Pratinjau Tottenham vs Liverpool
Liverpool Harus Waspadai Serangan Balik dan Eriksen
Liverpool akan bertandang ke London untuk menghadapi Tottenham Hotspur di White Hart Lane, Sabtu (17/10) ini. Kemenangan akan membawa Liverpool, yang berada di peringkat kesepuluh, melangkahi Tottenham di tabel klasemen sementara. Saat ini Tottenham berada dua peringkat di atas Liverpool walau kedua kesebelasan hanya berselisih satu angka; Liverpool 12, Tottenham 13.
Tottenham mengumpulkan semua angka yang mereka miliki dari tujuh pertandingan saja. The Lilywhites kalah 0-1 dari Manchester United di pertandingan pembuka, namun setelah itu tidak pernah lagi Tottenham kehilangan angka.
Dalam tujuh pertandingan terakhirnya, Tottenham tidak pernah kalah. Pasukan Mauricio Pochettino menang tiga kali dan bermain imbang empat kali.
Sementara itu, performa Liverpool dalam beberapa pertandingan ke belakang naik-turun. Liverpool memang dua kali menang 1-0 dalam dua pertandingan pertama Premier League musim ini. Namun, dalam enam pertandingan setelahnya mereka (secara berturut-turut sejak pekan ketiga hingga keenam) bermain imbang, dua kali kalah, bermain imbang, menang, dan imbang lagi.
Mesikpun begitu, Liverpool tetap dapat menatap pertandingan akhir pekan ini dengan percaya diri. Liverpool memenangi lima pertandingan Premier League terakhir mereka melawan Tottenham. Dalam lima pertandingan tersebut, The Reds mencetak 18 gol dan hanya kebobolan empat kali. Liverpool akan menorehkan sejarah jika kali ini menang lagi: memenangi enam pertandingan berturut-turut melawan Tottenham di Premier League untuk kali pertama dalam sejarah.
Catatan pertandingan terbaru di White Hart Lane juga pantas membuat Liverpool percaya diri. Liverpool mencetak delapan gol dan tidak kebobolan dalam dua pertandingan terakhir mereka di kandang Tottenham. Musim lalu Liverpool menang tiga gol tanpa balas. Musim sebelumnya lebih meyakinkan lagi, lima gol.
Namun, semua catatan tersebut bisa saja tidak benar-benar berarti karena Liverpool kini ditangani manajer baru, Juergen Klopp. Pochettino merasa Klopp tidak membutuhkan waktu lama untuk sukses di Liverpool. Ia juga memprediksi para pemain Liverpool akan bermain dua kali lebih baik daripada biasanya di pertandingan pertama Klopp sebagai manajer Liverpool ini.
"Jika Anda adalah manajer seperti Klopp, dan Anda sudah menunjukkan kapasitas untuk mencapai final Champions League, saya rasa Anda memiliki kemampuan untuk menyesuaikan gagasan Anda terhadap budaya dan sepakbola baru," ujar Pochettino sebagaimana dikutip dari The Guardian.
"Kami membutuhkan tingkatan yang sama, mentalitas yang sama dengan yang akan dimiliki pemain-pemain Liverpool. Mereka akan memiliki 200% komitmen dan semangat. Ketika seorang manajer baru datang kita akan ingin menunjukkan kemampuan terbaik. Namun itu bukan kekhawatiran saya," katanya.
Pochettino pantas tidak khawatir karena sebaik apa pun Klopp, tetap pemain yang menentukan kemenangan di lapangan. Pemain-pemain yang Klopp miliki adalah pemain-pemain yang ditinggalkan Brendan Rodgers. Dan pemain-pemain ini pula yang hanya mampu membawa Liverpool menang satu kali dalam enam pertandingan terakhir.
Ditambah lagi, Klopp kehilangan banyak pemain utama. Jordan Henderson, Christian Benteke, dan Roberto Firmino (serta, di luar kesebelasan utama, Jon Flanagan) dipastikan absen. Joe Gomez dan Danny Ings juga, karena sama-sama menderita cedera ACL. Dejan Lovren baru mulai kembali berlatih belum lama ini dan karenanya belum siap bertanding. Kesiapan bermain Philippe Coutinho pun masih diragukan setelah ditarik pulang dari tim nasional Brasil karena cedera ringan pangkal paha.
Pochettino sendiri bukannya tanpa masalah dalam pemilihan pemain. Walau Danny Rose yang absen di pertandingan melawan Swansea City karena cedera lengan sudah dapat kembali bermain, kesebelasannya tetap kehilangan beberapa pemain. Eric Dier, gelandang yang tidak pernah absen di semua pertandingan Tottenham di semua kompetisi musim ini, tidak dapat bertanding melawan Liverpool karena menjalani larangan bertanding akibat akumulasi lima kartu kuning. Di daftar cedera ada nama Alex Pritchard, Ryan Mason, Nabil Bentaleb, dan Son Heung-min.
Kehilangan Son bukan perkara sepele. Patut dicatat bahwa persentase kemenangan Tottenham jika Son bermain adalah 100%. Son sejauh ini sudah bermain dalam tiga pertandingan: melawan Sunderland di pekan kelima, Crystal Palace pekan keenam, dan Manchester City pekan ketujuh.
Dalam ketiga pertandingan tersebut Tottenham menang, mencetak enam gol, dan hanya kebobolan dua kali. Son menderita cedera di pertandingan melawan City. Di pertandingan pertama Tottenham setelah Son cedera, mereka hanya mampu bermain imbang melawan Swansea.
Son memang baru mencetak satu gol dan belum mencetak assist di liga. Namun pergerakan pemain, yang dalam formasi Pochettino ditempatkan di belakang penyerang tengah, ini memainkan peran penting dalam serangan Tottenham. Dengan kedua kaki yang sama baiknya dan pergerakan seorang penyerang, Son membuat dirinya sendiri dan kesebelasannya berbahaya bagi lawan.
Karena Son tidak ada, Christian Eriksen kemungkinan besar akan kembali bermain di belakang Harry Kane seperti dalam pertandingan melawan Swansea. Peran Eriksen sebagai penyerang sayap kiri sepertinya akan dipercayakan kepada Nacer Chadli. Di posisi penyerang sayap kanan, ada Erik Lamela. Mousa Dembele tampaknya akan diberi kepercayaan menggantikan Eric Dier. Ben Davies, sementara itu, sepertinya masih akan tetap dipercaya bermain sebagai fullback kiri walau Danny Rose sudah kembali. 
Untuk mengisi kekosongan yang diakibatkan absennya Jordan Henderson dan untuk meredam pergerakan Delle Alli yang sering maju membantu serangan, Lucas Leiva tampaknya akan dipercaya bermain sebagai starter. Pasangannya Emre Can, karena James Milner kemungkinan besar akan bermain sebagai penyerang sayap kanan.
Absennya Roberto Firmino bisa jadi memaksa Klopp terpaksa memainkan Philippe Coutinho di antara Milner dan Adam Lallana. Di posisi penyerang, walau Christian Benteke tidak absen pun, Daniel Sturridge tetap akan menjadi pilihan tepat untuk melawan Tottenham. Kemampuan Sturridge menggiring bola melewati lawan akan sangat berguna untuk berhadapan dengan pemain-pemainnya yang memainkan taktik zonal marking. Tanpa tekanan man-to-man marking, Sturridge akan memiliki kebebasan.
Kecepatan Sturridge juga akan berguna ketika Liverpool melancarkan serangan balik. Tottenham bisa sangat terbuka ketika menyerang. Kedua bek sayapnya naik untuk mengirim umpan silang ke kotak penalti yang dipenuhi empat penyerang. Alli, box-to-box midfielder, juga tidak jarang terlihat berkeliaran di dekat kotak penalti lawan untuk membantu serangan. Praktis Tottenham hanya meninggalkan dua bek tengah dan satu gelandang dalam garis pertahanan tinggi.
Namun, Liverpool juga harus berhati-hati ketika bertahan. Taktik Klopp akan membuat mereka bermain terbuka. Pertahanan yang rapat dan tinggi dapat dimanfaatkan oleh keempat penyerang Tottenham yang tidak diberi banyak beban ketika bertahan; pertahanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab keempat pemain belakang dan dua poros ganda. Selain dari serangan balik, Tottenham juga sangat mungkin mencetak gol dari tendangan bebas.
Untuk urusan tendangan bebas, Tottenham akan mengandalkan seorang Eriksen. Sejak bergabung dengan Tottenham pada 2013, dia sudah mencetak enam gol dari tendangan bebas langsung; dua di antaranya ia cetak di pertandingan Premier League terbaru Tottenham, melawan Swansea City di pekan kedelapan.







