Pratinjau PSG vs Real Madrid
Angel Di Maria sebagai Kunci Laurent Blanc
Stadion Parc des Princes akan kedatangan salah satu tamu agung di Liga Champions malam ini (22/10). Kandang tempat bernaung kesebelasan tajir asal Prancis, Paris Saint-Germain, akan menjamu Real Madrid dalam lanjutan babak grup A. Keduanya juga merupakan pemuncak sementara di grup setelah sama-sama mengandaskan perlawanan Malmo FF dan Shahktar Donetks.
Sama-sama belum kebobolan di Eropa, PSG dan Madrid tentu tak akan berpikir keras bagaimana caranya agar tak kebobolan sepanjang 90 menit waktu normal nanti malam. Mereka hanya harus mencetak gol sebanyak-banyakya demi meraup tiga poin atas lawannya tersebut.
Pertandingan ini juga menjadi ujian pertama ketangguhan mereka, khususnya bagi tim tuan rumah. Kapten PSG, Thiago Silva, berujar; "Kami akan menghadapi pertandingan yang sangat penting tengah pekan ini dan talenta-talenta yang kami miliki tentu akan unjuk gigi dengan kemampuan terbaiknya dalam pertandingan seperti (melawan Real Madrid) ini," seperti yang dinukil dari laman ESPN FC.
Wajar saja jika mereka berujar demikian. Karena sejauh in, PSG memang belum menemukan lawan yang sepadan di liga domestik. Hanya Marseille yang menjadi lawan yang cukup tangguh dalam laga yang bertajuk Le Classique tersebut.
Sedangkan bagi kubu Real Madrid, meski sama-sama belum pernah kalah di kompetisi domestik, Los Blancos menemui hambatan jika lawan mereka sepadan, persis seperti apa yang ditunjukkan oleh Atletico Madrid beberapa pekan yang lalu. Maka tak salah untuk meyakini bahwa pertandingan ini adalah ujian bagi kedua tim.
Namun isu badai cedera kini malah menghinggapi Real Madrid. Karim Benzema, Gareth Bale, James Rodriguez, Pepe dan Dani Carvajal adalah nama-nama yang dipastikan absen membela El Real. Sebetulnya, Sergio Ramos pun diragukan akan tampil, namun dengan kedalaman skuat di kubu Madrid, Rafa Benitez harusnya tak terlalu khawatir meski sedikit-banyak akan memengaruhi gaya bermain dari Real Madrid.
Di kubu PSG, hampir semua pemain dalam kondisi yang prima kecuali sang kiper anyar, Kevin Trapp, dan David Luiz yang menepi karena cedera.
Mewaspadai Angel di Maria
Bukan rahasia lagi jika salah satu puncak kejayaan karier Angel di Maria di level klub adalah saat meraih gelar Liga Champions kesepuluh bagi Madrid, dua musim lalu. Di Maria menjadi otak dari gempuran serangan timnya saat menaklukkan Atletico di partai puncak. Dan hal tersebut setidaknya bertahan hingga hari ini.
Ini tentu menjadi keuntungan yang sangat amat besar bagi Laurent Blanc, pelatih PSG. Ia bisa saja menggunakan Di Maria sebagai senjata untuk melumpuhkan sisi kiri Madrid yang dihuni oleh Marcelo yang gemar membantu penyerangan.
Pada saat bertandang ke Bastia akhir pekan lalu, PSG mengistirahatkan Thiago Motta dan Di Maria. Jelas hal ini menjadi sinyal kuat bahwa Blanc akan memainkan mereka sejak awal. Namun, PSG tentu perlu menimbang siapa yang bakal diturunkan terlebih dahulu di awal pertandingan nanti. Jika mereka menempatkan Lucas Moura di penyerang sayap kanan dan Di Maria di penyerang sayap kiri, mereka tentu akan mengorbankan Edinson Cavani.
Kecuali, jika Di Maria digeser ke tengah dan akan menghadirkan konsekuensi yang lain, yaitu salah satu pemain tengah mereka yang biasa dihuni oleh Javier Pastore, Marco Veratti, Thiago Motta, Blaise Matuidi ataupun Thiago Motta akan kehilangan satu tempatnya nanti.
Pilihan tentu ada di tangan Blanc. Namun jika merujuk kepada salah satu partai penting yang dilakoni Blanc musim ini (vs Marseille), PSG menempatkan Ibra, Cavani dan Di Maria secara bersamaan di lini depan dan mengorbankan Lucas Moura. Ini merupakan pilihan yang paling logis karena keseimbangan di lini tengah akan terus terjaga sepanjang pertandingan.
Namun, Madrid yang diprediksi akan menempatkan Casemiro sebagai gelandang bertahan tentu harus mendapatkan perhatian lebih bagi Blanc. Opsi untuk menempatkan Di Maria di lini tengah dan membiarkan trio lini depan diisi oleh Cavani, Ibra dan Lucas membuat daya serang lebih meningkat. Meski diposisikan sebagai pemain tengah, Di Maria bisa berkamuflase sebagi pemain sayap dan membentuk formasi 4-4-2 ketika menyerang. Strategi ini agaknya juga merupakan bagian dari upaya buat mengakomodir ketajaman Ibra dan Cavani di kotak penalti, serta mengeksploitasi bek sayap Madrid yang sering gagal melakukan transisi ketika bertahan.
Jika Blanc memutuskan demikian, maka gelandang petarung sudah pasti mesti bakal berpasangan dengan Thiago Motta, opsinya: Blaise Matuidi. Selain andal dan mempunyai jelajah tinggi, Matuidi juga piawai dalam memberikan umpan-umpan bagi rekan-rekannya.
Umpan Silang Sebagai Senjata Alternatif Real Madrid
Dua gol terakhir yang bersarang ke gawang PSG di kompetisi domestik tercipta berkat sundulan pemain Marseille dan Nantes. Ini tentu menjadi salah satu isu utama yang perlu dimanfaatkan oleh Rafa Benitez.
Cristiano Ronaldo, yang baru-baru ini dinobatkan sebagi pencetak gol terbanyak Real Madrid tentu memiliki kemapuan duel udara yang sangat baik. Pergerakan Ronaldo yang lebih banyak di kotak penalti juga mengindikasikan bahwa Ronaldo-lah juru gedor utama Real Madrid, bahkan jika Benzema ikut bermain.
Dengan konsisi Benzema yang menepi akibat cedera, Cristiano tentu akan diplot sebagi penyerang utama Real Madrid yang kemungkinan akan diapit oleh Isco dan Jese. Meski kesempatan Lucas Vazquez dan Denis Cherysev untuk bersaing dengan Jese masih terbuka lebar, akan tetapi Jese lebih kami favoritkan karena ia juga mampu mengisi posisi penyerang tengah. Pilihan ini akan mempermudah Cristiano dan Jese ketika melakukan permutasi di sayap kanan dan penyerang tengah Real Madrid.
Baik dengan umpan-umpan silang maupun umpan-umpan daereah yang akan diperagakan oleh Real Madrid, Rafa Benitez sudah seharusnya memastikan bahwa transisi bek sayap mereka yang ikut membantu build-up serangan akan berjalan lancar dan menjadi penghambat serangan bagi Angel Di Maria di kubu PSG.
PSG, bagaimanapun, tak bisa dianggap sepele oleh Real Madrid. Meski mempunyai sejarah panjang di tingkat Eropa, PSG sudah seharusnya dimasukkan dalam daftar tim yang mempunyai potensi menjuarai Liga Champiosn musim ini. Mengutip perkataan Isco dalam situs resmi Real Madrid; "Aku tak yakin PSG memiliki titik lemah. Mereka memiliki tim yang sangat komplit dan sangat kuat."
Maka, waspadalah, Real Madrid! 
=====
* Dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.








