Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Champions: PSG vs City

    Meski Pincang, City Masih Bisa Menandingi PSG

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Getty Images Foto: Getty Images
    Jakarta - Leg pertama babak perempa final Liga Champions yang akan digelar di Parc des Princes, Paris, Kamis (7/4) dini hari WIB, akan mempertemukan tuan rumah Paris Saint-Germain menghadapi Manchester City. Ini akan menjadi pertemuan kedua dalam sejarah mereka di mana yang pertama terjadi pada akhir tahun 2008 lalu (berakhir imbang 0-0).

    Pertemuan kali ini seolah akan menjadi ujian kualitas bagi kedua kesebelasan. Langkah PSG di Liga Champions selalu terhenti di babak perempatfinal dalam tiga musim terakhir. Sementara bagi City ini merupakan kali pertama mereka tampil di babak perempatfinal.

    Dengan skuat bertabur bintang yang dimiliki kedua kesebelasan, pertandingan dipastikan akan berlangsung sengit. Kondisi kedua kesebelasan yang dirundung sejumlah pemain utama yang cedera pun akan memperketat jalannya pertandingan.

    Laga yang Tak Akan Mudah Bagi Lini Tengah PSG

    Pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Chelsea, PSG harus tampil tanpa Marco Verratti di lini tengah. Meski pada akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 1-2, tapi PSG kurang superior di mana lini tengah PSG kesulitan menaklukkan lini tengah Chelsea yang diisi oleh Cesc Fabregas, Obi Mikel, dan Willian.

    Hal ini bisa kembali terjadi pada leg pertama melawan Manchester City nanti. Ketika City akan kembali diperkuat oleh Kevin De Bruyne yang sebelumnya sempat cedera panjang, Verratti masih belum pulih dari cedera. Posisinya akan kembali digantikan oleh gelandang muda, Adrien Rabiot.

    Persoalannya bukan kualitas Rabiot yang tak lebih baik dari Verratti, namun kehadiran Rabiot membuat gaya bermain dua gelandang lain PSG, yaitu Blaise Matuidi dan Thiago Motta, harus berubah. Tak seperti Verratti yang bermain sebagai regista, Rabiot bertipikal gelandang box-to-box. Hal ini membuat Thiago dan Matuidi harus menjaga kedalaman di lini tengah, yang biasanya bisa dibantu Verratti.

    Matuidi dan Motta sendiri bukannya tak mampu memainkan peran yang lebih defensif. Namun dalam skema yang sering diterapkan Pelatih PSG, Laurent Blanc, sebelumnya Matuidi dan Thiago difungsikan sebagai gelandang yang lebih ofensif. Dengan perbedaan gaya main Rabiot dan Verratti, permainan Matuidi dan Motta harus menyesuaikan kembali, yang akhirnya kontribusi keduanya kurang terlihat.



    Pada laga melawan AS Monaco sebelum jeda internasional, Blanc mencoba memasang Angel Di Maria pada posisi yang biasanya ditempati Matuidi. Hal ini dimaksudkan agar Rabiot bermain lebih defensif seperti Verratti. Namun eksperimen ini menimbulkan celah di lini tengah sehingga PSG harus kalah dengan skor 0-2. Tanpa Matuidi (baru masuk babak kedua), Motta kewalahan membendung serangan balik Monaco.

    Untuk segi penyerangan, lini tengah memang akan menaruh harapan besar pada Rabiot. Pada laga melawan Nice yang berakhir dengan skor 4-1 beberapa hari sebelum laga ini, Rabiot tampil impresif dengan mencetak satu assist.  Namun pada laga tersebut PSG sempat kesulitan pada awal-awal laga di mana Hatem Ben Arfa kemudian mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. PSG kemudian tampil lebih baik setelah Matuidi dan Motta bermain lebih defensif.

    Namun Manchester City jelas bukan Nice. Kualitas pemain Manchester City jelas jauh lebih baik. Meski akan bermain tanpa Yaya Toure yang mengalami cedera, kembali hadirnya De Bruyne bisa menjaga kualitas lini tengah City.

    Dua Makna dari Kondisi Manchester City

    Manchester City masih akan tampil tanpa Vincent Kompany, Yaya Toure, dan Raheem Sterling karena cedera. Sementara itu, Joe Hart kondisinya meski mulai membaik, masih diragukan tampil. Dapat dipastikan City akan bertandang ke markas PSG tidak dengan skuat terbaiknya.

    Akan tetap Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, telah bereksperimen sebelum laga ini digelar. Pada laga melawan Bournemouth akhir pekan lalu, ia menurunkan skuat terbaik yang bisa ia turunkan. Hasilnya cukup memuaskan di mana skuat berjuluk The Citizens berhasil menang empat gol tanpa balas.

    Di lini pertahanan meski tanpa Joe Hart dan Kompany, duet Eliaquim Mangala dan Nicolas Otamendi berhasil melindungi Willy Caballero dengan baik. Total keduanya mencatatkan tujuh sapuan, lima intersep, dan enam tekel.



    Dengan adanya Fernando dan Fernandinho di depan backfour, gawang City memang relatif lebih aman dari serangan. Dari 11 percobaan yang dilakukan Bournemouth, hanya dua yang on target sementara empat tembakan berhasil diblok.

    Secara kualitas Bournemouth memang jauh lebih baik dari PSG. Namun dengan unggul total menghadapi Bournemouth, ini menjadi jaminan bahwa lini pertahanan City siap menandingi PSG meski tanpa Kompany dan Yaya Toure.

    Sementara itu, absennya Sterling mampu diatasi dengan baik oleh David Silva yang bergeser ke sayap kiri. Ditemani De Bruyne dan Jesus Navas, lini kedua penyerangan City lebih bisa memanjakan Sergio Aguero.

    Namun bukan berarti Aguero akan menjadi sasaran utama Manchester City dalam melancarkan serangan. Terbukti dari empat gol ke gawang Bournemouth yang tidak hanya diciptakan Aguero, tapi juga De Bruyne, Fernando dan Aleksandr Kolarov.

    Samir Nasri yang sempat cedera panjang pun sebenarnya bisa menambah variasi serangan di mana mencetak satu assist meski masuk sebagai pemain pengganti. Namun Nasri sendiri dicoret dari skuat Liga Champions City sehingga tak bisa dimainkan pada laga ini.

    Kondisi Manchester City saat ini memang masih bisa menandingi kekuatan PSG. Namun jika para pemain utama nyatanya berhasil ditaklukkan strategi dari PSG, City bisa jadi akan kewalahan karena tak seimbangnya kualitas pemain utama dengan cadangan yang tersedia. Wilfried Bony, Kelechi Iheanacho, dan Martin Demichelis masih tampil angin-anginan dan kurang begitu bisa diandalkan sebagai bagian dari strategi alternatif Pellegrini.

    Kesimpulan

    Dengan melihat kondisi kedua tim di atas, PSG tampaknya tak akan mudah untuk bisa menguasai dan mendominasi jalannya pertandingan yang merupakan cara mereka memenangi pertandingan. PSG bisa kalah di lini tengah, sehingga membuat aliran bola ke sepertiga akhir bisa terputus lebih dini.

    Jika pun pada akhirnya PSG tetap menang, skor tipis tampaknya akan menjadi skor akhir laga ini. City meski dalam kondisi pincang, cukup siap menjalani laga ini. Belum lagi dengan perburuan titel liga Inggris yang semakin mengerucut pada Tottenham dan Leicester bisa membuat City tampil habis-habisan di Liga Champions, sama seperti PSG yang sudah memastikan diri juara di Ligue 1.

    ====

    *dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.

    (roz/roz)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game