Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Inggris: Everton 1-1 Tottenham

    Sulitnya Spurs Menembus Pertahanan The Toffees

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Reuters / Andrew Yates Reuters / Andrew Yates
    Jakarta -

    Tottenham Hotspur yang mengincar kemenangan untuk menjaga jarak dengan pemuncak klasemen hanya bermain seri 1-1 saat bertandang ke Goodison Park, Senin (4/1) dini hari WIB. Spurs tertinggal terlebih dahulu lewat gol yang dicetak eks winger mereka, Aaron Lennon, pada menit ke-22, sebelum menyamakan kedudukan melalui Dele Alli menjelang turun minum.

    Di sisi lain, Everton sepertinya masih terdampak dari kekalahan kala melawan Stoke City seminggu sebelumnya. Pasalnya, pada pertandingan ini, skuat The Toffees tampak memiliki beban dan gagal bermain lepas pada awal pertandingan. Sementara itu, Spurs bermain mendominasi dengan membukukan 19 attemps dan penguasaan bola hingga 59%.



    Kuatnya Lini Belakang Everton

    Absennya Phil Jagielka tak membuat manajer Everton, Roberto Martinez, merasa gentar dengan barisan pertahanannya. Di lini belakang, Martinez menduetkan John Stones dengan Ramiro Funes Mori. Penampilan bek berusia 24 tahun ini pun menjadi pembeda di lini pertahanan Everton.

    Duet Stones dan Mori pun menjadi alasan mengapa Tottenham hanya bisa mencetak satu gol. Dalam pertandingan tersebut, Mori melakukan empat tekel, lima intersep, dan 12 sapuan (clearence). Aksi-aksi defensif Mori tersebut merupakan yang terbanyak dalam pertandingan tersebut. Penampilan eks bek River Plate ini pun amat menyulitkan lini depan Spurs.


    [Aksi defensif yang dilakukan Funes Mori. Sumber : FourFourTwo]

    Selain Mori, Gareth Barry pun patut diapresiasi. Diapit Ross Barkley dan Tom Cleverly, Barry menjadi palang pintu di lini tengah. Ia melakukan empat tekel, tiga potongan, dan empat sapuan. Aksinya tersebut membuat Dele Alli maupun Christian Eriksen yang kerap bertukar posisi, kesulitan untuk melepaskan umpan kunci.

    Everton bermain dengan garis pertahanan rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya aksi defensif yang dilakukan Everton di area sepertiga akhir area pertahanannya, dengan Barry dan Cleverly yang menjadi orang pertama yang merebut bola.

    Hal tersebut membuat Tottenham begitu kepayahan untuk masuk ke kotak penalti The Toffees. Ini pula yang membuat Tottenham berinisiatif melakukan tendangan jarak jauh. Namun, variasi serangan tersebut pun tak mampu membuat Tottenham mencetak banyak gol karena dari 19 tendangan, 11 di antaranya berhasil diblok oleh lini pertahanan Everton. Dari 19 tendangan, hanya empat yang mengarah ke gawang.

    Sayangnya, meski bermain baik, lini pertahanan Everton justru tak cukup baik saat membaca umpan panjang Tottenham. Hal ini terbukti dari gol Dele Alli di mana John Stones dan Funes Mori tak bereaksi saat umpan tersebut mengarah ke area pertahanan. Alli, yang bergerak dari sebelah kiri penyerangan Spurs berhasil meninggalkan Seamus Coleman yang telat membantu pertahanan. Ia pun mencetak gol penyeimbang.

    Sayap Kiri Everton Gagal Bermain Baik

    Kendati kembali diperkuat oleh Leighton Baines, sayap kiri Everton tak bisi dibilang bermain baik. Baines dan Arouna Kone yang beroperasi di sisi kiri gagal merepotkan lini pertahanan Spurs.

    Kone tidak bermain sebaik Aaron Lennon yang dipasang di sayap kanan. Dalam pertandingan semalam, Kone seperti bekerja sendirian. Bantuan yang biasanya datang dari Baines tidak begitu terlihat. Ia pun lebih banyak bergerak ke tengah lapangan untuk menjemput bola. Sayangnya, bola yang diarahkannya lebih sering gagal karena bisa dipotong terlebih dahulu oleh Kyle Walker dan Eric Dier yang memang ditugaskan untuk menjadi bek kanan kala Walker membantu serangan.


    [Arah umpan Tottenham Hotspur. Sisi kiri Everton tak maksimal karena terus menerus dieksploitasi Tottenham. Sumber : Squawka]

    Kyle Walker pun menjadi sosok yang menyebabkan Kone tak tampil maksimal. Bek berumur 25 tahun ini kerap maju untuk menghalau bola yang diarahkan ke Kone. Selain itu, ia juga kerap membantu sayap kanan Tottenham untuk mengeksploitasi sisi kiri Everton yang diisi oleh Leighton Baines. Beberapa kali aksi overlap-nya bahkan sempat menyulitkan Baines yang kalah ketika ditantang adu lari oleh Walker.

    Kontribusi Walker pun terlihat dari statistik dimana ia mampu melepaskan dua umpan kunci dan tiga umpan silang. Upaya Walker dalam membantu serangan pun membuat tugas Christian Eriksen lebih mudah. Eriksen pun lebih banyak membantu Alli dalam merancang serangan dari tengah pertahanan Everton.

    Pembuktian Tom Carroll

    Manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, kehilangan Mousa Dembele di lini tengah. Ia pun menurunkan Tom Carroll yang pada malam tersebut mampu tampil sama baiknya seperti Dembele. Gelandang berusia 23 tahun ini pun mampu menutup pergerakanRoss Barkley yang diharapkan mampu menjadi pemberi umpan ke lini depan Everton.


    [Heatmap Tom Carroll sepanjang pertandingan. Sumber : Squawka]

    Kontribusi Carroll terlihat begitu besar. Ia memiliki daya jelajah tinggi serta kemampuan defensifnya membuat Alli tak khawatir saat membantu penyerangan. Dalam pertandingan tersebut Carroll berhasil melakukan empat tekel, tiga potongan, dan sekali sapuan.

    Soal kontribusi penyerangan, Carroll pun terlihat menonjol. Ia mengirimkan empat umpan kunci yang merupakan terbanyak di antara rekan-rekannya yang lain. Ia pun melepaskan satu tendangan tepat sasaran. Carroll pun memberikan 82 umpan atau pemberi umpan terbanyak sama seperti Toby Alderweireld dengan rasio keberhasilan 88%.

    Kesimpulan

    Hasil imbang ini patut disyukuri Everton. Pasalnya Spurs bermain lebih baik ketimbang permainan Barry dan kolega. Hasil pertandingan ini menjadi pekerjaan rumah buat Martinez, di mana ia mesti meracik strategi bagaimana mereka melakukan serangan saat kedua sisi sayap penyerangan tidak bermain bagus atau dijaga ketat lawan. Selain itu, Martinez pun mesti mencari cara agar ketergantungan terhadap Barkley dan Lukaku bisa digantikan oleh pemain lain. Pasalnya, kedua pemain ini tidak begitu berkontribusi banyak dalam pertandingan semalam. Barkley malah tak melepaskan satu pun umpan kunci.

    Bagi Spurs, hasil imbang ini tentu merupakan kerugian karena mereka mendominasi pertandingan. Spurs begitu kesulitan menembus lini pertahanan Everton yang bermain begitu rapat. Kesulitan ini pun diantisipasi dengan tendangan dari luar kotak penalti. Sayangnya percobaan tendangan tersebut justru lebih terlihat seperti bentuk rasa frustasi.

    ====

    * Dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.

    (mrp/a2s)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game