Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Liga Champions: Bayern Munich vs Arsenal

    Serangan Balik dan Berharap Tidak Ditekan

    Dex Glenniza - detikSport
    Foto: AFP PHOTO / GUENTER SCHIFFMANN Foto: AFP PHOTO / GUENTER SCHIFFMANN
    Jakarta - Setelah disuguhi laga mengejutkan antara Paris St. Germain melawan Barcelona tadi malam, sebuah big match akan tersaji kala Bayern Munich menjamu Arsenal.

    Tuan rumah Bayern sepertinya akan diunggulkan lagi pada pertandingan nanti. Apalagi perjalanan Arsenal yang dalam beberapa tahun terakhir selalu terhenti di fase babak 16 besar Liga Champions.

    Meskipun demikian, Bayern selalu terlihat kesulitan terutama setelah mereka kembali dari winter break. Mereka memang berhasil menang empat kali dan imbang sekali, tapi permainan mereka jauh dari meyakinkan. Di saat seperti ini lah sepertinya Arsenal merasa beruntung bertandang ke Allianz Arena.

    Namun, kita harus mengingat kembali jika Bayern sudah pernah tiga kali menyingkirkan Arsenal di babak 16 besar Liga Champions, yaitu pada 2005, 2013, dan 2014; serta musim lalu mereka berhasil memuncaki babak fase grup dengan mengangkangi Arsenal sebanyak enam poin.
    Beberapa hal di atas membuat kita bisa bertaruh kepada sejarah (berarti akan memenangkan Bayern) atau penampilan (berarti berpotensi membuat Arsenal bisa mengatasi Bayern).

    Bayern yang Tidak Dominan

    Saat Bayern berada di bawah asuhan Pep Guardiola, mereka bermain begitu dominan dan penuh determinasi. Tapi sejak diasuh oleh Carlo Ancelotti musim ini, kedua hal di atas seolah mulai sirna.

    Di sini, kita jangan terjebak pada klasemen Bundesliga, karena pada liga domestik tersebut, Bayern untuk sementara ini berhasil unggul tujuh poin dari peringkat kedua, RB Leipzig. Namun jika kita melihat penampilan Bayern, kita akan menemukan hal yang berkebalikan.

    Formasi kesukan Ancelotti adalah 4-3-3. Ia selalu memakai formasi ini di Liga Champions. Tapi di Bundesliga, ia juga tercatat sudah enam kali memakai 4-2-3-1; yang merupakan formasi yang membuat mereka menjuarai Liga Champions 2013.

    Sebenarnya masalah utama Bayern bukan pada taktik, melainkan pada kurangnya agresivitas dan intensitas serangan mereka.
    "Ancelotti sedikit lebih tua dan lebih tenang saat pertandingan dibandingkan dengan Guardiola," kata Jérôme Boateng seperti yang dikutip dari FourFourTwo.

    "Mungkin ia sedikit lebih santai juga. Secara taktikal, aku pikir kami tidak perlu banyak menekan di pertandingan. Kadang kami berkata, 'Oke, kamu (lawan) bisa menguasai bola'. Itu artinya kami bisa bermain lebih dalam, menciptakan ruang untuk serangan balik. Itu adalah perubahan yang besar dibandingkan mentalitas kami sebelumnya."

    Pernyatan Boateng tersebut bisa berarti positif atau negatif, tergantung dari perspektif mana kita memandangnya. Namun, Ancelotti sendiri bahkan pernah menyatakan jika kesebelasannya belum bermain memenuhi potensi mereka. Ia menyatakan bahwa ia ingin kesebelasannya bermain lebih direct dan lebih garang.

    "Filosofi permainanku adalah penguasaan dan kontrol bola. Tapi kami harus lebih cepat saat menyerang, saat kami mendapatkan ruang untuk melakukannya," kata Ancelotti.

    Selain masalah agresivitas dan intensitas di atas, ada masalah lain yang harus dihadapi oleh Ancelotti, yaitu masalah beberapa individu pemainnya. Thomas Mueller dan Douglas Costa dianggap menjadi pemain yang berbeda dari biasanya, bahkan Mueller baru berhasil mencetak satu gol di Bundesliga musim ini.

    Kemudian Bayern juga terlihat terlalu bergantung pada Robert Lewandowski yang sudah mencetak 15 gol di Bundesliga dan 5 gol di Liga Champions musim ini. Cederanya Boateng (menang 2,8 duel udara per pertandingan di Liga Champions) dan Franck Ribery (7 assist di Bundesliga) semakin menambah masalah pada dini hari nanti.

    Cara Arsenal Mengeksploitasi Bayern

    Setelah membaca mengenai poin yang menggembirakan bagi para pendukung Arsenal di atas, sebenarnya Arsenal juga memiliki masalah mereka sendiri. Pada beberapa musim ke belakang, masalah utama yang dihadapi oleh The Gunners adalah bahwa permainan kesebelasan mereka hampir selalu bisa diprediksi.

    Arsenal memainkan permainan yang hampir selalu sama: cepat, cair, dan sangat bergantung pada pergerakan yang konstan. Hal ini hampir pasti bisa dieskploitasi oleh Bayern dengan permainan menekan. Selama musim ini, Arsenal terlihat kesulitan jika ditekan, dan bahayanya, mereka tidak memiliki rencana cadangan.

    Manajer Arsenal Arsene Wenger selalu percaya jika pemainnya akan cukup pintar untuk keluar dari tekanannya ini. Ini juga yang menjadi alasan jika rekrutan Arsenal hampir pasti adalah pemain-pemain yang cerdas, seperti Mesut Oezil atau Alexis Sánchez. Di saat hal tersebut menjadi positif, hal negatifnya justru ditunjukkan dengan persiapan yang buruk soal taktik cadangan Wenger.

    Namun, hal di atas bisa saja berubah. Apalagi Wenger menyatakan jika ia akan mengistirahatkan Oezil dan bermain lebih defensif. Jika benar Arsenal mengaplikasikan permainan seperti itu doini hari nanti, itu adalah pilihan taktik yang bijaksana, mengingat Arsenal akan bermain di Stadion Emirates pada leg kedua.

    Wenger pasti sudah tahu jika Bayern juga memiliki kelemahan dalam menghadapi penyerang-penyerang cepat. Dengan Mats Hummels, Javi Martínez, dan Philipp Lahm di belakang, tidak sulit kita melihat korelasinya.

    Arsenal bisa sesekali mengeksploitasi Bayern dengan rencana yang sudah Wenger sampaikan ini, yaitu bertahan dan menyerang Bayern melalui serangan balik cepat. Klise sekali, bukan?

    Melalui kecepatan dan daya ledak tinggi dari Sanchez dan Theo Walcott, Arsenal bisa melakukan serangan balik dari posisi yang lebih dalam, terutama melalui sayap kiri mereka, di mana mereka tidak perlu repot-repot meladeni permainan David Alaba yang cepat untuk naik kemudian turun lagi. Alex Oxlade-Chamberlain juga bisa berperan lebih kontributif seperti yang ia tunjukkan dari posisi yang lebih sentral.

    Pada saat melawan Hull City misalnya, Oxlade-Chamberlain berhasil membuat lima dribel sukses dari posisi yang lebih sentral ini. Bermainnya mantan pemain Southampton tersebut sebagai gelandang tengah juga bisa membuat transisi bertahan ke menyerang Arsenal menjadi lebih garang.

    Kemudian untuk menghadapi Alaba, satu-satunya pemain cepat di pertahanan Bayern, Arsenal bisa mengandalkan Hector Bellerin. Full-back kanan asal Spanyol ini biasa melakukan overlapping dengan kecepatannya, di saat yang bersamaan, posisi yang ditinggalkannya akan di-cover oleh Francis Coquelin.

    Tapi keputusan Wenger untuk mengistirahatkan Oezil memang perlu dipertimbangkan mengingat dia adalah salah satu pemain yang bisa mengeksploitasi ruang ketika Arsenal melakukan serangan balik, baik melalui dribel ataupun operan-operannya.

    Jikapun Oezil bermain, baik dari awal pertandingan maupun dari bangku pemain pengganti, ia bisa bermain di posisi sayap kiri alih-alih gelandang serang supaya hal ini tidak merugikan rencana permainan defensif Wenger. Jika ia bermain di sayap, ia bisa "dibebastugaskan" dari kewajibannya untuk ikut bertahan.

    Prediksi: Bayern Munich 0-0 Arsenal

    Serangan Balik dan Berharap Tidak DitekanPrediksi starting XI Bayern Munich dan Arsenal
    Kita boleh saja sangsi dengan Arsenal jika kita melihat sejarah, apalagi kesebelasan yang harus mereka hadapi adalah Bayern dan di kandang mereka pula. Tapi Arsenal memang seperti nothing to lose.

    Sejujurnya, Ancelotti adalah orang yang lebih merasa tertekan dini hari nanti dibandingkan dengan Wenger. Ia harus bisa membuktikan bahwa ia bisa mengembalikan trofi Liga Champions kembali ke Munich.

    Dengan berencana bermain defensif, Wenger sesungguhnya sudah membuktikan bahwa ia adalah manajer yang membumi. Karena jika ia berhasil mendapatkan hasil positif di leg pertama, ia bisa bermain lebih tenang di leg kedua. Tapi rencana Wenger ini bisa saja menjadi buyar kalau Bayern mampu bermain lebih agresif dan menekan. (rin/cas)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game