia terlambat melakukan transisi bertahan. Ingat, Atletico diprediksi lebih sering menunggu di kedalaman dan kemudian mengirimkan serangan balik cepat yang sudah lama menjadi ciri khas mereka selama kepemimpinan pelatih Diego Simeone. Mereka punya kecenderungan mengalirkan bola lebih cepat melalui Gabi dan Tiago untuk mengeksploitasi ruang kosong di lebar lapangan dengan cara mengarahkan bola kepada Antoine Griezmann yang sering menyisir sisi kanan.

    Akan lebih pelik lagi jika Atletico memasang formasi 4-3-3 dengan menempatkan Griezmann di sisi kanan dan Angel Correa/Luciano Vietto di sisi kiri. Kecepatan kedua pemain ini sangat baik dengan ataupun tanpa bola. Formasi 4-3-3 tersebut juga memungkinkan Atletico bertransformasi menjadi 4-5-1 ketika bertahan sebagai upaya menumpuk pemain di daerah sendiri. Mereka hanya akan meninggalkan Fernando Torres atau Jackson Martinez sendirian di garis terdepan.

    Percepatan Sirkulasi Bola dan Operan Real Madrid

    Madrid harus bermain dengan cepat dan mengembangkan sirkulasi bola yang dikombinasikan dengan pertukaran posisi pemain dengan cair. Percepatan sirkulasi bertujuan merusak kompaksi garis rendah pertahanan Atletico yang biasanya akan selalu dibangun ketika lawan menguasai bola lebih banyak. Apalagi Simeone jarang sekali menginstruksikan pemainnya untuk berlama-lama dengan bola.

    Sebetulnya bisa saja Madrid mengandalkan tempo yang lebih lambat untuk mengurung Atletico di areanya sendiri. Namun cara seperti ini pernah mereka lakukan saat ditahan imbang Malaga di Santiago Bernabeu dan malah berdampak sulitnya mereka mencetak gol. Kondisi tersebut juga diperparah jika kiper lawan bermain gemilang sepanjang pertandingan.

    Namun, bagi tim tuan rumah, jika Madrid memilih melakukan percepatan sirkulasi, bisa saja justru memberi peluang untuk melakukan serangan balik cepat jika tim tamu banyak melakukan kesalahan elementer. Intersep-intersep dan umpan-umpan panjang bisa langsung diarahkan menuju lini serang mereka yang nantinya langsung berhadapan dengan duo bek tengah Madrid.

    Kemampuan Griezmann atau Torres tentulah berbeda dengan pemain Malaga seperti Nordin Amrabat yang kerap kehilangan bola ketika duel satu lawan satu dengan bek-bek Madrid. Griezmann, sekali lagi, bisa menghadirkan ancaman-ancaman lainnya bagi pertahanan Los Blancos. Apalagi ia merupakan pencetak gol terbanyak Atletico dengan torehan tiga gol dan dua assist dari enam kali penampilannya di La Liga musim ini.

    Prediksi Jalannya Pertandingan

    Atletico akan lebih menunggu di pertahanan mereka sendiri dan tim tamu akan memegang inisiatif serangan. Gambaran umum seperti itu tentunya sudah bisa diprediksi mengingat memang seperti itulah tipikal yang sering muncul dalam laga keduanya.

    Benitez harusnya menyadari dari kecenderungan gaya bermain Atletico sedari dini. Tak bisa dia hanya mengandalkan seorang Ronaldo saja. Karim Benzema mesti dimanfaatkan betul kelihaiannya dalam mencetak gol dan tidak harus melulu CR7.

    Benitez juga harus memahami betul betapa kegagalan memanfaatkan peluang bisa saja berbuah petaka karena tim lain lebih efektif memanfaatkan keadaan. Pendekatan psikologis dan detail-detail strategi tampaknya akan lebih banyak membantu Real Madrid untuk mencuri poin di Vicente Calderon.

    Sedangkan untuk tim tuan rumah, pemanfaatan bola-bola set piece bisa menjadi senjata rahasia mereka selain serangan balik. Mencari celah kelemahan Keylor Navas dan mencoba secara selektif melakukan tendangan dari luar kotak penalti seperti saat melawan Sevilla di pekan kedua La Liga tampaknya akan menjadi opsi lain bagi kesebelasan berjuluk Los Colchoneros ini.

    (mfi/mfi)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game