Liga Inggris: Arsenal 2-1 City
Perubahan-Perubahan Taktik Wenger yang Bikin City Gigit Jari
Berkat perubahan-perubahan taktik yang dilakukan Arsene Wenger, Arsenal menang dan Manchester City dibikin tak berkutik. Arsenal bisa dibilang bermain efektif pada laga tersebut.
Arsenal berhasil meraih poin penuh kala menjamu Manchester City pada pekan ke-17 Liga Primer Inggris. Berlangsung di Emirates Stadium, Arsenal menang lewat gol yang dicetak Theo Walcott dan Olivier Giroud dan hanya dibalas satu gol dari Yaya Toure.
City sebenarnya lebih menguasai jalannya pertandingan. Bahkan percobaan tembakan ke gawang yang dilakukan skuat besutan Manuel Pellegrini ini mencapai 20 kali. Hanya saja serangan mereka kurang efektif karena hanya enam tembakan saja yang tepat sasaran.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang dilakukan Arsenal. Serangan mereka begitu efektif. Bahkan, dua gol yang dicetak Arsenal tercipta hanya melalui dua kesempatan mencetak gol yang tersedia sepanjang 45 menit pertama.
Arsenal masih bermain tanpa Alexis Sanchez di lini depan, di mana tempatnya diisi oleh Joel Campbell. Sementara Manchester City membangkucadangkan Raheem Sterling untuk memainkan Fabian Delph di sektor sayap kiri.
Arsenal Membenahi Lini Pertahanan Sejak Babak Pertama
Wenger cukup jeli pada laga ini. Awalnya, Arsenal yang bermain di kandang hendak ia instruksikan untuk bermain menguasai pertandingan. Hal itu terlihat pada 10 menit pertama di mana Arsenal memainkan garis pertahanan tinggi dan unggul penguasaan bola sebanyak 60%.
Namun strategi pertahanan seperti ini ternyata sangat berisiko. Dalam tempo 15 menit, ketika Arsenal kesulitan membongkar pertahanan Manchester City, City berhasil menciptakan tiga peluang yang dua di antaranya melalui skema serangan balik.
Garis pertahanan tinggi Arsenal yang menempatkan duet bek tengah yang lambat, Per Mertesacker dan Laurent Koscielny, begitu kewalahan menghadapi kecepatan Sergio Aguero, Kevin De Bruyne, dan David Silva.
Gambar di atas adalah salah satu peluang emas (peluang keenam) Man City yang tercipta dengan memanfaatkan garis pertahanan tinggi Arsenal.
Aguero berhasil memancing Koscielny dan memberikan umpan pada De Bruyne. Hanya saja De Bruyne lebih memilih melepaskan tembakan (melenceng) meski Silva berada di posisi yang lebih ideal untuk mencetak gol.
Setelah itu perlahan-lahan Wenger menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain dengan garis pertahanan rendah. Arsenal lantas tak lagi berusaha mendominasi pertandingan dengan berlama-lama dengan bola. Bahkan yang dilakukan Arsenal seperti meniru apa yang dilakukan City kala membombardir pertahanan Arsenal pada 35 menit pertama.
Grafis di atas menunjukkan perubahan area bermain lini pertahanan Arsenal pada 35 menit pertama (kiri) dan setelah menit ke-35 (kanan). Dengan garis pertahanan yang lebih rendah, Man City tak lagi menciptakan peluang yang membahayakan dengan serangan balik mereka.
Memang, City berhasil melepaskan total 20 tembakan pada laga ini. Namun enam di antaranya berhasil diblok pemain Arsenal, sementara delapan tembakan lain off target. Peluang yang diciptakan pun lebih karena perubahan strategi yang dilancarkan Pellegrini dengan memasukan Wlifried Bony untuk mengganti Aguero.
Dan yang perlu dicatat pula bahwa gol Yaya Toure tercipta bukan dari serangan balik. Gelandang asal Pantai Gading ini melepaskan tendangan spekulatif dari luar kotak penalti yang mengarah ke tiang jauh karena lini pertahanan Arsenal begitu rapat di kotak penalti.
Celah di Antara Yaya Toure dan De Bruyne yang Dimanfaatkan Arsenal
Sebagaimana membenahi pertahanan, Wenger pun melakukan perubahan di tengah pertandingan untuk mencetak gol. Karena dua gol yang dicetak oleh Arsenal pada laga ini, tercipta melalui proses yang tak jauh berbeda.
Sebelum menciptakan gol pertama, Arsenal mencoba menyerang melalui kedua sayap. Kecepatan dan kemampuan dribbling yang dimiliki Walcott dan Campbell di kedua sayap diharapkan bisa diakhiri dengan mengirimkan umpan silang ke Giroud yang handal duel udara.
Namun tampaknya Wenger seolah menyadari ada celah yang bisa dimanfaatkan Arsenal. Dan celah itu terdapat di area depan kotak penalti. Celah itu hadir karena gelandang double pivot City yang diisi Yaya Toure dan Fernandinho tak melakukan tekel agresif. Dua gol Arsenal lahir berkat umpan dari Mesut Oezil di depan kotak penalti.
Pada gol pertama, bola yang biasanya digulirkan ke sayap, langsung diarahkan pada Oezil yang mengisi celah di depan kotak penalti Man City. Operan seperti ini tak terlihat pada 30 menit pertama (lihat grafis operan Arsenal di atas).
Pada gambar di atas, gambar sebelum terjadinya gol Walcott, terlihat bahwa Oezil begitu leluasa menerima bola dari Koscielny. Ketika Oezil hendak masuk ke kotak penalti, tak ada gangguan dari Fernandinho yang berada di dekatnya. Hal ini membuat bek kanan Man City, Bacary Sagna, harus memilih di antara menghentikan Oezil atau menjaga Walcott.
Pada gambar di atas juga menunjukkan tak ada upaya dari De Bruyne untuk membantu pertahanan Man City. Sebelum Oezil memberikan operan pada Walcot (gambar 2), tak ada De Bruyne di dekatnya. Padahal jika gelandang asal Belgia tersebut berada di tempatnya, hal itu bisa memudahkan pekerjaan Sagna menjaga sisi kanan.
Pada gol kedua pun double pivot Man City kembali menjadi sorotan. Memang, ada pula pengaruh besar dari salah umpan Eliaquim Mangala. Namun gol ini menunjukkan bahwa lini tengah Man City begitu mengandalkan Fernandinho ketika bertahan.
Tak ada De Bruyne dan Yaya Toure ketika terjadinya gol kedua. Hal ini terjadi karena City hendak menyerang pada situasi ini. Namun tentunya transisi dari menyerang ke bertahan Man City jelas menjadi faktor utama bagaimana Arsenal kembali mencetak gol dengan situasi serupa, dari Sagna melalui assist Oezil.
Kedua gol ini pun menunjukkan bahwa Man City tak melakukan tekel dan pressing agresif ketika bertahan. Tujuannya agar Arsenal bisa leluasa menguasai bola dan berlama-lama dengan bola untuk membangun serangan, di mana hal tersebut bisa memperlambat serangan mereka dan City bisa membentuk pertahanan. Namun dengan kejeniusan yang dimiliki Oezil yang tentunya atas instruksi Wenger, Arsenal berhasil mencuri dua gol.
Perjudian Delph yang Tak Berarti Apa-Apa
Satu hal yang aneh dari susunan pemain Manchester City adalah penempatan Fabian Delph di sayap kiri serangan. Pada laga ini, Pellegrini lebih memilih untuk memasang Delph di kiri dan membangku cadangkan Sterling.
Pendekatan strategi ini sebenarnya cukup logis ketika City berupaya masuk ke kotak penalti Arsenal lewat sisi kiri saat membangun serangan. Delph, dengan kemampuan defensifnya, diharapkan bisa meng-cover area yang sering ditinggalkan Aleksandr Kolarov yang melakukan overlap.
Secara skema pertahanan, strategi ini berhasil. Pada babak pertama Arsenal tak bisa masuk dari sektor sayap kanan. Namun secara penyerangan, hal ini terbilang gagal. Pasalnya, Man City mendapatkan beberapa peluang emas ketika melakukan serangan balik cepat, sementara Delph tak memiliki kecepatan untuk membangun skema serangan balik bersama De Bruyne, Silva, dan Aguero.
Penempatan Delph di kiri juga menjadikan De Bruyne lebih sering menyelesaikan skema serangan dengan tendangan pada babak pertama. Berbeda ketika Sterling masuk setelah turun minum menggantikan Delph, fungsi De Bruyne lebih berguna dengan umpan-umpan matangnya.
Kesimpulan
Arsenal bermain efektif pada laga ini. Total delapan tembakan yang mereka ciptakan pada laga ini empat di antaranya mengarah sasaran. Dua gol tercipta berkat dua tembakan yang tercipta pada babak pertama, enam lainnya tercipta pada babak kedua.
Efektivitas permainan Arsenal ini tercipta berkat kejelian Wenger membaca permainan. Manajer asal Prancis ini perlahan membenahi pertahanan yang riskan diserang dan melakukan perubahan skema menyerang pada pertengahan babak pertama.
Sementara itu, Pellegrini terbukti gagal dengan strateginya kali ini. Penempatan Delph yang biasanya dimainkan sebagai gelandang tengah tapi kali ini disimpan di sisi kiri gagal memberikan keseimbangan di lini serang. Hal ini yang membuat sejumlah peluang emas pada babak pertama menjadi terbuang percuma.
====
*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.







