Liga Italia: AC Milan 0-4 Napoli
Ini yang Terjadi Tatkala Rossoneri Digasak Partenopei di San Siro
AC Milan dipermalukan di depan publiknya sendiri karena menelan kekalahan 0-4 dari Napoli di Stadion San Siro pada pertandingan pekan ketujuh, Senin (5/9) dinihari WIB.
Tuan rumah sudah tertinggal sejak menit ke-13 oleh gol yang dicetak Allan Marques. Kemudian dua gol diborong Lorenzo Insigne pada menit 48 dan 67. Skor laga 4-0 ditutup dengan gol bunuh diri Rodrigo Ely.
Insigne merupakan bintang pada pertandingan tersebut atas dua gol dan satu assist-nya kepada Allan. Dua gol tersebut merupakan perolehan pertamanya untuk Napoli sejak masuk di kesebelasan senior pada 2009.
Napoli datang ke San Siro dengan kekuatan penuh sehingga pelatihnya, Maurizio Sarri, lebih leluasa memberikan kepercayaan skuat pertama dalam formasi 4-3-3 yang diturunkannya.
Keadaan berbeda dialami Milan karena tidak bisa diperkuat Ignazio Abate dan Jeremy Menez berkutat dengan cedera. Bek tengah Alessandro Romagnoli juga absen karena akumulasi kartu merah, sehingga posisinya diganti Ely.
Sementara itu, kekosongan Abate pada sektor full-back kanan diganti Mattia De Sciglio. Sayangnya peran menggantikan Abate seolah menjadi titik lemah bagi Rossoneri, karena De Sciglio sering menjadi bulan-bulanan serangan sisi kiri Napoli.
Tiga Striker Napoli yang Merusak Kordinasi Pertahanan Milan
Tiga striker Napoli yang ditempati Gonzalo Higuain, Jose Callejon dan Insigne sukses mengacaukan pertahanan Rossoneri yang dilakoni De Sciglio, Cristian Zapata, Ely dan Luca Antonelli. Zapata berkali-kali dibuat tidak tenang dengan aksi-aksi Ely sebagai duetnya sebagai bek tengah. Partnernya itu kerap terpancing pergerakan-pergerakan Higuain yang sering turun ke luar kotak penalti meninggalkan sarangnya.
Apalagi jarak antarlini pertahanan dengan tengah Milan cukup jauh mengingat Riccardo Montolivo tidak seimbang menjaga area luar kotak penalti dibanding ketika melancarkan serangan dengan agresif.
Area luar kotak penalti Milan lebih sering kosong sehingga sering membuat Ely terpancing mengejar Higuain. Atau ketika ada Montolivo pun sering kalah berduel atau terkecoh aliran bola dari Napoli yang sering dialirkan ke sisi kiri serangannya.
Sementara itu Zapata juga harus menutupi sisi kanan pertahanan Milan sepeninggal De Sciglio karena area tersebut menjadi alur serangan andalan Napoli. I Partenopei lebih dominan menyerang sisi kiri pertahanan Milan karena De Sciglio sering terlambat turun ketika membantu pertahanan. Sebesar 50 persen serangan Napoli mengandalkan lewat sisi kiri yang dimotori Insigne serta dibantu Marek Hamsik dan Faouzi Ghoulam.
Serangan Napoli sering dibangun melalui sisi kiri ditambah dengan beberapa umpan-umpan terobosan yang mengandalkan kekosongan posisi pada area pertahanan Milan. Permainan Hamsik dkk. pun cenderung sabar ketika menguasai bola dengan melakukan operan-operan pendek untuk melihat celah pada permainan lawan. Penguasaan bola pun dimenangi Napoli dengan rataan 61 persen.
[Grafik operan Napoli melawan AC Milan. Sumber: Squawka]
Kordinasi Antar Lini Napoli Lebih Baik
Area luar kotak penalti Milan dengan Napoli memiliki kordinasi yang sangat berbeda. Jarak antara bek Napoli dengan lini tengah tidak berbeda terlalu jauh. Menyadari Rossoneri bermain dengan menyerang, maka Allan dan Jorginho tidak terlalu jauh berada di area luar kotak penalti sendiri.
Tapi setelah kejelian Napoli membaca kekosongan di area luar kotak penalti sendiri memberikan celah bagi Allan untuk mencetak gol pada menit 13. Barulah setelah itu terutama pada babak kedua Allan dan Jorginho mulai bergantian berbagi peran menjaga area luar kotak penalti Napoli.
Disiplinnya Jorginho dan Allan berada di area luar kotak penalti membuat kesulitan Giacomo Bonaventura, gelandang serang Milan, memberikan suplai kepada duet Luiz Adriano dan Carlos Bacca di lini depan. Bahkan diantara kedua penyerang tersebut harus sering mengalah untuk turun lebih ke bawah mendapatkan aliran bola.
Dari usaha Milan di lini depan tersebut memudahkan tugas duet bek Napoli yang dijaga Kalidou Koulibaly dan Raul Albiol. Kedua bek tersebut tidak harus bersusah-susah melakukan tekel. Baik Albiol maupun Koulibaly hanya cukup melakukan total 11 sapuan bersih dan empat intersepsi karena serangan Milan sudah terlebih kandas lebih dahulu di lini tengah.
[Percobaan tendangan kedua kesebelasan. Sumber: Squawka]
Bahkan Allan berhasil melakukan tiga tekel bersih kepada Bonaventura di luar area kotak penalti Napoli dan lini tengah wilayahnya. Sementara itu dua full-back Milan baik De Sciglio maupun Antonelli pun tidak mampu berbuat banyak karena upaya ketika membantu serangan sering dihentikan oleh dua full-back Napoli yang dilakoni Elseid Hysaj dan Ghoulam.
Sementara Juraj Kucka dan dan Andrea Bertolacci sebagai gelandang bermain lebih menjorok ke tengah. Mereka seolah menunggu mendapat kesempatan untuk melepaskan tendangan dari luar kotak penalti hasil dari pantulan bola dari Adriano maupun Bacca. Tercatat 10 percobaan dari 12 tendangan terjadi di luar kotak penalti Napoli. Sebaliknya, Napoli berhasil melakukan tujuh percobaan tendangan di dalam kotak penalti Milan, bahkan tiga antaranya menjadi gol.
Lorenzo Insigne Sebagai Poros Kecenderungan Serangan Napoli
Pergerakan Insigne merupakan mimpu buruk bagi pertahanan Milan. De Sciglio ditugaskan menjadi pengganti Abate di sisi kanan pertahanan Milan, namun masih tidak mampu meredam penyerang kiri Napoli tersebut.
Pemain bernomor punggung 24 ini tidak sekadar penyerang sayap. Pergerakannya terkadang menjorok ke tengah mengingat karena area luar kotak penalti sering kosong dan hal inilah yang membuat Zapata pun kerepotan menjaga pertahanan Rossoneri.
Kecenderungan serangan Napoli dari sisi kiri betul-betul diambil alih Insigne. Berkat pergerakannya juga Napoli berhak mendapatkan tendangan bebas pada menit ke-67 dan berhasil dieksekusi sendiri dengan baik oleh Insigne. Selain mencetak gol, ia juga memberikan dua umpan kunci yang salah satunya menjadi assist kepada Allan.
Permainannya seolah tidak mampu diimbangi De Sciglio yang sering kewalahan berbalik bertahan mengejar kecepatan Insigne. Bahkan De Sciglio tidak melakukan satu tekel pun kepada Insigne baik yang berbuah pelanggaran atau pun tidak.
Kesimpulan
Akibat kebuntuan di lini depan karena koordinasi pertahanan Napoli lebih baik membuat Milan cuma mengandalkan tendangan-tendangan jarak jauh saja. Sayangnya penyelesaian akhir tuan urmah cukup buruk bahkan kesempatan Adriano pada menit ke-31 di depan gawang Napoli pun dibuang sia-sia.
Napoli berhasil menjalankan alur serangannya dengan baik melalui sisi kiri. Mencari celah memakai umpan pendek dan kemudian menggebrak melalui operan terobosan. Kelebihannya adalah mereka mampu menyelesaikan peluang akhir dengan baik ketimbang Milan. Lima percobaan tendangan mengarah ke gawang dan tiga berhasil menjadi gol sementara Milan cuma berhasil dua kali yang tepat sasaran.
====
* Dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.







