Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Persib vs PSM

    Duel Lini Tengah 'Maung Bandung' dan 'Juku Eja'

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Liga-Indonesia.id Foto: Liga-Indonesia.id
    Jakarta - Persib Bandung Bandung akan mencari kemenangan saat menghadapi PSM Makassar. Duel di lini tengah akan jadi kunci bagi Persib atau PSM untuk itu.

    Pada lanjutan Liga 1 Indonesia 2017 pekan ke-12, laga besar tersaji di Bandung pada Rabu, (5/7/2017) malam WIB nanti. Tuan rumah, Persib, akan menghadapi pimpinan klasemen sementara, PSM. Persib dan PSM sendiri dikenal memiliki sejarah rivalitas yang kental sejak era perserikatan.

    Meski belakangan pertemuan Persib dan PSM tak lagi sepanas era perserikatan, bukan berarti laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api ini akan berjalan dengan tensi rendah. Sebaliknya, kedua kesebelasan diprediksi akan bermain ngotot untuk meraih tiga poin.

    Jika kalah, sebenarnya PSM tetap akan menempati posisi pertama karena kesebelasan-kesebelasan di bawahnya sudah menjalani pekan ke-12. Namun ini juga tentu menjadi kesempatan emas bagi PSM untuk memperlebar jarak menjadi empat poin dengan peringkat kedua dan ketiga, yakni Madura United dan Persipura Jayapura.

    Sementara itu Persib saat ini tercecer di posisi 14 setelah kalah dari Barito Putera sebelum jeda libur lebaran. Namun jika mampu meraih tiga poin saat menjamu PSM, Persib bisa merangsek ke peringkat ke-9 dan memangkas jarak dengan PSM menjadi tiga poin saja.

    Karenanya duel antara Persib menghadapi PSM akan menjadi pertarungan menarik pada pekan ke-12 Liga 1. Apalagi mulai pekan ke-12, aturan wajib starter tiga pemain U-23 untuk sementara dihapuskan ini akan meningkatkan kualitas kedua kesebelasan sejak menit pertama.

    Persib Mencari Cara Mengakali Mandulnya Lini Depan

    Dihapuskannya aturan wajib starter tiga pemain U23 ditanggapi beragam oleh klub-klub Liga 1. Namun bagi Persib, hal ini menjadi kabar baik. Dihapuskannya aturan ini membuat Persib cukup leluasa memilih susunan pemain dengan komposisi terbaik.

    Pelatih Persib, Djajang Nurjaman, menyambut gembira dihapuskan aturan ini dengan alasan saat menghadapi PSM, Persib tidak akan diperkuat dua pemain U23 andalannya, Gian Zola dan Febri Hariyadi yang dipanggil pemusatan latihan timnas. Ditambah para pemain pengganti U23 lainnya dianggap belum berada di level Zola dan Febri.

    Djajang sendiri akan absen memimpin pada laga menghadapi PSM karena sedang menjalani ibadah umroh. Meskipun begitu, bukan berarti hal tersebut akan mengurangi kualitas dan Persib. Komposisi terbaik dengan para pemain senior sudah disiapkan tim pelatih.

    Selain Zola dan Febri, sebenarnya Persib juga tidak akan diperkuat tiga pemain lainnya. Ketiga pemain tersebut adalah Carlton Cole, Raphael Maitimo dan Sergio Van Dijk. Untuk Cole dan Van Dijk masih dalam pemulihan cedera, sementara Maitimo mendapatkan gangguan pencernaan jelang menghadapi PSM yang sempat menjadi persinggahannya sebelum Liga 1 dimulai.

    Menghadapi situasi ini, Persib sendiri tampaknya memiliki stok pemain berkualitas yang merata tanpa pemain yang absen. Persib tetap bisa menurunkan skema 4-2-3-1 yang selama ini menjadi andalan. Apalagi kali ini pemain U23 tidak wajib diturunkan sejak menit pertama.

    Di lini pertahanan, Persib tampaknya akan langsung menurunkan para pemain utama yang membawa Persib juara pada 2014 lalu yaitu I Made Wirawan, Supardi, Tony Sucipto, Vladimir Vujovic dan Achmad Jufriyanto. Ini bisa menjadi jaminan bagi Persib memiliki kekuatan terbaik di pertahanan. Belakangan, pemain U23 Persib yang ditempatkan di sisi kanan, Henhen Herdiyana, merupakan salah satu celah dalam pertahanan Persib.

    Sementara itu di lini depan, Persib tak akan ragu untuk langsung memasang Tantan, Shohei Matsunaga dan Atep, tiga pemain senior yang tersisa di lini serang. Ketiganya akan menjadi tumpuan Persib dalam mencetak gol.
    Namun tak seperti di lini pertahanan dan lini depan, untuk lini tengah, caretaker Persib, Herrie Setiawan, tampaknya masih harus mengotak-atik komposisi. Meski tanpa Maitimo, Persib masih memiliki Hariono, Kim Kurniawan, Michael Essien, dan Dedi Kusnandar.

    Persib sendiri akan menghadapi PSM yang memiliki lini tengah kuat dengan adanya Marc Klok dan Willem Jan Pluim. Maka diperlukan gelandang-gelandang kuat yang bisa melindungi kuartet pertahanan Persib untuk menghindari banyaknya kebobolan.

    Selain itu, komposisi lini tengah juga akan menjadi pertimbangan untuk mencetak gol karena sejauh ini lini depan Persib mandul. Gol terbanyak Persib diciptakan oleh Essien dan Atep dengan dua gol. Karenanya Persib membutuhkan gelandang yang bisa seimbang dalam bertahan dan menyerang. Pada situasi seperti ini, Persib kemungkinan besar akan menurunkan Kim untuk menopang Essien dan salah satu di antara Hariono dan Dedi.

    PSM Tak Terlalu Banyak Berubah Tanpa Aturan Starter Pemain U-23

    Jika Persib kemungkinan besar tidak akan memainkan pemain U-23 sejak menit pertama, kubu tamu mungkin tak terlalu berubah signifikan dengan dihapuskannya aturan wajib starter tiga pemain U-23. Hal ini dikarenakan para pemain U-23 PSM yang dipanggil timnas hanya satu orang, Asnawi Mangkualam. Sementara itu para pemain U-23 lain pun cukup memiliki kualitas setara.

    PSM juga terbiasa bermain tanpa Asnawi yang sering dipanggil ke timnas. Untuk pemain U-23, PSM masih memiliki Muhammad Arfan dan Reva Adi Utama. Arfan mencatatkan 743 menit bermain, terbanyak kedelapan di PSM. Sementara Reva yang masih berusia 20 tahun mengoleksi 835 menit bermain, terbanyak keenam. Ini artinya kemungkinan besar keduanya pun akan tetap menghuni skuat utama PSM saat menghadapi Persib.

    Bertandang ke Persib, selain tanpa Asnawi, PSM hanya dipastikan tak akan diperkuat oleh kiper utama mereka, Rivki Mokodompit, yang mengalami cedera. Deny Marcel dan Syaiful disiapkan pelatih PSM, Robert Alberts untuk menggantikan Rivki di bawah mistar.

    Pada pekan ke-11, PSM melakukan perubahan skema yang cukup signifikan. Menghadapi Borneo FC, PSM tak menurunkan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 yang menjadi andalannya, melainkan 4-5-1 yang tak jarang berubah menjadi 5-4-1. Di pertandingan, skema permainan PSM memang begitu cair.

    Arfan bisa membentuk double pivot bersama Nurhidayat untuk memberikan keleluasaan Klok membantu serangan. Pluim bisa beroperasi di belakang penyerang dan di sayap kanan. Klok dan Arfan bergantian membantu lini serang. Eksplosivitas Fathlul Rahman dan Zulkifli Syukur pun membuat kedua sayap PSM lebih hidup. PSM sendiri pada laga tersebut berhasil menang 1-0.

    Namun menghadapi Persib, tampaknya PSM akan kembali mengubah formasi utamanya. Saat bermain tandang, PSM memiliki kecenderungan bermain dengan skema 4-2-3-1. Klok menjadi double pivot bersama Arfan.

    Tanpa Asnawi, Pluim akan bermain di pos gelandang no. 10. Sementara di kedua sayap, Muhammad Rahmat tampaknya akan bermain sejak menit pertama. Di sayap lainnya kemungkinan Titus Bonai yang akan menjadi pilihan utama untuk menyokong Reinaldo Elias sebagai ujung tombak.

    Selain nama-nama di atas, PSM sendiri masih memiliki Ridwan Tawainella, Romario Rumpaisum, Rizky Pellu, dan Ferdinan Sinaga yang bisa menjadi pilihan utama. Yang jelas, PSM pun akan menyiapkan diri untuk menghadapi lini tengah Persib yang akan tampil dengan kekuatan utamanya.

    Foto: Pandit Football Indonesia


    ***

    Melihat prediksi susunan pemain kedua kesebelasan, adu kekuatan di lini tengah akan menjadi duel paling menonjol pada laga ini. Dari sini akan menentukan kualitas serangan kedua kesebelasan yang berorientasi pada serangan sayap.

    PSM memiliki Reinaldo yang sudah mengoleksi tujuh gol, namun gelandang-gelandang PSM juga total mengoleksi 11 gol. Ini artinya, PSM punya banyak cara untuk meneror lini pertahanan lawan. Klok dan Pluim memang menjadi otak serangan PSM di lini tengah.

    Hal tersebut berbanding terbalik dengan Persib. Lini depan mandul, dan hal itu tak lepas dari kurangnya kreativitas di lini tengah. Buktinya, jika PSM mampu mencatatkan 108 tembakan dalam 11 pertandingan, Persib 'hanya' melakukan total 81 tembakan dengan jumlah pertandingan yang sama. Dengan kualitas lini serang yang lebih unggul, PSM sudah mencetak 18 gol sementara Persib baru sembilan kali merobek jala lawan.

    Karenanya, PSM punya potensi menjungkalkan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Selain kolektivitas dan kualitas PSM lebih unggul, tak akan banyak berubah susunan pemain pun akan membuat mereka lebih bisa cepat beradaptasi dengan pertandingan.

    Persib akan melakukan sejumlah perubahan pada susunan pemain. Satu-satunya cara bagi Persib untuk bisa langsung tune-in dengan pertandingan adalah dengan memikirkan bagaimana caranya memaksimalkan kemampuan Essien, khususnya dalam menyerang. Jika Essien bisa tampil dengan kemampuan terbaiknya, PSM kemungkinan besar akan lebih sibuk menata lini pertahanan dan Persib bisa mematahkan prediksi.




    (mrp/mrp)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game
    match-analysis