Match Analysis
Piala Presiden 2017
Persib Tumbangkan Mitra Kukar dengan Memanfaatkan Bola Mati
Foto: Tim Media PSSI
Solo - Persib Bandung meraih kemenangan atas Mitra Kukar 3-2 dalam perempfinal Piala Presiden 2017. Maung Bandung memanfaatkan bola mati.
Laga sengit tersaji pada perempatfinal Piala Presiden 2017 yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (25/2/2017) saat Persib menghadapi Mitra Kukar. Dalam laga itu sampai menghasilkan lima gol dengan Persib membukukan kemenangan 3-2.
Hasil akhir itu merefleksikan apa yang terjadi di lapangan. Persib memang mendominasi jalannya pertandingan, namun Mitra Kukar tetap dengan konstan menebar ancaman pada lini pertahanan Persib. Pada babak pertama sendiri Persib sudah unggul 2-1.
Persib mulai kesulitan kala pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, melakukan beberapa perubahan. Meski begitu, Persib layak membukukan kemenangan pada laga itu.
Mitra Kukar Coba Menaklukkan Persib dengan Pemain-Pemain Cepat
Ada sedikit perubahan susunan pemain yang dilakukan Jafri Sastra ketimbang laga-laga sebelumnya. Tak ada nama penyerang asing yang sebelumnya selalu bermain di tiga laga fase grup, Angel Carrascosa.
Posisinya digantikan Aldino Herdianto. Perubahan itu cukup wajar, sebab penyerang asal Spanyol tersebut tak mencetak satu gol pun dari tiga kali starter. Sementara, Aldino mengemas dua gol di Piala Presiden ini.
Perubahan lain dilakukan Jafri Sastra dengan menempatkan gelandang asal Korea Selatan mereka, In Kyun-oh, lebih ke tengah. Jika sebelumnya dia dipasang sebagai gelandang serang di belakang penyerang, kali ini dia menemani Dhika Pratama sebagai double pivot dalam formasi 4-2-3-1. Posisi gelandang serang diisi oleh mantan pemain Persib, Zulham Zamrun.
Dari segi permainan terlihat jika Mitra Kukar memanfaatkan kecepatan para pemainnya dalam membongkar pertahanan Persib. Umpan-umpan daerah pun seringkali dilepaskan lini tengah kesebelasan berjuluk Naga Mekes tersebut ketika hendak memasuki final third.
Skema itu cukup berhasil merepotkan lini pertahanan Persib. Itu terlihat dari banyaknya pelanggaran yang terjadi di depan kotak penalti Persib. In Kyun-oh tidak sekali-dua kali mengancam lini pertahanan Persib dengan tendangan bebas mematikannya. Bahkan, gol penyama kedudukan Mitra Kukar pada menit ke-29 pun tercipta lewat tendangan bebas mantan gelandang Persegres Gresik tersebut.
Menyerang lewat para pemain cepat pun terus dilakukan Mitra Kukar pada babak kedua. Hendra Bayauw misalnya yang dimasukkan menggantikan Yogi Rahadian. Begitu juga dengan Anindito Wahyu dan Andre Agustiar yang menggantikan Aldino dan Zulham.
Hasilnya, terbukti ketika penetrasi Hendra Bayauw di sisi kanan pertahanan Persib mampu memorakporandakan pertahanan Persib pada menit ke-74. Setelah melewat Vladimir Vujovic, Bayauw memberikan umpan silang ke jantung pertahanan dengan kaki luarnya. Di sanalah Andre Agustiar menyambut bola dengan sundulannya.
Para pemain cepat Mitra Kukar itu sebenarnya difungsikan tidak hanya untuk memberikan ancaman bagi lini pertahanan Persib, tapi juga memberikan pressing pada lini pertahanan Persib ketika hendak memulai serangan.
Persib memang merupakan kesebelasan yang membangun serangan lewat umpan-umpan pendek sejak dari kiper. Kelihaian Vujovic dan Achmad Jufriyanto yang bisa menjadi pembagi bola ditambah Henhen Herdiyana/Supardi Nasir dan Tony Sucipto yang sering turut membantu serangan bola serangan Persib secara perlahan bergerak dari pemain belakang ke tengah, sayap, hingga akhirnya ke kotak penalti lawan.
Gol-Gol Persib Berasal dari Bola Mati
Lewat pressing yang dilancarkan Mitra Kukar, Persib agak kesusahan dalam membangun serangan. Bola serangan Persib sering terhenti ketika berada di sayap. Febri Hariyadi yang biasanya melakukan aksi-aksi individual dibuat tak berkutik karena dijaga satu atau dua pemain.
Persib sendiri menurunkan skuat yang agak berbeda dengan susunan pemain di laga terakhir fase grup melawan Persela Lamongan. Jika sebelumnya Wildansyah menemani Vujovic, kini Achmad Jufriyanto yang dipasang pelatih Persib, Djajang Nurjaman. Selain itu Shohei yang melawan Persela bermain sejak menit pertama digantikan Atep untuk menempati sisi kiri penyerangan.
Dengan susunan pemain ini, Persib mampu unggul cepat lewat gol sang kapten, Atep, pada menit ke-11. Atep dengan cerdik memanfaatkan sapuan kiper Mitra Kukar, Gerri Mandagi. Gerri menepis bola hasil tendangan bebas Dedi Kusnandar, namun bola justru jatuh di kaki Atep.
Setelah unggul, petaka datang bagi kubu Persib. Striker andalan mereka, Sergio Van Dijk, mengalami cedera. Penyerang keturunan Belanda ini pun akhirnya harus ditarik keluar, Matsunaga pada menit ke-26. Tiga menit berselang, Mitra Kukar berhasil menyamakan kedudukan.
Cederanya Van Dijk, ditambah dengan pressing Mitra Kukar yang membuat aliran serangan Persib tersendat, membuat Persib lebih sering berada dalam tekanan. Hanya saja Janur kemudian mulai memaksimalkan serangan-serangan balik melalui para pemain sayap.
Dari serangan-serangan balik inilah Persib mulai lebih banyak menebar ancaman bagi lini pertahanan Mitra Kukar. Matsunaga misalnya, ia sempat mendapatkan peluang satu lawan satu dengan kiper melalui skema serangan balik.
Skema serangan balik ini juga membuat Mitra Kukar harus lebih sering melanggar para pemain Persib. Dan Persib mampu dengan baik memanfaatkan bola-bola mati tersebut. Setelah gol Atep berawal dari tendangan bebas Dedi Kusnandar, giliran servis bola mati Matsunaga (yang membentur tiang) yang berhasil dimanfaatkan Atep pada gol ketiga Persib.
Gol kedua Persib pun dicetak melalui servis bola mati. Hanya saja skema gol ini tercipta dari sepak pojok. Dedi Kusnandar mampu mengirim bola dengan akurat untuk Vujovic yang unggul duel udara meski dikawal dua pemain.
Kesimpulan
Secara permainan, Persib memang kurang memuaskan pada laga ini. Pressing yang dilancarkan Mitra Kukar membuat alur serangan Persib tak berjalan dengan baik.
Padahal, pada babak kedua mereka menurunkan skuat terbaik mereka, termasuk memasukkan Supardi Nasir dan Erick Weeks. Biasanya Persib menggila di babak kedua, akan tetapi kali ini hanya satu gol saja yang berhasil diciptakan, itu pun berawal dari bola mati, sama seperti dua gol di babak pertama.
Persib beruntung memiliki Dedi Kusnandar dan Shohei Matsunaga yang memang menjadi spesialis bola-bola mati. Tak seperti di ISC 2016 misalnya, tak adanya set piece taker handal membuat Persib tak memiliki cara lain ketika skema open play mereka buntu.
Di laga ini membuktikan bahwa servis bola mati bisa menjadi jalan keluar bagi buntunya lini serang Persib, terlebih Van Dijk mengalami cedera.
Sementara itu Mitra Kukar tampil militan pada laga ini. Dua gol yang mereka cetak adalah bukti bahwa para pemain cepat mereka bisa menjadi teror bagi lini pertahanan lawan.
Mereka pun berhasil membuat skema serangan Persib mandeg. Jika Persib tak memiliki eksekutor bola mati yang handal, bisa jadi Mitra Kukar yang akan menang.
===
*penulis adalah editor di situs @panditfootball, beredar di dunia maya dengan akun @ardynshufi. (fem/fem)
Laga sengit tersaji pada perempatfinal Piala Presiden 2017 yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (25/2/2017) saat Persib menghadapi Mitra Kukar. Dalam laga itu sampai menghasilkan lima gol dengan Persib membukukan kemenangan 3-2.
Hasil akhir itu merefleksikan apa yang terjadi di lapangan. Persib memang mendominasi jalannya pertandingan, namun Mitra Kukar tetap dengan konstan menebar ancaman pada lini pertahanan Persib. Pada babak pertama sendiri Persib sudah unggul 2-1.
Persib mulai kesulitan kala pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, melakukan beberapa perubahan. Meski begitu, Persib layak membukukan kemenangan pada laga itu.
Foto: Pandit Football |
Mitra Kukar Coba Menaklukkan Persib dengan Pemain-Pemain Cepat
Ada sedikit perubahan susunan pemain yang dilakukan Jafri Sastra ketimbang laga-laga sebelumnya. Tak ada nama penyerang asing yang sebelumnya selalu bermain di tiga laga fase grup, Angel Carrascosa.
Posisinya digantikan Aldino Herdianto. Perubahan itu cukup wajar, sebab penyerang asal Spanyol tersebut tak mencetak satu gol pun dari tiga kali starter. Sementara, Aldino mengemas dua gol di Piala Presiden ini.
Perubahan lain dilakukan Jafri Sastra dengan menempatkan gelandang asal Korea Selatan mereka, In Kyun-oh, lebih ke tengah. Jika sebelumnya dia dipasang sebagai gelandang serang di belakang penyerang, kali ini dia menemani Dhika Pratama sebagai double pivot dalam formasi 4-2-3-1. Posisi gelandang serang diisi oleh mantan pemain Persib, Zulham Zamrun.
Dari segi permainan terlihat jika Mitra Kukar memanfaatkan kecepatan para pemainnya dalam membongkar pertahanan Persib. Umpan-umpan daerah pun seringkali dilepaskan lini tengah kesebelasan berjuluk Naga Mekes tersebut ketika hendak memasuki final third.
Skema itu cukup berhasil merepotkan lini pertahanan Persib. Itu terlihat dari banyaknya pelanggaran yang terjadi di depan kotak penalti Persib. In Kyun-oh tidak sekali-dua kali mengancam lini pertahanan Persib dengan tendangan bebas mematikannya. Bahkan, gol penyama kedudukan Mitra Kukar pada menit ke-29 pun tercipta lewat tendangan bebas mantan gelandang Persegres Gresik tersebut.
Menyerang lewat para pemain cepat pun terus dilakukan Mitra Kukar pada babak kedua. Hendra Bayauw misalnya yang dimasukkan menggantikan Yogi Rahadian. Begitu juga dengan Anindito Wahyu dan Andre Agustiar yang menggantikan Aldino dan Zulham.
Hasilnya, terbukti ketika penetrasi Hendra Bayauw di sisi kanan pertahanan Persib mampu memorakporandakan pertahanan Persib pada menit ke-74. Setelah melewat Vladimir Vujovic, Bayauw memberikan umpan silang ke jantung pertahanan dengan kaki luarnya. Di sanalah Andre Agustiar menyambut bola dengan sundulannya.
Para pemain cepat Mitra Kukar itu sebenarnya difungsikan tidak hanya untuk memberikan ancaman bagi lini pertahanan Persib, tapi juga memberikan pressing pada lini pertahanan Persib ketika hendak memulai serangan.
Persib memang merupakan kesebelasan yang membangun serangan lewat umpan-umpan pendek sejak dari kiper. Kelihaian Vujovic dan Achmad Jufriyanto yang bisa menjadi pembagi bola ditambah Henhen Herdiyana/Supardi Nasir dan Tony Sucipto yang sering turut membantu serangan bola serangan Persib secara perlahan bergerak dari pemain belakang ke tengah, sayap, hingga akhirnya ke kotak penalti lawan.
Gol-Gol Persib Berasal dari Bola Mati
Lewat pressing yang dilancarkan Mitra Kukar, Persib agak kesusahan dalam membangun serangan. Bola serangan Persib sering terhenti ketika berada di sayap. Febri Hariyadi yang biasanya melakukan aksi-aksi individual dibuat tak berkutik karena dijaga satu atau dua pemain.
Persib sendiri menurunkan skuat yang agak berbeda dengan susunan pemain di laga terakhir fase grup melawan Persela Lamongan. Jika sebelumnya Wildansyah menemani Vujovic, kini Achmad Jufriyanto yang dipasang pelatih Persib, Djajang Nurjaman. Selain itu Shohei yang melawan Persela bermain sejak menit pertama digantikan Atep untuk menempati sisi kiri penyerangan.
Dengan susunan pemain ini, Persib mampu unggul cepat lewat gol sang kapten, Atep, pada menit ke-11. Atep dengan cerdik memanfaatkan sapuan kiper Mitra Kukar, Gerri Mandagi. Gerri menepis bola hasil tendangan bebas Dedi Kusnandar, namun bola justru jatuh di kaki Atep.
Setelah unggul, petaka datang bagi kubu Persib. Striker andalan mereka, Sergio Van Dijk, mengalami cedera. Penyerang keturunan Belanda ini pun akhirnya harus ditarik keluar, Matsunaga pada menit ke-26. Tiga menit berselang, Mitra Kukar berhasil menyamakan kedudukan.
Cederanya Van Dijk, ditambah dengan pressing Mitra Kukar yang membuat aliran serangan Persib tersendat, membuat Persib lebih sering berada dalam tekanan. Hanya saja Janur kemudian mulai memaksimalkan serangan-serangan balik melalui para pemain sayap.
Dari serangan-serangan balik inilah Persib mulai lebih banyak menebar ancaman bagi lini pertahanan Mitra Kukar. Matsunaga misalnya, ia sempat mendapatkan peluang satu lawan satu dengan kiper melalui skema serangan balik.
Skema serangan balik ini juga membuat Mitra Kukar harus lebih sering melanggar para pemain Persib. Dan Persib mampu dengan baik memanfaatkan bola-bola mati tersebut. Setelah gol Atep berawal dari tendangan bebas Dedi Kusnandar, giliran servis bola mati Matsunaga (yang membentur tiang) yang berhasil dimanfaatkan Atep pada gol ketiga Persib.
Gol kedua Persib pun dicetak melalui servis bola mati. Hanya saja skema gol ini tercipta dari sepak pojok. Dedi Kusnandar mampu mengirim bola dengan akurat untuk Vujovic yang unggul duel udara meski dikawal dua pemain.
Kesimpulan
Secara permainan, Persib memang kurang memuaskan pada laga ini. Pressing yang dilancarkan Mitra Kukar membuat alur serangan Persib tak berjalan dengan baik.
Padahal, pada babak kedua mereka menurunkan skuat terbaik mereka, termasuk memasukkan Supardi Nasir dan Erick Weeks. Biasanya Persib menggila di babak kedua, akan tetapi kali ini hanya satu gol saja yang berhasil diciptakan, itu pun berawal dari bola mati, sama seperti dua gol di babak pertama.
Persib beruntung memiliki Dedi Kusnandar dan Shohei Matsunaga yang memang menjadi spesialis bola-bola mati. Tak seperti di ISC 2016 misalnya, tak adanya set piece taker handal membuat Persib tak memiliki cara lain ketika skema open play mereka buntu.
Di laga ini membuktikan bahwa servis bola mati bisa menjadi jalan keluar bagi buntunya lini serang Persib, terlebih Van Dijk mengalami cedera.
Sementara itu Mitra Kukar tampil militan pada laga ini. Dua gol yang mereka cetak adalah bukti bahwa para pemain cepat mereka bisa menjadi teror bagi lini pertahanan lawan.
Mereka pun berhasil membuat skema serangan Persib mandeg. Jika Persib tak memiliki eksekutor bola mati yang handal, bisa jadi Mitra Kukar yang akan menang.
===
*penulis adalah editor di situs @panditfootball, beredar di dunia maya dengan akun @ardynshufi. (fem/fem)



Foto: Pandit Football




