Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Italia: Fiorentina 1-1 Napoli

    Duel Lini Sayap di Artemio Franchi Berakhir Imbang

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Gabriele Maltinti/Getty Images Gabriele Maltinti/Getty Images
    Jakarta -

    Fiorentina gagal memetik kemenangan atas Napoli pada giornata ke-27 Serie-A 2015/2016 di Stadion Artemio Franchi, Selasa (1/3/2016). Tuan rumah dipaksa main imbang dengan skor 1-1. Padahal, Fiorentina unggul terlebih dahulu melalui sundulan Macos Alonso ketika laga baru berjalan lima menit. Namun satu menit kemudian, Napoli membalasnya lewat tendangan yang dilesatkan Gonzalo Higuain.

    Pertandingan sendiri berjalan seru karena terjadi jual beli serangan. Bahkan Fiorentina nyaris unggul kembali jika tendangan Nikola Kalinic pada menit ke-32 dan Christian Tello pada menit ke-38 tidak membentur tiang gawang.

    Fiorentina masih menggunakan formasi 4-2-3-1. Formasi ini yang memberikan raihan tiga poin ketika mengalahkan Atalanta pada partai sebelumnya. Namun, ada sedikit kejutan di susunan pemain. Federico Bernardeschi memulai dari bangku cadangan pada laga kali ini. Sementara posisi gelandang serang miliknya digantikan oleh Matias Fernandez. Sementara itu Napoli masih mengandalkan formasi 4-3-3 dan tampil dengan skuat terbaiknya.



    Sayap-sayap yang Dominan

    Kedua kesebelasan ini sama-sama mengandalkan serangan melalui kedua sisi lapangan. Sehingga terjadi duel antara sayap kedua kesebelasan pada pertandingan ini.

    Fiorentina lebih mengandalkan serangan melalui sisi kiri, dimotori Borja Valero yang diplot sebagai winger kiri. Pergerakan Valero dibantu Marcos Alonso, full-back kiri, yang bergelut dengan Elseid Hysaj di sisi kanan pertahanan Napoli.

    Hysaj tidak sendirian menjaga areanya. Allan Marques, gelandang bertahan, sering bergeser ke kanan untuk membantu Hysaj mengantisipasi serangan Fiorentina. Bala bantuan dari Allan saat itu cukup efektif membantu sisi kanan pertahanan kesebelasannya. Allan menjadi pemain yang lebih awal mencegat sayap kiri Fiorentina. Bahkan, Allan berhasil melakukan dua tekel bersih, masing-masing kepada Alonso dan Valero.

    Peran Allan tersebut membuat beban bertahan Hysaj lebih ringan dan punya waktu memperhitungkan serangan berikutnya, sekaligus memiliki ancang-ancang membangun serangan balik. Hysaj menjadi bagian dari serangan Napoli melalui sisi kanan. Ia beberapa kali mencoba membongkar sisi kiri pertahanan Fiorentina bersama-sama dengan Jose Callejon. Hysaj juga sempat melepaskan empat percobaan umpan silang ke sepertiga akhir Fiorentina.

    Kombinasi Hysaj dengan Callejon menyeimbangkan serangan kedua sayap Napoli. Biasanya, Napoli cuma mengandalkan serangan melalui sayap kiri saja. Pada laga ini pun Napoli tidak lepas mengandalkan serangan melalui sayap kiri. Seperti biasa, Lorenzo Insigne dan Marek Hamsik yang mengambil peran ini. Namun Faouzi Ghoulam, full-back kiri, lebih aktif naik membantu serangan. Pergerakannya itu disebabkan karena Jorginho cenderung lebih bertahan mengamankan area luar kotak penalti Napoli.

    Tapi agresivitas Ghoulam itu membuat Fiorentina beberapa kali berhasil menembus sisi kiri pertahanan Napoli. Ghoulam sering kalah cepat mengejar Christian Tello, winger kanan Fiorentina.

    Kekosongan itu sering memaksa Kalidou Koulibaly, bek tengah Napoli, keluar dari sarangnya untuk mengemban beban pertahanan dari Ghoulam. Kendati demikian, Ghoulam sempat satu kali menghentikan kelincahan Tello melalui tekel bersihnya.

    Keberhasilan Fiorentina Meredam Sayap Kiri Napoli

    Seperti yang diulas sebelumnya jika andalan serangan Napoli tidak lepas dari sisi kiri. Napoli memiliki segitiga di serangan sayap kiri mereka yang biasa diemban trio Insigne-Hamsik-Higuain, Insigne-Hamsik-Jorginho, atau Insigne-Hamsik-Ghoulam. Tapi mereka cenderung menggunakan nama trio pertama dan terakhir. Sementara memaksimalkan Jorginho hanya dilakuan beberapa kali saja. Mengingat ia lebih berkutat bertahan pada laga kali ini.

    Paulo Sousa, Pelatih Fiorentina, menyadari hal tersebut dan menugaskan Facundo Roncaglia, bek tengah, sebagai full-back kanan pada formasi empat beknya. Roncaglia sendiri tidak diinstruksikan membantu serangan. Ia cuma bertahan mengantisipasi serangan sayap kiri Napoli yang dikenal berbahaya.

    Posisi Roncaglia di hampir setengah lapangan hanya karena sistem pertahanan garis tinggi. Mengingat Fiorentina menerapkan pertahanan garis tinggi dengan melancarkan tekel-tekel agresif. Jarak penjagaan pemain Fiorentina kepada Napoli pun sangat berdekatan, bahkan di wilayah lawan sekalipun.

    Kinerja Roncaglia dibantu Tello dan Milan Badelj, gelandang bertahan. Badelj bergerak ke sisi kanan dan melakukan pengawalan kepada Hamsik atau Insigne. Tello pun melakukan aksi-aksi bertahannya kepada Napoli mulai dari setengah lapangan. Sementara itu penjagaan kepada Higuain diserahkan kepada Gonzalo Rodriguez.

    Roncaglia dan Badelj saling mengisi untuk menjaga pertahanan. Terkadang Roncaglia bergerak ke tengah, sementara Badelj ke kanan. Hasilnya, Roncaglia sempat dua kali melumpuhkan Hamsik melalui tekel bersihnya. Begitu juga Insigne dua kali dihentikan oleh tekel bersih pertahanan Napoli. Aksi itu masing-masing dilakukan oleh Insigne dan Badelj.

    Kesukaran inilah yang membuat Napoli terkadang mengalihkan serangan melalui sisi kanan. Skema ini membuat Callejon dan Hysaj cukup aktif menyerang sisi kiri pertahanan Fiorentina. Mereka memanfaatkan kekosongan area yang ditinggalkan Alonso karena aktif membangun serangan.
    Higuain pun terlihat frustasi walau mencetak satu gol pada laga ini. Golnya pun tercipta karena kesalahan individual Alonso yang salah menghalau umpan panjang dari Koulibaly di tengah lapangan.


    Operan Napoli ke sepertiga akhir pertahanan Fiorentina lebih dominan melalui sisi kanan.

    Matinya Nikola Kalinic

    Kalinic sempat mengakhiri kebuntuannya ketika mencetak gol ke gawang Atalanta. Sebelumnya, sembilan laga berturut-turut dilakoninya tanpa mencetak gol satupun. Kalinic pun kembali mengalami kebuntuannya pada laga kali ini.

    Kalinic tidak mencetak gol ke gawang Napoli. Ia gagal mempersembahkan kemenangan untuk kesebelasannya. Satu-satunya percobaan tendangan yang dilakukan Kalinic saat itu hanya membentur mistar gawang. Selebihnya, tidak ada aksi-aksi lain dari Kalinic yang mengancam gawang Napoli.

    Sisanya, aksi mantan penyerang Dnipro Dnipropetrovsk itu tidak pernah lepas dari penjagaan lawan. Ketika berada di area kotak penalti, Kalinic tidak mampu menaklukkan Raul Albiol, bek tengah Napoli. Tercatat, Albiol berhasil melakukan dua tekel Albiol berhasil menghentikan Kalinic. Satu tekel bersih berhasil dilakukannya dan satu lagi berbuah pelanggaran.

    Kalinic pun sempat bergerak lebih ke bawah. Hal itu dimaksudkan agar membuka ruangan untuk Valero dan Tello di kotak penalti Napoli. Namun upayanya turun lebih ke bawah pun sering dikandaskan Koulibaly atau Jorginho. Dua upaya tekel Koulibaly pun berhasil menghentikan Kalinic. Jorginho juga berhasil melancarkan satu tekel bersih kepada penyerang bernomor sembilan itu.

    Alhasil, Kalinic tidak bisa berbuat banyak karena sering kehilangan bola. Aliran-aliran bola yang diupayakannya sering kandas karena tidak lepas dari kawalan pemain Napoli. Kesulitannya lepas dari lawan membuat kreatifitas yang dibuat Valero, Fernandez dan Tello menjadi percuma.

    Teror Kalidou Koulibaly

    Bisa dibilang jika Valero adalah pemain paling menonjol selama pertandingan ini, dengan satu asist dan tiga tembakan tepat sasarannya. Mungkin akan menjadi cerita lain jika ia sering berhadapan langsung dengan Koulibaly.

    Valero lebih sering berhadapan langsung dengan Albiol pada laga tersebut. Albiol sedikit kewalahan karena harus mengawasi pergerakan Kalinic. Situasi Albiol berbeda dengan Koulibaly yang harus menjegal dua sampai tiga pemain Fiorentina. Tercatat, Koulibaly terlibat bentrokan dengan Kalinic, Tello, Fernandez, Badelj, bahkan Bernardeschi yang masuk menggantikan Fernandez pada menit ke-69.

    Koulibaly pun harus beberapa kali mengisi kekosongan di sisi kiri pertahanan kesebelasannya karena ditinggal Ghoulam. Terkadang, Koulibaly juga mengantisipasi area yang ditinggalkan Jorginho. Tapi Koulibaly mampu menguasai semua medan tersebut. Agresivitasnya pun tak lepas dari dukungan rekan-rekannya seperti Jorginho, Albiol dan Ghoulam.


    (Heatmap Kalidou Koulibaly. Sumber: Squawka)

    Tapi Koulibaly sangat agresif selama laga berjalan. Pemain asal Senegal ini melakukan enam percobaan tekel, dua intersep bola, tiga sapuan bersih dan satu menahan tendangan. Bahkan gol Higuain tidak akan tercipta tanpa umpan panjangnya dari lini tengah.

    Kesimpulan

    Kendati gol tidak diciptakan proses open play melalui sayap, namun pertarungan di sisi lapangan itulah yang paling menarik di laga ini. Agresivitas kedua sayap masing-masing kesebelasan sering berakhir sia-sia. Sebab, baik penyerang Fiorentina maupun Napoli, tidak memiliki penyelesaian akhir yang bagus pada laga tersebut.

    Selain mencetak gol, Higuain sempat melepaskan tendangan tepat sasaran. Namun berhasil dimentahkan Ciprian Tatarusanu, kiper Fiorentina. Tatarusanu juga bermain baik pada laga ini atas empat penyelamatan gemilangnya.

    Sementara ujung tombak Fiorentina yang diemban Kalinic, justru lebih sering kehilangan bola. Kendati demikian, Valero dan Tello menjadi pemain yang menjadi teror di kotak penalti Napoli.

    (din/krs)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game