Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Spanyol: Barcelona 4-2 Valencia

    Barcelona Manfaatkan Sisi Kanan Pertahanan Valencia

    Firza Richsan - detikSport
    Foto: Alex Caparros/Getty Images Foto: Alex Caparros/Getty Images
    Jakarta - Sempat meraih hasil buruk setelah dikalahkan oleh Deportivo La Coruna dengan skor tipis 1-2, Barcelona akhirnya mampu kembali meraup tiga angka kala menjamu Valencia dalam jornada 28 La Liga, Senin (20/3/17) dini hari WIB.

    Dalam laga yang disaksikan oleh 78.675 pasang mata yang hadir langsung di Camp Nou tersebut, Barcelona unggul dengan skor meyakinkan 4-2. Keempat gol anak asuh Luis Enrique di laga itu disumbangkan oleh Luis Suarez, Andre Gomes, dan dua gol dari Lionel Messi. Sementara dua gol balasan Valencia diciptakan oleh Eliaquim Mangala dan Munir El Haddadi.

    Dengan hasil ini, Barcelona pun mampu kembali menipiskan jarak dengan pemuncak klasemen sementara, Real Madrid, menjadi dua angka kembali.

    Pada laga kali ini, Barcelona kembali diperkuat oleh hampir seluruh kekuatan utamanya. Luis Enrique menggunakan skema dasar 3-4-3 berlian dengan menempatkan Sergio Busquets, Rafinha, Andres Iniesta, dan Ivan Rakitic di lini tengah -- Rakitic di bagian ujung berlian sisi depan, sedangkan Busquets di sisi sebaliknya.

    Dengan hadirnya keempat pemain tadi, praktis Barcelona lebih mudah untuk memainkan bola dari kaki ke kaki di area tengah sebelum dikirimkan kepada trio Neymar, Lionel Messi, dan Luis Suarez di lini depan. Penguasaan bola dari kedua tim di laga ini pun cukup jomplang. Di mana tuan rumah unggul dengan persentase yang mencapai 78%, berbanding dengan 28% yang menjadi milik Valencia.

    Kembalinya Neymar Buat Serangan Barcelona Kembali Berbahaya

    Barcelona benar-benar merasakan imbas dari ketidakhadiran Neymar kala mereka dikalahkan oleh Deportivo La Coruna. Pergerakan Arda Turan, yang diproyeksikan untuk menggantikan dirinya, tidak seeksplosif yang ditunjukan oleh pemain asal Brasil tersebut beberapa kali membuat aliran bola yang seharusnya cepat digulirkan ke depan atau area kotak penalti menjadi sedikit lebih tersendat.

    Kembali ditempatkan sebagai sayap kiri di laga ini, Neymar mampu menghadirkan mimpi buruk bagi lini pertahanan Valencia. Pergerakannya bersama Messi dan Suarez pun begitu cair, sehingga sering kali terjadi permutasian posisi yang dilakukan oleh ketiganya, yang membuat para pemain belakang Valencia menjadi sering kali kehilangan konsentrasi.

    Gol pembuka dan penutup Barcelona di laga ini pun tidak terlepas dari andil seorang Neymar. Di gol pertama yang dicetak oleh Suarez, Neymar mampu memperlihatkan kecerdikannya walau hanya melalui situasi lemparan bola ke dalam. Kejeliannya dalam menempatkan bola di sela-sela Martin Montoya dan Carlos Soler memudahkan Suarez untuk menceploskan bola ke gawang Diego Alves.

    Begitu pun dengan gol keempat Barcelona yang diciptakan oleh Andre Gomes, yang diawali dari solo run-nya dalam mengelabui dua pemain Valencia sekaligus. Total, di laga ini, Neymar berhasil membukukan dua assist, tujuh tembakan, tujuh umpan kunci, dan enam kali dribble sukses.

    Barcelona Manfaatkan Sisi Kanan Pertahanan ValenciaChances Created yang dibuat oleh Barcelona di laga ini. Sering kali dibuat oleh Neymar, Messi, dan Suarez melalui pergerakan-pergerakan cair dengan permutasian posisi yang dilakukan oleh ketiganya. Sumber: Stats Zone

    Skema Serangan Balik Valencia Terganggu oleh Kartu Merahnya Mangala

    Valencia bermain dengan garis pertahanan yang begitu rendah di pertandingan ini. Namun tidak mampunya lini tengah Valencia untuk menandingi para gelandang Barcelona membuat trio Messi, Suarez, dan Neymar dapat selalu leluasa menerima bola sehingga menyebabkan keempat bek mereka, Martin Montoya, Ezequiel Garay, Eliaquim Mangala, dan Jose Gaya, harus seringkali berjibaku dibuatnya.

    Namun, dengan garis pertahanan yang rendah itu pun Valencia mampu memancing para pemain Barcelona untuk tampil terus-terusan menekan. Tiga bek Barcelona, Javier Mascherano, Gerard Pique, dan Samuel Umtiti, pun tak jarang maju sampai ke area tengah guna memberikan dukungan terhadap Busquets, Rafinha, Iniesta, juga Rakitic.

    Valencia pun memanfaatkan hal tersebut. Dengan menerapkan gaya serangan balik cepat, tim berjuluk El Che itu beberapa kali terlihat mampu membahayakan gawang Marc Andre Ter Stegen setelah berhasil menembus lini pertahanan Barcelona yang kehilangan konsentrasi akibat terlalu fokus untuk membantu penyerangan.

    Di babak pertama saja Valencia mampu menciptakan tiga peluang berbahaya melalui skema tersebut, yang salah satunya berujung pada gol yang diciptakan oleh Munir El Haddadi.

    Barcelona Manfaatkan Sisi Kanan Pertahanan ValenciaProses sebelum gol Munir, terlihat Mascherano (salah satu bek: lingkaran hitam) yang justru berada di lini tengah, yang menyebabkan Jose Gaya (merah) dapat dengan leluasa menembus area kotak penalti sebelum melepaskan umpan kepada Munir.

    Akan tetapi, apa yang mampu diperlihatkan oleh Valencia di babak pertama, justru tidak kembali terjadi ketika pertandingan memasuki babak kedua.

    Dikartumerahnya Mangala di penghujung babak pertama, membuat sang pelatih, Salvador Voro, terlihat mengubah gaya bermain menjadi lebih menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih mengincar hasil imbang. Hal itu memang tidak terlepas dari sulitnya mereka mengembangkan gaya bermain yang sama karena selalu patah di kaki para bek Barcelona.

    Dengan masuknya Aymen Abdennour (bek) menggantikan Fabian Orellana (sayap) membuat gaya bermain Valencia pun menjadi semakin lebih bertahan. Hal inilah yang akhirnya mampu dimaksimalkan oleh Barcelona dengan mencetak dua gol tambahan di babak kedua.

    Selepas laga, Voro pun mengakui jika diusirnya Mangala merupakan hal yang amat krusial bagi timnya. Karena dengan begitu, Valencia menjadi kesulitan untuk menandingi gaya bermain Barcelona melalui skema yang diusungnya.

    "Diusirnya Mangala sangat berpengaruh terhadap permainan. Kami berjuang mengimbangi penguasaan bola yang dilakukan oleh Barcelona, dan itu sangat sulit. Kami tahu bahwa kami akan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Kami meninggalkan pertandingan ini dengan kesedihan karena sebetulnya kami telah bermain dengan benar," ujarnya seperti yang dikutip laman resmi klub.

    "Kami mencoba untuk memainkan gaya yang sama setelah Mangala diusir keluar, mencoba untuk melakukan serangan balik cepat. Kembali menerapkan gaya bermain fisikal dan mencoba membuat hal-hal yang menyulitkan mereka. Tim telah bermain dengan baik. Tapi walau Anda dapat bersaing dengan baik, bukan berarti Anda tidak dapat mengalami kekalahan di waktu bersamaan. Kami akan fokus untuk menatap laga-laga di depan, dengan tiga poin mendasar yang kami dapatkan di laga ini."

    Kesimpulan

    Barcelona memanfaatkan betul kehadiran Neymar di atas lapangan. Dengan teknik olah bola baik yang dimilikinya, Neymar dapat selalu diandalkan ketika Messi atau Suarez terisolasi karena penjagaan ketat yang diberikan oleh tim lawan.

    Keputusan Enrique untuk kembali menggunakan formasi dasar 3-4-3 berlian pun terlihat lebih menjanjikan bagi Barcelona. Karena dengan begitu Barcelona menjadi semakin bisa memvariasikan serangannya ketika memasuki area final third lawan.

    Sementara bagi Valencia, dengan garis pertahanan yang rendah, seharusnya mereka dapat mengombinasikannya dengan gaya pressing tinggi guna mencegah para gelandang lawan mengirimkan umpan ke area depan. Meskipun di pertandingan ini Valencia mampu memperlihatkan skema serangan balik yang cukup baik, akan tetapi lembeknya tekanan yang dilakukan oleh para pemain mereka harus menjadi hal yang segera dibenahi.


    =====

    Dianalisis oleh @Firzarichsan dari @PanditFootball


    (krs/fem)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com