Match Analysis
Pratinjau Manchester United vs Liverpool
Dinamisme Lini Serang Manchester United Akan Sulitkan Liverpool
Foto: Action Images via Reuters / Carl Recine
Jakarta - Laga besar akan tersaji pada pekan ke-21 Liga Primer Inggris 2016/2017 yang digelar Minggu (15/1/2017). Peringkat kedua liga, Liverpool, akan bertandang ke markas kesebelasan yang tengah meraih sembilan kemenangan beruntun, Manchester United.
Pertemuan antara 'Setan Merah' dan 'Si Merah' ini akan menjadi duel ke-50 antara keduanya di ajang Liga Primer. 'Setan Merah' sendiri memiliki keunggulan lebih banyak dengan mencatatkan 27 kemenangan, sementara Liverpool hanya menorehkan 13 kemenangan.
Pada pertemuan ke-50 ini pun tampaknya Manchester United akan mampu mengungguli Liverpool. Bukan hanya karena Liverpool tengah dalam rentetan hasil buruk, melainkan karena Liverpool datang ke Stadion Old Trafford dengan skuat tidak ideal.
Liverpool Mudah Kebobolan, Sedang Tumpul di Depan
Setelah memiliki musim 2016 yang luar biasa, Liverpool mengawali tahun 2017 dengan catatan negatif. Dari tiga laga yang sudah dijalani, tiga kali pula skuat asuhan Juergen Klopp ini tidak merasakan kemenangan. Setelah ditahan imbang Sunderland di Liga Primer, Liverpool bermain imbang menghadapi Plymouth di Piala FA dan kalah dari Southampton di Piala Liga.
Imbang menghadapi Plymouth mungkin dikarenakan Liverpool menurunkan mayoritas pemain muda dan cadangannya. Namun, kalah dari Southampton cukup mengejutkan karena Liverpool hampir menurunkan skuat terbaiknya. Dari susunan pemain, mungkin hanya Lucas Leiva dan Loris Karius yang berstatus pemain pelapis, sisanya pemain utama diturunkan.
Liverpool sendiri tampak belum bisa menguatkan lini pertahanan sekaligus menajamkan lini serang secara bersamaan. Misalnya saja, ketika lini serang tampil luar biasa, lini pertahanan mereka mudah ditembus. Buktinya, selain skor 2-2 melawan Sunderland, Liverpool juga sempat ditahan imbang 2-2 dan dikalahkan Bournemouth 4-3. Sementara jika lini pertahanan bermain disiplin, lini serang tampak tampil kesusahan seperti yang terjadi di laga melawan Southampton, Manchester City, dan Everton. Penampilan sempurna Liverpool sejak Desember hanya ketika menjungkalkan Middlesbrough (3-0) dan Stoke City (4-1) semata.
Ini artinya ada persoalan yang masih belum bisa ditemukan solusinya oleh Klopp. Dan tampaknya ini akan berlanjut pada laga melawan Manchester United nanti. Lini pertahanan dan lini serang tak akan tampil dengan kekuatan penuh.
Di lini pertahanan, Joel Matip masih diragukan bisa tampil pada laga ini. Absennya Matip memang kurang memberikan keamanan bagi lini pertahanan Liverpool. Terlebih Loris Karius dan Simon Mignolet kerap melakukan kesalahan yang berujung pada kebobolan Liverpool.
Selain itu absennya Jordan Henderson juga cukup memengaruhi penampilan Liverpool. Menjelang laga melawan United, kapten Liverpool ini memang dikabarkan akan kembali merumput. Namun dengan cedera tumit yang dideritanya, akan memungkinkan jika Henderson bisa tampil dengan kemampuan terbaiknya. Terlebih sebelumnya Henderson belum dimainkan setelah mengalami cedera.
Kabar baiknya datang dari lini serang. Philippe Coutinho yang absen sekitar dua bulan kemungkinan besar bisa kembali menghuni susunan pemain utama. Gelandang asal Brasil ini sudah sempat bermain pada laga melawan Southampton lalu, dan memungkinkan akan tampil pada kebugaran terbaiknya menghadapi Manchester United pada Minggu ini.
Hanya saja kehadiran Coutinho belum tentu membuat lini serang Liverpool kembali tajam. Pertama, Sadio Mane sudah mulai meninggalkan Liverpool untuk membela timnas Senegal. Kedua, Daniel Sturridge yang diandalkan pada laga melawan Southampton tak tampil maksimal, kemungkinan akan dibangku cadangkan. Penggantinya, Divock Origi, juga tak mampu diharapkan sebagai penyumbang gol ketika lini serang Liverpool mengalami kebuntuan.
Liverpool sendiri seolah tengah menghadapi masalah di lini depan meski saat ini menjadi kesebelasan dengan jumlah gol terbanyak di Liga Primer. Dari empat laga terakhir, Liverpool hanya mampu mencetak tiga gol saja. Kehilangan Mane yang jadi figur penting dalam lini serang Liverpool pun akan membuat Liverpool tumpul di lini depan.
Ibrahimovic Pulih, Mkhitaryan Top Form
Jika Liverpool sedang lesu, Manchester United justru sedang berada dalam momentum yang luar biasa. Sembilan laga terakhir berhasil dilewati dengan kemenangan. Bahkan United mencatatkan 15 laga tanpa kekalahan di segala ajang. Terakhir kali United menelan kekalahan adalah pada awal November 2016 ketika ditaklukkan Fenerbahce 2-1.
Di lini depan, Mourinho sepertinya sudah menemukan racikan pas untuk mengombinasikan Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba, dan Henrikh Mkitharyan. Dari 15 laga tersebut, 34 gol berhasil dicetak, yang artinya United tengah memiliki rataan mencetak dua gol dalam satu pertandingan.
Mampunya Mourinho memaksimalkan Mkhitaryan seolah menjadi kunci penting di balik kesuksesan United dalam dua bulan terakhir ini. Gelandang asal Armenia ini memberikan dimensi yang berbeda dalam hal kecepatan. Pergerakannya yang dinamis pun bisa mengisi kekosongan di kotak penalti ketika Ibrahimovic berkreasi di luar kotak penalti untuk memancing lawan.
Ibra juga semakin tajam dengan membaiknya performa lini tengah Manchester United. Total sudah 13 gol ia ciptakan di Liga Primer. Torehannya hanya kalah sebiji gol saja dari pencetak gol terbanyak Liga Primer, yaitu Diego Costa.
Dinamisnya pergerakan Ibra, Mkhitaryan dan satu penyerang lain di antara Jesse Lingard, Juan Mata, atau Anthony Martial, membuat MU memiliki variasi dalam serangan. Untuk kecepatan bisa andalkan Mkhitaryan dan Martial. Sementara untuk duel udara, ada Ibrahimovic.
Menghadapi Liverpool yang khas dengan counter pressing alias gegenpressing-nya, United sendiri cukup berpengalaman. Karena, selain duel di Anfield berakhir dengan 0-0, United sempat mampu mengalahkan Tottenham Hotspur (1-0) yang memiliki gaya permainan defensif serupa dengan Liverpool. Kala itu Mkhitaryan mencetak gol semata wayang United lewat aksi solo run serangan balik setelah mendapatkan umpan daerah dari Ander Herrera.
Tajamnya lini serang ini pun dibarengi dengan lini pertahanan yang semakin kokoh. Dari 15 laga, David De Gea hanya tujuh kali memungut bola dari gawangnya. Ini sudah menjadi bukti jika lini pertahanan Manchester United kini tak lagi mudah untuk dijebol.
Memang, pada laga ini United masih tidak akan bisa diperkuat Eric Bailly yang harus membela negaranya di Piala Afrika 2017. Namun Bailly sendiri sebelumnya sudah menderita cedera dan absen untuk beberapa pertandingan. Bek-bek tengah seperti Marcos Rojo, Phil Jones, Chris Smalling mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Bailly.
Rojo dan Jones bahkan kini menjadi tandem baru yang diandalkan Mourinho. Namun Rojo sempat mengalami cedera otot menjelang laga ini. Hanya saja bek asal Argentina ini diprediksi bisa pulih tepat waktu dan bermain sejak menit pertama menghadapi Liverpool.
Kesimpulan
Kondisi Manchester United yang bertindak sebagai tuan rumah sedang unggul jauh dari kubu tamu. Apalagi Old Trafford merupakan tempat yang tak ramah bagi lawannya. Hanya Manchester City yang mampu mengalahkan United di Old Trafford pada musim ini. Dari 17 laga kandang, 12 kemenangan diraih Pogba cs.
Keroposnya lini pertahanan Liverpool akan menjadi sasaran empuk lini depan Manchester United yang sedang dalam kondisi prima. Sementara lini serang Liverpool yang sedang loyo karena Coutinho baru pulih dari cedera dan Mane dipastikan absen, harus menghadapi lini pertahanan MU yang baru kebobolan tujuh gol dari 15 laga terakhir.
Kami memprediksi Manchester United akan memenangi laga ini dengan skor tipis. Karena selain hasil pertemuan keduanya di Anfield tak tercipta satu gol pun, Mourinho kerap menerapkan pendekatan strategi yang tak terlalu menyerang saat menghadapi kesebelasan papan atas.
(nds/fem)
Pertemuan antara 'Setan Merah' dan 'Si Merah' ini akan menjadi duel ke-50 antara keduanya di ajang Liga Primer. 'Setan Merah' sendiri memiliki keunggulan lebih banyak dengan mencatatkan 27 kemenangan, sementara Liverpool hanya menorehkan 13 kemenangan.
Pada pertemuan ke-50 ini pun tampaknya Manchester United akan mampu mengungguli Liverpool. Bukan hanya karena Liverpool tengah dalam rentetan hasil buruk, melainkan karena Liverpool datang ke Stadion Old Trafford dengan skuat tidak ideal.
Liverpool Mudah Kebobolan, Sedang Tumpul di Depan
Setelah memiliki musim 2016 yang luar biasa, Liverpool mengawali tahun 2017 dengan catatan negatif. Dari tiga laga yang sudah dijalani, tiga kali pula skuat asuhan Juergen Klopp ini tidak merasakan kemenangan. Setelah ditahan imbang Sunderland di Liga Primer, Liverpool bermain imbang menghadapi Plymouth di Piala FA dan kalah dari Southampton di Piala Liga.
Imbang menghadapi Plymouth mungkin dikarenakan Liverpool menurunkan mayoritas pemain muda dan cadangannya. Namun, kalah dari Southampton cukup mengejutkan karena Liverpool hampir menurunkan skuat terbaiknya. Dari susunan pemain, mungkin hanya Lucas Leiva dan Loris Karius yang berstatus pemain pelapis, sisanya pemain utama diturunkan.
Liverpool sendiri tampak belum bisa menguatkan lini pertahanan sekaligus menajamkan lini serang secara bersamaan. Misalnya saja, ketika lini serang tampil luar biasa, lini pertahanan mereka mudah ditembus. Buktinya, selain skor 2-2 melawan Sunderland, Liverpool juga sempat ditahan imbang 2-2 dan dikalahkan Bournemouth 4-3. Sementara jika lini pertahanan bermain disiplin, lini serang tampak tampil kesusahan seperti yang terjadi di laga melawan Southampton, Manchester City, dan Everton. Penampilan sempurna Liverpool sejak Desember hanya ketika menjungkalkan Middlesbrough (3-0) dan Stoke City (4-1) semata.
Foto: Reuters / Toby Melville |
Ini artinya ada persoalan yang masih belum bisa ditemukan solusinya oleh Klopp. Dan tampaknya ini akan berlanjut pada laga melawan Manchester United nanti. Lini pertahanan dan lini serang tak akan tampil dengan kekuatan penuh.
Di lini pertahanan, Joel Matip masih diragukan bisa tampil pada laga ini. Absennya Matip memang kurang memberikan keamanan bagi lini pertahanan Liverpool. Terlebih Loris Karius dan Simon Mignolet kerap melakukan kesalahan yang berujung pada kebobolan Liverpool.
Selain itu absennya Jordan Henderson juga cukup memengaruhi penampilan Liverpool. Menjelang laga melawan United, kapten Liverpool ini memang dikabarkan akan kembali merumput. Namun dengan cedera tumit yang dideritanya, akan memungkinkan jika Henderson bisa tampil dengan kemampuan terbaiknya. Terlebih sebelumnya Henderson belum dimainkan setelah mengalami cedera.
Kabar baiknya datang dari lini serang. Philippe Coutinho yang absen sekitar dua bulan kemungkinan besar bisa kembali menghuni susunan pemain utama. Gelandang asal Brasil ini sudah sempat bermain pada laga melawan Southampton lalu, dan memungkinkan akan tampil pada kebugaran terbaiknya menghadapi Manchester United pada Minggu ini.
Hanya saja kehadiran Coutinho belum tentu membuat lini serang Liverpool kembali tajam. Pertama, Sadio Mane sudah mulai meninggalkan Liverpool untuk membela timnas Senegal. Kedua, Daniel Sturridge yang diandalkan pada laga melawan Southampton tak tampil maksimal, kemungkinan akan dibangku cadangkan. Penggantinya, Divock Origi, juga tak mampu diharapkan sebagai penyumbang gol ketika lini serang Liverpool mengalami kebuntuan.
Liverpool sendiri seolah tengah menghadapi masalah di lini depan meski saat ini menjadi kesebelasan dengan jumlah gol terbanyak di Liga Primer. Dari empat laga terakhir, Liverpool hanya mampu mencetak tiga gol saja. Kehilangan Mane yang jadi figur penting dalam lini serang Liverpool pun akan membuat Liverpool tumpul di lini depan.
Ibrahimovic Pulih, Mkhitaryan Top Form
Jika Liverpool sedang lesu, Manchester United justru sedang berada dalam momentum yang luar biasa. Sembilan laga terakhir berhasil dilewati dengan kemenangan. Bahkan United mencatatkan 15 laga tanpa kekalahan di segala ajang. Terakhir kali United menelan kekalahan adalah pada awal November 2016 ketika ditaklukkan Fenerbahce 2-1.
Di lini depan, Mourinho sepertinya sudah menemukan racikan pas untuk mengombinasikan Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba, dan Henrikh Mkitharyan. Dari 15 laga tersebut, 34 gol berhasil dicetak, yang artinya United tengah memiliki rataan mencetak dua gol dalam satu pertandingan.
Mampunya Mourinho memaksimalkan Mkhitaryan seolah menjadi kunci penting di balik kesuksesan United dalam dua bulan terakhir ini. Gelandang asal Armenia ini memberikan dimensi yang berbeda dalam hal kecepatan. Pergerakannya yang dinamis pun bisa mengisi kekosongan di kotak penalti ketika Ibrahimovic berkreasi di luar kotak penalti untuk memancing lawan.
Ibra juga semakin tajam dengan membaiknya performa lini tengah Manchester United. Total sudah 13 gol ia ciptakan di Liga Primer. Torehannya hanya kalah sebiji gol saja dari pencetak gol terbanyak Liga Primer, yaitu Diego Costa.
Foto: REUTERS/Phil Noble |
Dinamisnya pergerakan Ibra, Mkhitaryan dan satu penyerang lain di antara Jesse Lingard, Juan Mata, atau Anthony Martial, membuat MU memiliki variasi dalam serangan. Untuk kecepatan bisa andalkan Mkhitaryan dan Martial. Sementara untuk duel udara, ada Ibrahimovic.
Menghadapi Liverpool yang khas dengan counter pressing alias gegenpressing-nya, United sendiri cukup berpengalaman. Karena, selain duel di Anfield berakhir dengan 0-0, United sempat mampu mengalahkan Tottenham Hotspur (1-0) yang memiliki gaya permainan defensif serupa dengan Liverpool. Kala itu Mkhitaryan mencetak gol semata wayang United lewat aksi solo run serangan balik setelah mendapatkan umpan daerah dari Ander Herrera.
Tajamnya lini serang ini pun dibarengi dengan lini pertahanan yang semakin kokoh. Dari 15 laga, David De Gea hanya tujuh kali memungut bola dari gawangnya. Ini sudah menjadi bukti jika lini pertahanan Manchester United kini tak lagi mudah untuk dijebol.
Memang, pada laga ini United masih tidak akan bisa diperkuat Eric Bailly yang harus membela negaranya di Piala Afrika 2017. Namun Bailly sendiri sebelumnya sudah menderita cedera dan absen untuk beberapa pertandingan. Bek-bek tengah seperti Marcos Rojo, Phil Jones, Chris Smalling mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Bailly.
Rojo dan Jones bahkan kini menjadi tandem baru yang diandalkan Mourinho. Namun Rojo sempat mengalami cedera otot menjelang laga ini. Hanya saja bek asal Argentina ini diprediksi bisa pulih tepat waktu dan bermain sejak menit pertama menghadapi Liverpool.
Foto: Pandit Football Indonesia |
Kondisi Manchester United yang bertindak sebagai tuan rumah sedang unggul jauh dari kubu tamu. Apalagi Old Trafford merupakan tempat yang tak ramah bagi lawannya. Hanya Manchester City yang mampu mengalahkan United di Old Trafford pada musim ini. Dari 17 laga kandang, 12 kemenangan diraih Pogba cs.
Keroposnya lini pertahanan Liverpool akan menjadi sasaran empuk lini depan Manchester United yang sedang dalam kondisi prima. Sementara lini serang Liverpool yang sedang loyo karena Coutinho baru pulih dari cedera dan Mane dipastikan absen, harus menghadapi lini pertahanan MU yang baru kebobolan tujuh gol dari 15 laga terakhir.
Kami memprediksi Manchester United akan memenangi laga ini dengan skor tipis. Karena selain hasil pertemuan keduanya di Anfield tak tercipta satu gol pun, Mourinho kerap menerapkan pendekatan strategi yang tak terlalu menyerang saat menghadapi kesebelasan papan atas.
(nds/fem)



Foto: Reuters / Toby Melville
Foto: REUTERS/Phil Noble
Foto: Pandit Football Indonesia




