Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Manchester City vs Liverpool

    Dominannya Liverpool Menghadapi Tim yang Unggul Dalam Penguasaan Bola

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Clive Brunskill/Getty Images Foto: Clive Brunskill/Getty Images
    Jakarta - Liverpool berpeluang besar mengalahkan Manchester City. Pasalnya The Reds kerap dominan dan mengalahkan tim-tim dengan gaya main seperti City.

    Pekan ke-29 Liga Primer Inggris menyajikan duel dua tim besar di Etihad Stadium, Minggu, (19/3/2017). City yang saat ini menempati posisi ketiga, akan menghadapi Liverpool yang menghuni posisi keempat.

    Menghadapi laga ini, Manchester City menjamu Liverpool dengan modal kekalahan menyesakkan dari AS Monaco di Liga Champions pada tengah pekan lalu. Kekalahan 3-1 yang diterima City membuat mereka kalah agresivitas gol tandang.

    Sementara itu Liverpool bersiap menghadapi laga ini dengan raihan dua kemenangan beruntun. Sempat dikalahkan Leicester, Liverpool berhasil merebut dua kemenangan beruntun atas Arsenal serta Burnley, untuk mengamankan posisinya di empat besar.

    Lantas bagaimana dengan laga ini? Apakah City mampu kembali menorehkan hasil positif di Liga nggris? Atau justru Liverpool yang terus menjaga tren kemenangan beruntun yang sudah didapatkan dalam dua laga terakhir?

    City Otak-Atik Komposisi, Liverpool Tak Banyak Berubah

    Dalam tiga laga terakhir, City sekali menang. Kemenangan itu diraih saat menghadapi Middlesbrouh di ajang Piala FA. Sebelumnya di Liga Inggris, City hanya bermain imbang tanpa gol menghadapi Stoke City. Sementara di Liga Champions mereka takluk dari Monaco.

    Dari tiga ajang berbeda tersebut, City terus mengotak-atik susunan pemain mereka. Dengan kekalahan dari Monaco, bukan tak mungkin akan terjadi lagi perubahan komposisi pemain saat menghadapi Liverpool. Apalagi City masih tidak akan diperkuat oleh dua pemain andalannya, Ilkay Guendogan dan Gabriel Jesus.

    Saat melawan Monaco, City menurunkan Raheem Sterling di sisi kanan, tak seperti melawan Stoke City di mana sang manajer, Pep Guardiola, menempatkan Jesus Navas.

    Selain itu saat melawan Monaco, Kevin De Bruyne ditandemkan dengan David Silva, sementara saat melawan Stoke berduet dengan Yaya Toure. Pada posisi bek tengah, Pep memasang duet Aleksandr Kolarov dan John Stones saat melawan Monaco, yang pada laga melawan Stoke ia lebih memilih menduetkan Kolarov dengan Nicolas Otamendi.

    Karena itulah menghadapi Liverpool, dengan tidak bertambanya pemain yang cedera serta kekalahan atas Monaco, Pep sepertinya akan mengubah susunan pemain kembali. Mungkin hanya Sergio Aguero, Leroy Sane, Fernandinho, Kolarov, dan Gael Clichy saja yang posisinya cukup aman.

    Sementara itu di kubu tamu, tampaknya tidak akan banyak perubahan seperti pada dua laga sebelumnya. Hal ini dikarenakan sang kapten, Jordan Henderson, masih belum bisa dipastikan kembali merumput. Begitu juga dengan Dejan Lovren yang masih diragukan tampil.

    Perubahan yang terjadi mungkin akan terjadi di lini depan. Cederanya Daniel Sturridge dan Roberto Firmino yang sempat mengalami masalah pekan lalu memungkinkan Divock Origi mendapatkan starter kedelapannya musim ini. Walau begitu, Firmino masih menjadi yang terdepan menempati posisi penyerang tengah.

    Liverpool akan kembali mengandalkan formasi dasar 4-3-3. Emre Can akan ditemani Adam Lallana dan Georginio Wijnaldum di lini tengah. Sementara itu di sisi sayap akan ditempati Philippe Coutinho dan Sadio Mane. Begitu juga dengan backfour pada laga melawan Burnley dan Arsenal yang masih akan melindungi Simon Mignolet.

    Dominannya Liverpool Menghadapi Tim yang Unggul Dalam Penguasaan BolaFoto: Pandit Football Indonesia
    Perkiraan skuat Manchester City vs Liverpool


    Keunggulan Liverpool Menghadapi Tim dengan Penguasaan Bola Tinggi

    Dalam lima laga terakhir, Liverpool berhasil meraih tiga kemenangan dan dua kekalahan. Dari tiga kemenangan, dua di antaranya menghadapi tim besar, yakni Tottenham Hotspur dan Arsenal. Saat itu, posisi kedua kesebelasan tersebut notabene berada lebih di atas Liverpool, apalagi Liverpool sempat mengalami tren negatif sejak awal tahun 2017.

    Namun Liverpool menunjukkan kualitasnya saat menghadap Spurs dan Arsenal. Tottenham dikalahkan dengan skor 2-0, sementara Arsenal ditaklukkan dengan skor 3-1. Kekalahan dari Hull City dan Leicester City sebelumnya seolah tak memengaruhi penampilan anak asuh Juergen Klopp ini.

    Tottenham dan Arsenal, yang keduanya dikalahkan Liverpool sebelumnya, saat ini merupakan kesebelasan yang menempati peringkat ketiga dan keempat perihal penguasaan bola, dengan rata-rata 56 persen per pertandingan. Sementara itu Liverpool menempati posisi kedua dengan 58 persen per pertandingan.

    City saat ini merupakan tim dengan penguasaan bola tertinggi di Liga Inggris dengan 60 persen per pertandingan. Menghadapi Liverpool, jika mereka tidak mampu menguasai jalannya pertandingan, bisa jadi mereka akan kerepotan seperti yang dialami Tottenham dan Arsenal.

    Saat menghadapi Spurs dan Arsenal, dengan gegenpressing khas Liverpool, kedua tim tersebut gagal menguasai dan mendominasi jalannya pertandingan. Melawan Liverpool, Spurs hanya mampu mendapatkan 49% penguasaan bola, sementara Arsenal lebih sedikit dengan 47% penguasaan bola. Apalagi saat itu laga digelar di Anfield, markas Liverpool.

    Skuat berjuluk The Reds ini pun tampil menggila dengan mencatatkan 18 percobaan tembakan ke gawang Spurs dan 17 tembakan ke gawang Arsenal. Sementara Spurs dan Arsenal sama-sama hanya melakukan tujuh tembakan ke gawang Liverpool.

    Sementara itu berbeda ketika Liverpool menghadapi tim yang tak handal dalam menguasai bola, Liverpool justru kelabakan. Menghadapi Leicester dan Hull City di mana Liverpool kalah, penguasaan bola Liverpool mencapai 70 persen bahkan lebih saat itu. Sementara itu saat imbang menghadapi Chelsea, Liverpool juga lebih dominan sementara Chelsea memang tak begitu mengandalkan possession football.

    Kesimpulan

    Menghadapi tim-tim besar, Liverpool selalu tampil lebih baik dibanding menghadapi tim-tim kecil. Hal ini dikarenakan ketika melawan tim besar, Liverpool akan menghadapi tin yang possession football oriented.

    Sementara dengan gegenpressing, penguasaan bola lawan tersebut tidak bisa berjalan dengan baik sehingga Liverpool lebih mendominasi dan bisa memanfaatkan lawan yang tak terbiasa dibombardir, contohnya adalah Arsenal dan Tottenham Hotspur.

    Hanya saja kali ini Liverpool akan bermain di Etihad, kandang City. Liverpool kurang superior dalam laga tandang walaupun menempati posisi empat terbaik dengan enam kemenangan, empat imbang dan empat kekalahan.

    Namun, dengan City yang punya tujuh kemenangan, lima imbang, dan satu kekalahan di laga kandang, kami memprediksi laga ini akan berakhir imbang.


    (mrp/mrp)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game
    match-analysis