Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Inggris: Chelsea 2-1 West Ham

    Kemampuan Conte Mengubah Taktik dan Mengubah Hasil Pertandingan

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Getty Images/Michael Regan Foto: Getty Images/Michael Regan
    Jakarta - Chelsea memulai perjalanannya di Liga Primer Inggris musim 2016/17 dengan baik. Menjamu West Ham United di hadapan 41.521 penonton yang memenuhi Stadion Stamford Bridge, pada Selasa (16/8) dini hari WIB, The Blues menang dengan skor tipis 2-1.

    Eden Hazard membuka keran gol Chelsea lewat sepakan penaltinya saat babak kedua baru berjalan dua menit. Memasuki menit ke-77, West Ham mampu menyamakan kedudukan lewat sepakan James Collins usai memanfaatkan situasi kacau di depan gawang Thibaut Courtois. Kegembiraan West Ham tak berlangsung lama setelah Diego Costa mencetak gol balasan dan membuat skor berubah menjadi 2-1 di menit ke-89.

    Dengan kemenangan ini, Chelsea kini bertengger di peringkat ketiga bersama Hull City dan Manchester City, yang dalam laga sebelumnya sama-sama menang dengan skor 2-1. Sementara hasil kurang memuaskan ini membuat anak asuh Slaven Bilic kini harus puas menempati posisi satu strip di atas zona degradasi.



    Chelsea Halau Serangan West Ham Sejak Dini

    Kejutan terjadi beberapa saat jelang skuat Chelsea untuk laga melawan West Ham United digelar. Nama Francesc Fabregas ternyata tidak dipilih oleh pelatih Chelsea, Antonio Conte, untuk turun di laga ini. Eks pelatih timnas Italia tersebut lebih memilih untuk menduetkan Nemanja Matic dan N'Golo Kante sebagai pelindung back four mereka.

    Keberadaan Matic dan Kante bersama di tengah lapangan rupanya adalah salah satu strategi Conte untuk mengisolir penyerangan West Ham. Dalam laga ini, Chelsea terlihat begitu fasih memainkan garis pertahanan tinggi dan pressing.

    Dengan gaya bermain tersebut, Chelsea begitu leluasa mematikan serangan West Ham. Apalagi, terkadang, tidak hanya Matic dan Kante yang berupaya merebut bola di tengah lapangan, namun juga bek tengah Chelsea, Gary Cahill.

    Kondisi tersebut membuat West Ham kesulitan untuk masuk ke pertahanan Chelsea. Belum lagi soal tendangan gawang West Ham yang hampir semuanya diarahkan ke posisi berdiri Andy Carroll. Adanya Cahill dan Matic yang berpostur tinggi besar membuat Carroll terlihat begitu kesulitan.


    Gambar 1 – Grafis aksi defensif yang dilakukan oleh Chelsea – sumber: FourFourTwo Stats Zone

    FourFourTwo Stats Zone mencatat, dari 20 kali perebutan bola di lapangan tengah, Chelsea berhasil memenangi 55% atau 11 duel. Sementara West Ham hanya mampu unggul dari sembilan duel saja.

    Usai memenangi perebutan di lapangan tengah, pemain Chelsea langsung mengarahkan bola ke kedua sisi sayap, yang diisi oleh Eden Hazard dan Cesar Azpilicueta di kiri serta Willian Borges dan Branislav Ivanovic di sebelah kanan.

    Strategi Conte ini terbilang berhasil lantaran dua bek sayap West Ham, Michail Antonio dan Arthur Masuaku kerap bekerja sendirian akibat Enner Valencia dan Andre Ayew dibiarkan tetap di depan. Padahal, jika melihat upaya yang dilakukan oleh pemain Chelsea, harusnya duet bek sayap ini tak bekerja sendirian.

    Akibat minimnya bantuan ke kedua bek sayap, para pemain Chelsea dapat dengan mudah menembus sisi sayap West Ham, terutama di sepertiga terakhir daerah permainan anak asuh Bilic. Sayap kanan Chelsea, Willian, tercatat mampu melepas tiga umpan silang dan dua kali membuat shot on goal usai lepas dari kawalan Masuaku.

    Sementara, Hazard, yang kerap lolos dari Antonio, berhasil membuat tiga umpan silang serta dua kali melakukan akselerasi untuk masuk ke kotak penalti yang diakhiri dengan tembakan.

    Kokohnya Sektor Depan Kotak Penalti West Ham

    Berbeda dengan sisi sayap yang menjadi lubang West Ham di laga ini, sektor tengah, permainan mereka justru tampil dengan begitu baik. Faktor ini sendiri disebabkan oleh rapatnya jarak antara bek tengah dan trio gelandang yang diturunkan.

    Para pemain West Ham lebih sabar untuk merebut bola ketika bola belum memasuki sepertiga terakhir pertahanan mereka. Jika bola masih berada di tengah lapangan, para pemain ini cenderung tak melakukan pressing agresif.

    Tiga gelandang yang dimainkan oleh Cheikhou Kouyate, Havard Nordtveit, dan Mark Noble, di laga ini sendiri memiliki tugas yang hampir sama, yakni memutus aliran bola dari lini tengah Chelsea ke Diego Costa.

    Tugas tersebut membuat Chelsea sulit menekan dari tengah lapangan dan memilih menyerang West Ham dari sisi sayap. Oscar yang beberapa kali posisinya terjepit dan membuatnya sulit melepas umpan, bahkan sempat menjatuhkan diri di kotak penalti.

    Salah satu kunci di lini tengah West Ham adalah Cheikhou Kouyate. Sepanjang pertandingan, Kouyate berkali-kali jatuh bangun untuk memutus aliran bola dan merusak serangan yang dibangun oleh pemain Chelsea. Tidak heran, Kouyate pun mencatatkan tujuh tekel dan empat intersep di laga ini.

    Namun, menghadirkan tembok kokoh di depan kotak penalti West Ham juga mengakibatkan mereka harus rela mengorban sesuatu. Barisan lini depan West Ham yang diprediksi bakal tajam, penampilannya jauh dari kata mengesankan di laga ini.

    Kurang baiknya barisan lini depan West Ham sendiri terjadi akibat minimnya pasokan bola yang mereka terima, utamanya di babak pertama. Melihat statistik, dalam 45 menit babak pertama, West Ham hanya melakukan 35 umpan ke pemain di lini depan, yang mana dari umpan tersebut hanya berhasil 17.

    Menurunnya Pressing Chelsea di Babak Kedua

    Apiknya permainan yang dimainkan oleh Chelsea di babak pertama membuat mereka layak dipuji. Namun di babak kedua, terutama setelah mencetak gol, layak membuat pujian tersebut ditarik kembali.

    Apa yang ditunjukkan Chelsea setelah gol begitu buruk. Pressing dan garis pertahanan tinggi yang mereka terapkan di babak pertama tak lagi terlihat. Garis pertahanan mereka langsung menurun dan tak lagi ada pressing ketat untuk diusung.

    Situasi ini pun berhasil dibaca oleh Bilic. Menurunnya tempo permainan Chelsea, membuatnya mengubah formasi West Ham menjadi 4-2-1-3 dan memasukkan Dimitri Payet. Masuknya Payet sendiri tak hanya mengubah pola serangan West Ham, tapi juga membuat West Ham memiliki pemain yang bisa menghubungkan lini tengah dengan lini depan, jenis pemain yang dari babak pertama tak ada di lapangan.


    Gambar 2 –Perbandingan serangan West sebelum Payet masuk [kiri] dan setelah Payet masuk [kanan]. Sumber: FourFourTwo Stats Zone

    Tidak hanya itu, kelebihan Payet dalam mengeksekusi tendangan bebas membuat Chelsea kesulitan. Dua kali tendangan bebas West Ham yang dieksekusi Payet mampu membuat kekacauan di depan kotak penalti The Blues.

    Pilihan Chelsea untuk menurunkan situasi bertahannya pada akhirnya berbuah sebuah gol untuk West Ham. Bermula dari sepakan pojok Payet, bola gagal dihalau dengan baik oleh Azpilicueta. Bola halauan Azpilicueta pada akhirnya mengarah ke Collins dan berhasil disepak dengan baik oleh bek asal Wales tersebut. Skor pun berubah menjadi 1-1.

    Tekanan Lanjutan West Ham Menyebabkan Kebobolan

    West Ham tak mengubah gaya bermain setelah mencetak gol penyama kedudukan. The Hammers pun masih memasang empat pemain bertipe menyerang di lini depan. Perubahan yang paling terlihat setelah West Ham mencetak gol mungkin hanya upaya untuk mengulur-ulur waktu.

    Conte paham apa yang dilakukan oleh Bilic ternyata menimbulkan lubang di lini belakang West Ham. Chelsea yang masih menyisakan tiga pergantian permain, langsung menghabiskan semua jatah. Pedro, Victor Moses, dan Michy Batshuayi langsung dimasukkan saat itu juga, dan membuat Chelsea memainkan formasi 4-4-2.

    Seketika, Chelsea mengubah taktiknya dengan mengandalkan serangan balik. Upaya ini pun berhasil. Beberapa kali jelang akhir pertandingan, Batshuayi, Moses, dan Pedro mampu membahayakan gawang Adrian. Pada akhirnya, empat menit setelah pergantian tersebut, Chelsea mampu mencetak gol balasan.

    Memanfaatkan bola lambung dari sisi tengah Chelsea, Batshuayi mampu mendahului Reid untuk menang di duel udara. Bola dari Batshuayi ini pun diarahkan ke Costa yang tak dijaga oleh pemain West Ham. Costa yang mendapatkan bola melakukan sekali gocekan dan melepaskan sebuah tendangan dari luar kotak penalti. Bola pun berhasil masuk ke gawang Adrian dan mengubah skor menjadi 2-1.

    Kesimpulan

    Chelsea memang berhasil menang. Namun, penampilan mereka begitu menurun saat mereka sudah unggul 1-0. Namun bagusnya, Chelsea butuh waktu yang sebentar untuk lepas dari tekanan usai skor berhasil disamakan oleh West Ham.

    Di sisi lain, apa yang hendak dilakukan oleh West Ham terganjal oleh minimnya umpan yang diberikan kepada lini serang. Selain itu, West Ham juga tidak memiliki pemain yang bisa menghubungkan lini depan dan lini belakang.

    Kemenangan bagi Chelsea dan kekalahan bagi West Ham ini, membuktikan bahwa konsentrasi dan pemilihan taktik jelang pertandingan berakhir memiliki peran penting dalam suatu pertandingan.

    ====

    *dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.

    (roz/mrp)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game