Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Liverpool vs Manchester City

    Manchester City Akan Kesulitan Hadapi Liverpool di Anfield

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Getty Images/Clive Brunskill Foto: Getty Images/Clive Brunskill
    Jakarta - Tahun 2017 langsung memberikan tontonan menarik yang patut ditunggu. Setengah jam setelah pergantian tahun, Liga Primer Inggris langsung menyajikan duel kesebelasan papan atas yakni Liverpool menghadapi Manchester City.

    Liverpool saat ini menempati peringkat kedua, unggul satu poin dari Manchester City di bawahnya. Pemenang laga ini tentunya akan menjadi pesaing kuat Chelsea yang cukup nyaman di puncak klasemen dengan selisih 46 poin, atau unggul enam poin atas Liverpool dan tujuh poin atas Manchester City.

    Namun menghadapi laga ini, tampaknya Liverpool layak diunggulkan. Skuat asuhan Juergen Klopp ini tengah berada dalam penampilan impresif. Situasi tersebut berbanding terbalik dengan City asuhan Pep Guardiola yang memasuki periode buruk menjelang tahun 2016 berakhir.

    Klopp Semakin Menguasai Liga Inggris, Pep Masih Adaptasi

    Laga ini akan berlangsung di Stadion Anfield. Siapapun lawan Liverpool yang hendak bertandang ke Anfield, rasanya perlu waspada. Tak terkecuali bagi Manchester City. Karena terakhir kali Liverpool kalah di Anfield adalah pada 26 Januari 2016, ketika dikalahkan Stoke City di Piala Liga. Di Liga Primer, terakhir kali Anfield menjadi tempat kekalahan Liverpool adalah pada 17 Januari 2016, saat ditumbangkan oleh Manchester United.

    Pada musim ini, Liverpool cukup garang di kandang. Pada awal Boxing Day kali ini, skuat berjuluk The Reds ini berhasil menumbangkan Stoke City dengan skor telak 4-1 meski sempat tertinggal lebih dulu. Dari delapan laga kandang, Liverpool menang enam kali dan hanya imbang dua kali.

    Empat gol yang bersarang ke gawang Stoke pun membuat Liverpool total mencetak 86 gol sepanjang tahun 2016. Jumlah ini bisa bertambah dan melampaui pencapaian Liverpool dalam 30 tahun terakhir ketika mencetak 87 gol dalam satu tahun pada 1985.

    Klopp pun punya catatan oke dalam menghadapi Manchester City. Musim lalu, dua kali Klopp mengalahkan The Citizens. Liverpool dibawa Klopp menang 4-1 dan 3-0 atas City di Liga Primer, kendati kalah di final Piala Liga Inggris lewat adu penalti.

    Catatan City kali ini memang tak terlalu impresif. Dari sembilan laga tandang, meski menang tujuh kali, City mengalami dua kekalahan. Selain itu, terakhir kali City menang di Anfield pun terjadi pada 13 tahun yang lalu, ketika sepasang gol Nicolas Anelka hanya mampu dibalas satu gol oleh Liverpool.

    Pep Guardiola pun masih membongkar pasang susunan pemain City, masih belum menemukan skema ideal. Terlebih beberapa pemain harus absen karena cedera maupun hukuman kartu. Bahkan sepanjang musim ini, Pep tak pernah menurunkan susunan pemain utama yang sama.

    Aguero Kembali, Liverpool Masih Belum Diperkuat Coutinho

    Salah satu modal berharga Manchester City saat bertandang ke markas Liverpool adalah kembalinya penyerang andalan mereka, Sergio Aguero. Penyerang asal Argentina ini sebelumnya dihukum empat pertandingan karena kedapatan menyikut pemain lawan.

    Kehadiran Aguero tentu bisa meningkatkan kualitas lini serang City. Sejauh ini, mantan penyerang Atletico Madrid ini sudah mengoleksi 10 gol, terpaut tiga gol dari pemuncak top skorer sementara, yakni Diego Costa. Total 10 golnya ini pun didapat hanya dari 12 pertandingan saja.

    Adanya Aguero membuat City akan mengubah susunan pemain yang berbeda dengan susunan pemain melawan Hull City. Kala itu, Kevin De Bruyne ditempatkan sebagai penyerang tengah. De Bruyne kemungkinan akan bermain di belakang Aguero, yang artinya David Silva bisa bergeser ke posisi yang sebelumnya ditempati Nolito di sayap kiri.

    Namun City kemungkinan besar tidak akan diperkuat John Stones. Mantan bek Everton ini mengalami cedera pada menit ke-18 saat melawan Hull. Aleksandar Kolarov tampaknya akan diduetkan dengan Nicolas Otamendi karena Vincent Kompany pun masih menepi karena cedera.

    Sementara itu di kubu Liverpool pun tidak akan tampil dengan kekuatan penuh. Philippe Coutinho masih akan menepi karena cedera pergelangan kaki yang ia dapat pada akhir November lalu. Di lini pertahanan, Liverpool masih akan kehilangan Joel Matip yang absen di tiga laga terakhir.

    Hanya saja Klopp masih memiliki beberapa opsi untuk mengatasi absennya pemain. Pada posisi Coutinho misalnya, Roberto Firmino dimainkan melebar dengan penyerang tengah bisa diisi oleh Divock Origi atau Daniel Sturridge. Sturridge sendiri tengah onfire setelah turut menyumbang satu gol ke gawang Stoke, yang membuatnya kemungkinan akan diturunkan sejak menit pertama melawan mantan klubnya, Manchester City.

    Untuk lini pertahanan, posisi Matip masih akan diserahkan pada Ragnar Klavan dan Dejan Lovren. Sembuhnya Emre Can pun bisa memperkuat lini tengah Liverpool agar Klavan dan Lovren mendapatkan bantuan pertahanan dari lini tengah.

    City Akan Membendung Lini Tengah Liverpool

    Melihat permainan Liverpool dan Manchester City pada musim ini, tampaknya tak salah jika kami memprediksikan laga ini akan menghadirkan banjir gol. Liverpool sejauh ini menjadi kesebelasan dengan gol terbanyak di Liga Primer, 45 gol. Sementara itu City (bersama Arsenal) berada di bawahnya dengan 39 gol.

    Tak hanya itu, meski kedua kesebelasan memiliki lini serang mematikan, City dan Liverpool pun sama-sama memiliki masalah di lini pertahanan. Liverpool tercatat kebobolan 21 kali, yang merupakan terbanyak di lima kesebelasan papan atas, City di bawahnya dengan kebobolan 20 gol.

    Namun, bertandang ke Anfield, Pep Guardiola tentu tahu betul bahwa Liverpool tengah tampil superior. Apalagi manajer asal Spanyol tersebut menyaksikan secara langsung di Anfield bagaimana Liverpool memorak-porandakan pertahanan Stoke City.

    Karenanya, Pep mungkin akan memasang double pivot di lini tengah. Tak adanya Guendogan pilihan akan jatuh pada Fernandinho dan Fernando. Yaya Toure yang menyumbang satu gol ke gawang Hull terlalu riskan menghadapi kecepatan dan eksplosivitas penyerangan Liverpool.

    Double pivot ini pun untuk menopang empat lini serang utama yakni Aguero, De Bruyne, David Silva, dan Raheem Sterling. Dengan gaya ofensif keempatnya, Pep tentu membutuhkan keseimbangan untuk menghadapi kreativitas lini tengah Liverpool dengan Adam Lallana dan Jordan Henderson yang terus tampil optimal.

    Sementara itu, kecepatan dan kemampuan Sadio Mane akan menjadi kunci serangan Liverpool dalam membongkar pertahanan Man City. Terlebih absennya Stones membuat mereka memasang dua pemain bertipikal bek kiri dalam diri Kolarov dan Gael Clichy, yang bisa dimanfaatkan oleh Mane.

    Manchester City Akan Kesulitan Hadapi Liverpool di Anfield

    Kesimpulan

    Liverpool sedang berada di penampilan impresif sejauh ini. Menempati peringkat dua menjadi bukti bahwa Klopp sudah semakin memahami sepakbola Inggris, sementara Pep masih menyesuaikan diri, apalagi ini merupakan periode sibuk pertamanya.

    Kemungkinan besar, Klopp akan mampu mengalahkan Pep pada laga ini. Apalagi berdasarkan catatan pertemuan keduanya ketika masih berkompetisi di Bundesliga, keduanya mampu saling mengalahkan dalam delapan pertemuan, masing-masing empat kemenangan.

    Absennya Stones pun akan membuat keseimbangan di lini pertahanan City berkurang. Mane akan menjadi pemain kunci Liverpool pada laga ini sehingga kami memprediksi Liverpool akan mampu mengakhiri tahun 2016 (atau mengawali tahun 2017) dengan torehan tiga poin.

    (nds/fem)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game
    match-analysis