Pratinjau Tottenham vs Chelsea
Tottenham Hotspur Harus Ubah Gaya Bermain Ketika Meladeni Chelsea
Foto: Getty Images Sport/Clive Rose
Tottenham Hotspur sendiri sedang memiliki kepercayaan diri tinggi karena baru membantai tuan rumah Watford dengan skor 4-1 di Stadion Vicarage Road pada 1 Januari lalu. Kepercayaan diri ini juga ditunjukkan oleh penyerang mereka, Harry Kane, yang mencetak dua gol pada laga tersebut dan siap dimainkan melawan Chelsea.
Dua gol itu membuat Kane sejajar dengan Thierry Henry yang berhasil mencetak 59 gol dalam 100 pertandingan Liga Primer Inggris. Mauricio Pochettino, manajer Tottenham, mengklaim mendapatkan dukungan dari kesebelasan Liga Primer Inggris yang lainnya untuk mengalahkan Chelsea.
***
Tentu Chelsea tidak ingin merasa dihakimi oleh para kompetitornya. Mereka sadar betul bahwa memuncaki klasemen sementara Liga Primer Inggris tidaklah mudah. Sebab kesebelasan berjuluk The Blues itu sempat menelan dua kekalahan dan satu kali seri.
Pertandingan nanti diperkirakan akan sengit. Alasan itu karena masing-masing kesebelasan memiliki pasukan yang siap tempur. Kendala Tottenham maupun Chelsea hanyalah cedera ringan segelintir pemain-pemainnya saja, seperti Erik Lamela di kubu Spurs, serta Marcos Alonso dan John Terry di kubu Chelsea.
Chelsea akan tetap mempertahankan formasi 3-4-3 yang membuat mereka menang 13 kali beruntun. Sementara Tottenham diperkirakan bakal meladeninya dengan formasi 4-2-3-1.
Dalam pertandingan ini, Chelsea ingin membuktikan diri dengan membawa poin dari White Hart Lane. Walau mereka tahu bahwa kandang Tottenham itu dikenal angker bagi lawan, Chelsea perlu memerhatikan beberapa hal agar bisa mencuri poin di White Hart Lane.
Poin penuh yang didapatkan Chelsea akan bisa memperkokoh posisi mereka di peringkat satu klasemen dengan jumlah 52. Sementara kemenangan ditargetkan Tottenham agar kembali masuk ke empat besar. Tottenham (39) hanya tertinggal satu poin dari Arsenal, yang dinihari tadi diimbangi Bournemouth 3-3.
Foto: Pandit Football Indonesia |
Eksploitasi Sisi Pertahanan Tottenham Hotspur
Permainan Tottenham melawan kesebelasan besar agak berbeda ketika bermain di kandang dan tandang, terutama soal cara mereka bertahan. Bertandang ke kesebelasan besar, cara merebut bola para pemain Tottenham terbilang lebih sabar.
Kendati melakukan aksi bertahan lebih hati-hati, Pochettino tetap menginstruksikan para pemainnya untuk menjalankan strategi counter pressing. Tapi counter pressing Tottenham musim lalu dan sekarang berbeda. Merek kurang teliti dan kalah cepat pada musim ini sehingga menyebabkan lawan berkali-kali mampu menembus sisi pertahanan.
Pada akhir-akhir ini Tottenham sering kesulitan menghadapi winger yang pintar mencari ruang di area full-back mereka. Apalagi Tottenham sering memainkan garis pertahanan tinggi walau bermain lebih sabar di kandang lawan.
Berbeda dengan pertandingan nanti, yang digelar di White Hart Lane, Tottenham diperkirakan akan bermain dengan tempo lebih tinggi. Hal itu memungkinkan Chelsea untuk mengeksploitasi sisi pertahanan Tottenham yang pada musim ini sedikit menurun kecepatan transisinya.
Sayangnya, Chelsea memiliki dua wing-back yang kurang baik untuk menciptakan ruang. Peran itu diemban Alonso di sisi kiri dan Victor Moses di sisi kanan yang lebih sering bermain menyisir lapangan saja. Namun Moses lebih berani membawa bola sedikit bergeser ke tengah. Sementara Alonso lebih sering melepaskan umpan silang setelah mengeksploitasi full-back lawan.
Tapi Chelsea bisa mengandalkan dua inside forward-nya yaitu Eden Hazard di sisi kiri dan Pedro Rodriguez (atau Willian) di sisi kanan. Hazard pintar membuka, menciptakan, dan mendapatkan ruang di wilayah lawan. Begitu pun Pedro yang sudah terbiasa melakukan hal tersebut sejak masih membela Barcelona. Sementara Willian lebih mengandalakan kemampuan dan kecepatan individunya untuk mengejar umpan-umpan dari rekannya.
Willian bisa diturunkan pada babak kedua, ketika para full-back Tottenham sudah kelelahan ,setelah dieksploitasi dua inside forward Chelsea yang bermain sejak menit pertama. Willian bisa mengatasi full-back lawan yang kehabisan stamina melalui kecepatan dan aksi-aksi individualnnya ketika menguasai bola.
Menerapkan Garis Pertahanan Tinggi
Tottenham sebaiknya tidak terlalu bermain agresif seperti pertandingan kandang biasanya. Sebab lawannya kali ini berbeda dengan kesebelasan-kesebelasan lain yang dilawannya. Chelsea memungkinkan untuk mencetak gol dengan memanfaatkan celah lawan yang bermain terburu-buru. Jadi, akan lebih baik bagi Tottenham jika mereka bisa bermain sedikit lebih sabar dalam membangun serangan.
Dengan begitu, mereka bisa mengutamakan penguasaan bola. Sistem itu akan dibantu dengan garis pertahanan tinggi yang biasa diterapkan Pochettino kepada skuatnya. Garis pertahanan yang tinggi itu akan membuat Chelsea terjebak di areanya sendiri. Membuat dua gelandang tengahnya lebih sibuk mencari bola sehingga waktunya untuk memberikan suplai kepada kedua wing-back semakin sedikit.
Tapi perlu diketahui bahwa dua gelandang yang dimiliki Chelsea memiliki kemampuan merebut yang bagus. Baik N'Golo Kante atau Nemanja Matic selalu mencapai statistik yang tinggi dalam jumlah tekel bersihnya. Keduanya juga pemain yang cerdas membaca permainan lawan. Maka tidak jarang jika aliran bola mampu diintersepsi oleh mereka.
Kecuali jika Matic kembali dicadangkan dan Francesc Fabregas yang dimainkan. Kante bisa bekerja sendirian untuk mengamankan lini tengahnya karena Fabregas memiliki naluri menyerang yang lebih tinggi, kendati ia cukup baik ketika melakukan aksi bertahan.
Untuk mengakalinya, bisa saja Tottenham menumpuk pemain di lini tengahnnya. Strategi counter pressing a la Pochettino cukup mendukung soal itu.
Kedua winger mereka bisa dimaksimalkan untuk mengatur aliran bola dan memberikan tekanan di lini tengah. Mengingat jika mengandalkan serangan dari sayap cenderung percuma karena kepadatan di lini belakang Chelsea. Tiga bek Chelsea sangat kokoh dan akan ditambah dengan dua wing-back yang memiliki transisi bertahan cukup baik.
Maka biarkan urusan di sisi lapangan Tottenham diserahkan kepada full-back yang dimilikinya. Seperti strategi counter pressing yang biasa dijalankan mereka. Hanya saja kedua full-back Tottenham perlu mengasah transisi bertahan mereka karena serangan balik Chelsea sangat mematikan melalui dua wing-back yang dimilikinya. Apalagi Alonso jeli melihat celah yang bisa dikirimi umpan-umpan silang begitu matang.
Meminimalisir Eksistensi Harry Kane
Chelsea wajib mewaspadai Kane yang sudah mencetak tiga gol dari dua pertandingan terakhir. Salah satu caranya adalah menjaga ketat penyerang 23 tahun itu. Soal penjagaan, Chelsea tidak perlu khawatir karena mereka memiliki tiga bek tengah yang mumpuni, terutama David Luiz yang jago melakukan man marking kepada lawannya.
Foto: Getty Images Sport/Dean Mouhtaropoulos |
Tugas utamanya adalah meminimalisir Kane menguasai bola di dalam kotak penalti. Penjagaannya ditujukan agar Kane sering bermain turun dan melebar. Pergerakan Kane yang melebar bisa membuat Tottenham ragu melepaskan umpan ke dalam kotak penalti Chelsea.
Tapi penjagaan ini akan percuma jika Chelsea juga tidak bisa menjaga Dele Alli yang sering mengisi ruang kosong di depan yang ditinggalkan oleh Kane tersebut. Jika mereka juga mampu menutup Alli, maka ini akan memaksa Tottenham banyak melakukan peruntungan untuk melepaskan umpan silang dan terobosan yang percuma.
Ketika beberapa upaya ke kotak penalti buntu, maka Tottenham terpaksa lebih sering melepaskan percobaan-percobaan tembakan dari luar kotak penalti, yang biasanya dilakukan oleh Christian Eriksen. Namun upaya Tottenham untuk mengeksploitasi depan kotak penalti dan melepaskan tendangan jarak jauh pun tidak akan mudah karena N'Golo Kante siap menganggunya.
Luiz akan memegang perang kunci dalam mengawasi pergerakan Kane. Sementara Cesar Azpilicueta dan Gary Cahill akan meminimalisr alur-alur bola terobosan dari sayap. Keduanya sama-sama memiliki kemampuan intersep yang baik. Sejauh musim ini sudah 40 kali Azpilicueta melakukan Intersep, sementara Cahill melakukan 31 intersep.
Cahill pun memiliki kemampuan mengatasi bola-bola di udara yang cukup signifikan ketika mengantisipasi umpan silang lambung Tottenham. Namun, Tottenham tidak terlalu mengandalkan umpan silang lambung untuk membongkar pertahanan lawan-lawannya.
Jangan Biarkan Ada Celah Kosong di Sisi Pertahanan
Permainan full-back Tottenham yang tidak sebagus musim lalu cukup riskan menjadi sasaran empuk serangan balik Chelsea melalui sisi lapangan. Kedua wing-back Chelsea memiliki kecepatan yang baik ketika mendapatkan bola dari lini tengah untuk melakukan serangan balik. Setelah bola didapatkan dua gelandang tengahnya, kecenderungan bangunan serangan mereka diberikan kepada kedua Alonso atau Moses.
Kerja mereka pun semakin dipermudah atas kombinasinya dengan kedua inside forward mereka di lini depan. Maka, transisi bertahan kedua full-back Tottenham perlu diperhatikan dalam soal ini.
Terlambatnya turun bertahan untuk melakukan cover daerah bisa berujung malapetaka bagi Tottenham. Apalagi Tottenham kerap menerapkan pertahanan garis tinggi. Strategi counter pressing yang diinstruksikan Pochettino menuntut kerja keras kedua full-back untuk menyisir sisi lapangan.
Pertahanan Tottenham juga wajib mewaspadai umpan-umpan panjang yang dilepaskan dari lini belakang Chelsea. Ketiga bek tengah Chelsea sering melakukan umpan-umpan jauh yang bisa dikejar para pemain sayapnya. Maka jika ada kekosongan dan kalah soal kecepatan di sisi lapangan, maka tamatlah Tottenham.
Foto: Reuters / Peter Nicholls |
Pochettino juga wajib memperhatikan perubahan-perubahan taktik yang dilakukan Antonio Conte kepada Chelsea. Terutama soal komposisi pemain sejak awal pertandingan maupun pergantian pemain. Pochettino wajib berwaspada jika Fabregas dimainkan pada menit berapapun karena ia jeli melihat ruang dan celah di pertahanan lawan untuk mengirim umpan kepada rekannya di sisi lapangan.
Tapi berbeda cerita jika sisi lapangan Tottenham ter-cover dengan baik dan membuat Chelsea harus berpikir lagi untuk mendapatkan celah lain.
***
Tottenham yang biasa bermain agresif ketika di White Hart Lane, harus bermain lebih santai pada pertandingan ini. Pochettino harus kuat berdiri di pinggir lapangan untuk memperingatkan para pemainnya agar tidak bertindak ceroboh. Satu kecerobohan bisa menjadi malapetaka Tottenham atas serangan balik Chelsea yang mematikan.
Sejak dilatih Conte, Chelsea sendiri memiliki berbagai alternatif serangan untuk menaklukan lawannya. Diyakini jika Conte tahu apa yang harus dipikirkannya untuk menaklukan Tottenham. Apalagi strategi counter pressing a la Pochettino sudah mulai mengendor sejauh musim ini.
Tapi bukan strategi itu yang harus diubah oleh Pochettino ketika melawan Chelsea, melainkan gaya untuk menerapkan counter pressing itu sendiri. Soal strategi, counter pressing merupakan salah satu metode ampuh untuk membuat Chelsea tidak berkutik pada pertandingan malam hari nanti.
Kesimpulannya, bukan strategi yang harus diubah, melainkan gaya menerapkannya. Strategi itu yang diperkirakan bisa membuat Tottenham lebih mendominasi pada laga nanti. Akan tetapi, jika kecerobohan para pemainnya karena counter pressing yang terburu-buru, lebih memungkinkan untuk Chelsea bisa menang tipis dan mempertahankan kedudukannya di puncak klasemen.
=====
Penulis dari Pandit Football Indonesia, beredar di Twitter melalui akun @RandyNteng (din/krs)



Foto: Pandit Football Indonesia
Foto: Getty Images Sport/Dean Mouhtaropoulos
Foto: Reuters / Peter Nicholls





