Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Barcelona vs Arsenal

    Menang Dengan Selisih Tiga Gol Bukan Misi Mustahil

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Getty Images Getty Images
    Jakarta -

    Arsenal di ambang enam kali gugur dari 16 besar Champions League dalam enam musim terakhir. Bukan karena Barcelona akan dengan mudah mengalahkan mereka di Camp Nou pada pertandingan dini hari nanti (leg kedua 16 besar Champions League 2015/16), namun karena kesalahan yang mereka lakukan pada babak kedua dalam pertandingan leg pertama begitu fatal.

    Barcelona tidak akan menjalani pertandingan yang mudah di Camp Nou, namun mereka akan tetap lolos berkat 'fondasi' yang Arsenal bangun untuk mereka di leg pertama.

    Tidak membiarkan Barcelona mencetak gol di Emirates Stadium seharusnya, bagi Arsenal berada pada posisi pertama dalam daftar skala prioritas mereka. Mencegah Barcelona mencetak gol seharusnya lebih penting ketimbang mencetak gol ke gawang Barcelona. Ini logis, karena gol yang Barcelona cetak di Emirates Stadium nilainya lebih berharga ketimbang gol yang Arsenal cetak di tempat yang sama. Arsenal berada di jalur yang benar sepanjang babak pertama di leg pertama, namun terlihat seperti sekelompok pemain yang tidak memiliki perhitungan matang di babak kedua.

    Jangankan merepotkan Petr Cech, masuk ke dalam kotak penalti Arsenal saja sudah sulit untuk Barcelona. Itu di babak pertama, karena Arsenal fokus bertahan dan mengancam Barcelona lewat serangan balik. Di babak kedua, setelah berkali-kali gagal mencetak gol pada babak pertama, Arsenal keluar menyerang. Barcelona yang bertahan dan mengancam lewat serangan balik. Bedanya dengan Arsenal, mereka berhasil mencetak gol. Dua kali, malah. Keunggulan agregat inilah yang menjadi modal besar Barcelona untuk lolos ke babak berikutnya.

    Arsenal bukannya tak akan memberi perlawanan di pertandingan leg kedua ini. Mereka sudah menyadari kesalahan yang mereka lakukan di leg pertama dan memiliki rencana yang jelas untuk memperbaikinya di leg kedua. Namun semuanya sudah terlambat. Camp Nou bukan Emirates Stadium.

    Tanpa Pique, Barcelona Tak Masalah

    Tanpa Gerard Pique yang dijatuhi larangan bertanding, Barcelona kemungkinan besar akan bermain dengan Jeremy Mathieu dan Javier Mascherano di jantung pertahanan. Bersama dengan Dani Alves dan Jordi Alba, mereka akan menjadi barisan terakhir yang harus Arsenal hadapi sebelum mengancam gawang yang dikawal Marc-Andre Ter Stegen.

    Dengan daftar cedera yang hanya berisi Rafinha dan Sandro, Barcelona akan tampil dengan kekuatan penuh mereka. Itu artinya Sergio Busquets akan memainkan peran poros tunggal serta Ivan Rakitic dan Andres Iniesta akan menjadi dua kreator utama serangan-serangan Barcelona. Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar, trio lini depan yang membuat Arsenal kewalahan di leg pertama, akan melakukan hal yang sama pada pertandingan kali ini.



    Itu artinya David Ospina, demi menjalani malam yang tenang di Barcelona, akan sangat bergantung kepada kedispilinan Hector Bellerin, Per Mertesacker, Laurent Koscielny, dan Nacho Monreal. Tanpa Aaron Ramsey yang cedera, poros ganda akan dipercayakan kepada Francis Coquelin dan Mohamed Elneny; pilihan yang masuk akal karena keduanya kompeten menjalankan peran gelandang bertahan.

    Penampilan Theo Walcott sedang naik turun belakangan namun belum lama ini ia memuji sang pemain dan Olivier Giroud, sehingga kemungkinan besar keduanya dipercaya bermain sebagai starter ketimbang Joel Campbell dan Danny Welbeck, masing-masing di posisi penyerang sayap kanan dan
    penyerang tengah. Di sisi kiri serangan, Arsenal akan sangat bergantung kepada Alexis Sanchez. Keberhasilan ketiganya mencetak gol akan sangat bergantung kepada suplai-suplai dari Mesut Ozil.

    Sama-sama Membuka Diri

    Luis Enrique mengakui bahwa hasil akhir pertandingan leg pertama menguntungkan timnya namun ia menolak jika Barcelona disebut sudah pasti lolos ke putaran berikutnya. Barcelona, menurutnya, masih harus bermain maksimal untuk memperjuangkan satu tempat di delapan besar. Enrique sudah memiliki rencana yang jelas untuk mencapai target yang ditentukan: 1) mematikan Mesut Ozil dan Alexis Sanchez, dan 2) menjauhkan diri dari serangan balik Arsenal dengan cara menjauhkan bola dari Arsenal dengan cara menguasai bola sebanyak mungkin.

    "Kami harus menangani pemain-pemain berkualitas seperti Mesut Ozil dan Alexis Sanchez," ujar Enrique dalam jumpa pers pra-pertandingan. "Kami akan menguasai bola sebanyak mungkin untuk mencegah serangan balik – tak akan mudah, namun belakangan kami melakukannya dengan baik. Alexis adalah pemain yang sangat penting bagi Arsenal dan tim nasionalnya. Ia pemain berkualitas, cepat dan kompeten dalam menyerang, dan permainannya berkembang sejak bergabung dengan Barcelona. Kami harus menanganinya dengan hati-hati."

    Mengingat Barcelona sudah mengantungi keunggulan agregat dua gol tanpa balas, rencana Enrique masuk akal. Untuk mencetak gol, Barcelona perlu menyerang. Namun menyerang tim yang memainkan taktik serangan balik seperti Arsenal juga berarti Barcelona memberi Arsenal peluang untuk menyerang mereka. Barcelona tak perlu mencetak gol untuk lolos, jadi untuk apa ambil risiko?



    Tentu saja Barcelona juga tak akan terus menguasai bola sepanjang pertandingan tanpa benar-benar menyerang. Namun mereka jelas tidak akan menyerang tanpa perhitungan yang matang, tanpa terlebih dahulu memaksa Arsenal membuka celah yang cukup lebar di lini pertahanan mereka. Dengan kata lain, Ivan Rakitic dan Andres Iniesta akan menjadi dua pemain yang paling banyak menguasai bola pada pertandingan ini.

    Arsene Wenger, sementara itu, sudah menyadari kesalahnnya pada leg pertama namun belum sepenuhnya mau meninggalkan pilihan keluar menyerang untuk mencetak gol-gol yang Arsenal butuhkan demi lolos ke delapan besar. Wenger berencana membuat Barcelona kerepotan bukan hanya dengan bertahan di kedalaman, namun juga dengan melancarkan serangan balik yang melibatkan banyak pemain, bukan hanya tiga penyerang dan Mesut Ozil.

    Wenger tampak sudah yakin dengan rencana yang ia siapkan hingga riciannya: Laurent Koscielny akan bermain karena keberadaannya dibutuhkan untuk meredam serangan balik Barcelona jika serangan balik Arsenal gagal membuahkan gol.

    "Kunci bagi kami adalah permainan bertahan yang solid," ujar Wenger dalam jumpa pers sebelum laga. "Kami harus menyerang dan taktik serangan balik cocok dengan kami. Kami akan melakukannya mengingat para pesulap Barcelona pasti tahu kami akan bertahan dengan baik. Koscielny penting bagi kami karena ia memiliki kecepatan dan Barcelona bagus dalam serangan balik."

    Dengan kata lain: Arsenal bisa mencetak gol ke gawang Barcelona, namun Barcelona pasti mencetak gol ke gawang Arsenal. Menang dengan selisih tiga gol dan lolos bukan misi mustahil... bukan untuk Arsenal, namun untuk Barcelona.

    ====

    *dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.



    (roz/din)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game