Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Spanyol: Atletico 1-1 Real Madrid

    Pemain Pengganti yang Menyelamatkan Muka Simeone

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    REUTERS/Andrea Comas REUTERS/Andrea Comas
    Jakarta -

    Laga bertajuk Derby Madrileno edisi ke-211 di segala kompetisi dan merupakan pertemuan pertama di liga musim ini di gelar di markas Atletico Madrid, Vicente Calderon. Stadion kebanggaan para Atleticos tersebut menjadi arena bertarungnya duo raksasa ibukota Spanyol demi merapatkan jarak dengan Villareal, sang penghuni teratas klasemen sementara La Liga Spanyol saat ini.

    Kubu tuan rumah yang diarsiteki oleh Diego Simeone masih tak bisa menurunkan gelandang kreatif andalan mereka, Koke Ressureccion karena terlilit oleh cedera. Sebagai gantinya Simeone memasang Angel Correa yang notabene seorang penyerang. Sedangkan posisi Antonie Griezmann digeser kembali ke habitatnya yaitu pemain sayap.

    Sedangkan bagi sang tamu, Real Madrid mengurangi daya dobrak mereka yang biasanya memasang Mateo Kovacic sebagai gelandang serang pengganti James Rodriguez, malah menurunkan Casemiro Venancio yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Malam itu Real Madrid memainkan formasi 4-3-3 dengan single pivot yang diemban oleh Casemiro.

    Dipasangnya Casemiro ini sebetulnya langkah yang cukup cerdas dari Rafael Benitez. Selain untuk menetralisir serangan dari tim tuan rumah sedari lapangan tengah, penempatan Casemiro juga sering diantara dua bek tengah Real Madrid yaitu Sergio Ramos dan Raphael Varane ketika Marcelo ataupun Dani Carvajal melakukan overlap. Namun sepanjang babak pertama khususnya, Marcelo lebih sering berada di sepertiga akhir area penyerangan mereka bahkan ikut merangsek ke kotak penalti Atletico Madrid.

    Casemiro secara perlahan akan menyesuaikan posisinya dan Sergio Ramos pun akan bergeser dengan sendirinya ke sisi yang ditinggalkan oleh Marcelo meski ia tidak bermain terlalu melebar di dekat touchline seperti selayaknya bek sayap.


    [Formasi dari kedua kesebelasan. Sumber: Statszone]

    Carvajal yang Oke, Carvajal yang Sial

    Meski kerap kali melakukan overlap, kedua bek sayap Real Madrid kini bisa dibilang disiplin. Bahkan, Dani Carvajal dan Marcelo mampu mengimbangi pergerakan Oliver Tores yang sering menyisir sayap kiri Atletico Madrid dan Griezmann di sisi sebaliknya. Jangan lupa juga bahwa Dani Carvajal jugalah yang menjadi aktor di balik gol cepat Real Madrid saat pertandingan belum genap berumur 10 menit.

    Pada proses gol tersebut, Dani Carvajal memainkan peran penting ketika meloloskan diri dari pressing dua pemain Atletico yaitu Felipe Luis dan Oliver yang hanya membayang-bayanginya saja. Carvajal melihat celah kosong sebelum memberikan umpan silang dibelakang Felipe Luis dan mencoba melewati Felipe Luis dengan sprint jarak pendek untuk memporak-porandakan sisi kiri Atletico Madrid. Namun sebelum Carvajal menguasai bola, terlihat pemain Atletico Madrid tidak mencoba menutup jalur operan yang dibangun oleh lini tengah Real Madrid.

    Umpan silang Carvajal yang sempurna juga dibantu oleh pergerakan beberapa langkah Cristiano Ronaldo saat berduel udara dengan bek tengah Atletico saat itu. Fokus duo bek yang teralihkan oleh pergerakan minor Ronaldo sangat membuka ruang yang membebaskan Karim benzema untuk menceploskan bola dengan kepalanya tanpa ada hambatan yang berarti. Griezmann yang berupaya menutup pergerakann Benzema juga tak mampu berbuat banyak karena ia telat sepersekian detik dengan pergerakan yang dilakukan oleh Ronaldo-Benzema tersebut.

    Tidak mengherankan memang Ronaldo tiba-tiba ada di kotak penalti lawan untuk sekadar menerima umpan silang ataupun umpan terobosan karena memang skema bermain Real Madrid mengakomodasi kemapuan Ronaldo untuk banyak mencetak gol. Bahkan formasi awal 4-3-3 Real Madrid bisa menyesuaikan seiring pergerakan Ronaldo sepanjang pertandingan. Dalam hal ini, Luca Modric dan Marcelo sering bergantian mengisi ruang kosong yang ditinggalkan oleh Ronaldo.

    Sial bagi Carvajal, sedang main bagus –bagusnya, ia harus ditarik keluar ketika berduel dengan Oliver. Pemain asli jeloban akademi La Fabrica ini digantikan pemain senior El Real, Alvaro Arbeloa.

    Efek Pemain Pengganti

    Ditariknya Carvajal berpengaruh besar karena mengganggu solidnya lini pertahanan Real Madrid yang hingga saat itu baru kebobolan satu gol sepanjang musim berjalan.

    Simeone pun mengubah skema dengan mengandalkan Jackson Martinez, Yannick Carrasco dan Luiciano Viettto. Sisi yang ditempati Arbeola menjadi sasaran empuk untuk mengirimkan umpan maupun membuka celah. Coba lihat perbandingan grafis kedua bek sayap kanan Real Madrid ini.



    Meski bermain tidak kurang dari satu babak penuh, Dani Carvajal terlibat aktif baik dalam fase menyerang dan bertahan Real Madrid. Bahkan nyaris ia tak pernah melakukan pelanggaran-pelanggran tak perlu kepada pemain Real Madrid. Sedangkan sebaliknya, Arbeloa terbilang sangat buruk jika dibandingakan dengan carvajal. Padahal menit bermain Arbeloa lebih banyak dari pada Carvajal dalam pertandingan tersebut.

    Pemain yang digunakan oleh Simeone untuk mengeksploitasi Arbeloa tersebut adalah Yannick Carrasco. Pemuda yang baru didatangkan musim panas ini dari AS Monaco ini memiliki kecepatan dengan atau tanpa bola. Ia tak berdiri statis di sayap kiri Atletico Madrid, melainkan juga bergerak melakukan permutasi bersama Antonie Griezmann.

    Aksinya yang paling nyata tentu saat terlibat dalam proses gol yang diciptakan oleh pemain pengganti lainnya, Luiciano Vietto pada menit ke-82 atau delapan menit jelang bubaran. Saat itu ia melakukan pressing 1on1 kepada Arbeloa yang mencoba menerima umpan mendatar dari Varane. Sialnya Arbeloa, Carrasco mencuri bola tersebut dan langsung melakukan dribbling untuk memancing tiga pemain Real Madrid secara bersamaan.



    Jackson Martinez yang bermain agak melebar akhirnya lepas dari kawalan dan mampu mengirimkan umpan silang yang akhirnya menjadi gol penyeimbang bagi Atletico Madrid lewat sontekan pemain pengganti lainnya yaitu Vietto. Vicente Calderon bergemuruh, Diego Simeone bergembira dan Real Madrid kehilangan momentumnya untuk memenangi Derby Madrid kali ini.

    Kesimpulan

    Seperti pada tulisan pratinjau pertandingan ini, mendisiplinkan bek sayap dan meminimalisir kesalahan mendasar merupakan salah satu kunci utama bagi Real Madrid untuk mencuri kemenangan di markas Atletico Madrid. Namun sayangnya, Arbeloa tidak mampu menjalankan perannya dengan baik. Marcelo pun sekilas tertinggal ketika proses gol balasan dari Atletico.

    Hasil ini kian menambah ketat persaingan di papan atas klasemen La Liga. Real Madrid, Celta Vigo, dan Barcelona sama-sama mengumpulkan 15 poin. Bagi Atletico, pertandingan ini merupakan ajang unjuk gigi para pemain baru agar dapat dipercaya bermain lebih banyak oleh Diego Simeone dalam pertandingan-pertandingan di segala kompetisi musim ini.


    ====

    * Dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

    (mfi/a2s)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game