Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Spanyol: Madrid 4-0 Sevilla

    Aksi-aksi Bertahan Madrid yang Mengalahkan Sevilla

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Getty Images/Denis Doyle Foto: Getty Images/Denis Doyle
    Jakarta -

    Real Madrid sukses meraih poin penuh atas Sevilla. Kemenangan itu tak lepas dari aksi bertahan yang dilakukan pemain-pemain tengah dan depan mereka.

    Madrid menang telak 4-0 atas Sevilla di Santiago Bernabeu. Empat gol Madrid disarangkan Karim Benzema (6'), Cristiano Ronaldo (64'), Gareth Bale (66'), dan Jese Rodriguez (86'). Sebetulnya Sevilla memiliki kesempatan untuk mencetak gol melalui eksekusi penalti Kevin Gameiro. Namun kesempatan pada menit ke-27 itu berhasil ditepis kiper Madrid, Keylor Navas.

    Kekalahan ini merepresentasikan kelemahan skuat Sevilla. Pasalnya Sevilla memang sedang mengalami badai cedera. Nico Pareja, Marco Andreolli, Vitolo, Steven N'Zonzi, dan Yehven Konnoplyanka, sedang cedera. Ever Banega pun tidak bisa diturunkan karena hukuman kartu merah.

    Situasi tersebut berbeda dengan Madrid yang hampir menurunkan kekuatan penuhnya. Hanya Pepe dan Sergio Ramos yang tidak bisa diturunkan karena hukuman kartu merah. Duet Pepe dan Ramos digantikan Nacho dan Raphael Varane. Penggantinya itu pun tampil baik pada pertandingan ini.

    Sementara itu lini serang Madrid tampil cukup sempurna. Selain bisa menampilkan trio BBC (Bale, Benzema, dan Ronaldo) dengan keadaan bugar pada laga tersebut, ketiganya pun akhirnya kompak sama-sama berhasil mencetak gol.



    Sevilla Tidak Bisa Lepas dari Pressing Ketat Madrid

    Madrid tampil sangat luar biasa pada pertandingan ini. Sepertiga terakhir pertahanan mereka sulit ditembus Sevilla. Empat pemain belakang yang ditempati Danilo, Varane, Nacho, dan Marcelo, begitu mudah mematahkan serangan Sevilla. Lagi pula serangan Sevilla memang sangat minim akibat mandeknya suplai ke lini serang sebagai dampak penguasaan Madrid di lini tengah.

    Luca Modric, Casemiro dan Toni Kroos yang menghuni lini tengah sangat dominan di laga ini. Mereka sangat agresif dalam melakukan pressing ketat kepada Sevilla. Mereka secara konstan selalu menempatkan diri begitu dekat dengan pemain Sevilla untuk membayang-bayangi pergerakan lawan-lawannya kapan pun lawan sedang menguasai bola. Casemiro tampil menongol dengan agresivitasnya. Ia getol melakukan duel-duel perebutan bola dan sepanjang laga ia membuat tujuh tekel.

    Aksi-aksi bertahan lini tengah Madrid kala Sevilla menguasai bola ini pun masih dibantu oleh Trio BBC. Baik Bale, Benzema dan Bale aktif melakuakan aksi bertahan di sepertiga akhir lawan. Mereka berupaya agar para pemain bertahan Sevilla tidak banyak menguasai bola terlalu lama. Mereka ikut aktif menekan Sevilla dan akhirnya membuat Sevilla seperti terjebak di wilayahnya sendiri.

    Taktik pressing itu membuat Grzegorz Krychowiak sebagai pemegang bola pertama Sevilla di lini tengah tidak bisa berkutik. Krychowiak sering kehilangan bola. Matinya fungsi Krychowiak di lini tengah akhirnya membuat Iborra, gelandang serang Sevilla, harus sering turun lebih ke dalam untuk mencari bola.

    Nyatanya, bantuan dari Iborra pun tidak banyak membantu karena ia pun tidak lepas dari pengawalan Casemiro. Alhasil, Sevilla jarang memberikan suplai bola untuk lini serangnya karena lini tengah sepenuhnya dikuasai Madrid. Sevilla lebih sering mengandalkan para pemain belakangnya, atau terkadang Krychowiak, untuk melepaskan umpan jauh langsung menuju sayap. Tapi upaya-upaya itu tak kunjung efektif karena sering digagalkan pertahanan Madrid.

    Biasanya, umpan-umpan panjang dari belakang dilakukan oleh Adil Rami. Pemain berposisi bek tengah itu melepaskan empat kali umpan jauh pada laga ini. Tapi Rami pun tidak bisa bebas melepaskan umpan panjang karena selalu dibayang-bayangi Trio BBC. Sevilla pun terkurung di wilayahnya sendiri. Sementara Madrid pelan-pelan berhasil menaikan garis pertahannnya lebih tinggi dan menguasai penguasaan bola di wilayah Sevilla.

    Serangan Sevilla Mentok di Sayap

    Tekanan-tekanan yang dilakukan Madrid di wilayah Sevilla tentu mempermudah tugas rekan-rekannya di lini belakang. Marcelo, full-back kiri Madrid, menjadi lebih leluasa naik ke depan untuk membantu serangan. Beberapa kali Marcelo berhasil menerobos ke sepertiga akhir lawan.
    Memang aktifnya Marcelo membantu serangan bisa menjadi bumerang karena dapat dijadikan sasaran sasaran serangan sayap kanan Sevilla. Akan tetapi Marcelo semalam sanggup melakukan transisi dari menyerang ke bertahan dengan baik.

    Kekosongan ruang yang ditinggalkan Marcelo kala ia naik menyerang juga selalu bisa diisi Nacho, bek tengah, yang kerap bergerak agak lebar ke kiri. Nacho pun tidak terlalu khawatir meninggalkan sarangnya. Pasalnya penyerang Villareal, Gameiro, pun lebih sering bergerak ke bawah untuk menjemput bola dan ia tidak bisa lepas dari kawalan Varane.

    Sementara itu pada full-back sebelah kanan, Danilo tidak seaktif Marcelo untuk membantu serangan. Danilo ditugaskan agar lebih bertahan. Selain itu, tugas Danilo juga dipermudah dengan Bale yang aktif bertahan. Bahkan, Bale berhasil melakukan dua tekel bersih dan dua intersepsi untuk membantu Danilo bertahan. Maka dari itu serangan Sevilla ke sisi kanan Madrid lebih minim.



    Gareth Bale yang Bermain Trengginas

    Bale tampil sangat impresif pada pertandingan kali ini. Hal itu dibuktikan dengan asist kepada Benzema ketika laga baru berjalan enam menit. Bale pun menjadi titik tumpu serangan Madrid melalui sisi kanan. Padahal ia selalu mendapatkan kawalan dari Benoit Tremoulinas di sepertiga pertahanan Sevilla. Namun Bale berhasil menaklukan full-back kiri asal Prancis tersebut.

    Bale memang tidak mengeceoh Tremoulinas melalui dribel-dribelnya, namun ia mengalahkannya dengan kecepatan larinya. Tremoulinas tidak mampu mengejar kecepatan lari Bale di sisi kiri pertahanan. Apalagi Bale aktif bergerak turun ke bawah membatu pertahanan. Sehingga Tremoulinas merasa lebih santai menjaga pertahanannya, namun Bale sering tiba-tiba datang dengan kecepatan larinya. Kemudian ia menerima bola dengan sentuhan yang sempurna. Lalu membuat ancaman-ancaman di pertahanan Sevilla.

    Selain bergerak lurus di sisi kanan. Bale juga kerap bergerak ke tengah membuka ruang di area kotak penalti. Hal inilah yang membuat duet bek tengah Sevilla antara Rami dan Timothe Kolodziejczak berantakan. Pasalnya dua bek tengah Sevilla itu kerap fokus menjaga Benzema. Belum lagi pertahanan Sevilla terpecah oleh kehadiran Marcelo yang aktif menyerang si sisi kiri.

    Mobilitas Bale itu pun membuatnya mampu melepaskan empat umpan kunci, termasuk satu asist dalam upayanya tersebut. Bale juga melepaskan tujuh kali percobaan tendangan. Bahkan, salah satunya berhasil menjadi gol. Satu upaya tendangannya yang lain mengenai mistar gawang Sevilla.



    Kesimpulan

    Gaya pressing Madrid berhasil mengurung Sevilla di wilayahnya sendiri. Hal tersebut membuat permainan Sevilla tidak berkembang dan hanya mengandalkan umpan-umpan panjang ke sektor sayap. Upaya Sevilla itu pun tidak efektif karena serangan sayapnya mentok oleh pertahanan Madrid. Sehingga Gameiro pun tidak mendapatkan suplai bola.

    Dengan Sevilla yang terjebak di wilayahnya sendiri, Madrid praktis bukan sekadar menguasai bola dengan dominan, namun juga menjadi sangat tajam dalam menyerang. Marcelo bisa leluasa naik ke depan dari sisi kiri mengimbangi gebrakan Bale yang menggempur dari sisi kanan.

    ====

    *dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.



    (roz/krs)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game