Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Borussia Dortmund vs Bayern Munich

    Titik Balik Bundesliga Musim Ini

    Taufik Nur Shidiq - detikSport
    Getty Images/ Micha Will Getty Images/ Micha Will
    Dortmund -

    Laga der Klassiker malam nanti akan jadi duel yang seru antara Borussia Dortmund dan Bayern Munich. Sebab, hasilnya akan sangat mempengaruhi perjalanan kedua tim di sisa musim ini.

    Tidak perlu melihat der Klassiker musim lalu, di mana Borussia Dortmund kala itu tengah terpuruk sementara Bayern Munich meraja. Der Klassiker edisi terbaru (Minggu, 6 Maret 2016, 00.30 WIB) adalah pertandingan istimewa. Der Klassiker kali ini bukan pertandingan besar karena ulah media, namun memang besar dengan sendirinya.

    Benar memang edisi pertama musim ini cenderung berat sebelah karena pertandingan berakhir dengan kedudukan 5-1 untuk kemenangan Bayern. Namun kekalahan itulah yang telah membentuk Dortmund dan dalam prosesnya membawa kedua kesebelasan ke titik ini.

    "Kami bisa sangat dekat dengan mereka," pelatih Dortmund Thomas Tuchel.

    "Kami telah bekerja keras untuk ini dan mudah-mudahan kami bisa menikmatinya. Sampai titik tertentu, kalah 1-5 di Munich telah membuat kami menjadi seperti sekarang ini. Kami terang-terangan ingin memenangi pertandingan dan percaya kami bisa menang."

    Kekalahan dari Bayern pada pekan kedelapan membuat Dortmund, yang saat itu menduduki peringkat kedua, tertinggal tujuh angka. Namun sejak saat itu mereka menjadi pengumpul poin terbanyak. Bahkan raihan poin Bayern tidak lebih banyak dari Dortmund. Sejak pekan kesembilan hingga ke-24, Dortmund mengumpulkan 40 poin; dua poin lebih banyak dari Bayern.

    Perlahan tapi pasti, Dortmund memangkas jarak hingga saat ini keduanya hanya berselisih lima angka. Menang, maka Dortmund akan memangkas selisih menjadi dua dan membuka peluang besar untuk menyalip Bayern dan kemudian meraih gelar juara. Besar kemungkinan, menyaksikan der Klassiker kali ini adalah menyaksikan titik balik di Bundesliga musim ini.

    Memaksa Bayern merasakan dua kekalahan beruntun untuk kali pertama musim ini (pekan lalu Bayern kalah kandang 1-2 ketika menjamu FSV Mainz 05) bukan misi mustahil bagi Dortmund. Die Schwarzgelben belum terkalahkan sepanjang 2016; sembilan kali menang, satu kali imbang.

    Kepercayaan diri Dortmund juga sedang tinggi-tingginya karena mereka meraih tujuh kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir. Bermain di Westfalenstadion pun menjadi keuntungan tersendiri karena rekor kandang Dortmund musim ini adalah yang terbaik sepanjang sejarah mereka: sepuluh kali menang, satu kali bermain imbang.

    Terlepas dari itu semua, Pep Guardiola tenang-tenang saja. Pelatih Bayern tersebut merasa perburuan gelar tidak akan ditentukan oleh hasil akhir der Klassiker: “Tidak peduli apa yang terjadi, gelar juara liga belum pasti hingga pertandingan terakhir musim ini. Bahkan dengan menang [melawan Dortmund] pun kami belum resmi menjadi juara.”

    Tuchel Lebih Leluasa

    Dortmund hanya kehilangan Sokratis Papastathopoulos sedangkan Bayern sudah pasti bermain tanpa Holger Badstuber dan Jerome Boateng yang cedera serta Javi Martínez yang masih menjalani latihan ringan sebagai bagian dari proses penyembuhan yang harus ia jalani. Thomas Tuchel bisa menangani ketiadaan Sokratis dengan mudah, sementara Guardiola tidak memiliki pemain lain yang bisa menjalankan peran Boateng (kreator serangan dari lini belakang) dan Javi Martinez (pemegang peran kunci dalam perubahan formasi ketika permainan sedang berlangsung), Dortmund lebih diuntungkan.

    Kedalaman skuat yang baik membuat Tuchel leluasa melakukan rotasi untuk mengistirahatkan beberapa pemain utama menjelang pertandingan melawan Bayern. Marco Reus, Henrikh Mkhitaryan, dan Shinji Kagawa yang diistirahatkan dalam pertandingan melawan SV Darmstadt pada pertandingan tengah pekan sangat mungkin memulai pertandingan sejak menit pertama.

    Roman Buerki yang absen pada pertandingan tersebut karena flu pun kabarnya sudah sembuh dan dapat bermain penuh. Adrian Ramos yang mencetak dua gol dalam dua pertandingan terakhir mungkin akan kembali duduk di bangku cadangan.

    Franck Ribery, yang selalu berhasil memberi pengaruh positif sejak sembuh dari cedera, kemungkinan besar akan bermain sebagai starter seperti ketika Bayern kalah dari Mainz. Jika benar demikian, maka Arjen Robben akan memulai pertandingan dari bangku cadangan karena Douglas Costa terlalu bagus untuk ditinggalkan.

    Dengan cederanya Badstuber, Boateng serta Martinez, pilihan Guardiola untuk posisi bek tengah Bayern hanya Mehdi Benatia dan Serdar Tasci. Walau demikian Guardiola tampaknya akan lebih percaya kepada Joshua Kimmich untuk menemani Benatia di jantung pertahanan Bayern. David Alaba kompeten sebagai bek tengah, namun memainkannya di posisi tersebut akan melemahkan sisi kiri Bayern.



    Penempatan Posisi dan Konsentrasi adalah Kunci

    Terlepas dari kedalaman skuat yang sedang buruk, mengalahkan Bayern tetap bukan perkara mudah. Bermain di kandang sendiri dengan tingkat kebugaran yang lebih baik (ditambah kepercayaan diri yang sedang tinggi) tetap bukan jaminan kemenangan bagi Borussia Dortmund jika mereka bermain seperti ketika berhadapan dengan Bayern pada pekan kedelapan.

    Bertahan di kedalaman memang bukan gaya main Dortmund musim ini namun tiga tim yang pernah mengalahkan Bayern musim ini (Arsenal, Borussia Moenchengladbach, dan FSV Mainz) memiliki satu kesamaan gaya main: rapat dan mengancam lewat serangan balik.

    Peluang menang Dortmund akan sangat besar jika mereka bermain dengan cara ini. Apalagi mereka memiliki pemain-pemain depan yang cepat: Pierre-Emerick Aubameyang dan Marco Reus. Kecuali Dortmund bermain rapat dan mengancam lewat serangan balik, maka pemenang pertandingan ini jelas: Bayern.

    Dortmund sedikit diuntungkan oleh absennya Boateng. Ketiadaan Boateng berarti Dortmund tidak perlu mengkhawatirkan umpan-umpan panjang langsung dari lini pertahanan Bayern ke lini pertahanan Dortmund; umpan-umpan mematikan yang membantu Bayern mencetak dua dari lima gol ketika menang melawan Dortmund di pekan kedelapan.

    Namun, menghadapi tim yang ditangani Guardiola berarti Dortmund harus siap terhadap segala kemungkinan. Tanpa Boateng, umpan-umpan panjang masih akan berdatangan dari Xabi Alonso. Di luar umpan-umpan panjang, Bayern pun memiliki cara lain untuk merepotkan Dortmund.

    Cara lain yang dimaksud memiliki nama: kombinasi umpan pendek dan penempatan posisi pemain (positioning). Dortmund musim ini sangat berbahaya karena Tuchel membuat para pemainnya menguasai penempatan posisi bukan hanya sebagai cara menguasai bola, namun juga mengancam dengan nyata. Dengan penempatan posisi Dortmund merepotkan banyak lawan, namun Bayern tidak akan menjadi salah satunya.

    Alasannya: Guardiola. Tuchel, yang mengajarkan penempatan posisi kepada para pemain Dortmund, mempelajari penempatan posisi dari Guardiola. Sangat mungkin murid mengalahkan guru, namun untuk saat ini Tuchel belum lebih baik dari Pep dalam hal pemanfaatan penempatan posisi.

    Ditambah lagi, di level pemain per pemain, Bayern memiliki pemain yang memiliki kemampuan sangat baik dalam penempatan posisi. Namanya Thomas Mueller dan ia akan sering berhadapan langsung dengan pemain terbaik Dortmund dalam hal penempatan posisi, Julian Weigl. Kemenangan-kemenangan Mueller atas Weigl akan menempatkan Bayern di posisi yang lebih baik untuk meraih kemenangan.

    Satu hal lain yang akan menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan ini selain penempatan posisi adalah konsentrasi. Bayern dan Dortmund sama-sama memiliki kebiasaan mencetak gol di sepertiga terakhir pertandingan (Dortmund mencetak 16 dari 59 golnya di menit ke-81 hingga ke-90, Bayern mencetak 18 dari 59 golnya di antara menit ke-61 dan ke-75).

    Dengan kata lain, jika Dortmund atau Bayern kehilangan konsentrasi selepas satu jam, kemungkinan kebobolan akan meningkat. Dan mengingat sepertiga terakhir pertandingan tidak menyisakan banyak waktu dan kesempatan untuk memperbaiki keadaan, kebobolan selepas menit ke-60 dapat berakibat fatal.

    ===

    Penulis adalah anggota @panditfootball dengan akun twitter @opiknsdq

    (mrp/mrp)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game