Liga Italia: Juventus 3-1 Fiorentina
Juventus Maksimalkan Penurunan Konsentrasi Pertahanan Fiorentina
Juventus kembali meraih hasil positif setelah mengandaskan Fiorentina 3-1 pada pekan ke-16 Serie A. Gol dari Mario Mandzukic dan Paulo Dybala pada interval 10 menit jelang pertandingan berakhir membawa Juventus meraih kemenangan keenam secara berurutan.
Dalam pertandingan yang dihelat di Juventus Stadium, Senin (14/12) dini hari WIB, Juventus sempat tertinggal terlebih dahulu lewat penalti Josip Ilicic pada menit ketiga. 'Si Nyonya Besar' langsung membalas pada menit keenam lewat Juan Cuadrado memanfaatkan umpan Patrice Evra. Hingga menit ke-79, skor masih imbang 1-1 sebelum Mandzukic mencetak gol pada menit ke-80 disusul gol Dybala pada menit 90+1.
Hasil ini membawa Juventus ke peringkat keempat klasemen sementara menyusul Roma yang bermain imbang 0-0 dengan Napoli. Di sisi lain, Fiorentina pun tergeser oleh Napoli meski memiliki poin sama, 22.
Sejak peluit dibunyikan, kedua kesebelasan silih berganti menyerang. Namun, rapatnya pertahanan kedua kesebelasan membuat hanya tercipta dua gol pada babak pertama. Hanya saja agresivitas pertahanan Fiorentina mengendur pada menit-menit akhir yang membuat Juventus bisa mencetak gol kemenangan.
Dinamisnya Trio Penyerang Fiorentina
Pelatih Fiorentina, Paulo Sousa, menurunkan trio Nikola Kalinic, Josip Ilicic, dan Borja Valero, di lini serang. Ketiganya bisa dibilang sebagai jaminan tajamnya lini serang La Viola. Kalinic telah mencetak sembilan gol yang merupakan terbanyak di Fiorentina dengan satu assist, sementara Ilicic telah mencetak enam gol dan tiga assist yang juga merupakan yang terbanyak di Fiorentina bersama Marcos Alonso yang berposisi sebagai gelandang kiri.
Ketiganya memanfaatkan renggangnya pertahanan Juventus pada awal-awal babak pertama. Sebelum wasit menunjuk titik putih, terlihat bahwa ketiganya, bersama dengan Federico Bernardeschi, mampu bergerak di area yang tidak dijaga oleh para pemain Juventus. Kalinic terkadang ada di sisi kanan, seringkali pula juga terlihat di kiri. Pergerakan ketiganya begitu dinamis sehingga menyulitkan pemain Juventus untuk mengantisipasi.
Berdasarkan WhoScored, meski berposisi di belakang Kalinic, tapi Ilicic memiliki rata-rata tendangan terbanyak di Fiorentina dengan 2,9 kali per pertandingan. Semalam, hal ini ditunjukkan dengan Kalinic yang berperan sebagai pemantul baik bagi Ilicic maupun Valero. Dalam pertandingan semalam, Ilicic melepaskan tiga tendangan dari total enam tendangan yang didapatkan Fiorentina.
Mengunci Lini Tengah
[Grafis umpan Juventus. Meskipun menyiagakan tiga pemain di lini tengah, Juventus sulit melakukan serangan dari tengah. Bola kerap dialirkan ke kedua sisi, utamanya sisi kiri]
Paulo Sousa menurunkan tiga pemain, Davide Astori, Gonzalo Rodriguez serta Nenad Tomovic, di lini pertahanan. Namun, kala bertahan, trio bek tersebut dibantu Milan Badelj sehingga terlihat ada empat pemain di lini pertahanan.
Hal tersebut dilakukan Fiorentina untuk menahan lini tengah Juventus. Sousa tidak menginstruksikan Bernardeschi dan Alonso sejajar dengan trio bek mereka. Hal ini dilakukan karena serangan dari sisi Juventus umumnya tidak pernah mencapai ujung sepertiga akhir. Evra maupun Cuadrado umumnya sudah melepaskan umpan sebelum mencapai kotak penalti.
[Grafis pertahanan Fiorentina. Silang: Tekel, Wajik: Potongan; Bulat: Sapuan; Segitiga hitam: pelanggaran terhadap lawan]
Selain itu, lini tengah Juventus dihuni pemain yang memiliki kelebihan dalam fisiknya, yakni Claudio Marchisio dan Sami Khedira. Belum lagi Leonardo Bonucci yang kerap ikut membantu serangan. Ini yang membuat Fiorentina lebih memilih menahan Juventus di lini tengah ketimbang meredam agresivitas permainan sayap Juventus.
Pada babak pertama terlihat apa yang dilakukan Fiorentina ini berhasil meredam efektivitas lini tengah Juventus. Berdasarkan WhoScored, pada babak pertama La Viola unggul penguasaan bola 52 persen dengan 16 tekel dan 11 potongan (intercept). Di sisi lain, Juventus pada babak pertama kehilangan bola sebanyak 12 kali yang mayoritas berada di area pertahanan Fiorentina. Hasil dari pertahanan seperti ini pun yang memaksa Juventus tak bisa mencetak gol tambahan setidaknya hingga menit ke-79.
Juventus Bermain Rapat

[Pertahanan Juventus pada babak kedua. Pada gambar di sebelah atas para pemain di lini tengah berusaha mengurangi jarak dengan lini pertahanan. Pada gambar di sebelah bawah, jarak bisa dibilang lebar, tapi tidak mengancam karena adanya penjagaan pada pemain Fiorentina]
Usai gol pertama, lini pertahanan Juventus tak mau kembali kecolongan. Saat bertahan, Evra dan Cuadrado turun hingga sejajar dengan bek. Lini pertahanan Juventus bermain begitu rapat dengan lini tengah sehingga hampir tidak ada celah yang bisa diisi oleh trio penyerangan Fiorentina. Hal ini terus berlanjut hingga babak kedua.
Salah satu keberhasilan pertahanan Juventus salah satunya adalah disiplinnya Cuadrado di area pertahanan. Memang, hal ini membuat bekas pemain Fiorentina tersebut menjadi berkurang secara agresivitas penyerangan. Namun, apa yang dilakukan Cuadrado adalah sesuatu yang vital dan penting buat tim. Ia menahan pergerakan Marcos Alonso yang merupakan pemberi assist terbanyak di Fiorentina.
Berbeda dengan Evra yang seringkali mendapatkan bantuan dari Pogba, Cuadrado berjuang sendirian. Ini pula yang membuat Dybala sering turun ke area yang diisi Cuadrado untuk menjemput bola. Ini pula yang membuat dari dua percobaan umpan silang Alonso, dua-duanya berhasil diblok Cuadrado. Kehadiran Cuadrado pula yang membuat Alonso mengirimkan tujuh umpan panjang. Padahal, Alonso hanya mengirimkan rata-rata 1,6 umpan panjang per pertandingan.
Rapatnya pertahan Juventus membuat trio penyerangan Fiorentina pun lebih sering bergerak mencari ruang kosong. Bola yang dikirimkan kepada Kalinic pun umumnya bisa dipotong yang menjadikan Kalinic sebagai pemain Fiorentina yang paling sering kehilangan bola dengan lima kali.
Pertahanan Juventus pula yang membuat dari enam tendangan, hanya satu yang berasal dari dalam kotak penalti, itu pun lewat tendangan penalti Ilicic. Sisanya, Fiorentina hanya melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti yang satu di antaranya bisa diblok, dan empat lainnya melenceng.
Faktor Pergantian Pemain
[Grafis umpan Paul Pogba]
Apabila Paul Pogba bermain "normal" barangkali Juventus tak akan kesulitan menambah keunggulan sejak babak pertama. Namun, lini pertahanan Fiorentina mampu meredam pergerakan Marchisio dan Khedira sehingga Pogba seperti bermain sendirian. Ini pula yang membuat Pogba menjadi pemain tersering kehilangan bola dengan empat kali.
Memang, setelah kebobolan, Juventus bermain tenang dengan umpan satu sentuhan. Namun, setelah mereka mencetak gol, permainan Juventus seperti menurun.
Lini pertahanan Fiorentina sempat membuat lini serang Juventus frustasi. Mandzukic kerap gagal mendapatkan suplai, sementara itu Dybala harus terus menerus turun, terutama ke sisi yang dihuni Cuadrado untuk menjemput bola. Turunnya Dybala membuat ada jarak yang lebar dengan Mandzukic sehingga bola yang diarahkan pada pemain Kroasia tersebut seringkali putus di tengah jalan.
Permainan Pogba, terutama pada babak pertama, seperti tidak menunjukkan kualitas yang sebenarnya dari gelandang berkebangsaan Perancis tersebut. Pogba sering terlihat frustasi dengan menyalahkan keputusan wasit. Ia pula mendapatkan kartu kuning pada menit ke-52.
Sejak itu permaianan Juventus seperti tidak menunjukkan peningkatan. Ditambah lagi Fiorentina yang kian berani untuk menguasai bola dan memperlambat tempo. Perubahan baru mulai terlihat saat Stefano Sturaro masuk pada menit ke-62 serta Alex Sandro pada menit ke-77.
[Grafis permainan hingga menit ke-62. Kiri: Khedira; Kanan: Marchisio]
Masuknya Sturaro yang menggantikan Khedira memberikan tenaga baru di lini tengah Juventus. Ini tak lain karena Khedira sendiri yang terlihat masih belum bermain maksimal. Ini yang membuat kamera lebih sering menyorot Marchisio ketimbang Khedira, karena peran mantan pemain Real Madrid tersebut tidak kelewat menonjol jika dibandingkan dengan Marchisio.
Kehadiran Sturaro memberi ketenangan di sisi kanan pertahanan Juventus. Pasalnya, permainan agresif Sturaro kerap menyulitkan para pemain Fiorentina untuk menembus sisi tersebut. Sementara itu Alex Sandro berperan dalam melakukan penetrasi di sisi kiri yang sebelumnya tidak dilakukan Evra. Sandro memiliki perbedaan gaya bermain dengan Evra di mana ia mampu dan berani melewati lawan yang ada di depannya sembari melakukan penetrasi ke pertahanan lawan.

[Proses gol pertama Juventus. Terlihat Astori berusaha menutup pergerakan Mandzukic yang membuat wilayahnya dimasuki Dybala]
Gol kedua Juventus bermula dari mulai mengendurnya tekanan Fiorentina. Para pemain Fiorentina seperti kehilangan fokus dalam proses gol kedua Juventus. Vecino mengirimkan umpan kepada Kalinic. Namun, bola justru tepat mengarah kepada Barzagli. Padahal, Vecino masih memiliki opsi pengiriman umpan kepada Badelj, Ilicic, maupun Bernardeschi yang berdiri hampir tak terkawal di sisi kanan serangan Fiorentina.
Kesalahan umpan tersebut membuat bola dikuasai Marchisio yang dengan tenang mengirimkan umpan terukur pada Mandzukic. Vecino semestinya menjaga Mandzukic karena ia yang berada paling dekat. Namun, justru Astori yang melakukan tekanan sehingga sisi kiri pertahanan Fiorentina kosong.
Ini yang kemudian dimanfaatkan Paul Pogba untuk mengirimkan umpan ke Dybala yang beroperasi di pos yang ditinggalkan Astori. Meski bola berhasil ditahan kiper Fiorentina, Ciprian Tatarusanu, tapi Mandzukic yang berdiri begitu bebas bisa menyambut bola tersebut dan mencetak gol. Di sini terlhat kalau pertahanan Fiorentina sudah tidak lagi fokus menjaga para penyerang Juventus.

[Proses gol ketiga Juventus]
Sementara itu, proses gol ketiga Juventus memanfaatkan kelengahan pertahanan Fiorentina lewat umpan lambung. Padahal, Fiorentina sudah membangun sistem pertahanan yang kuat di area tengah, tapi pertahanan mereka bisa ditembus lewat umpan lambung.
Dari gambar di atas, Barzagli memanfaatkan kecerdikan Cuadrado yang bergerak menyusur sisi kanan penyerangan Juventus. Ini juga tak lepas dari pergerakan Morata yang sempat bertukar posisi dengan Dybala. Awalnya, Morata ada di area tengah, lalu berpindah ke kanan sementara Dybala ke tengah. Morata pun turun untuk menjemput bola umpan Barzagli yang membuat Astori naik mengejar Morata. Sial buat Astori karena Barzagli justru memberi umpan pada Cuadrado.

[Grafis gol ketiga Juventus. Terlihat tidak ada pengawalan pada Dybala]
Ini menjadi hal yang dilematis buat Astori karena ia harus menjaga Morata tapi bola justru mengarah pada Cuadrado. Ia pun mengejar bola dan sialnya, salah mengantisipasi datangnya bola. Hal tersebut kemudian dimaksimalkan Dybala, yang tak terkawal, menjadi gol.
Kesimpulan
Fiorentina lebih tenang saat menguasai bola dengan memperlambat tempo. Trio penyerang Fiorentina memiliki pergerakan yang dinamis sehingga menyulitkan saat kombinasi ketiganya menembus pertahanan Juventus.
Pertahanan Fiorentina lebih difokuskan untuk menahan serangan dari tengah Juventus. Ini yang membuat Pogba seolah bekerja sendirian untuk memberikan suplai bola. Di sisi lain, Dybala sering turun ke pos yang dihuni Cuadrado. Ini tak lain karena Cuadrado yang lebih cenderung menjaga kedalaman untuk mengantisipasi agresivitas Alonso.
[Arah serangan. Kiri: Juventus; Kanan: Fiorentina]
Fiorentina mengandalkan serangan dari sisi kiri. Ini yang membuat kehadiran Sturaro menjadi penting untuk menghambat serangan Fiorentina dengan memberi bantuan kepada Cuadrado. Dari grafis di atas bisa terlihat bahwa sisi kanan yang dihuni Cuadrado bukan menjadi tumpuan utama Juventus saat menyerang.
Kegagalan Fiorentina semalam adalah karena mereka gagal untuk terus fokus terutama kala melakukan pressing. Dua gol terakhir Juventus menjadi bukti bagaimana Fiorentina kehilangan fokus pada menit-menit akhir pertandingan.
====
*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.








