Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Italia: Inter 2-0 Napoli

    Kecerdikan Inter Menghindari Lini Tengah Napoli

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    REUTERS/Alessandro Garofalo REUTERS/Alessandro Garofalo
    Jakarta -

    Inter terus menjaga momen untuk memasuki zona Liga Champions musim depan. Minggu (17/4) dinihari WIB, skuat besutan Roberto Mancini tersebut berhasil mengalahkan Napoli 2-0 di Giuseppe Meazza.

    Dua gol kemenangan Inter dicetak oleh kapten tim, Mauro Icardi, pada menit ke empat dan Marcelo Brozovic di menit 44.

    Rapatnya pertahanan Inter membuat Napoli kesulitan mengembangkan permainannya. Absennya Gonzalo Higuain jelas memengaruhi kualitas serangan skuat asuhan Mauruzio Sarri tersebut. Tidak adanya Higuain membuat Napoli harus mencari cara baru untuk mencetak gol.

    Di laga ini Mancini kembali memainkan 4-2-3-1 sebagai formasi utamanya. Adem Ljajic yang dikabarkan absen karena cedera, masuk daftar pemain cadangan meski tidak tampil. Sementara sang tamu memainkan formasi andalannya, 4-3-3. Manolo Gabbiadini menjadi starter, menggantikan Higuain.

    Inter Tunggu Napoli di Kotak Penalti

    Inter berhasil unggul cepat ketika pertandingan masih berjalan empat menit. Memanfaatkan umpan chip Gary Medel, Icardi yang berhasil lolos dari jebakan offside, menembak bola ke atas Pepe Reina dan berbuah gol.

    Gol itu membuat Napoli tersengat. Absennya Higuain menjadikan Sarri memfokuskan serangan Napoli ke sisi sayap yang diisi Lorenzo Insigne dan Jose Callejon. Tidak hanya itu, dua bek sayap mereka, Ivan Strinic dan Elseid Hysaj, juga dituntut untuk membantu pasokan bola ke kotak penalti Inter.

    Selain memanfaatkan sayap, Napoli juga langsung aktif dalam memainkan pressing. Ketika bola masih berada di daerah permainan Inter, mereka pun langsung aktif menutup pemain Inter yang membawa bola. Upaya tersebut membuat Napoli dapat memanfaatkan semua sisi untuk menyerang Inter.

    Taktik Napoli ternyata telah dipahami Mancini. Ia pun menginstruksikan pemain Inter untuk tak terburu-buru menyerang. Dengan garis pertahanan rendah, ia memilih untuk menunggu Napoli di daerah permainan Inter, terutama sepertiga terakhir.

    Selain untuk mengantisipasi Gabbiadini dalam menerima umpan terobosan, taktik ini dilakukan Inter untuk menutup pergerakan dua winger Napoli. Jika terlepas, kedua winger ini bisa saja melakukan solo run atau mengirim bola berbahaya ke kotak penalti Inter.

    Dengan sempitnya ruang gerak untuk melakukan akselerasi, pemain Napoli pun terpaksa memilih untuk melepas umpan silang. Napoli yang memiliki rata-rata 20 crossing per laganya meningkat menjadi 27 di laga ini. Total 27 umpan silang yang dilepaskan oleh Napoli bahkan hanya dua yang menemui sasaran.


    [Aksi sapuan (lingkaran) yang dilakukan Inter di area kotak penalti.]

    Pemilihan taktik ini ternyata begitu berpengaruh ke Inter. Crossing dari kedua sayap Napoli pada akhirnya menjadi sia-sia karena hanya meninggalkan seorang Gabbiadini di kotak penalti Inter.

    Inter Andalkan Umpan-umpan Panjang

    Trio gelandang Napoli -- Allan Marques, Jorginho, dan Marek Hamsik -- memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kesuksesan Napoli musim ini. Tidak hanya dalam mengkreasi serangan, ketiganya juga punya peran dalam mematikan serangan lawan sekaligus memulai serangan balik.

    Ketiga pemain ini juga memiliki catatan defensif yang cukup baik. Tidak hanya baik dalam melakukan intersep, ketiganya juga jago dalam melakukan tekel dan duel udara.

    Kekuatan ketiganya pun dipahami oleh Mancini. Eks manajer Manchester City ini meminta anak asuhnya untuk mengurangi duel dengan ketiga pemain tersebut. Salah satu contohnya adalah dengan mengurangi jumlah umpan pendek Inter di tengah lapangan.

    Whoscored mencatat Inter hanya melepas 297 umpan di laga ini, lebih sedikit ketimbang rata-rata mereka musim ini yang berkisar di 432 umpan per pertandingan. Mengurangi umpan-umpan di tengah lapangan, para pemain Napoli pada akhirnya tidak bisa terlalu sering melakukan pressing.

    Nerazzurri pada akhirnya lebih memilih banyak melepas umpan-umpan panjang. Icardi yang ditinggal sendiri di lini depan pun menjadi tumpuan Inter untuk menerima umpan-umpan panjang dari sisi tengah maupun belakang.


    [Umpan panjang yang dilepaskan oleh Inter. Sumber: Statszone]

    Tidak hanya itu, kiper Inter, Samir Handanovic, juga kerap melepas lemparan panjang ke sisi kiri yang diisi Ivan Perisic ketimbang melempar ke pemain belakang Inter maupun melakukan tendangan jauh ke tengah lapangan.

    Pilihan Mancini untuk melakukan umpan jauh ternyata berhasil. Berawal dari umpan jauh yang dilepaskan oleh Stevan Jovetic di tengah lapangan, Icardi berhasil lepas dari kawalan Kalidou Koulibaly. Lulusan La Masia ini pada akhirnya lebih memilih memberikan umpan ke Marcelo Brozovic. Tendangan chip Brozovic pun berhasil menaklukkan Pepe Reina.

    Gol ini sekaligus alarm bagi lini pertahanan Napoli. Di babak kedua, Napoli langsung memasukkan dua pemainnya yang beroperasi di sisi kiri, untuk mengubah jalannya pertandingan. Dries Mertens masuk menggantikan Insigne, sedangkan Faouzi Ghoulam masuk menggantikan Ivan Strinic.

    Meski keduanya berada di sisi kiri, masuknya kedua pemain ini langsung mengubah gaya bermain Napoli. Hamsik yang di babak pertama membantu penyerangan di sisi kiri yang diisi oleh Insigne, mendapat tugas lebih ke tengah untuk membuat Allan lebih fokus ke pertahanan.

    Inter Mengeksploitasi Sisi Kanan Napoli

    Sisi kanan menjadi titik lemah Napoli di laga ini. Beberapa kali umpan pemain Inter diarahkan ke sisi tersebut. Bahkan, dua dari umpan Inter di sisi kanan daerah permainan Napoli berbuah gol.


    [Grafik serangan Inter. Umpan Inter lebih banyak diarahkan ke sisi kanan pertahanan Napoli. Sumber: Squawka]

    Callejon yang kerap ditinggal di sepertiga terakhir daerah permainan Inter menjadi salah satu alasan mengapa sisi kanan Napoli dimanfaatkan oleh Inter. Tidak adanya Higuain memang membuat Sarri memasang Callejon di sepertiga terakhir Inter bersama Gabbiadini.

    Kurangnya bantuan dari pemain Napoli, terutama Callejon membuat Hysaj kewalahan. Ia kerap kesulitan menghadapi beberapa pemain Inter yang ditugaskan untuk bermain di sisi tersebut seperti Geoffrey Kondogbia, Ivan Perisic, dan Yuto Nagatomo.

    Kredit khusus patut diberikan pada Nagatomo. Pemain asal Jepang ini beberapa kali mampu masuk hingga sekitar kotak penalti untuk menerima umpan dari Perisic. Perisic juga semakin menjadi-jadi. Tidak adanya pemain Napoli yang melakukan back up di sisi kanan, membuatnya beberapa kali mengancam pertahanan Napoli, baik untuk melakukan solo run maupun melepas umpan.

    Hysaj tidak hanya kewalahan saat diserang, saat akan mengalirkan bola dari sisi kanan, bek asal Albania ini juga kerap kesulitan. Pemain Inter bahkan berani melakukan pressing ketika bola berada di penguasaan Hysaj. Intersep Inter yang paling luar pun terjadi di sisi kanan Napoli.

    Kesimpulan

    Tidak tampilnya Higuain yang menjadi fokus permainan Napoli berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Inter. Ketidak hadiran Higuain memang berpengaruh banyak ke permainan Napoli. Paling terlihat adalah tentu saja bagaimana Napoli hanya mengandalkan umpan-umpan silang dan matinya sisi kanan yang kerap diisi oleh Higuain.

    Selain berhasil memanfaatkan absennya Higuain, Inter juga berhasil menutup kuatnya lini tengah Napoli dengan melepas umpan-umpan panjang. Hasilnya, dua gol Inter lahir dari skema serangan ini.

    Imbas hasil ini, kini Inter pun memangkas jarak dengan AS Roma yang berada di peringkat ketiga atau posisi terakhir zona Liga Champions. Nerrazzuri kini berjarak tiga poin. Hanya saja Roma baru menjalani pertandingan ke-33 mereka pada Minggu (17/4).


    ====

    * Dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.

    (a2s/mfi)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game