Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Champions: Barcelona 0-0 Juventus

    Ini Penyebab Lini Serang Barcelona Mandul Saat Menjamu Juventus

    Ardy Nurhadi Shufi - detikSport
    Foto: Shaun Botterill/Getty Images Foto: Shaun Botterill/Getty Images
    Jakarta - Keajaiban yang diharapkan Barcelona di Camp Nou, Kamis (20/4/2017) dinihari WIB, tidak terjadi. Menghadapi Juventus, Barcelona gagal membalas kekalahan 0-3 pada leg pertama perempatfinal Liga Champions 2016/2017. Lebih dari itu, Barça kembali gagal menjebol gawang Juventus karena skor akhir imbang 0-0.

    Pada laga ini, Juventus kembali membuktikan kualitasnya, khususnya dari segi pertahanan. Barcelona cukup kesulitan membongkar pertahanan rapat Juventus yang diisi oleh para pemain terbaiknya. Belum lagi Gianluigi Buffon di bawah mistar.

    Namun Barça pun sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Karena tercatat mereka melepaskan 19 tembakan pada laga ini. Hanya saja serangan-serangan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan skema yang mereka siapkan; terbentur kokohnya pertahanan Juventus.

    Tempo Lambat Juventus Penyebab Mandulnya Lini Serang Barcelona

    Neymar dan Messi Tak Bisa Membongkar Pertahanan Juventus

    Barça menurunkan formasi 4-3-3 pada laga ini, sama seperti leg pertama. Bedanya, jika pada leg pertama terdapat Javier Mascherano di posisi single pivot, kali ini posisi tersebut ditempati oleh Sergio Busquets yang pada leg pertama absen karena akumulasi kartu. Mascherano sendiri baru masuk menit ke-78 menggantikan Sergi Roberto.

    Barcelona kemudian lebih banyak menguasai bola. Statistik WhoScored menunjukkan bahwa Barça unggul penguasaan bola 65% berbanding 35%. Tak heran sebenarnya karena Barça memang berusaha mencetak banyak gol pada laga ini.

    Serangan melalui sisi kiri menjadi cara Barcelona menembus pertahanan Juventus. Dalam formasi 4-3-3, Neymar Jr. menjadi pemain yang paling dicari para pemain Barcelona sebelum memasuki kotak penalti. Apalagi Lionel Messi yang pada formasi dasar bermain sebagai penyerang kanan, lebih banyak berada di depan kotak penalti layaknya seorang gelandang serang.

    Tempo Lambat Juventus Penyebab Mandulnya Lini Serang BarcelonaGrafis operan Messi (via: squawka.com)

    Pemain yang bermain melebar di sebelah kanan justru Ivan Rakitic. Namun karena serangan Barcelona lebih banyak ke sisi kiri, praktis Rakitic juga tidak bisa berbuat banyak (hingga akhirnya digantikan Paco Alcacer pada menit ke-64). Messi bermain di area tengah pun sebenarnya untuk menjadi penyelesai akhir sekaligus distributor umpan-umpan matang bagi pemain Barça yang lain. Total ia menciptakan tiga umpan kunci, terbanyak kedua setelah Neymar.

    Namun dengan strategi seperti ini, pada akhirnya pelatih Barcelona, Luis Enrique, seolah tak memiliki variasi skema lain yang lebih jitu. Karena sepanjang pertandingan hanya aksi-aksi individu Neymar untuk menggoyahkan lini pertahanan Juventus.

    Pada laga ini, Neymar melakukan 20 kali upaya dribble, dengan 13 di antaranya berhasil. Padahal total seluruh pemain Barça melakukan upaya dribble ini sebanyak 38 kali. Sementara itu ketika pemain lain berusaha melewati pemain bertahan Juve, selalu gagal, tak seperti Neymar yang cukup bisa merepotkan pertahanan Juve.

    Tempo Lambat Juventus Penyebab Mandulnya Lini Serang BarcelonaGrafis aksi dribble Barcelona yang lebih banyak dilakukan di sisi kanan pertahanan Juventus, area bermain Neymar (via: squawka.com)

    Di awal-awal laga, skema ini sebenarnya sempat menciptakan sejumlah peluang bagi Barcelona. Peluang-peluang terbuka berhasil diciptakan. Hanya saja penyelesaian akhir para pemain Barcelona sangat buruk pada laga ini. Dari total 19 tembakan, hanya satu yang on target. Empat lainnya diblok serta sisanya melenceng.

    Yang perlu disoroti juga adalah strategi Enrique kali ini seolah melupakan sosok Luis Suarez di lini depan. Penyerang asal Uruguay ini hampir tak terlihat sepanjang pertandingan, selain dua upaya tembakan yang ia lakukan. Padahal Messi dan Neymar begitu dominan pada serangan Barça, Neymar dengan aksi-aksi individu dan umpan kuncinya sementara Messi dengan umpan kunci sekaligus upaya tembakannya yang mencapai tujuh kali, terbanyak di Barcelona.

    Juventus Kendalikan Permainan dengan Tempo Lambat

    Sebenarnya, penyelesaian akhir Barcelona yang tak maksimal pada laga ini pun tak lepas dari bagaimana Juventus membangun pertahanan mereka. Juventus punya standar ganda dalam membentuk pola pertahanan.

    Juventus masih menggunakan formasi dasar 4-2-3-1 seperti pada leg pertama. Para pemain yang bermain sejak menit pertama pun tak ada pertahanan. Yang membedakan adalah pendekatan strategi mereka saat mendapatkan serangan dari Barça. Jika sebelumnya Juventus membentuk pola 4-4-2 saat bertahan, kali ini formasi 4-2-3-1 tetap dipertahankan dengan Juan Cuadrado, winger kanan, yang menjadi pengancam utama di kotak penalti Barça.

    Dalam formasi 4-2-3-1 andalan sang pelatih, Massimilliano Allegri, seluruh pemain lapangan mereka ikut membantu pertahanan. Ya, Gonzalo Higuain yang biasanya lebih banyak bereda di kotak penalti lawan pun turut serta turun ke area depan kotak penalti Juventus untuk menjaga kerapatan antar pemain Juventus saat tak menguasai bola.

    Skema inilah yang membuat Barça; pertama, tak bisa menembus pertahanan Juventus dengan aksi individu di tengah dan kedua mereka lebih banyak mengandalkan umpan silang padahal mereka tak memiliki penyerang yang handal dalam duel udara.

    Tempo Lambat Juventus Penyebab Mandulnya Lini Serang BarcelonaGrafis umpan silang Barcelona (via: squawka.com)

    Tercatat Barça melepaskan umpan silang sebanyak 34 kali pada laga ini. Namun hanya sembilan kali saja yang berhasil disambut. Hal ini dikarenakan Barça tidak terbiasa bermain mengandalkan umpan-umpan silang. Karena ini pula Enrique memasukkan Alcacer pada babak kedua untuk memaksimalkan umpan silang, walau pada akhirnya tetap gagal juga.

    Pertahanan Juventus yang kuat dan kokoh adalah biangnya. Garis pertahanan rendah yang mereka praktikkan dikombinasikan dengan upaya tekel yang hati-hati. Para pemain Juventus tak terburu-buru untuk merebut bola untuk menjaga agar tempo permainan tetap lambat. Mereka dengan sabar menunggu momen untuk merebut bola atau pun melakukan intersep.

    Dengan kualitas yang dimiliki oleh pemain-pemain seperti Leonardo Bonucci, Daniel Alves, Giorgio Chiellini, Alex Sandro, hingga Sami Khedira dan Miralem Pjanic, Juventus kemudian mencatatkan 33 tekel berhasil dari 52 percobaan tekel. Selain itu lini pertahanan Juventus juga mencatatkan 50 sapuan, 21 intersep dan 15 kali blok. Ditambah lagi denagan catatan 19 pelanggaran yang merupakan tactical foul (terlihat para pemain Juventus tidak kecewa atau merespon berlebih saat melakukan pelanggaran). Walaupun akhirnya Sami Khedira menjadi korban karena ia mendapatkan kartu kuning dan dipastikan absen pada leg pertama semifinal.

    Peran Higuain dalam Mendikte Permainan Barcelona

    Tempo lambat yang dijaga Juventus memang memberikan keuntungan bagi para pemain Juventus khususnya dari segi pertahanan. Ketika alur bola tidak cepat, maka para pemain Juventus bisa menjaga stamina untuk terus menghadapi gempuran serangan Barça.

    Jika bermain dengan tempo cepat, maka para pemain Juventus pun harus lebih banyak berlari mengikuti bergulirnya bola. Hal tersebut bisa mempercepat datangnya kelelahan (yang mengurangi konsentrasi pemain) pada setiap pemain. Dengan tempo lambat ini, tak heran lini pertahanan Juventus begitu prima hampir di sepanjang pertandingan meski terus digempur serangan Barcelona.

    Strategi Juventus sendiri berbeda dengan "parkir bus" yang langsung membuang bola ketika berhasil menghentikan serangan lawan. Setelah mendapatkan bola, Juventus justru bisa mengatur kapan mereka haru melancarkan serangan balik cepat dan kapan harus men-delay serangan.

    Keberhasilan Juventus menjaga tempo lambat ini pun tak lepas dari Higuain yang dengan baik memainkan perannya. Ia ikut membantu pertahanan, tidak sekadar menunggu bola di kotak penalti. Dengan mencatatkan 84% akurasi operan serta menciptakan dua umpan kunci, mantan penyerang Napoli ini memang banyak terlibat dalam serangan balik Juventus.

    Tempo Lambat Juventus Penyebab Mandulnya Lini Serang BarcelonaGrafis operan Higuain tampak seperti pengatur serangan (via: squawka.com)

    Strategi ini kemudian membuat peluang tembakan justru lebih banyak dihasilkan dari winger kanan mereka, Juan Cuadrado, dengan empat tembakan. Hanya saja winger asal Kolombia tersebut tidak sedang dalam performa terbaiknya karena menyia-nyiakan cukup banyak peluang (selain upaya tembakan, banyak momentum serangan balik Juventus yang hilang dari kakinya).

    ***

    Kokohnya lini pertahanan menjadi kunci dari keberhasilan Juventus menyingkirkan Barcelona. Allegri sendiri tampaknya memang sudah menyiapkan skuatnya untuk bertahan dengan baik selama 90 menit di laga ini. Selain mengistirahatkan seluruh pemain bertahannya pada laga melawan Pescara di akhir pekan lalu (termasuk mengistirahatkan Buffon), mantan pelatih AC Milan ini pun sempat mengubah pola menjadi 3-5-2 saat memasukkan Andrea Barzagli menggantikan Paulo Dybala.

    Barcelona sendiri gagal memanfaatkan peluang di awal-awal pertandingan ketika lini pertahanan Juventus masih beradaptasi dengan permaian. Penyelesaian akhir yang buruk (dengan hanya satu on target) menjadi masalah besar yang memandulkan lini serang Barcelona. Walaupun hal tersebut tak lepas dari disiplin dan solidnya pertahanan Juventus sepanjang pertandingan.



    -----

    *penulis adalah editor di situs @panditfootball, beredar di dunia maya dengan akun @ardynshufi.



    (krs/krs)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com