Match Analysis
Pratinjau Arsenal vs PSG
Arsenal dan PSG Akan Saling Menekan Sejak Awal Pertandingan
Foto: Julian Finney/Getty Images
Jakarta - Arsenal dan Paris Saint-Germain sama-sama sudah memiliki 10 poin dan memuncaki klasemen sementara di grup A Liga Champions UEFA. Masih ada dua pertandingan lagi dan di matchday kelima dinihari nanti keduanya akan bertemu di Stadion Emirates, London.
Pada pertemuan pertama di Paris, kedua kesebelasan bermain imbang 1-1. Hal inilah yang akan membuat siapapun yang menang dini hari nanti akan lolos dari grup A menuju babak 16 besar dengan status sebagai juara grup, karena unggul head-to-head.
Manajer Arsenal Arsene Wenger menyatakan jika kesebelasannya mengincar kemenangan. "Sekarang, kami harus menyelesaikan pekerjaan kami [untuk menang] di kandang. Kami bermain imbang di sana (Paris) dan sekarang tergantung kami untuk menang."
PSG Lebih Unggul Soal Intensitas Permainan
Pada pertandingan melawan Manchester United akhir pekan lalu di Liga Primer Inggris, Arsenal berhasil menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1 tapi hanya melalui satu-satunya tembakan tepat ke arah gawang (shot on target) mereka. Hal ini tentunya agak mengecewakan untuk kesebelasan asuhan Wenger.
"Saya pikir kami ingin menunjukkan jika kami bisa mengalahkan gaya apa pun dari kesebelasan," kata Wenger.
Lawan mereka dinihari nanti, PSG, adalah kesebelasan yang mengandalkan penguasaan bola sekaligus kecepatan.
Harus menghadapi United sebelum Paris tentunya membuat skuat Arsenal berpotensi mengalami kelelahan. Wenger juga menyatakannya.
"PSG memiliki keuntungan karena mereka bisa mengatur [intensitas] pertandingan mereka. Mereka bermain melawan Nantes dan [mungkin hanya] bermain [dengan intensitas atau keseriusan] 80% atau 90%. [Sedangkan] kami bermain di Man United dan kami tidak memiliki 1% pun [pengurangan intensitas atau keseriusan]."
Pada akhir pekan yang lalu, Paris sendiri berhasil mengalahkan Nantes dengan skor 2-0 di Parc des Princes, Paris. Sampai saat ini berarti mereka tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi, termasuk menang di delapan pertandingan terakhir.
The Gunners, julukan Arsenal, sampai saat ini masih tidak terkalahkan dalam 17 pertandingan terakhir mereka. Namun penampilan mereka agak sedikit tersendat dengan tiga hasil imbang dari empat pertandingan terakhir mereka di Liga Primer.
"Kami sudah mendapatkan momentum [sejak awal November] tapi kami agak tersendat karena kami tidak memenangkan pertandingan kami. Kami ingin membangun momentum lagi," kata Wenger seperti yang kami kutip dari The Guardian.
Arsenal Tetap Harus Waspada Walaupun PSG Tanpa Di Maria
Arsenal masih akan tanpa Hector Bellerin yang cedera. Posisinya di bek kanan sebelumnya digantikan oleh Carl Jenkinson saat melawan United. Meskipun United beberapa kali mengincar daerah Jenkinson tersebut yang dinilai lemah, Arsenal tetap mampu bertahan dengan baik.
Jenkinson diperkirakan masih akan mengisi posisi tersebut. Selain Jenkinson, David Ospina juga masih dinilai akan bermain mengungguli Petr Cech. Sudah menjadi kebiasaan bagi Wenger untuk menurunkan Ospina di Liga Champions sementara Cech di Premier League, meskipun Cech dinilai lebih baik.
Di samping kedua pemain tersebut, Arsenal berpotensi menurunkan skuat terbaik mereka saat ini, di luar para pemain yang menderita cedera, karena seperti yang sudah Wenger katakan, Arsenal mengincar kemenangan. Tapi Theodore Walcott dan Aaron Ramsey diragukan tampil karena menderita cedera minor.
Meskipun Jenkinson, Shkodran Mustafi, dan Granit Xhaka berhasil membendung penyerangan United melalui sisi kanan pertahanan mereka, Arsenal tetap harus berhati-hati lantaran PSG mungkin akan melakukan hal yang sama.
Bedanya, PSG kemungkinan akan bermain tanpa Angel di Maria dan Layvin Kurzawa. Kedua pemain ini biasanya bermain di sayap kiri (Di Maria winger, Kurzawa full-back), artinya akan ada di wilayah kanan pertahanan Arsenal.
Ini akan membuat Jese dan Maxwell berpotensi bermain dari awal, yang sebenarnya tidak bisa dianggap enteng juga oleh Jenkinson dkk. di wilayah kanan Arsenal. Jese dan Maxwell adalah pemain yang bertipikal lebih menyerang.
Sementara kita masih akan menunggu apakah Wenger akan menurunkan Olivier Giroud, pencetak gol ke gawang United akhir pekan lalu, atau akan kembali membangkucadangkannya dengan kemungkinan menurunkan penyerang asal Prancis itu sebagai pemecah kebuntuan di babak kedua.
Rasanya menghadapi pertahanan PSG dengan duet Thiago Silva dan Marquinhos, Wenger akan mencoba kekuatan dahulu alih-alih kecepatan, sehingga ada kemungkinan Giroud akan bermain dari awal.
Meskipun Tanpa Banyak Pemain Utama, PSG Akan Menekan Sejak Awal
Di Liga Champions musim ini, Arsenal menjadi kesebelasan keempat yang paling sering membuat peluang, di bawah Bayern Munich, Atletico Madrid, dan Real Madrid (yang baru saja bermain dinihari tadi) dengan mencatatkan rata-rata 12 peluang per pertandingan.
Berdasarkan data ini, PSG patut waspada. Apalagi mereka tidak akan bisa memainkan Serge Aurier, full-back kanan andalan mereka, karena masalah administrasi. Kehilangan Aurier akan membuat PSG kemungkinan memainkan Thomas Meunier.
Absennya Aurier dan kemungkinan absen lainnya dari Kurzawa, akan membuat kedua sayap PSG menjadi sedikit rentan. Namun Blaise Matuidi, Thiago Motta, dan Marco Verratti dipastikan akan membantu pertahanan PSG, apalagi mereka bermain di kandang lawan.
Penjaga gawang Alphonse Areola juga diragukan, yang akan membuat Kevin Trapp berpotensi bermain sebagai penjaga gawang utama PSG dini hari nanti.
Sebelumnya PSG hanya pernah menang satu kali saat tandang menghadapi kesebelasan asal Inggris di semua kompetisi. Sementara sisanya, adalah tiga kali imbang dan empat kali kalah.
Unai Emery, manajer PSG, seharusnya sadar meskipun ia tidak bisa menurunkan pemain-pemain terbaiknya, tapi ia masih memiliki peluang terutama di awal-awal pertandingan.
Gol Edinson Cavani setelah 42 detik saja melawan Arsenal pada Bulan September adalah gol tercepat di Liga Champions musim ini. Pada kenyataannya, seluruh tiga gol yang bersarang di gawang The Gunners di Liga Champions musim ini adalah gol saat 15 menit pertama pertandingan.
Perkiraan susunan pemain Arsenal dan Paris Saint-Germain; warna kuning adalah pemain yang akan absen di matchday 6 jika terkena kartu kuning dini hari nanti
Prediksi
Di atas kertas, Arsenal lebih diunggulkan dibandingkan Paris Saint-Germain. PSG mengalami kesulitan karena berpotensi kehilangan Angel di Maria yang menderita cedera hamstring saat menghadapi Nantes. Absennya Serge Aurier juga menjadi masalah lainnya karena full-back kanan asal Pantai Gading itu berhasil bermain konsisten sejauh ini.
Hal tersebut akan membuat Unai Emery kepusingan. Namun, Arsene Wenger tetap berkonsentrasi kepada kekuatan kesebelasannya di mana Arsenal lebih banyak imbang akhir-akhir ini.
The Gunners tetap harus mewaspadai kecepatan pemain-pemain seperti Edinson Cavani, Lucas Moura, dan Jese, apalagi mereka masih akan kehilangan Hector Bellerin. Tapi keinginan Wenger untuk menang dan lolos dari grup A sebagai juara grup akan membuat Arsenal lebih diunggulkan dini hari nanti.
Bukan tidak mungkin Olivier Giroud akan kembali menjadi pemain yang bisa mengucurkan kran gol untuk The Gunners. Kami memprediksi Arsenal akan menang dengan skor 2-1.
(krs/nds)
Pada pertemuan pertama di Paris, kedua kesebelasan bermain imbang 1-1. Hal inilah yang akan membuat siapapun yang menang dini hari nanti akan lolos dari grup A menuju babak 16 besar dengan status sebagai juara grup, karena unggul head-to-head.
Manajer Arsenal Arsene Wenger menyatakan jika kesebelasannya mengincar kemenangan. "Sekarang, kami harus menyelesaikan pekerjaan kami [untuk menang] di kandang. Kami bermain imbang di sana (Paris) dan sekarang tergantung kami untuk menang."
PSG Lebih Unggul Soal Intensitas Permainan
Pada pertandingan melawan Manchester United akhir pekan lalu di Liga Primer Inggris, Arsenal berhasil menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1 tapi hanya melalui satu-satunya tembakan tepat ke arah gawang (shot on target) mereka. Hal ini tentunya agak mengecewakan untuk kesebelasan asuhan Wenger.
"Saya pikir kami ingin menunjukkan jika kami bisa mengalahkan gaya apa pun dari kesebelasan," kata Wenger.
Lawan mereka dinihari nanti, PSG, adalah kesebelasan yang mengandalkan penguasaan bola sekaligus kecepatan.
Harus menghadapi United sebelum Paris tentunya membuat skuat Arsenal berpotensi mengalami kelelahan. Wenger juga menyatakannya.
"PSG memiliki keuntungan karena mereka bisa mengatur [intensitas] pertandingan mereka. Mereka bermain melawan Nantes dan [mungkin hanya] bermain [dengan intensitas atau keseriusan] 80% atau 90%. [Sedangkan] kami bermain di Man United dan kami tidak memiliki 1% pun [pengurangan intensitas atau keseriusan]."
Pada akhir pekan yang lalu, Paris sendiri berhasil mengalahkan Nantes dengan skor 2-0 di Parc des Princes, Paris. Sampai saat ini berarti mereka tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi, termasuk menang di delapan pertandingan terakhir.
The Gunners, julukan Arsenal, sampai saat ini masih tidak terkalahkan dalam 17 pertandingan terakhir mereka. Namun penampilan mereka agak sedikit tersendat dengan tiga hasil imbang dari empat pertandingan terakhir mereka di Liga Primer.
"Kami sudah mendapatkan momentum [sejak awal November] tapi kami agak tersendat karena kami tidak memenangkan pertandingan kami. Kami ingin membangun momentum lagi," kata Wenger seperti yang kami kutip dari The Guardian.
Arsenal Tetap Harus Waspada Walaupun PSG Tanpa Di Maria
Arsenal masih akan tanpa Hector Bellerin yang cedera. Posisinya di bek kanan sebelumnya digantikan oleh Carl Jenkinson saat melawan United. Meskipun United beberapa kali mengincar daerah Jenkinson tersebut yang dinilai lemah, Arsenal tetap mampu bertahan dengan baik.
Jenkinson diperkirakan masih akan mengisi posisi tersebut. Selain Jenkinson, David Ospina juga masih dinilai akan bermain mengungguli Petr Cech. Sudah menjadi kebiasaan bagi Wenger untuk menurunkan Ospina di Liga Champions sementara Cech di Premier League, meskipun Cech dinilai lebih baik.
Di samping kedua pemain tersebut, Arsenal berpotensi menurunkan skuat terbaik mereka saat ini, di luar para pemain yang menderita cedera, karena seperti yang sudah Wenger katakan, Arsenal mengincar kemenangan. Tapi Theodore Walcott dan Aaron Ramsey diragukan tampil karena menderita cedera minor.
Meskipun Jenkinson, Shkodran Mustafi, dan Granit Xhaka berhasil membendung penyerangan United melalui sisi kanan pertahanan mereka, Arsenal tetap harus berhati-hati lantaran PSG mungkin akan melakukan hal yang sama.
Foto: Reuters / Gonzalo Fuentes Livepic |
Ini akan membuat Jese dan Maxwell berpotensi bermain dari awal, yang sebenarnya tidak bisa dianggap enteng juga oleh Jenkinson dkk. di wilayah kanan Arsenal. Jese dan Maxwell adalah pemain yang bertipikal lebih menyerang.
Sementara kita masih akan menunggu apakah Wenger akan menurunkan Olivier Giroud, pencetak gol ke gawang United akhir pekan lalu, atau akan kembali membangkucadangkannya dengan kemungkinan menurunkan penyerang asal Prancis itu sebagai pemecah kebuntuan di babak kedua.
Rasanya menghadapi pertahanan PSG dengan duet Thiago Silva dan Marquinhos, Wenger akan mencoba kekuatan dahulu alih-alih kecepatan, sehingga ada kemungkinan Giroud akan bermain dari awal.
Meskipun Tanpa Banyak Pemain Utama, PSG Akan Menekan Sejak Awal
Di Liga Champions musim ini, Arsenal menjadi kesebelasan keempat yang paling sering membuat peluang, di bawah Bayern Munich, Atletico Madrid, dan Real Madrid (yang baru saja bermain dinihari tadi) dengan mencatatkan rata-rata 12 peluang per pertandingan.
Berdasarkan data ini, PSG patut waspada. Apalagi mereka tidak akan bisa memainkan Serge Aurier, full-back kanan andalan mereka, karena masalah administrasi. Kehilangan Aurier akan membuat PSG kemungkinan memainkan Thomas Meunier.
Absennya Aurier dan kemungkinan absen lainnya dari Kurzawa, akan membuat kedua sayap PSG menjadi sedikit rentan. Namun Blaise Matuidi, Thiago Motta, dan Marco Verratti dipastikan akan membantu pertahanan PSG, apalagi mereka bermain di kandang lawan.
Penjaga gawang Alphonse Areola juga diragukan, yang akan membuat Kevin Trapp berpotensi bermain sebagai penjaga gawang utama PSG dini hari nanti.
Sebelumnya PSG hanya pernah menang satu kali saat tandang menghadapi kesebelasan asal Inggris di semua kompetisi. Sementara sisanya, adalah tiga kali imbang dan empat kali kalah.
Unai Emery, manajer PSG, seharusnya sadar meskipun ia tidak bisa menurunkan pemain-pemain terbaiknya, tapi ia masih memiliki peluang terutama di awal-awal pertandingan.
Gol Edinson Cavani setelah 42 detik saja melawan Arsenal pada Bulan September adalah gol tercepat di Liga Champions musim ini. Pada kenyataannya, seluruh tiga gol yang bersarang di gawang The Gunners di Liga Champions musim ini adalah gol saat 15 menit pertama pertandingan.
Foto: Pandit Football Indonesia |
Prediksi
Di atas kertas, Arsenal lebih diunggulkan dibandingkan Paris Saint-Germain. PSG mengalami kesulitan karena berpotensi kehilangan Angel di Maria yang menderita cedera hamstring saat menghadapi Nantes. Absennya Serge Aurier juga menjadi masalah lainnya karena full-back kanan asal Pantai Gading itu berhasil bermain konsisten sejauh ini.
Hal tersebut akan membuat Unai Emery kepusingan. Namun, Arsene Wenger tetap berkonsentrasi kepada kekuatan kesebelasannya di mana Arsenal lebih banyak imbang akhir-akhir ini.
The Gunners tetap harus mewaspadai kecepatan pemain-pemain seperti Edinson Cavani, Lucas Moura, dan Jese, apalagi mereka masih akan kehilangan Hector Bellerin. Tapi keinginan Wenger untuk menang dan lolos dari grup A sebagai juara grup akan membuat Arsenal lebih diunggulkan dini hari nanti.
Foto: Reuters / Dylan Martinez Livepic |
Bukan tidak mungkin Olivier Giroud akan kembali menjadi pemain yang bisa mengucurkan kran gol untuk The Gunners. Kami memprediksi Arsenal akan menang dengan skor 2-1.
(krs/nds)



Foto: Reuters / Gonzalo Fuentes Livepic
Foto: Pandit Football Indonesia
Foto: Reuters / Dylan Martinez Livepic




