Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Barcelona vs Juventus

    Takkan Ada Lagi Keajaiban di Camp Nou untuk Barca

    Ardy Nurhadi Shufi - detikSport
    Foto: Laurence Griffiths/Getty Images Foto: Laurence Griffiths/Getty Images
    Jakarta - Barcelona sudah pasti berharap bakal ada lagi keajaiban di Camp Nou saat menghadapi Juventus. Sayangnya hal itu diprediksi tidak akan terjadi lagi.

    Barca tampaknya sudah sangat menantikan laga leg kedua perempatfinal Liga Champions 2016/2017 menghadapi Juventus. Berlangsung di Camp Nou, Kamis (20/4) dinihari WIB, Barca bertekad membalikkan kekalahan 0-3 pada leg pertama.

    Barca berharap mereka bisa kembali melawan kemustahilan seperti yang terjadi saat menghadapi Paris Saint-Germain. Saat itu Barca kalah 0-4 di leg pertama, namun berhasil menang 6-1 di Camp Nou. Bermodalkan itu, Barca percaya bahwa peluang untuk lolos ke semifinal masih terbuka.

    Sementara itu di kubu lawan, Juventus, lebih tenang menghadapi segala kemungkinan di leg kedua. Lantas apakah Juve bisa meredam lini serang Barca yang akan berusaha mencetak gol sebanyak-banyaknya?

    Kembalinya Busquets Sebagai Nyawa Serangan Barca

    Pada leg pertama, Barca tampil tanpa salah satu pemain andalannya, Sergio Busquets. Gelandang asal Spanyol ini absen lantaran hukuman akumulasi kartu. Namun pada leg kedua nanti, Busquets dipastikan kembali tampil.

    Saat tanpa Busquets, Barca sendiri menggunakan formasi dasar 4-3-3 pada babak pertama. Baru pada babak kedua, saat Jeremy Mathieu digantikan Andre Gomes, Barca menggunakan 3-4-3. Menghadapi Juventus di leg kedua, tampaknya skema tiga bek akan menjadi pilihan utama sang pelatih, Luis Enrique.

    Skema tiga bek sebagai pilihan utama pada laga ini bukan tanpa alasan. Saat mengalahkan PSG dengan skor 6-1, Barcelona pun menggunakan formasi dasar 3-1-4-2 yang pada praktiknya seperti 3-4-3 karena Neymar tidak banyak terlibat dalam membantu pertahanan.

    Dalam formasi 3-1-4-2 Barca saat menghadapi PSG, Busquets yang bermain sebagai single pivot di belakang Andres Iniesta dan Ivan Rakitic memiliki peran yang teramat penting. Busquets memang diperankan sebagai pengatur serangan Barca. Tercatat ia melepaskan 71 operan, dua kali lipat dari yang ditorehkan Iniesta (35 operan) dan Rakitic (36 operan).

    Saat menghadapi Juventus di leg pertama, sebenarnya Mascherano juga mencatatkan 72 operan. Tapi yang membedakan adalah akurasi operan Mascherano saat itu (76%) tak sebaik akurasi operan Busquets saat menghadapi PSG (89%).

    Padahal dengan pola serangan Barcelona yang berawal dari bek, selalu didistribusikan pada single pivot atau gelandang yang lebih banyak bermain di depan kotak penalti sebelum dialirkan ke sayap atau ke gelandang yang lebih mobile. Karenanya pada leg pertama, Barca begitu kehilangan Busquets.

    Adanya Busquets bisa dibilang serangan Barca bisa lebih terjamin. Ia bisa mengarahkan dengan baik serangan Barca ke lini pertahanan lawan yang di sana terdapat celah untuk bisa dijadikan peluang.

    Lini Pertahanan Barca Masih Rapuh

    Sebelum menghadapi Juventus, Barca sendiri menghadapi Real Sociedad akhir pekan lalu di ajang La Liga. Pertandingan yang berlangsung di Camp Nou ini berakhir dengan kemenangan Barca 3-2. Kebobolan dua gol inilah yang perlu menjadi catatan.

    Barca turun dengan formasi 4-3-1-2 pada laga ini. Namun perubahan pola ini dilakukan karena Neymar absen atas tindakan sarkastiknya pada wasit di pertandingan melawan Malaga yang berujung larangan tiga pertandingan untuknya. Posisi Neymar di gantikan Paco Alcacer.

    Melawan Sociedad sendiri Barca mencoba gaya permainan berbeda. Dibangkucadangkannya Iniesta membuat Messi menjadi poros serangan Blaugrana. Meski area bermainnya lebih banyak di depan kotak penalti, bahkan middle third, Messi kemudian mampu mencetak dua gol. Gol pertamanya pun dicetak melalui tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti. Dari area depan kotak penalti juga ia memberikan umpan terobosan untuk gol Alcacer.

    Yang berbeda, Barca tak terlalu mengandalkan possession pada laga ini. Jika biasanya bisa menguasai hingga 60% penguasaan bola (melawan Juve 68%), melawan Sociedad mereka hanya mampu menorehkan 53% penguasaan bola. Barca tampaknya sedang mencoba meningkatkan intensitas serangan, tidak berlama-lama dengan bola, agar bisa mencetak banyak gol.

    Tiga gol pun berhasil diciptakan, namun lini pertahanan masih menjadi sorotan. Sociedad mampu menciptakan 14 peluang pada laga ini (Barca 16). Dua golnya tercipta pada babak pertama. Bahkan pada menit-menit awal, garis pertahanan tinggi Barca sudah berhasil ditembus oleh Xabi Prieto cs. dan nyaris tertinggal lebih dulu.

    Dengan kebobolan dua gol, dengan adanya Busquets, tampaknya formasi menggunakan empat bek akan ditinggalkan Barcelona pada laga melawan Juve. Meskipun begitu, kabar terakhir menyebutkan bahwa Mascherano mengalami cedera ringan yang jika ia absen bisa mengurangi kekokohan di lini belakang.

    Lini Pertahanan Juventus Siap Hadapi Gempuran Barcelona

    Hasil leg pertama menunjukkan bahwa Juventus cukup superior bagi Barcelona. Formasi dasar 4-2-3-1 terbukti mampu memorak-porandakan lini pertahanan Barca. Pada leg kedua, Juve pun tampaknya tidak akan mengubah terlalu banyak skema permainan dari laga pertama.

    Juve sendiri cukup menyiapkan diri menghadapi leg kedua di Camp Nou. Pada laga akhir pekan menghadapi Pescara, Selain Miralem Pjanic yang hanya bermain 45 menit, pemain-pemain seperti Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Daniel Alves, Alex Sandro, dan Sami Khedira tidak dimainkan. Dari nama-nama tersebut, hanya Bonucci yang absen karena akumulasi kartu, sisanya lebih karena menjaga kebugaran untuk menghadapi Barcelona.

    Namun terdapat sebuah masalah pada laga melawan Pescara yang berakhir 2-0 untuk Juve tersebut. Saat itu Paulo Dybala ditarik keluar pada menit ke-54 karena mengalami cedera pada engkelnya. Hanya saja pelatih Juventus, Massimilliano Allegri, memastikan bahwa pencetak dua gol ke gawang Barca pada leg pertama itu baik-baik saja dan bisa dimainkan di Camp Nou.

    Allegri tentu sadar bahwa Barca di Camp Nou bisa saja kembali menunjukkan kualitas yang sebenarnya. Apalagi Enrique sempat mengatakan bahwa ia menyiapkan skema delapan penyerang untuk mencetak banyak gol di leg kedua. Karenanya tak heran Allegri mengistirahatkan banyak pemain yang bermain di lini pertahanan.

    Allegri memang patut waspada menghadapi keganasan Barca di Camp Nou. Menurut catatan whoscored, Barca memiliki rataan 4,5 gol dalam enam pertandingan kandang terakhir mereka. Hal ini cukup wajar mengingat selain PSG, Barca di Camp Nou juga membantai Valencia 4-2, Sporting Gijon 6-1, Celta Vigo 5-0, Sevilla 3-0 dan terakhir Sociedad 3-2.

    Akan tetapi, Juve juga memiliki catatan yang tak kalah mentereng saat jalani partai tandang. Dari 21 laga, mereka hanya kebobolan 16 gol. Ada dua tim yang berhasil mencetak tiga gol, yakni Genoa (3-1) dan Napoli (3-2). Selain itu ada catatan impresif lainnya yakni 11 cleansheet.

    Perlu diingat juga, Juve berhasil menang 2-0 saat bertandang ke markas FC Porto pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Padahal Porto sebelumnya tak pernah kalah saat menjalani partai kandang di segala kompetisi (dari 18 laga kandang sebelum melawan Juve, Porto menang 13 kali dan imbang lima kali).

    Tak Akan Ada Lagi Keajaiban di Camp Nou untuk BarcaFoto: Pandit Football Indonesia
    Prediksi susunan pemain

    Kesimpulan

    Juve sendiri tampaknya tidak akan mengubah susunan pemain mereka, kecuali jika cedera Dybala lebih serius. Dari segi permainan, mereka tidak akan terlalu banyak menguasai bola dan lebih mengandalkan serangan-serangan balik melalui kedua sayap.

    Barca di kandang memang superior, tapi penampilan Juve di luar kandang pun tak kalah bagus. Juve memang tercatat lima kali menelan kekalahan di tandang musim ini. Akan tetapi mereka juga berhasil mencetak 36 gol dari 21 laga tandang, setidaknya ini menjadi jaminan jika mereka bisa mencuri gol tandang di Camp Nou.

    Apalagi dengan Juve yang mengistirahatkan para penggawa lini pertahanannya di laga akhir pekan, lini pertahanan Juventus tampaknya sangat siap menghadapi gempuran serangan Barca. Jika serangan sayap Juve tak mampu dibendung Barca, bukan tak mungkin rasanya Juve justru kembali meraih kemenangan di leg kedua ini.


    (mrp/din)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game