Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Spanyol: Barcelona 3-0 Villarreal

    Neymar yang Aduhai dan Villarreal yang Kewalahan

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    REUTERS/Albert Gea REUTERS/Albert Gea
    Jakarta -

    Barcelona mampu menaklukkan penghuni papan atas klasemen La Liga lainnya, Villareal, meski tanpa diperkuat Lionel Messi. Barcelona menang 3-0, di mana semua gol dicetak di babak kedua.

    Biasa menggunakan formasi 4-4-2, kali ini pelatih Villareal, Marcelino Toral, memainkan lima gelandang untuk memperkuat lini tengah, plus menempatkan Roberto Soldado saja di lini depan.

    Upaya Villareal tersebut setidaknya sukses hingga menit ke-60, sebelum tercipta banyak celah di antara garis pertahanan mereka. Neymar membuka keran gol Blaugrana dengan memanfaatkan umpan terobosan Sergio Busquets.

    Villareal yang sempat menduduki puncak klasemen sementara, mulai mengubah pendekatan taktik menjadi 4-4-2 seperti yang mereka mainkan di babak kedua. Namun, hal tersebut justru menjadi kelemahan karena Barcelona mampu melepaskan diri dari tekanan Villareal pada babak kedua.



    Neymar Sang Pengatur Serangan

    Luis Enrique pernah berujar kalau ia tak ingin membebankan permainan pada siapapun saat Messi cedera, termasuk Neymar. Namun apa yang terjadi di lapangan memperlihatkan kalau Neymar adalah kunci permainan Barca untuk meraih kemenangan. Bersama Luis Suarez, keduanya menjadi inisiator di lini serang.

    Pergeseran peran ini dipahami Neymar dengan mengikuti gaya pergerakan Messi saat mencari ruang dan membuka jalur Operan. Messi yang sering merangsek ke tengah meski ditempatkan di sayap kanan berhasil diduplikasi oleh Neymar. Bedanya, ketika ia bergerak dari sisi kiri menuju tengah sesuai tempat ia berada. Perhatikan posisi Neymar pada gambar di bawah ini:



    Upaya permutasi posisi antara Neymar, Jordi Alba dan Iniesta di sisi kiri memang menjadi poros baru setelah trio Messi-Ivan Rakitic-Dani Alves tak bisa diandalkan.

    Dalam pertandingan tersebut Nermar melepaskan delapan umpan silang, tiga kali dribble sukses, enam kali membuat peluang, empat kali melakukan tendangan dan menghasilkan dua gol. Catatan impresif Neymar ini tentu ditunjang dengan kemampuannya menentukan keputusannya saat memegang bola. Menginjak tiga musimnya bersama Barcelona, ia terus berkembang untuk lebih baik.

    Neymar, bagaimanapun, adalah seorang penyerang sayap yang memiliki insting gol luar biasa. Ketika pergerakan dirinya terus cenderung untuk merangsek ke tengah ataupun menempatkan dirinya di celah half-space (di antara bek sayap dan bek tengah) lawan, maka semakin mudah juga ia meloloskan diri dari kawalan lawan.

    Proses recovery bola yang cepat ketika kehilangan bola juga sangat membantu Barcelona terutama lini tengah mereka yang siap melancarkan umpan menuju pertahan Villareal yang belum terorganisir dengan rapi pasca kehilangan bola. Peran Busquets sebagai pemutus serangan sekaligus pengalir bola malam itu sangat luar biasa dan tercermin saat ia melepaskan assist kepada Neymar yang berhasil mendahului Mario Gaspar untuk menyambut bola.

    Kemampuan Busquets untuk melepaskan diri dari tekanan pasca ia me-recovery bola patut diacungi jempol karena mampu mengalihkan perhatian beberapa pemain bertahan Villareal termasuk Mario Gaspar yang telat menutup pergerakan Neymar sebelum terjadinya gol pertama Barca. Andil Roberto yang mencoba memberikan opsi umpan saat kalah jumlah 3v2 menjadi 3v3.



    Neymar tak berhenti membuat para penonton berdecak kagumu. Sebelum gol ketiganya, ia melakukan trik memutar badan a la rainbow flick di kotak penalti Villareal. Kerja samanya dengan Suarez juga semakin padu dengan mencatatakan total 18 gol dan 9 assist pasca Messi menepi karena cedera.

    Mandegnya Soldado dan Villareal yang Kewalahan.

    Soldado yang dipercaya Toral sebagai penyerang tunggal nyata-nyatanya tak mampu berbuat banyak, bahkan bisa dibilang nihil. Idealnya, mempunyai tubuh yang menjulang tinggi dan mampu berduel udara baik sebagai pemantul ataupun penyelesai peluang lewat sundulan, Soldado seharusnya dimanjakan umpan-umpan silang yang memanjakan dirinya di kotak penalti. Tercatat hanya dua kali ia menerima umpan di kotak penalti dan itu pun hanya umpan biasa dan tidak membahayakan sama sekali.

    Bahkan sepanjang pertandingan, ia cuma bisa membikin satu peluang lewat tendangannya yang melebar di samping gawang Barcelona yang dijaga oleh Claudio Bravo. Dia hanya mencatatkan 19 umpan sukses dan 11 umpan yang gagal. Kebanyakan, operan yang dilakukan oleh Soldado pun dilakukan di lapangan tengah. Ini mengindikasi ia turun terlalu jauh ke lapangan tengah untuk menjemput bola, dan praktis tugas utama dari penyerang yaitu mencetak gol menjadi terabaikan. Dari lima peluang yang tercipta sepanjang laga, praktis Villareal hanya menempatkan Soldado sebagai satu-satunya penyerang yang melakukan percobaan tendangan dan sisanya dilakukan oleh gelandang bahkan pemain bertahan mereka. Perhatikan grafis di bawah ini:



    Selain faktor Soldado, Villareal pun bermasalah dalam ketahanan fisik. Dengan intensitas pressing tinggi sejak menit pertama, di babak kedua Villarreal mulai kedodoran dan hilang fokus karena kelelahan. Meski beberapa pemain terlihat mempunyai daya juang yang tinggi seperti Denis Suarez dan sang kiper, Areola, tetap saja tak mampu mendongkrak performa Villareal secara keseluruhan di babak kedua.

    Penempatan posisi yang tepat ketika melakukan pressing terhadap pemain Barca yang sedang menguasi bola sepanjang babak pertama ternyata mampu melahirkan intersep yang ciamik. Total terdapat 20 intersep di babak pertama dan 9 tekel sukses. Sedangkan untuk sapuan bola (cleareance), Villarreal melakukannya hanya lima kali saja dan itupun semuanya di dalam kotak penalti sendiri.

    Ini sangat berbanding agak jauh ketika babak kedua Villareal hanya mampu melakukan intersp sebanyak 13 kali saja, dipadukan dengan lima tekel sukses sepanjang babak kedua.

    Jika diperhatikan, grafis di bawah ini juga mengindikasikan ada yang berbeda saat babak pertama dan kedua. Aksi defensif babak kedua yang jumlahnya minim ini lantas dibarengi dengan area defensif yang kebanyakan menumpuk di tengah. Sehingga tak heran jika area half-space (antara bek tengah hingga bek kanan) Villarreal terlihat kurang agresif jika indikatornya adalah aksi defensif seperti di bawah ini. Gol pertama dan gol ketiga Barcelona pun hasil dari mengeksploitasi sisi kanan Villareal.



    Kesimpulan

    Barcelona yang sepanjang babak pertama kesulitan mengembangkan permainan sebenarnya terhalang dengan strategi Marcelino yang sukses ia terapkan dengan menumpuk pemain tengah dalam formasi 4-5-1, dibarengi pressing dan penempatan pemain yang baik. Namun karena level fokus dan fisik yang terus merosot, tak heran Villarreal mulai goyah dan akhirnya menyerah tiga gol tanpa balas.

    Bagi tuan rumah, menyegel kemenangan dengan terus mendongkrak permainan Neymar dan Suarez adalah keberkahan tersendiri bagi anak-anak Camp Nou. Cibiran-cibiran Messidepedencia (ketergantungan terhadap Messi) yang banyak orang tuduhkan semakin terkikis seiring padunya duet Suarez dan Neymar. Kemenangan ini juga menjadi penting sebagai modal menghadapi laga El Clasico dua pekan mendatang pasca jeda internasional.


    ====

    * Dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

    (raw/a2s)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game