Liga Inggris: Liverpool 3-0 City
Liverpool Manfaatkan Hilangnya Konsentrasi City
Liverpool berhasil membalaskan sakit hati mereka setelah tiga hari sebelumnya dikalahkan oleh Manchester City di final Piala Liga Inggris. Pada pertemuan Kamis (03/03/2016) dini hari WIB, "Si Merah" mengalahkan tamunya dengan skor 3-0 di Anfield. Ketiga gol Liverpool dicetak oleh Adam Lallana dan James Milner di babak pertama, kemudian Roberto Firmino di babak kedua.
Dari susunan sebelas pemain utama, kita bisa melihat bahwa Liverpool tidak diperkuat banyak pemain inti mereka. Duet bek tengah Dejan Lovren dan Kolo Toure yang dinilai tidak meyakinkan dipasang sejak menit pertama, pun begitu dengan Jon Flanagan yang menjalani start pertamanya musim ini. Juergen Klopp juga tidak bisa menampilkan Daniel Sturridge dan Philippe Coutinho.
Sementara Manuel Pellegrini tidak banyak kehilangan pemain inti mereka selain Kevin de Bruyne dan Yaya Toure. Meskipun demikian, The Citizens kesulitan dalam membangun serangan, apalagi Sergio Aguero masih belum menemukan jodohnya dengan gol jika bermain di Anfield bahkan sampai pertandingan usai subuh tadi.
[Gambar : Susunan sebelas pemain utama Liverpool dan Manchester City, dengan angka yang ditunjukkan adalah akurasi operan mereka - sumber: WhoScored]
Liverpool Tetap Bermain Penuh Tekanan
Klopp masihlah Klopp yang sama. Ia tetap mengandalkan gegenpressing-nya yang terkenal itu. Namun pada awal pertandingan, kita semua sempat mengira bahwa ia tidak akan menekan sekeras biasanya, tentunya karena faktor kelelahan fisik dan mental dari pemain-pemain Liverpool.
Pada kenyataannya, fisik anak asuhan Klopp memang terlihat lebih mengendur, tapi tidak dengan mental mereka. Kita bisa memahami bahwa Liverpool tidak benar-benar kalah dari Manchester City di final Piala Capital One. Mereka berhasil imbang selama 120 menit dan "hanya" kalah melalui drama adu penalti. Itu lah yang terjadi dini hari tadi, Liverpool tidak terlihat seperti kesebelasan yang habis kalah dari lawannya tersebut.
[Gambar 2: Grafik perebutan bola dari Liverpool - sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Faktor kelelahan justru terlihat pada anak asuhan Pellegrini. Menurunkan skuat yang hampir sama dengan final, bedanya kali ini mereka tanpa Yaya Toure di tengah.
Dari grafik di atas, kita bisa melihat bahkan Liverpool menekan City sampai ke sepertiga lapangan mereka sendiri. Alhasil, The Citizens kehilangan bola sebanyak 28 kali, delapan di antaranya dekat di daerah kotak penalti mereka sendiri.
Klopp dan Pellegrini sama-sama tahu kalau mereka semua kelelahan. Namun, Klopp tetap percaya diri untuk membuat pasukan Pellegrini mati kutu ketika mereka memegang penguasaan bola yang mencapai 49% itu.
City sendiri pada akhirnya hanya berhasil menciptakan empat tendangan ke gawang, dua di antaranya tepat sasaran. Angka ini berbanding jauh dengan sang tuan rumah melalui 11 tendangan yang tujuh di antaranya tepat sasaran.
Kerja keras Adam Lallana dan James Milner
Sama-sama sedang kelelahan, tapi ada satu sektor yang membuat banyak perbedaan pada pertandingan dini hari tadi, yaitu pada sektor sayap.
Sayap Liverpool yang dihuni oleh Lallana di kiri dan Milner di kanan bisa bekerja dengan lebih keras dan rajin naik-turun, bahkan hingga ke bagian tengah lapangan.
Ini berbeda jauh dengan sayap City yang dihuni oleh Raheem Sterling di kiri dan Jesus Navas di kanan, yang keduanya hanya melakukan pergerakan satu dimensional di sisi lapangan.
[Gambar 3: Grafik pergerakan Adam Lallana dan James Milner (kiri) dibandingkan dengan Jesus Navas dan Raheem Sterling (kanan) - sumber: Squawka]
Lallana dan Milner melakukan teror yang konstan terhadap lini belakang City. Bukan hanya ketika mereka sedang menguasai bola, tetapi juga ketika sedang berusaha merebut bola. Lallana berhasil menyelesaikan 88% operannya, menghasilkan gol pembuka sekaligus satu buah assist kepada Firmino.
Kemudian Milner sudah terkenal sebagai pekerja keras. Ia tidak pernah mengeluh dimainkan diposisi mana pun. Rajinnya ia bergerak bahkan sampai tidak terkawal oleh para pemain lawan (lihat lingkaran transparan hitam dan tanda panah merah pada Gambar 5).
Pertahanan City Kehilangan Konsentrasi
Duet bek City, Vincent Kompany dan Nicolas Otamendi, sebenarnya bisa dibilang merupakan duet terbaik yang dimiliki oleh The Citizens. Namun, dini hari tadi penampilan mereka patut mendapat sorotan negatif.
[Gambar 4 Proses terjadinya gol pertama yang dicetak oleh Adam Lallana]
Pada gambar di atas, kita bisa melihat kesalahan ada pada pemain sayap City (dalam hal ini adalah Sterling) yang tidak melakukan track-back. Sehingga, beban tersebut dilemparkan kepada Gael Clichy seorang.
Otamendi yang melihat Firmino tak terjaga, dengan terburu-buru meninggalkan posnya di belakang, meninggalkan Kompany sendirian. Padahal bola tidak pernah sampai kepada Firmino, bola dari Milner justru dilepaskan menuju Lallana yang tinggal berhadapan dengan Kompany.
[Gambar 5] Proses terjadinya gol kedua yang dicetak oleh James Milner
Berikutnya, pada gambar 5 di atas, kita bisa melihat kedua gelandang City, Fernando dan Fernandinho, yang posisinya lebih di depan daripada sayap mereka, Sterling dan Navas. Ini adalah pertanda buruk kalau lini tengah City akan dikuasai oleh Liverpool karena terlambat turun.
Yang selanjutnya terjadi malah lebih mengejutkan lagi. Sterling dan Navas yang posisinya sebenarnya sudah lebih ke dalam, justru kembali tidak melakukan track-back. Sehingga Firmino pun dapat melaju dengan mulus.
Apalagi Milner yang tak terjaga, ditambah Otamendi yang lagi-lagi meninggalkan posnya untuk menuju ke sayap (kesalahan yang mirip dengan gol pertama) semakin membuka ruang bagi Liverpool untuk menciptakan peluang yang diendus menjadi sebuah gol.
[Gambar 6: Nicolas Otamendi (dan juga Aleksandar Kolarov) yang tidak melompat pada tendangan bebas Jordan Henderson]
Selain dari aspek taktikal, faktor kelelahan dan konsentrasi yang turun juga ditunjukkan betul oleh gambar 6 di atas. Otamendi dan Aleksandar Kolarov tidak ikut melompat pada tendangan bebas kapten Jordan Henderson di akhir babak kedua. Padahal jalur bola melewati (sangat sedikit di atas) kepala mereka.
[Gambar: Proses terjadinya gol ketiga yang dicetak oleh Roberto Firmino]
Namun, kesalahan tidak sepenuhnya ditunjukkan oleh Otamendi. Sang kapten, Kompany, pun terlihat beberapa kali tidak konsentrasi. Salah satunya memuncak pada gol Firmino di gambar 7 di atas.
Lallana yang sudah dijaga oleh Otamendi dengan leluasa berhasil mengirim umpan yang menghasilkan assist bagi gol Firmino. Hal ini terjadi lantaran Kompany yang tidak berada dalam posisi yang semestinya.
Ia tidak berada dekat Firmino, kalaupun agak jauh, posisinya bisa lebih ke depan sehingga Firmino akan terjebak offside.
Kesimpulan
Ini adalah malam yang sangat baik untuk Liverpool, bukan karena mereka berhasil menang meyakinkan dengan skor 3-0 melawan kesebelasan papan atas, tetapi bagaimana mereka mampu bangkit setelah dibuat sakit hati di partai final menghadapi lawan yang sama.
Jurgen Klopp akan sangat puas dengan permainan menekan anak asuhnya. Tapi satu hal yang perlu menjadi catatan adalah pressing-nya bisa sangat berhasil karena City yang kelelahan.
Berkali-kali ditekan, City akhirnya kehilangan konsentrasi. Padahal City sangat membutuhkan kemenangan guna menjaga peluang mereka untuk menjadi juara, bersaing dengan Leicester City, Tottenham Hotspur, dan Arsenal).
Pertandingan dini hari tadi tentunya melelahkan bagi kedua kesebelasan. Namun, tidak ada dalih bagi City karena Liverpool mengistirahatkan beberapa pemain terbaik mereka, termasuk Coutinho dan Sturridge.
https://akcdn.detik.net.id/albums/winterbreak/PoolMenang-8.jpg







