Liga Inggris: Everton 1-1 Liverpool
Kelemahan Skema 3 Bek 'Si Merah' yang Terus Tereksploitasi
Pertandingan derby Merseyside edisi ke-225 ini sedikit menimbulkan ironi bagi kedua kesebelasan, terutama bagi Liverpool. Dari 22 pemain yang masuk starting line-up, hanya dua yang kelahiran Kota Liverpool (atau terkenal dengan sebutan scouser), yaitu Ross Barkley dan Tyias Browning. Kedua scouser tersebut dimainkan oleh Everton.
Sementara Liverpool untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun, tidak menurunkan satu pun scouser di dalam starting XI mereka saat melawan Everton. Satu-satunya scouser di tim ini semalam ada di bangku cadangan --dan tidak dimainkan barang semenit pun: yaitu Jordan Rossiter.
Pertandingan terakhir Rodgers di Liverpool ia lalui dengan menggunakan pola tiga bek, yaitu 3-4-1-2. Di sisi tuan rumah, Roberto Martinez menurunkan 4-2-3-1 yang diharapkan akan menciptakan keseimbangan bagi The Toffees.

[Susunan pemain kedua kesebelasan: Sumber: WhoScored]
Kesalahan pada Penjagaan Pemain oleh Everton
Secara umum, sepanjang 45 menit pertama permainan "Si Merah" lebih baik daripada "Si Biru". Liverpool menguasai 51% bola, memiliki tingkat akurasi operan 78%, serta melepaskan 9 tembakan, 3 di antara on target. Everton juga melakukan 3 shot on goal dari 5 percobaan.
Liverpool menguasai pertandingan melalui bola mati. Gol yang dicetak Danny Ingrs pun berawal dari eksekusi bola mati lewat sepak pojok James Milner.

[Proses terjadinya gol Danny Ings]
Martinez layak kesal dengan gol tersebut karena tidak ada yang menjaga Ings, padahal di sana ada Barkley dan Steven Naismith. Pergerakan Naismith yang tiba-tiba berpindah ke depan Barkley juga tidak dapat dimengerti (gambar A), karena bola datang dengan melambung, bukan mendatar (jika ia bermaksud memotong umpan Milner). Akibatnya Barkley juga hanya melompat formalitas untuk menyundul bola.
Kesalahan kedua juga ditunjukkan oleh Tim Howard, karena bola yang datang cenderung berada di daerah penguasaannya (gambar B). Kalaupun Barkley atau Naismith gagal menyapu bola, sudah sepatutnya menjadi tugasnya untuk mengamankan bola setidaknya dengan meninjunya.
Kesalahan yang Sama pada Pertahanan Liverpool
Dari (lumayan) cemerlangnya permainan Liverpool sepanjang 45 menit pertama, ada satu kejadian yang patut dicermati, yang terjadi di awal pertandingan. Saat Everton mendapatkan tendangan bebas agak jauh di depan kotak penalti Liverpool, terlihat bahwa Liverpool melakukan kesalahan defensif yang sama dengan yang Everton lakukan pada gol Ings.

[Kesalahan Liverpool dalam menjaga Steven Naismith]
Sebelum Barkley menendang free kick, terlihat tidak jelas siapa yang menjaga Naismith, apakah Mamadou Sakho atau Lucas Leiva. Kemudian satu hal yang lebih mengesalkan lagi, seluruh tiga bek tengah Liverpool (Sakho, Martin Skrtel, dan Emre Can) terlalu berkonsentrasi pada sisi tiang jauh, di mana mereka mengerubungi Romelu Lukaku (lingkaran hitam transparan pada gambar di atas).
Apa yang kemudian terjadi sudah bisa ditebak. Ruang kosong di depan Simon Mignolet berhasil dieksploitasi Naismith tanpa adanya penjagaan. Beruntung sundulan Naismith mampu dimentahkan Mignolet.
Setelah kejadian tersebut juga terlihat di layar televisi bahwa Sakho dan Lucas terlihat saling menyalahkan, mungkin (dan hampir pasti sepertinya) menyalahkan ketidakjelasan tentang siapa yang seharusnya menjaga Naismith.
Secara keseluruhan, kesalahan ini ternyata membuat buntut bagi kesalahan-kesalahan lainnya bagi pertahanan Liverpool yang dihuni oleh tiga bek dan dua wing-back.
Kesalahan yang Tereksploitasi Berkali-kali Terutama oleh Lukaku
Sejujurnya, Liverpool memang unggul dalam 45 menit pertama. Namun sayangnya mereka lupa bahwa kadang satu babak dalam sepakbola tidak selalu 45 menit. Konsentrasi mereka seolah buyar pada injury time babak pertama ketika Emre Can membuat kesalahan ketika membuang bola, yaitu karena bola yang ia buang terpantul ke Skrtel dan mampu dimanfaatkan oleh Lukaku.

[Proses gol Lukaku dan kesalahan Emre Can pada injury time babak pertama]
Kemampuan Lukaku dalam mengacak-acak pertahanan Liverpool, terutama tiga bek tengah mereka, menjadi sorotan bagi kinerja Liverpool sepanjang pertandingan semalam. Penyerang asal Belgia ini mampu memanfaatkan ruang kosong di antara ketiga bek tengah Liverpool tersebut.

[Pergerakan Romelu Lukaku menghadapi tiga bek tengah Liverpool]
Kejadian sorotan pertama (gambar C) terjadi ketika Lukaku mampu memanfaatkan celah antara Can dan Skrtel untuk menerima operan James McCarthy. Pada gambar di atas, terlihat juga Nathaniel Clyne yang seharusnya berada pada posisi Can untuk menutup pergerakan dan operan McCarthy, sementara Can seharusnya bisa lebih berkonsentrasi kepada Lukaku bersama dengan Skrtel.
Sorotan berikutnya (gambar E) sebaliknya terjadi di sisi kiri pertahanan Liverpool. Pada gambar ini, Lukaku mampu memanfaatkan area kosong di belakang Sakho dan jauh dari Alberto Moreno sebagai wing-back kiri untuk menerima operan Aaron Lennon.
Kejadian E di atas berakhir dengan sebuah peluang melalui tendangan tepat sasaran dari Lukaku. Beruntung Mignolet mampu menepis tendangan tersebut.
Sementara kejadian terakhir (gambar D) lebih kelihatan lagi karena Lukaku dikerubungi 5 pemain Liverpool. Hal ini justru menciptakan ruang kosong di sisi kiri pertahanan Liverpool, di mana Lukaku mampu mengoper kepada Lennon (tak terlihat di gambar) yang berdiri bebas.
Itulah kenapa Liverpool hanya unggul pada 45 menit pertama. Karena setelah menit ke-45, mereka terus-menerus memperlihatkan kelemahan sistem bertahan dengan tiga bek. Selain itu, di babak kedua ini Everton mampu lebih menguasai pertandingan. Sayang tidak ada gol yang terjadi di sepanjang babak ke dua.
Kesimpulan
Pertandingan babak pertama semalam jauh lebih menarik daripada babak kedua. Kedua kesebelasan mampu mendominasi pada masing-masing babak. Sayangnya, Liverpool kebobolan oleh "gol murah" di injury time babak pertama, yang juga menjadi awal dari bencana di pertahanan mereka di sisa pertandingan.
Sistem tiga bek Liverpool sudah terlalu sering tereksploitasi oleh lawan-lawan mereka, semalam giliran Lukaku yang membuat Can, Sktrel, dan Sakho kewalahan. Begitupun dengan Clyne dan Moreno sebagai wing-back yang dituntut untuk selalu rajin naik dan turun.
Banyak kejadian yang bisa disoroti untuk menilai kinerja pertahanan Liverpool, tapi ada tiga kejadian yang juga menyelamatkan Liverpool, yaitu tiga penyelamatan gemilang dari Mignolet.
Sayang sekali penyelamat Mignolet tersebut tidak mampu menyelamatkan Rodgers dari pemecatan. Kinerja buruk Liverpool akhirnya memuncak semalam. Setelah jeda internasional, mereka akan kembali menghadapi Tottenham Hotspur dua pekan ke depan. Tentunya dengan manajer yang baru.
(mfi/a2s)








