Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Chelsea vs PSG

    Potensi Hasil Mengejutkan di Stamford Bridge

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Getty Images Sport/Mike Hewitt Foto: Getty Images Sport/Mike Hewitt
    Jakarta - Pada pertemuan leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Paris, PSG menang 2-1 atas Chelsea. Dini hari nanti (10/3) di Stadion Stamford Bridge, giliran PSG yang dijamu Chelsea.

    Chelsea berpeluang untuk melaju ke babak berikutnya. Satu gol tandang yang mereka ciptakan di Paris membuat anak asuh Guus Hiddink berada dalam posisi yang lebih baik. Jika Chelsea menang dengan skor 1-0, agregat akan menjadi 2-2, namun Chelsea unggul atas gol tandang.

    Tentu saja hal itu tak akan dibiarkan kubu tamu. PSG tentunya akan mengincar gol cepat agar membuat Chelsea berada di situasi tidak nyaman. Namun PSG menemui kendala pada leg kedua ini. Ada beberapa hambatan yang bisa membuat PSG kesulitan pada laga ini dan memungkinan Chelsea membalikkan keadaan.

    PSG Kemungkinan Kehilangan Sosok Penting di Lini Tengah

    Jika pada leg pertama PSG tampil dengan kekuatan penuh, pada leg kedua ini PSG terancam tanpa dua pemain utamanya, Blaise Matuidi dan Marco Verratti. Keduanya masih berkutat cedera dan kebugarannya terus dipantau sebelum menghadapi Chelsea di Stamford Bridge.

    Matuidi mengalami cedera pada laga Piala Prancis menghadapi Saint Etienne pada awal Maret. Kala itu ia harus ditarik keluar pada menit ke-67 usai merasakan nyeri pada hamstringnya. Pelatih PSG, Laurent Blanc, tak memaksakan Matuidi karena hendak menyiapkannya untuk melawan Chelsea.



    Sebelum Matuidi, Verratti sudah lebih dulu mengalami masalah kebugaran. Setelah tampil melawan Chelsea pada leg pertama, gelandang asal Italia tersebut hanya bermain ketika menghadapi Reims. Pada pertandingan tersebut, ia ditarik keluar saat turun minum karena mendapatkan cedera.

    Setelah melawan Reims, Veratti belum lagi tampil. Ia melewatkan laga PSG menghadapi Olympique Lyon, Saint Etienne, dan Montpellier. Dan tanpanya, PSG meraih kekalahan pertama musim ini di Ligue 1 saat menghadapi Lyon dengan skor 2-1. Begitu pula hasil negatif lainnya ketika ditahan imbang Montpellier dengan skor kaca mata.

    Ketika kalah dari Lyon dan imbang menghadapi Montpellier, PSG pun tampil tanpa peran Matuidi. Matuidi memang bermain saat menghadapi Lyon, namun ia baru masuk pada menit ke-78 atau hanya bermain sebanyak 12 menit dengan menggantikan Adrien Rabiot. Sementara ketika ia tampil menghadapi Saint Etienne, PSG menang dengan skor 3-1 walau ia akhirnya ditarik keluar karena mengalami cedera.

    Namun dari keduanya, Matuidi memiliki kans untuk tampil sementara Verratti lebih diragukan. Apalagi Verratti sudah mengantongi kartu kuning, di mana hal tersebut bisa membuatnya absen di leg pertama babak delapan besar jika PSG berhasil lolos. Selain Verratti, Zlatan Ibrahimovic dan David Luiz pun sudah mengoleksi satu kartu kuning.

    Kehilangan Verratti jelas akan berpengaruh besar bagi kekuatan PSG. Pada pertemuan pertama, mantan gelandang Delfino Pescara ini menampilkan permainan yang bisa dibilang terbaik di antara pemain-pemain PSG lainnya. Selain mampu mendistribusikan bola dan menjadi pengalir serangan PSG, ia pun cukup kuat kala bertahan. Verratti bermain di belakang Matuidi dan Thiago Motta pada pertandingan tersebut.

    Selain Verratti dan Matuidi, sebenarnya Angel Di Maria pun mengalami masalah kebugaran dalam beberapa pertandingan karena cedera yang dialami saat menghadapi Reims. Tapi meski sempat absen pada laga melawan Saint Etienne, Di Maria yang memberikan assist atas gol Edinson Cavani pada leg pertama ini sudah tampil saat menghadapi Montpellier. Hanya saja winger asal Argentina ini belum kembali pada performa terbaiknya dalam laga melawan Montpellier itu dan ditarik keluar pada menit ke-60.

    Tren Positif dan Konsistensi Chelsea

    Jika PSG tampil dengan kekuatan yang lebih lemah dibanding pertemuan pertama, Chelsea bisa jadi tampil lebih kuat. Meski masih akan tanpa Kurt Zouma dan John Terry karena cedera, kembalinya Nemanja Matic yang sebelumnya absen karena hukuman kartu bisa memperkuat lini tengah Chelsea.



    Hadirnya Matic bisa memberikan opsi strategi bagi Guus Hiddink. Matic bisa diduetkan dengan John Obi Mikel sebagai double pivot untuk menguatkan lini tengah Chelsea sehingga lebih aman dari kebobolan.

    Kembalinya Matic membuat pos gelandang serang akan diperebutkan Cesc Fabregas dan Oscar. Penampilan Oscar dan Fabregas yang konsisten pun bisa membuat Hiddink memiliki banyak alternatif strategi (bahkan mencadangkan Matic).

    Selain itu, Eden Hazard mulai kembali pada performa terbaiknya. Pada laga melawan Manchester City di Piala FA, gelandang asal Belgia tersebut mencetak satu gol serta dua assist. Sementara saat menumbangkan Norwich City pada pekan ke-28 Liga Primer, Hazard mencatatkan satu assist.

    Bersama Willian yang menjadi andalan Chelsea sepanjang musim ini, lini tengah Chelsea dipastikan siap tempur. Hal ini tentunya menambah kabar baik di mana sebelumnya Diego Costa sempat mengalami cedera namun dipastikan bisa tampil pada laga ini.

    Dengan skuat seperti ini, Chelsea berpotensi menghadirkan kejutan. Perlu dicatat, sejak Chelsea ditukangi Guus Hiddink, Chelsea belum terkalahkan di Liga Primer. Kekalahan baru dirasakan ketika menghadapi PSG pada pertemuan pertama babak 16 besar. Namun dari penampilan yang disajikan anak asuh Hiddink di Parc des Princes, markas PSG, Chelsea berpotensi memenangi pertandingan atau menahan imbang kala itu di mana sejumlah peluang diciptakan melalui Diego Costa.

    Memang, pada pekan ke-29 Liga Primer, atau empat hari sebelum laga melawan PSG, Chelsea ditahan imbang Stoke City. Namun pada laga tersebut Hiddink tak menurunkan Diego Costa dan baru memainkan Fabregas pada menit ke-81, di mana ini artinya Hiddink lebih menyiapkan skuatnya untuk laga menghadapi PSG.

    Tapi Chelsea Rentan Kebobolan…



    Meski Chelsea berpotensi tampil mengejutkan atau lebih baik dari leg pertama, catatan kebobolan Chelsea bisa menjadi sandungan. Dengan situasi kalah 2-1 seperti sekarang ini, Chelsea jelas perlu mengindari kebobolan.

    Dalam 10 pertandingan terakhir di segala ajang, Chelsea hanya dua kali mencatatkan clean sheet dan kebobolan delapan kali. Bahkan dari 17 laga yang dijalani skuat berjuluk The Blues tersebut bersama Hiddink, Chelsea hanya lima kali mencatatkan clean sheet dan kebobolan sebanyak 16 kali. Maka bisa dibilang Chelsea memiliki catatan kebobolan hampir satu gol per pertandingan.

    Menghadapi PSG yang memiliki penyerang seperti Zlatan Ibrahimovic dan Edinson Cavani jelas hal ini menjadi kabar buruk. Namun hal itu bisa jadi bukan masalah selama lini serang Chelsea tampil baik dan tidak menyia-nyiakan setiap peluang.

    Kesimpulan

    Leg kedua antara Chelsea dan PSG ini dipastikan akan kembali sengit seperti pada pertemuan pertama. Apalagi dengan situasi di kubu PSG yang kemungkinan akan tampil tanpa Verratti sementara Matuidi dan Di Maria masih bermasalah dengan kebugaran, akan membuat PSG tak lebih superior dari Chelsea yang mengalami krisis di lini pertahanan.

    Chelsea punya kans untuk menang, tapi mereka patut memperbaiki lini pertahanan mereka yang cukup mudah kebobolan. Karena jika sudah kebobolan, angin kemenangan akan lebih bertiup pada kubu PSG yang sudah menorehkan kemenangan 2-1 pada pertemuan pertama. (raw/fem)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game