Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Jerman: Borussia Dortmund 1-0 RB Leipzig

    Dortmund Balas Dendam pada Leipzig Lewat Skema Tiga Bek

    Sandy Firdaus - detikSport
    Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay
    Jakarta - Borussia Dortmund berhasil membalaskan dendam atas RB Leipzig dari pertemuan pertama mereka pada paruh pertama Bundesliga 2016/2017 silam -- Dortmund kalah 0-1 di markas Leipzig pada bulan September.

    Menjamu RB Leipzig di Signal Iduna Park, Minggu (5/2/2017) dinihari WIB, Die Borussen melakukan revans dengan memetik kemenangan dengan skor 1-0 lewat gol tunggal dari Pierre-Emerick Aubameyang pada menit ke-34.

    Dengan hasil ini, usaha Leipzig untuk mengejar Bayern Munich pun akan menjadi lebih terjal. Sedangkan bagi Dortmund, kemenangan ini cukup berharga dalam usaha mereka untuk kembali ke papan atas Bundesliga, memperebutkan tiket Liga Champions.

    Dortmund Balas Dendam pada Leipzig Lewat Skema Tiga Bek

    Pertandingan sendiri sebenarnya berjalan dengan cukup menarik karena kedua tim silih berganti melakukan serangan dengan tempo yang cepat. Namun, ada beberapa hal yang membuat Dortmund unggul dari Leipzig dalam pertandingan kali ini.

    Borussia Dortmund Menerapkan Skema Tiga Bek

    Skema tiga bek sekarang ini menjadi sebuah tren baru di Inggris. Skema ini memberikan sebuah tim keunggulan jumlah pemain yang berada di lini tengah. Dalam pertandingan melawan Leipzig, Dortmund pun mencoba untuk menggunakan skema tiga bek ini.

    Menerapkan formasi dasar 3-1-4-2, Thomas Tuchel memasang Sokratis Papastathopoulos, Marc Bartra, dan Lukasz Piszczek sebagai tiga bek di lini pertahanan. Pemasangan tiga bek ini, dengan menempatkan Marcel Schmelzer dan Erik Durm sebagai wing back kiri dan kanan, memberikan keunggulan tersendiri bagi Dortmund, baik ketika menyerang maupun bertahan.

    Ketika menyerang, Schmelzer dan Durm dapat mengisi ruang-ruang di sayap dan memberikan opsi bagi para pemain di tengah untuk memulai serangan lewat sayap serta menambah jumlah pemain di tengah. Ketika bertahan, dua wing back ini akan membantu tiga bek di belakang untuk menutup ruang dari sayap sekaligus menambah pemain-pemain yang berkontribusi di pertahanan.

    Leipzig Tidak Bisa Melakukan Serangan dari Tengah

    RB Leipzig adalah tim dengan gaya menyerang yang cukup ortodok ala Jerman lama. Tim ini biasa menyerang lewat tengah, menggunakan kemampuan umpan dan pergerakan cepat dari para pemain tengahnya, dan menggunakan sayap sebagai area untuk menekan lawan. Namun dalam pertandingan melawan Dortmund, hal ini sama sekali tidak terlihat.

    Berkebalikan dengan gaya permainan mereka, dalam pertandingan ini justru Leipzig lebih banyak menekan dari sayap dan menanggalkan serangan dari tengah yang menjadi andalan mereka. Serangan mereka yang biasanya berasal dari tengah tidak begitu banyak terlihat, malah mereka mencatatkan umpan silang yang cukup banyak dalam pertandingan ini (delapan umpan silang, sama dengan Dortmund)

    Dortmund Balas Dendam pada Leipzig Lewat Skema Tiga BekArah serangan Leipzig. Bola cukup banyak dialirkan ke sayap. Sumber: Stats Zone FourFourTwo

    Banyaknya serangan Leipzig dari sayap ini tak lepas dari gaya bertahan yang diterapkan Dortmund. Selain menumpuk pemain di area pertahanan, keunggulan jumlah pemain di tengah berkat skema tiga bek yang mereka terapkan berhasil dimanfaatkan untuk menekan double pivot Leipzig, Stefan Ilsanker, dan Rani Khedira.

    Aliran bola yang mengarah kepada Naby Keita dan Dominik Kaiser yang berperan sebagai gelandang serang pun akhirnya lebih banyak beralih ke sayap dan mudah direbut oleh para pemain Dortmund.

    Meski Yussuf Poulsen kerap membantu ke tengah dan menjadi pemantul bola bagi rekan-rekannya, serangan Leipzig ini tetap bisa dihentikan karena bola aliran Keita ataupun Kaiser tidak sampai ke penyerang utama mereka, Davie Selke.

    Hal ini akhirnya berujung kepada total tembakan yang dicetak oleh Leipzig dalam pertandingan tersebut, yaitu hanya dua saja. Terbagi menjadi satu shot on target dan satu shot off target.




    Berniat Menambah Tekanan dari Sayap, Malah Banyak Diserang dari Sayap

    Ketika pertahanan Dortmund begitu sulit ditembus, Leipzig pun berusaha untuk menambah tekanan ke pertahanan Dortmund dengan menaikkan double pivot mereka yaitu Rani Khedira dan Stefan Ilsanker ke depan, juga menaikkan dua fullback mereka, Marcel Halstenberg dan Bernardo ke depan. Tekanan memang bertambah, tapi hal itu juga sekaligus memberikan lubang tersendiri di lini pertahanan Die Bullen.

    Dortmund yang dikenal memiliki winger-winger dan penyerang (Pierre-Emerick Aubameyang) yang memiliki kecepatan dan kemampuan dribel yang cukup baik, akhirnya mampu memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan para fullback dan double pivot Leipzig sebagai tempat mereka untuk menyerang, terutama di sisi kiri tempat Marcel Halstenberg dan Rani Khedira beroperasi.

    Dortmund Balas Dendam pada Leipzig Lewat Skema Tiga BekSerangan dari sayap Dortmund yang cukup berbahaya. Sumber: Stats Zone FourFourTwo

    Ousmane Dembele di kanan, Marco Reus di kiri, dan Aubameyang yang liar bergerak dari kiri ke kanan adalah tujuan dari umpan-umpan panjang yang kerap dilepaskan oleh Raphael Guerreiro ataupun Julian Weigl. Walau sempat tidak efektif karena Auba banyak bergerak di sayap dan bertabrakan dengan Dembele maupun Reus, semua menjadi sempurna tatkala Auba mulai rajin berada di kotak penalti.

    Total enam dari 11 attempts yang dilepaskan oleh Die Schwarzgelben dalam pertandingan ini berasal dari serangan balik, dan serangan balik itu banyak dilakukan lewat sayap (kanan 29%, kiri 44%). Gol Borussia Dortmund dalam laga ini mencerminkan ruang yang kosong di sayap yang berhasil dimanfaatkan oleh Dembele.

    Dortmund Balas Dendam pada Leipzig Lewat Skema Tiga BekHeatmap dari para penyerang Dortmund (Dembele, Reus, Aubameyang, Durm, dan Schmelzer. Tampak sisi sayap (terutama sayap kiri) menjadi area dominan terjadinya permainan. Sumber: Whoscored.com

    Walau Dembele harus digantikan oleh Pulisic pada menit ke-61, serangan sayap Dortmund ini tetap dominan. Apalagi memasuki babak kedua, Marco Reus yang kerap melebar ke kiri pun acap berkontribusi dalam serangan, membuat serangan sayap Dortmund menjadi lebih hidup, baik di kiri maupun kanan.

    Leipzig pun sebenarnya dapat melakukan hal yang sama pada 10 menit terakhir, menekan dari sayap memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan para wing back Dortmund. Tapi hal itu tidak memberikan efek yang cukup berarti untuk pertandingan. Ditambah lagi dengan masuknya Matthias Ginter pada mneit ke-76 menggantikan Guerreiro, membuat pertahanan Dortmund semakin kuat.

    Kesimpulan

    Dimulai dari TSG 1899 Hoffenheim yang mereka lawan pekan lalu, RB Leipzig mulai melawan tim yang berhasil menemukan antitesis dari permainan yang kerap mereka terapkan. Jika Hoffenheim gagal melakukannya, lain hal dengan Dortmund.

    Dibekali dengan pemain-pemain berkualitas mumpuni, Dortmund berhasil mengejawantahkan apa yang ingin Hoffenheim lakukan ketika bertandang ke Red Bull Arena pekan lalu. Hasilnya pun cukup memuaskan. Die Borussen menjadi tim ketiga yang sukses menaklukkan Leipzig dalam ajang Bundesliga 2016/2017 ini setelah Bayern dan FC Ingolstadt.

    Sedangkan bagi Dortmund sendiri, kemenangan ini akan mempertebal kepercayaan diri mereka, sekaligus meyakinkan bahwa papan atas Bundesliga bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diraih.


    ====

    *penulis juga biasa menulis untuk situs @panditfootball, beredar di dunia maya dengan akun @sandi1750.

    (krs/mfi)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game