Liga Champions: Barcelona 2-1 Atletico
Semuanya Berubah Setelah Atletico Bermain dengan 10 Orang
Foto: Getty Images/David Ramos
Meskipun FC Barcelona tampil sebagai tuan rumah, Blaugrana dan Atletico Madrid sama-sama bermain intens dini hari tadi. Pertandingan perempat final leg pertama Liga Champions UEFA tersebut berlangsung sengit terutama pada babak pertama, tetapi pada akhirnya Atletico harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1.
Barca mampu bangkit dan menang setelah tertinggal gol terlebih dahulu dari Fernando Torres di menit ke-25. Pasukan Luis Enrique berhasil memenangkan pertandingan dengan dua gol yang dicetak oleh Luis Suarez di babak kedua.
Bukan El Clasico, tetapi pertandingan antara kedua kesebelasan asal Spanyol ini adalah pertandingan yang dicap sebagai yang terbesar di Spanyol saat ini, mengingat kedua kesebelasan adalah penghuni peringkat pertama dan kedua di klasemen sementara La Liga Spanyol.
![]() |
Gambar 1: Susunan sebelas pemain FC Barcelona dan Atletico Madrid dengan angka yang ditunjukkan adalah akurasi operan - sumber: WhoScored
Sesuai perkiraan kami sebelumnya (Baca Pratinjau Pertandingan: Atletico Harus Bertahan dan Mematikan Trio MSN), Enrique menurunkan susunan sebelas pemain yang benar-benar sama ketika mereka dikalahkan 2-1 oleh Real Madrid akhir pekan yang lalu kecuali pada posisi penjaga gawang.
Fernando Torres: From Hero to Zero
Sebenarnya Atletico bisa bermain lebih efisien dari Barca dini hari tadi, terutama pada awal sampai pertengahan babak pertama. Dari awal pertandingan, pasukan Diego Simeone terlihat bermain lebih defensif dan mengandalkan serangan balik.
Hal ini membuat bola lebih banyak dikuasai oleh Andrés Iniesta dkk. Bedanya, tidak ada ancaman berarti dari trio 'MSN' (Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar) karena Atletico berhasil meredam suplai bola ke mereka melalui trio gelandang yang mereka pasang (perhatikan Gambar 3 bagian kiri).
Sampai sebelum gol pertama, Atletico mampu bermain menyerang dengan serangan balik cepat ke jantung pertahanan Blaugrana. Beberapa operan ke sepertiga lapangan Barca pun lahir dari skema operan panjang maupun kecepatan pergerakan pemain mereka.
![]() |
Gambar 2: Grafik operan Atletico menuju sepertiga lapangan Barcelona dari awal pertandingan sampai menit ke-35 (ketika Fernando Torres diusir) - sumber: FourFourTwo Stats Zone
Seperti yang terlihat pada gambar di atas, sebanyak 16 operan ke wilayah sepertiga pertahanan Barca berhasil Atletico lepaskan sampai menit ke-35, namun setelah itu di sisa 55 menit lebih pertandingan, mereka hanya mampu mencetak 18 operan berhasil ke sepertiga pertahanan Barca.
Hal ini terjadi lantaran 10 menit setelah Atleti membuka kran skor, Fernando Torres, sang pencetak gol justru diusir oleh wasit setelah ia menerima dua buah kartu kuning hasil dari tekelnya yang sebenarnya tidak perlu.
Sebagai catatan, gol Torres tersebut adalah hasil dari tembakan mengarah ke gawang (shot on target) pertama, dari dua shot on target, Atletico dini hari tadi. Mantan penyerang Liverpool dan Chelsea ini mampu melakukan pergerakan yang baik dalam menerima umpan dari Koke sebelum menjebol gawang yang dikawal oleh Marc-Andre ter Stegen.
Atletico Menumpuk Banyak Pemain di Dalam Kotak Penalti
Permainan efektif dan efisien Simeone harus tergangu akibat mereka harus bermain dengan 10 pemain. Sebelumnya Atletico mampu menahan Barcelona di lini tengah, tapi kemudian dengan 10 pemain, mereka lebih mundur lagi dengan menahan serangan Barcelona di wilayah pertahanan mereka sendiri (perhatikan Gambar 3 bagian kanan).
![]() |
Gambar 3: Grafik permainan bertahan Atletico Madrid sebelum (kanan) dan setelah (kiri) bermain dengan 10 pemain - sumber: FourFourTwo Stats Zone
Pada gambar di atas, bisa dilihat jelas aksi bertahan Atletico sebelum bermain dengan 10 pemain adalah kebanyakan berada di tengah sampai depan wilayah kotak penalti mereka sendiri. Namun, setelah bermain dengan 10 pemain, aksi bertahan mereka kebanyakan dilakukan di daerah kotak penalti mereka sendiri. Setelah itu praktis Barcelona mampu menguasai pertandingan sepenuhnya.
Tapi, bukan Atletico namanya kalau pertahanan mereka tidak kuat. Diego Godín dkk sebenarnya mampu meredam serangan demi serangan Blaugrana, hanya saja mereka memang benar-benar dibuat kerepotan karena harus bermain dengan 10 pemain.
Dalam banyak kesempatan, kita bisa melihat 7, 8, bahkan 9 pemain Atletico berada di dalam kotak penalti, sehingga sulit bagi Barca untuk menembus pertahanan mereka. Ini membuat Barca banyak melakukan tembakan dari luar kotak penalti, yaitu sebanyak 8 tembakan (43%).
![]() |
Gambar 4: Proses terjadinya gol Luis Suarez yang menunjukkan ada sampai sembilan pemain Atletico di dalam kotak penalti mereka sendiri
Dengan sampai sekitar 8 pemain di dalam kotak penalti ini pun membuat Atletico hanya memiliki dua pemain saja untuk melakukan serangan balik. Sehingga, strategi serangan balik cepat mereka menjadi tidak efektif, terutama Gerard Piqué dan Daniel Alves yang berkali-kali mampu meredam ancaman Atletico.
Setelah bermain dengan 10 pemain, Atletico hanya berhasil melepaskan tiga buah tembakan yang semuanya tidak tepat sasaran.
Luis Suarez sebagai Faktor Pembeda
Trio 'MSN' sebenarnya mampu diredam oleh Atletico selama 90 menit. Sama seperti yang Real Madrid lakukan, bedanya Simeone meminimalisir ancaman 'MSN' dengan menumpuk pemain di dalam kotak penalti.
![]() |
Gambar 5: Grafik permainan menyerang Neymar dan Lionel Messi - sumber: FourFourTwo Stats Zone
Dengan menumpuknya banyak pemain di kotak penalti ini memaksa Barcelona untuk lebih kreatif. Hal ini membuat Messi bermain lebih ke dalam, seperti saat El Clasico yang lalu. Ia kembali tidak maksimal jika bermain lebih dalam, ini terbukti dengan Messi yang tidak terlibat di dalam kedua gol Barcelona.
Kemudian, Neymar sebenarnya sangat menonjol dengan kemampuan dribelnya. Ia berkali-kali terlihat mengobrak-abrik pertahanan Atletico, terutama dribelnya pada menit ke-51 yang berpotensi menjadi meme yang terkenal di internet.
Hanya saja, pemain asal Brasil ini tidak bisa melepaskan tembakan yang mengancam kecuali dari luar kotak penalti, termasuk tembakannya yang membentur mistar gawang di babak kedua.
Jika Messi dan Neymar tidak bisa menjadi faktor pembeda, tidak demikian dengan Suarez. Penyerang asal Uruguay ini sebenarnya tidak bermain terlalu baik pada babak pertama, di antaranya dengan tidak melepas tembakan, tidak membuat peluang, dan hanya satu dari tiga dribelnya yang berhasil.
Ia juga sebenarnya beruntung karena tidak diusir wasit akibat beberapa ulah nakalnya dini hari tadi, termasuk salah satunya adalah ketika ia menendang Juanfran.
Namun, pada babak kedua ia mampu bermain lebih baik dan lebih efektif. Ia masih tidak semenonjol Messi dan Neymar, tetapi gol pertamanya adalah buah dari kemampuannya dalam membaca ruang. Ia memanfaatkan tembakan melenceng Jordi Alba untuk kemudian melakukan tap-in (lihat kembali Gambar 4).
![]() |
Gambar 6: Proses terjadinya gol kedua dari Luis Suarez
Suarez kemudian menjadi pahlawan Barca dengan gol keduanya memanfaatkan umpan silang Alves setelah sebelumnya ia lah yang mampu membuka pertahanan Atletico dengan kombinasi operannya bersama Sergio Busquets dan Messi.
Gol Fernando Torres Bisa Menentukan di Leg Kedua Nanti
Memenangkan pertandingan dengan mencetak dua gol di babak kedua setelah ketinggalan satu gol di babak pertama adalah cara untuk memenangkan pertandingan yang menyenangkan untuk para Cules. Namun, Barcelona tidak boleh lengan di leg kedua nanti di Vicente Calderon, Madrid.
Satu hal yang harus dicatat adalah sebanrnya Atletico Madrid tidak bermain buruk. Mereka justru lebih efektif dan efisien. Satu hal yang mengubah cara bermain Atletico adalah saat mereka harus kehilangan Fernando Torres 10 menit sebelum babak pertama usai.
Setelah peristiwa itu, nasib Atletico benar-benar berubah. Bermain dengan 10 pemain pasti lah menyulitkan, apalagi melawan kesebelasan seperti Barcelona. Atletico pun bermain sangat bertahan dan menumpuk banyak pemain di dalam kotak penalti. Tujuan mereka setelah itu jelas, yaitu untuk tidak kebobolan.
Diego Simeone bisa dibilang beruntung karena mereka bisa saja kebobolan lebih banyak gol lagi semalam. Tetapi kekalahan tetaplah kekalahan. Meskipun demikain, satu gol dicetak oleh Torres bisa saja menjadi modal berharga bagi Atletico di leg kedua nanti. Torres memang tidak bisa bermain, tetapi golnya mungkin bisa menjadi kunci. Jika Atletico mampu bermain seperti pada 35 menit awal pertandingan dini hari tadi, bukan tidak mungkin mereka akan berhasil kembali merepotkan Barcelona pekan depan, apalagi jika mereka mampu mencuri satu gol yang sudah cukup untuk membuat mereka lolos ke semifinal.
====
*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.














