Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Manchester United vs Arsenal

    Sayap Kanan Arsenal yang Berpotensi Dieksploitasi oleh MU

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Laurence Griffiths/Getty Images Foto: Laurence Griffiths/Getty Images
    Jakarta - Old Trafford akan disuguhkan sebuah pertandingan besar pada akhir pekan ini. Tuan rumah Manchester United akan disambangi oleh tamunya asal London, Arsenal. Ini adalah pertandingan klasik yang dinanti-nantikan.

    Tapi tidak cukup sampai di situ, bumbu dalam pertandingan ini bertambah lagi dengan bertemunya dua manajer yang selalu berseteru, Arsene Wenger dan Jose Mourinho, manajer United yang baru.

    Perseteruan mereka berdua yang mulai dibangun sejak Mourinho membesut Chelsea akan kembali dilanjutkan meskipun saat ini Mourinho sudah bersama 'Setan Merah'. Mourinho yang sempat dilarang mendampingi kesebelasannya karena terkena kartu merah, sudah boleh mendampingi United di bangku cadangan.

    United akan kehilangan penyerang andalan mereka, Zlatan Ibrahimovic. Penyerang asal Swedia ini terkena akumulasi kartu karena sudah menerima lima buah kartu kuning.

    Sementara Wenger yang belum pernah menang melawan Mourinho di Liga Primer Inggris (kecuali sekali, itupun di Community Shield musim lalu) masih akan menunggu apakah ia sudah bisa memainkan Alexis Sanchez atau belum untuk pertandingan malam ini di sepak mula yang paling awal, yaitu pukul 19:30 WIB.

    Wilayah Kanan Pertahanan Arsenal Rawan Tereksploitasi

    Tren taktik di Liga Primer sudah mengalami peningkatan sejak kedatangan manajer-manajer bonafid seperti Pep Guardiola, Juergen Klopp, Antonio Conte, Mauricio Pochettino, dan Ronald Koeman. Sementara Wenger dan Mourinho juga tidak kalah sukses dengan mereka semua.

    Taktik tiga bek yang mulai populer karena Chelsea yang selalu menang dan mencatatkan clean sheet, mulai dipakai juga oleh West Ham United serta Tottenham Hotspur di pekan ke-11 yang lalu. Bukan tidak mungkin kita akan melihatnya malam ini di Old Trafford.

    Arsenal kehilangan Hector Bellerin selama satu bulan karena cedera. Pemain Spanyol yang berposisi sebagai bek kanan ini tidak tergantikan. Secara alami, ada dua nama yang bisa menggantikan Bellerin, yaitu Mathiue Debuchy dan Carl Jenkinson.

    Debuchy sudah lama tidak bermain dan seperti sudah disingkirkan dari skuat The Gunners. Sejujurnya kami bahkan sampai lupa kalau Arsenal memiliki Debuchy. Sementara Jenkinson juga bernasib sama dengan Debuchy, ia jarang dimainkan ditambah penampilan terakhirnya di Old Trafford adalah saat Arsenal dibantai 2-8 oleh United di mana Jenkinson mendapatkan kartu merah di babak kedua.

    Wenger memang sebelumnya belum pernah menerapkan formasi tiga bek di kesebelasannya. Tapi melihat tren taktik akhir-akhir ini, jika ia tidak berani memainkan Debuchy atau Jenkinson (sebenarnya Jenkinson pernah beberapa kali bermain musim ini) atau pemain lainnya di posisi bek kanan, bisa jadi ia akan memainkan tiga bek.

    Jika benar Wenger memakai tiga bek, posisi wing-back kanan bisa diisi oleh Alex Oxlade-Chamberlain yang memiliki work rate tinggi dalam menyerang dan bertahan.

    Kalau Wenger tetap mengandalkan back four seperti biasanya, dan ia tidak memainkan Debuchy atau Jenkinson, ia sebenarnya bisa saja memainkan pemain out of position di situ misalnya Nacho Monreal (bek kiri), Shkodran Mustafi atau Robert Holding (keduanya bek tengah); tapi ini akan berpotensi untuk dieksploitasi oleh lawan mereka.

    Satu hal yang jelas dari pembahasan ini, kita bisa melihat wilayah kanan pertahanan Arsenal adalah wilayah yang berpotensi untuk dieskploitasi oleh United. Tentunya Wenger tidak ingin hal ini terjadi.

    Tanpa Ibrahimovic, Serangan United Bisa Lebih Cepat

    Bermain tanpa Ibrahimovic bisa menjadi berkah terselubung untuk United. Hampir dipastikan jika Marcus Rashford akan menjadi ujung tombak (akhirnya bukan di sayap lagi!) dan mengingatkan kita akan dua golnya ke gawang Arsenal musim lalu.
    Memainkan Rashford berarti akan membuat lini serang United bisa lebih mengandalkan kecepatan alih-alih kekuatan. Jika ia didukung oleh pemain-pemain seperti Anthony Martial dan Jesse Lingard di sayap, hal ini akan berbahaya untuk Arsenal yang kehilangan Bellerin.

    Bermainnya Pogba di belakang mereka bertiga juga bisa menjadi sinyal berbahaya untuk Wenger, di mana pemain termahal di dunia ini biasanya mampu mengisi ruang yang kosong, melakukan dribel menusuk, mempertahankan bola dengan badannya, atau melakukan tembakan jarak jauh.

    Secara tidak disangka-sangka Pogba sepanjang musim ini sudah menciptakan 19 peluang (terbaik di United) yang merupakan angka yang lebih baik daripada Sadio Mane (16), Jack Wilshere (14), Riyad Mahrez (14), Adam Lallana (13), Raheem Sterling (11), dan Alex Iwobi (11).

    Ia juga menjadi gelandang tengah yang paling banyak melakukan dribel sukses di Liga Primer dengan 27 kali (60% sukses), pemain terbaik dalam hal operan terobosan (5) di Liga Primer, memenangkan 26 duel udara (terbaik di United).

    Arsenal masih akan tanpa Santiago Cazorla. Hal ini juga akan membuat sulit di wilayah tengah mereka meskipun di sana masih akan ada Granit Xhaka, Francis Coquelin, dan/atau Mohamed Elneny.

    Pada saat melawan Spurs di pekan ke-11, Arsenal terlihat kerepotan ketika ditekan. United juga bisa memanfaatkan hal ini, apalagi Ander Herrera sudah bisa bermain.

    Keunggulan Permainan Tanpa Penyerang dari Arsenal

    Sejak awal musim, Arsenal bersama Liverpool berkali-kali bermain tanpa penyerang alami. Alexis hampir selalu diplot sebagai ujung tombak meskipun ia selalu mengambil posisi yang lebih ke dalam atau melebar. Begitu juga Theodore Walcott yang memperkaya dimensi penyerangan Arsenal sejauh musim ini.
    Kemampuan keduanya dalam bergerak turun dan menyambungkan permainan dari lini tengah adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh kesebelasan lainnya, termasuk United yang selama ini mengandalkan Ibrahimovic.

    Kalaupun mereka kesulitan, Olivier Giroud sudah siap bermain sebagai target forward untuk dilayani dengan bola panjang dan umpan silang.

    Permainan Mesut Ozil juga mendukung The Gunners dengan free role-nya sebagai No. 10. Ia diberi kebebasan untuk bergerak ke mana saja, sambil melihat rekan-rekannya mendapatkan ruang dan melayani mereka dengan operan-operan (14 operan yang berujung pada peluang dari empat pertandingan terakhir).

    United sebenarnya memiliki hal serupa dalam diri Henrikh Mkhitaryan, tapi pemain asal Armenia itu belum juga dimaksimalkan oleh Mourinho.
    Hal yang berbahaya bagi United adalah karena badai cedera mereka, terutama di lini belakang. Saat ini Mourinho diperkirakan hanya bisa mengandalkan Philip Jones, Marcos Rojo, dan Daley Blind di belakang karena cederanya Chris Smalling, Eric Bertrand Bailly, dan Luke Shaw (diragukan).

    Tentunya ini akan mengurangi rasa aman di daerah pertahanan United meskipun mereka masih bisa mengandalkan David de Gea di bawah mistar.

    Prediksi: Imbang

    Musim ini Liga Primer sudah banyak menghasilkan gol dari bola mati, jadi bukan tidak mungkin juga pertandingan malam ini akan ditentukan dari bagaimana kedua kesebelasan bisa bermain dengan halus (tanpa melakukan banyak pelanggaran) dan memanfaatkan setiap peluang yang didapatkan dari sepakan bola mati.

    Pertandingan di Old Trafford malam ini menjanjikan secara tradisi. Tapi jika melihat tren taktik akhir-akhir ini, kita bisa saja mendapatkan pertandingan yang monoton. Jika United bisa mencetak gol lebih dulu, hampir dipastikan Mourinho akan bermain lebih defensif.

    Sayap Kanan Arsenal yang Berpotensi Dieksploitasi oleh UnitedFoto: Pandit Football Indonesia

    Perkiraan susunan pemain Manchester United dan Arsenal


    Wenger belum apa-apa sudah mengeluhkan soal Alexis Sanchez di timnas Cile setelah jeda internasional. Ini bisa menjadi indikasi awal untuknya dalam mencari-cari alasan.

    Namun sejujurnya, jika melihat penampilan, Arsenal bisa menang atas United malam ini. Tapi melihat rekor Wenger melawan Mourinho, ini akan "menghalangi" Arsenal untuk menang.

    United yang sedang dalam penampilan tidak memuaskan pastinya ingin menjadikan pertandingan malam ini menjadi sebuah titik balik. Lagipula Mourinho pastinya ingin menjaga rekor bersihnya dengan Wenger di Liga Primer, di mana The Special One belum pernah sekalipun kalah dari The Professor. (din/fem)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game