Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Champions: Man City 3-1 Barcelona

    Cara Manchester City Membalas Kekalahan Atas Barcelona

    - detikSport
    Foto: Reuters Foto: Reuters
    Jakarta - Barcelona menelan kekalahan pertama mereka di Liga Champions 2016/2017 pada Rabu (2/11/2016) dini hari WIB. Menghadapi tuan rumah Manchester City, Barcelona yang sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Lionel Messi harus pulang dengan kepala tertunduk karena Manchester City berhasil membalas tiga gol.

    Ya, secara mengejutkan Manchester City berhasil menjungkalkan Barcelona (3-1). Terbilang mengejutkan karena jika melihat pertemuan pertama kedua kesebelasan dua pekan yang lalu, di mana Manchester City begitu inferior dan kalah telak dari Barcelona dengan skor 4-0.

    Barcelona sebenarnya mendominasi penguasaan bola, bahkan di awal-awal pertandingan sangat merepotkan tuan rumah. Namun perubahan strategi dari Pep Guardiola, khususnya pada babak kedua, membuat City mampu keluar dari tekanan dan memenangi pertandingan.

    Cara Man City Membalas Kekalahan Atas BarcelonaFoto: Pandit Football Indonesia

    Gambar 1 – Susunan pemain utama Manchester City dan FC Barcelona

    Absennya Claudio Bravo karena terkena kartu merah pada pertandingan melawan Barcelona dua pekan yang lalu membuat Guardiola menurunkan Willy Caballero di bawah mistar gawang. Tidak seperti pada pertandingan di Camp Nou, kali ini ia menurunkan Sergio Aguero dari awal pertandingan sebagai ujung tombak.

    Sementara Luis Enrique tidak bisa menurunkan Anders Iniesta sehingga Andre Gomes diberikan kesempatan untuk bermain sejak menit awal. Meskipun demikian, ia tetap masih bisa menurunkan 'trio MSN' (Messi, Suarez, dan Neymar) di lini depan.

    City Sulit Mengembangkan Permainan pada Babak Pertama

    Secara umum, apa yang tersaji di Etihad Stadium tak terlalu jauh berbeda dengan yang tersaji di Camp Nou dua pekan yang lalu. Kedua kesebelasan berusaha menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola. Namun City lebih terlihat tak nyaman dibanding Barcelona ketika menguasai bola.

    Meski beberapa kali mampu lepas dari tekanan, namun build-up serangan kubu tuan rumah terlihat tak begitu baik. Di 15 menit pertama misalnya, City tak mampu melepaskan satu pun tembakan. City sangat kesulitan untuk sampai ke sepertiga pertahanan Barcelona.

    Cara Man City Membalas Kekalahan Atas BarcelonaFoto: Pandit Football Indonesia

    Gambar 2 – Grafis operan City di 15 menit pertama – Sumber: Squawka


    Barca pun langsung menguasai jalannya pertandingan sejak awal pertandingan. Pada 15 menit pertama tersebut, Barca sudah berhasil melakukan 148 operan, sementara City hanya 47 kali.

    Salah satu hal yang membuat City tak bisa membangun serangan dengan baik adalah City kali ini menurunkan Caballero di pos penjaga, di mana ia tidak lebih visioner untuk melepaskan diri dari tekanan melalui operan-operannya.

    Kegagalan build-up serangan City ini dimanfaatkan dengan baik oleh Barcelona, salah satunya dengan serangan balik. Gol Messi pada menit ke-20 pun menunjukkan kualitas serangan balik Barca yang mematikan.

    Berawal dari bola muntah tendangan Sergio Aguero yang diblok Javier Mascherano, Messi yang turun jauh menjemput bola mengirimkan bola kepada Neymar yang menunggu di sisi lapangan area middle third. Neymar kemudian melakukan solo run sambil menunggu Messi dan Suarez yang ada di depan, di dalam kotak penalti.

    Neymar yang berada di lebar lapangan dan Messi yang turun ke tengah tampak telah menjadi skema yang sudah disiapkan sebelumnya untuk melancarkan serangan balik. Gol Messi akhirnya hadir dari upaya tembakan pertama yang didapatkan Barca pada laga ini.

    Saling Menekan dan Serangan Balik

    Pada babak pertama, Barca menunjukkan dengan baik bagaimana cara membangun serangan sejak dari lini pertahanan dengan perlahan maupun dengan serangan balik. Mereka bisa membangun serangan dari belakang dengan mengandalkan kemampuan membagi bola Marc-AndrΓ© ter Stegen untuk keluar dari tekanan.

    Kedua kesebelasan sebenarnya sama-sama menerapkan pressing untuk memulihkan penguasaan bola sesegera mungkin sejak di lini pertahanan lawan. Namun di babak pertama, Barcelona lebih banyak sukses melakukannya. Setelah gol pertama yang dicetak Messi, mereka juga tidak mengendurkan tekanan mereka.

    Cara Man City Membalas Kekalahan Atas BarcelonaFoto: Pandit Football Indonesia

    Gambar 3 – Grafis pemulihan bola Manchester City (kiri) dan FC Barcelona (kanan) – Sumber: FourFourTwo Stats Zone


    Satu hal yang membuat Barcelona tidak bisa mencetak banyak gol di babak pertama adalah karena kurang tajamnya para penyerang mereka, terutama Suarez. Di babak pertama, setelah gol Messi, Barcelona berhasil mencatatkan 4 buah tembakan lagi tapi tidak ada satupun yang on target.

    Permasalahan pada penyelesaian akhir ini menghantui Barcelona pada akhir babak pertama. Sebuah kesalahan operan oleh Sergi Roberto berhasil dimanfaatkan oleh Manchester City. The Citizen yang juga menekan Barcelona membuat mereka memiliki sampai 4 pemain saat Aguero berhasil memotong operan Roberto tersebut.

    Ia kemudian mengirimkan bola kepada Raheem Sterling yang selanjutnya meneruskannya kepada Ilkay Gundogan untuk mencetak gol penyama kedudukan.

    Perubahan City di Babak Kedua

    Guardiola menunjukkan kemampuannya dalam beradaptasi di babak kedua. City memainkan sepakbola yang berbeda pada babak kedua tersebut. Mereka terlihat lebih percaya diri dengan berhasil melakukan tekanan-tekanan yang efektif.

    Setiap situasi tendangan gawang, lemparan ke dalam, dan setiap bola berada dekat Ter Stegen, 3-4 pemain City menekan Barcelona sampai ke wilayah mereka sendiri. Tekanan Aguero lebih didukung oleh Kevin de Bruyne serta David Silva dan Sterling. Hal ini membuat Barcelona tidak memiliki banyak opsi untuk melakukan operan dan membangun serangan.

    Ketika Barcelona bisa mendapatkan bola di wilayah tengah, Gundogan dan Fernando akan menekan juga. Ini membuat Barcelona jarang mendapatkan operan mereka sampai ke wilayah sepertiga lapangan menyerang mereka.

    Cara Man City Membalas Kekalahan Atas BarcelonaFoto: Pandit Football Indonesia

    Gambar 4 – Perbandingan grafis aksi penyerangan FC Barcelona di babak pertama (kiri) dan babak kedua (kanan) – Sumber: FourFourTwo Stats Zone


    Pada babak pertama, Barcelona berhasil mencatatkan 51 operan sukses di final third dari 71 usaha operan mereka. Tapi di babak kedua angka itu menurun menjadi 32 operan sukses dari 53 usaha operan saja.

    Sejalan dengan operan di final third di atas, angka tembakan mereka juga hanya bertambah 3 saja di babak kedua (tidak ada yang on target), di mana City mampu mencatatkan 8 tembakan (2 on target yang keduanya menjadi gol) lagi di babak kedua.

    Perubahan permainan City sangat terlihat di lini tengah di mana Sergio Busquets selalu terlihat kebingungan. Bahkan ia sampai harus melakukan pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu, dengan salah satunya menghasilkan tendangan bebas yang disepak oleh De Bruyne untuk mengawali proses terjadinya gol kedua City.

    Kemudian ketika City memimpin, Barcelona semakin kesulitan. Tekanan Barcelona yang berbahaya di babak pertama, tidak terlalu terlihat di babak kedua. City bisa keluar dari tekanan yang dilancarkan Barca dengan tidak memfungsikan Caballero sebagai pembagi bola yang turut berkontribusi dalam pembangunan serangan City. Sebaliknya, Caballero ditugaskan untuk mengirim umpan-umpan panjang setiap menguasai bola.

    Mayoritas umpan panjang Caballero sebenarnya gagal. Hanya saja dengan cara ini, lini pertahanan City menjadi lebih siap ketika kehilangan bola.

    Serangan Balik > Penguasaan Bola

    Perubahan gaya bermain City di babak kedua sangat tercermin dari permainan De Bruyne. Pada babak pertama, pemain asal Belgia ini terisolasi di sisi kiri penyerangan City. Tapi pada babak kedua, ia diwajibkan untuk terus mendekati bola yang berada dalam penguasaan City. Karenanya tak heran pada babak kedua De Bruyne sering terlihat berada di tengah.

    De Bruyne lebih sering terlibat dalam permainan di babak kedua. Ia mampu mencatatkan 32 operan, padahal di babak pertama ia hanya mampu mencatatkan 10 saja.

    Cara Man City Membalas Kekalahan Atas BarcelonaFoto: Pandit Football Indonesia

    Gambar 5 – Perbandingan grafis operan Manchester City di babak pertama (kiri) dan babak kedua (kanan) – Sumber: Squawka


    Serangan balik juga menjadi lebih sering dilancarkan City. Proses terciptanya gol ketiga berasal dari skema serangan balik City ketika sepak pojok Barca yang gagal mampu dimanfaatkan oleh Aguero dan De Bruyne yang berkombinasi di area middle third hingga depan kotak penalti.

    De Bruyne bermain di area tengah saat itu, Aguero di sisi kiri. De Bruyne-lah yang memberikan umpan daerah pada Jesus Navas (masuk menggantikan Sterling pada menit ke-71) yang kemudian menghasilkan gol kedua Gundogan.

    Salah satu hal yang terlihat di babak kedua adalah City yang tidak lagi berupaya mendapatkan penguasaan bola sebanyak-banyaknya pada babak kedua. Di akhir laga, penguasaan bola Barca unggul jauh dengan 65% berbanding 35%. Tapi apalah arti penguasaan bola, karena pada akhirnya City mampu menang dengan skor 3-1. (Pandit Football Indonesia/mrp)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game