Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Perdelapanfinal Piala Eropa: Prancis 2-1 Irlandia

    Prancis yang Berubah di Babak Kedua

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach
    Jakarta - Prancis berhasil melaju ke babak perempatfinal Piala Eropa 2016 setelah menang 2-1 atas Republik Irlandia. Dalam pertandingan yang dihelat di Parc Olympique Lyonnais, Minggu (26/6) petang WIB tersebut, dua gol Prancis dicetak Antoine Griezmann pada menit ke-58 dan ke-61, sementara gol Republik Irlandia dicetak Robbie Brady saat pertandingan baru berjalan dua menit.

    Tuan rumah mendominasi bola sepanjang pertandingan. Total, Dimitri Payet dan kolega memiliki 63,5 persen penguasaan bola. "Si Ayam Jantan" pun melepaskan 25 attempt yang 11 di antaranya tepat mengarah ke gawang Irlandia yang dikawal Darren Randolph. Penampilan apik kiper West Ham United tersebut, meminimalisasi peluang Prancis untuk mencetak gol lebih banyak.



    Serangan Irlandia

    Irlandia menyerang dengan tiga atau empat pemain, sementara sisanya mengadang Prancis yang berpeluang melakukan serangan balik. Serangan yang dilakukan Irlandia menyasar ke sisi untuk kemudian dipindahkan ke tengah.

    Dalam prosesnya, James McClean maupun Shane Long yang mengapit Daryl Murphy bergerak menuju arah bola. Saat bola bergerak di sisi kanan, berarti Long yang menjemput bola menuju sisi, sementara Long dan McClean berada di dalam kotak penalti. Begitu pula sebaliknya.

    Hal ini terlihat dari proses gol pertama yang merupakan serangan pertama Irlandia. Serangan dimulai dari sisi kiri saat Stephen Ward melepaskan umpan menuju kotak penalti.

    [Proses saat Ward mengirimkan umpan ke kotak penalti]

    Saat diumpan, bola diterima oleh Murphy karena Rami terpeleset dan gagal mengadang bola. Namun, kontrol bola Murphy berhasil ditahan Koscielny dan bola bergerak ke arah Long yang kemudian dijatuhkan Paul Pogba. Wasit menganggap tekel itu sebagai pelanggaran dan memberikan hadiah penalti untuk Irlandia. Eksekusi pun dilakukan dengan sempurna oleh Robbie Brady.

    [Skema serangan Irlandia]

    Irlandia sebenarnya melakukan skema serangan serupa khususnya pada babak pertama. Namun, serangan dari kaki ke kaki difokuskan ke sisi kanan yang memaksimalkan perpaduan Seamus Coleman-Jeff Hendrick-Shane Long.

    Hal ini bukannya tanpa alasan. Coleman dan Long punya kecepatan dan umpan silang yang bagus, sementara Hendrick memiliki determinasi untuk menembus pertahanan Irlandia.

    Gambar di atas memperlihatkan salah satu skema serangan Irlandia yang berasal dari umpan panjang Shane Duffy menuju Shane Long. Dalam proses seperti ini, Coleman dan Hendrick otomatis bergerak mendekati Long; Hendrick bergerak ke sisi, sementara Coleman ke depan.

    Sementara itu, sisi kiri Irlandia lebih difokuskan untuk bertahan. Sebab, Prancis memiliki ancaman yang jelas dalam diri Griezmann maupun Payet yang kerap bergerak ke sisi kanan, serta Paul Pogba yang membantu serangan.

    [Arah Serangan. Kiri: Prancis, Kanan: Irlandia. Sumber: WhoScored.com]

    Prancis Terburu-buru di Babak Pertama

    Kebobolan lewat gol cepat membuat serangan Prancis utamanya pada babak pertama seringkali kandas di lini pertahanan Irlandia. Pada babak pertama, Prancis melepaskan 8 attempt dengan 4 yang mengarah sasaran. Jumlah tersebut naik lebih dari dua kali lipat pada babak kedua dengan 17 attempt, 7 on target.

    Saat menyerang, N'Golo Kante diposisikan sebagai penyalur dari lini tengah ke lini serang maupun ke kedua sayap. Sementara itu, Pogba dan Blaise Matuidi bermain lebih melebar. Pola serangan ini menjadi terhambat karena terhalangnya area serangan Kante yang kerap menjadi tempat beredarnya Murphy ataupun Hendrick. Akibatnya, Prancis kehilangan fungsi dari Kante sebagai penyalur bola.

    [Skema serangan Prancis dan bagaimana Irlandia bertahan]

    Ini membuat alur bola Prancis terarah ke kedua sisi yang secara teknis bisa dihalau oleh pertahanan Irlandia. Ketika bertahan, Irlandia lebih fokus pada area tengah kotak penalti. Mereka berupaya menghalau umpan silang, maupun mengeblok tendangan para pemain Prancis.

    [Grafis umpan Prancis di babak pertama. Sumber: Squawka]

    Dari grafis di atas terlihat bola lebih sering diumpan ke kedua sisi ketimbang langsung ke depan kotak penalti. Asal umpan pun berasal dari area tengah lapangan yang memperlihatkan kalau Kante tengah kehilangan fungsinya. Selain itu, para pemain Irlandia pun melakukan pressing yang membuat para pemain Prancis tak bisa berleha-leha dengan bola.

    [Irlandia melakukan presssing]

    Perubahan di Babak Kedua

    Performa Kante yang tidak maksimal membuat Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menurunkan Kingsley Coman yang sejatinya pemain sayap. Pergantian ini menunjukkan pula perubahan gaya bermain Prancis pada babak kedua, karena Kante tidak diganti oleh pemain yang punya peran sama seperti Moussa Sissoko atau Yohan Cabaye, misalnya.

    Masuknya Coman secara teknis membuat Pogba berperan sebagai poros ganda bersama Matuidi, sementara Payet bermain di belakang Giroud. Perbedaan terlihat dari cara bertahan di mana hanya Giroud dan Griezmann yang menanti di lini serang, sementara Payet ataupun Coman turut membantu pertahanan.

    Perubahan ini terbilang efektif di mana Pogba mampu memainkan perannya sebagai pemutus serangan lawan dan perebut bola yang baik. Total, Pogba melakukan empat tekel atau yang terbanyak kedua setelah Griezmann, sekali intercept dan sekali sapuan.

    Setelah masuknya Coman, Prancis mulai bebas menekan seiring dengan mulai fokusnya Irlandia untuk bertahan.

    [Grafis umpan Prancis di babak kedua. Sumber: Squawka.com]

    Dari grafis di atas terlihat aliran bola Prancis mulai memenuhi area depan kotak penalti Irlandia. Akurasi umpan pemain Prancis pada babak kedua terbilang baik dengan total 89%.

    Perlahan, Prancis mulai menunjukkan efektivitas serangannya. Pada menit ke-58, berawal dari umpan Payet ke sisi kanan, bola diterima Bacary Sagna. Dengan sekali kontrol, Sagna langsung melepaskan umpan yang disambut sundulan Griezmann.

    [Proses gol pertama Prancis sebelum Sagna mengirim umpan]

    Dari proses gol tersebut, sebenarnya terlihat bagaimana skema pertahanan Irlandia utamanya pada babak kedua. O'Neill seperti menginstruksikan anak asuhnya untuk memenuhi area tengah. Hal ini memang efektif dengan Payet yang mengirimkan umpan ke samping. Dari gambar di atas, sejatinya bola umpan Sagna bisa dihalau karena Irlandia unggul jumlah pemain. Namun, mereka justru tidak memedulikan Griezmann yang berdiri bebas menyambut umpan.Dengan pertahanan seperti ini, Sagna bisa saja mengirimkan bola jauh ke sisi lainnya yang juga tidak terjaga.

    Namun, hal berbeda justru terlihat pada gol kedua Prancis di mana para pemain Irlandia justru bermain lebih melebar. Hal ini meninggalkan jarak yang membuat Giroud mampu memantulkan bola pada Griezmann untuk mencetak golnya yang kedua.

    [Proses gol kedua Prancis]

    Dari gambar di atas terlihat tidak ada gelandang Irlandia yang mengawal pergerakan Giroud. Di sisi lain, dua bek Irlandia, Duffy dan Keogh, justru "berebut" beradu duel dengan Giroud yang berakhir dengan kegagalan. Bola pantulan yang berhasil diterima Griezmann, dieksekusi dengan begitu tenang oleh sang pemain karena tidak ada pemain Prancis yang menjaganya.

    [Gambas:Sportradar]

    Kesimpulan


    Irlandia mengandalkan serangan lewat sisi kanan. Saat menyerang, mereka membuat Prancis mesti fokus bertahan agar tak kalah jumlah pemain di lini pertahanan.

    Gol cepat Irlandia membuat Prancis kesulitan untuk membangun serangan, terlebih peran Kante mampu dimatikan oleh lini tengah Irlandia. Deschamps melakukan keputusan tepat dengan mengubah pola permainan Prancis pada babak kedua.

    Hilangnya Kante justru membuat Prancis bermain lebih menekan dengan meladeni pertarungan di lini tengah. Pogba pun bermain baik dengan mementahkan serangan Irlandia.

    Dua gol kemenangan Prancis hadir saat Irlandia mulai kehilangan konsentrasi. Saat mereka memfokuskan pertahanan di area tengah, bola justru bergulir dari samping, sementara pada gol kedua, pertahanan Irlandia justru melebar.

    Usai dua gol tersebut, Irlandia kian tertekan dan makin sulit untuk melakukan serangan balik, terlebih Duffy dikartu merah pada menit ke-66. Beruntung kiper Irlandia, Randolph, bermain bagus dengan menahan sejumlah peluang Giroud dkk.

    ====

    *dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.

    (roz/a2s)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game