Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Barcelona vs Real Madrid

    Tekanan di Lini Pertahanan Barcelona Bisa Buat Madrid Menangi El Clasico

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Getty Images/Alex Caparros Foto: Getty Images/Alex Caparros
    Jakarta - Pertandingan El Clasico di Stadion Camp Nou nanti, Sabtu (3/12), bisa menjadi sedikit bocoran mengenai juara La Liga 2016/2017. Memang La Liga baru berjalan 13 pekan, namun Real Madrid yang memuncaki klasemen sementara sudah unggul enam poin dari Barcelona di peringkat dua. Madrid mengoleksi 33 poin, sedangkan Barcelona berada di bawahnya dengan koleksi 27 poin. Sebagai tuan rumah, Barcelona akan tampil lebih ngotot pada laga ini. Kekalahan bakal semakin menjauhkan jarak poin mereka dengan Madrid.

    Sang tamu pun tidak akan membiarkan agresivitas rival abadinya begitu saja. Gengsi menjadi syarat bagi Madrid kepada Barcelona. Berada di atas mereka adalah segala-galanya di sepakbola Spanyol dan dunia. Dan mengalahkan Barcelona pada laga nanti akan membuat Cristiano Ronaldo dkk lebih leluasa dalam memburu juara La Liga musim ini. Madrid tahu betul kondisi Barcelona sekarang. Apalagi Barcelona ditahan imbang dalam dua partai terakhirnya, baik di La Liga maupun Copa del Rey.

    Tak seperti Barca, Madrid selalu memenangkan pertandingannya dalam semua ajang sejak awal November lalu. Hanya saja kesebelasan berjuluk Los Blancos ini agak pincang datang ke Barcelona. Kedigdayaan mereka dalam pertandingan terakhir tidak lepas dari kontribusi Gareth Bale. Tapi pemain itu akan absen karena cedera pada laga nanti. Selain Bale, Alvaro Morata dan Toni Kroos pun berada di dalam kondisi yang sama. Fabio Coentrao pun diragukan kebugarannya.

    Sementara kondisi kebugaran Barcelona lebih baik ketimbang Madrid. Barcelona hanya tidak bisa memainkan Jeremy Mathieu karena cedera. Kondisi Jordi Alba pun semakin membaik. Namun sepertinya ia tidak akan diturunkan sejak menit awal karena baru sembuh dari cedera pergelangan kaki dan lututnya. Posisi Alba di full-back kiri masih bisa digantikan Lucas Digne. Untuk formasi, Barcelona akan tetap mengandalakan 4-3-3 untuk melawan 4-2-3-1 yang dipakai Madrid.

    Tekanan di Lini Pertahanan Barcelona Bisa Buat Madrid Menangi <i>El Clasico</i>Foto: Pandit Football Indonesia


    Real Madrid harus membuat Barcelona Tertekan dari Belakang

    Ketika tendangan gawang, kedua bek Barcelona akan bergerak lebih lebar. Dua full-back mereka akan lebih naik lagi di sisi lapangan. Kecenderungannya, Marc-Andre Ter Stegen lebih sering mengalirkan bola kepada full-back ketika melakukan tendangan gawang. Madrid bisa melancarkan pressing ketat kepada full-back Barcelona. Hal itu agar mereka tidak bisa mengalirkan bola kepada kedua wingernya di lini depan. Hal itu jugalah yang bisa memperkecil Lionel Messi sebagai winger kanan.

    Tekanan kepada full-back akan membuat Barcelona menggunakan alternatif lain dalam membangun serangan. Biasanya, bola diberikan kepada bek tengah. Kemudian Sergio akan turun untuk menerima bola. Maka dari itu juga Madrid perlu melancarkan tekanan kepada kedua bek lawan. Dan setidaknya ada dua pemain Madrid yang berada di area pertahanan lawan ketika Sergio turun saat itu. Tugas mereka di sana adalah melakukan banyak intersepsi di sana.

    Selain membantu menekan, gelandang Madrid di area pertahanan Barcelona akan harus menjadi kombinasi yang baik dengan full-back yang naik membantu serangan. Kedua full-back Madrid memang perlu naik lebih tinggi untuk berhadapan dengan full-back lawan. Apalagi Madrid memiliki kedua full-back dengan kecepatan tinggi, yaitu Dani Carvajal dan Macelo. Nama terakhir bisa menjadi keunggulan karena akan berhadapan dengan Sergi Roberto yang sering terlambat melakukan transisi bertahan.

    Pada intinya, Madrid harus menghalangi aliran bola Barcelona dari belakang ke tengah. Membuat Barcelona kehilangan bola di areanya sendiri, apalagi Ivan Rakitic selalu terlihat kesulitan di wilayahnya sendiri karena menerima pressing. Barcelona akan dipaksa berjuang. Memaksa mereka harus berjuang dan mbutuhkan inovasi baru dari serangan umpan-umpan pendek yang biasa dilakukan.

    Waspadai Alternatif Serangan Barcelona

    Tekanan yang dilakukan kepada full-back Barcelona memang membuat Messi kekurangan suplai bola dan perannya. Biasanya, hal itu juga dimaksudkan untuk Barcelona memindahkan kecenderungna serangannya lewat sisi kiri. Kepada area Neymar yang sering ditugaskan turun ke bawah untuk membantu bertahan di sisi lapangan sebelah kiri. Dan salah satu caranya adalah mengirimkan umpan langsung dari kanan mau pun tengah ke sisi kiri lapangan. Biasanya, lawan pun menaruh pemainnya di sisi tersebut agar tetap ada penjagaan di sana.

    Tapi Madrid sepertinya akan sedikit berbeda. Akan ada ruang kosong di sana. Sebab para pemain Madrid lebih banyak terpancing ke tengah untuk melakukan pressing di areanya sendiri. Hal itu tidak lepas dari ketiadaan Casemiro sebagai ball-winner yang biasa diandalkan. Lini tengah Madrid membutuhkan pemain ekstra untuk membantu perebutan bola. Ketika bermain dengan poros ganda, Mateo Kovacic bukanlah pemain yang baik sebagai ball-winner.

    Tekanan di Lini Pertahanan Barcelona Bisa Buat Madrid Menangi <i>El Clasico</i>Foto: Getty Images/David Ramos


    Mungkin Luka Modric bisa menjadi ball-winner cukup baik. Tapi tidak sebaik Casemiro karena harus membagi perannya membantu serangan. Alhasil, Madrid sering melibatkan lebih dari satu pemain untuk melakukan penjagaan dan pressing di lini tengah. Pemain sayap kanan Madrid akan bergerak lebih ke tengah untuk melakukan itu. Semakin membuat Madrid menumpuk pemainnya di lini tengah wilayahnya sendiri.

    Selain perpindahan kecenderungan serangan, alternatif lain serangan Barcelona adalah perturakan posisi. Messi kemungkinan besar menemui kesulitan menaklukkan sisi kanan, apalagi para pemain Madrid akan terpancing ke arah Messi untuk merebut bola (faktor ketiadaan Casemiro). Messi akan lebih cepat mengalirkan bola ke sisi lain. Dan alternatif lainnya adalah bertukar posisi dengan Luis Suarez di posisi penyerang tengah. Melalui pertukaran posisi itulah yang membuat Messi bisa mengeksploitasi area depan kotak penalti lawan.

    Messi sering bergerak lebih ke bawah ketika menjadi penyerang tengah. Turun ke area luar kotak penalti lawan untuk mengalirkan bola. Agar para winger atau gelandang Barcelona menemukan ruang untuk menyelesaikan peluang. Atau bahkan Messi sendiri yang menyelesaikannya. Dan alternatif lain serangan Barcelona adalah mengandalkan kemampuan individual para pemainnya. Mengandalkan dribel dan kecepatan-kecepatan setiap individunya. Trio MSN memiliki sarat yang cukup untuk melakukan hal tersebut.

    Madrid Harus Pintar Menjaga Tempo Permainan

    Salah satu senjata andalan Madrid adalah melancarkan serangan balik cepat. Wajar, mereka memiliki pemain-pemain yang cepat. Carvajal dan Marcelo merupakan pelari cepat di sisi lapangan. Di lini tengah pun ada Modric dan Kovacic yang memiliki mobilitas tinggi. Ditambah dengan keberadaan Cristiano Ronaldo dan Bale di lini depan. Tapi Bale tidak akan bermain pada laga ini karena cedera.

    Tekanan di Lini Pertahanan Barcelona Bisa Buat Madrid Menangi <i>El Clasico</i>Foto: Denis Doyle/Getty Images


    Biasanya Bale adalah pemain yang sangat diandalkan Madrid ketika melancarkan serangan balik. Menjadi kecenderungan pertama di sepertiga akhir lawan. Kemudian diimbangi Ronaldo dan mengeksekusi peluang menjadi gol. Maka dari ketiadaan Bale inilah Madrid mesti tahu kapan melakukan serangan balik cepat atau tidak. Ada baiknya Madrid lebih mengutamakan penguasaan bola pada laga ini.

    Hal itu karena pola pressing yang diterapkan Barcelona. Biasanya, mereka hanya melakukan pressing agresif di wilayahnya sendiri ketika babak pertama atau setelah mencetak gol. Kemudian melancarkan pressing agresif di wilayah lawan ketika babak kedua atau sebelum mencetak gol. Kemungkinan-kemungkinan itu bisa terjadi pada laga nanti. Tergantung situasi Barcelona di lapangan nanti.

    Tapi kelemahan pressing Barcelona tidak lebih baik ketimbang Madrid. Dua gelandang Barcelona jarang bisa mengimbangi kemampuan ball-winner yang dimiliki Sergio. Berbeda dengan Madrid yang memiliki Modric yang dahulu membantu Casemiro dalam perebutan bola. Tekel per laga Madrid lebih unggul ketimbang Barcelona. Madrid melakukan tekel sukses 1,7 per laga dan Barcelona hanya 1,4 saja di setiap pertandingannya.

    Penguasaan bola juga bisa memancing Neymar untuk turun ke bawah dan membantu perebutan bola di tengah. Membuat Barcelona nampak seperti menggunakan formasi 4-4-2 atau 4-4-1-1 ketika bertahan. Penguasaan bola juga akan memancing Sergio bergerak lebih ke atas untuk membantu melancarkan tekanan. Pergerakan yang membuatnya menciptakan ruang kosong dengan bek tengah dan bisa dieksploitasi.

    Kesimpulan

    Gelandang Barcelona terlalu pasif. Seharusnya mereka lebih kreatif dan diberikan kebebasan untuk menerima bola. Biasanya, hal itu bisa berjalan baik ketika Messi bisa leluasa, baik di sisi kanan maupun di depan area kotak penalti lawan. Saat ini Andres Iniesta sudah tidak selincah sewaktu muda. Denis Suarez dan Andre Gomes masih beradaptasi dan meraba-raba lini tengah Barcelona. Mereka harus bisa memanfaatkan ketiadaan Casemiro pada laga nanti.

    Sementara Madrid harus pintar menjaga tempo permainannya. Tahu kapan waktunya menguasai bola atau ketika melancarkan serangan balik cepat. Dan tahu kapan harus mengoper bola atau menjaga bola tetap di kakinya. Pada intinya, Madrid harus jeli melihat pola-pola serangan Barcelona, terutama ketika ada perubahan. Di sisi lain, ketenangan di lini depan Madrid bisa menentukan, mengingat blunder yang sering dilakukan lini belakang dan kiper Barcelona.

    Jika Madrid mampu mengacaukan skema serangan Barca sejak di lini pertahanan, kans Madrin untuk memperpanjang jarak di klasemen sementara La Liga cukup besar. (din/mrp)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game