Tak Ada Lagi Oktoberfest, Basti!
Bastian Schweinsteiger memilih untuk mengakhiri kariernya di Bayern Munich dan bermain di Premier League bersama Manchester United. Ingat saja, Basti, tak ada winter break ataupun Oktoberfest di sana.
Tidak disebutkan berapa nilai transfer yang disepakati oleh Bayern dan United, namun beberapa media Inggris menyebut angka 14 juta poundsterling. Bayern pun merelakan si pemain pergi dengan supremo mereka, Karl-Heinz Rummenigge, menyebut bahwa keputusan Schweinsteiger harus dihormati.
Dengan usia yang sudah tidak muda lagi, nyaris 31 tahun, ia memutuskan untuk mencari tantangan baru. Dalam wawancaranya dengan FourFourTwo pada tahun 2011, ia menyebut bahwa sang kakak, Tobias, adalah pendukung United dan telah mendesaknya untuk bermain di United, cepat atau lambat. Ia sendiri mengaku tertarik dengan intensitas permainan yang diperagakan tim-tim Premier League.
Basti --ya, demikian Schweinsteiger biasa disapa-- menghabiskan seluruh karier profesionalnya sejauh ini bersama Bayern di Bundesliga. Sepanjang musim, paling maksimal dia bermain 34 kali di liga dengan winter break menjadi penyela di antara kedua paruh musim. Di satu sisi padatnya jadwal, selain intensitas dan tipikal permainan fisik di Premier League, bakal jadi tantangan tersendiri untuknya.
Tak ada lagi kemewahan rehat sejenak menjelang tahun berganti. Yang ada, Basti harus ikut berjibaku bersama klub barunya di Boxing Day, di tengah cuaca Inggris yang biasanya sedang dingin-dinginnya. Apalagi, Manchester bukanlah kota yang hangat. Manchester lebih sering diguyur hujan.
Asal tahu saja, ketika musim panas suhu di Manchester bisa berkisar di antara 17-18 derajat celcius. Tidak terlalu dingin untuk ukuran orang Eropa, tetapi juga tidak terlalu hangat. Maka, jangan heran jika pada musim panas, matahari bersinar selama sepekan-dua pekan, lalu sisanya hujan datang membasuh panas.
Tak ada lagi Oktoberfest. Basti harus melupakan festival di penghujung September hingga di awal Oktober itu. Jika orang-orang di Munich merayakannya dengan menenggak bir sembari mengenakan lederhosen tradisional Bavaria, Basti harus membantu timnya melewati salah satu periode tersibuk. Ya, sepanjang September dan awal Oktober, United dijadwalkan untuk bertemu Liverpool, Southampton, dan Arsenal.
Pada intinya, dengan meninggalkan Bayern dan kota Munich, Basti telah meninggalkan segala kenyamanan yang telah dinikmatinya selama ini.
Tidak heran kalau langkah United mendatangkannya sempat disebut berisiko. Selain sudah tidak muda lagi, dan datang dari liga yang jadwalnya tidak lebih ketat dari Premier League, Basti belakangan sering dihampiri cedera.
Dalam empat musim terakhir, Basti tidak tampil sampai 30 kali untuk Bayern di Bundesliga. Pada 2011/2012, dia hanya tampil 22 kali. Pada 2012/2013, dia bermain 28 kali. Lalu, pada dua musim berikutnya, dia bermain 23 dan 20 kali. Musim lalu, dari 20 kali bermain, 55% di antaranya dia bermain penuh, sementara 25% lainnya bermain sebagai pemain pengganti, dan 20% sisanya digantikan pemain lain.
Dengan padatnya jadwal Premier League, plus riwayat kebugaran Basti dalam beberapa musim terakhir, Louis van Gaal harus pintar-pintar untuk merotasinya. Departemen sport science United pun harus cermat-cermat mengatur program kebugaran untuknya.
Di Mana Basti Bermain?
Dengan riwayat kebugaran yang begitu rawan belakangan ini, plus padatnya jadwal Premier League, ada kemungkinan Basti tidak akan selalu tampil sebagai starter. Van Gaal harus pintar-pintar merotasinya dengan gelandang tengah United lainnya, Michael Carrick, dan juga Morgan Schneiderlin, yang dikabarkan hampir pasti bergabung dengan 'Setan Merah'.
Keinginan United untuk tetap mendatangkan Schneiderlin, meski sudah mendapatkan Basti, dirasa wajar. Sebab, sama seperti Basti, Carrick belakangan juga mulai sering dihampiri cedera. Andai Basti dan Carrick sama-sama cedera musim depan, United butuh orang yang bisa melakoni peran holding midfielder sebagus Carrick. Di sinilah Schneiderlin dibutuhkan.
Carrick memiliki peran yang unik di United. Sebagai gelandang, dia diposisikan di depan barisan bek dan diberikan peran sebagai holding midfielder. Tugasnya tidak hanya melapis pertahanan dan membantu memotong serangan lawan, tetapi juga menjadi pengalir bola dari lini belakang ke lini depan sekaligus menjadi pembagi bola.
Musim lalu, tidak ada gelandang United yang bisa memainkan peran tersebut sebagus Carrick. Ander Herrera bukanlah tipikal holding midfielder seperti Carrick. Kendati gemar melakukan tekel, mobilitas Herrera lebih dibutuhkan untuk membantu serangan United. Herrera lebih cocok ditempatkan sebagai gelandang yang lebih maju ketimbang ditempatkan di posisi Carrick di depan baris pertahanan.
Pemain yang paling dekat dengan Carrick musim lalu adalah Daley Blind. Kendati bisa memainkan peran holding midfielder dengan piawai di Ajax Amsterdam, Blind mengakui bahwa dia masih butuh beradaptasi dengan Premier League. Blind memang bagus menjaga sirkulasi bola di lini tengah seperti halnya Carrick. Namun, Blind masih sering memberikan passing ke arah samping, berbeda dengan Carrick, yang selain bisa menjaga penguasaan bola, juga bisa melakukan direct-pass ke depan ketika melihat ada kesempatan. Tidak jarang, Carrick menghasilkan assist lewat direct-pass yang diberikannya ke lini depan.
Jika Basti ingin dimainkan di posisi Carrick, tentunya dia harus bisa menunaikan tugas-tugas di atas. Sebagai gelandang, Basti dikenal punya fisik kokoh dan tidak segan-segan melakukan tekel. Oleh karenanya, tidak jarang dia dimainkan di depan baris pertahanan. Namun, musim lalu dia kesulitan untuk bermain di posisi itu karena Pep Guardiola lebih memercayai Xabi Alonso.
Guardiola menilai, Alonso lebih bagus dalam menjaga bola tetap di tanah, sementara Basti punya kebiasaan untuk melepaskan umpan-umpan panjang. Untuk ciri khas yang satu ini, Basti tidak berbeda dengan Carrick. Ya, Carrick juga dikenal suka melepaskan umpan panjang tiap kali dia melihat para penyerang berada di posisi yang bagus.
Ketika masih ditangani Van Gaal di Bayern, Basti kerap dimainkan di posisi yang lebih maju. Ini bisa dilakukan mengingat ketika itu ada pemain lainnya yang bisa difungsikan sebagai gelandang bertahan, yakni Mark van Bommel. Merujuk pada kondisi tersebut, Basti bisa saja dimainkan bersama Carrick, dengan Carrick ditempatkan sebagai gelandang bertahan dan Basti dimainkan lebih maju.
Mengingat Van Gaal adalah penggemar lini tengah yang berisikan sebuah trio, ada kemungkinan duet Carrick dan Basti akan ditemani oleh Herrera. Sama seperti Herrera, Basti juga punya mobilitas bagus. Sebuah lini tengah yang diisi Carrick (sebagai holder sekaligus penyalur) dengan Basti dan Herrera yang punya mobilitas bisa dibilang cukup seimbang.
Formasi United dengan Kehadiran Basti
Yang jelas, dengan adanya Basti, Van Gaal tidak perlu lagi mengada-ada dengan memainkan Wayne Rooney sebagai gelandang tengah. Dengan formasi tiga gelandang di tengah (Carrick-Basti-Herrera), ada beberapa formasi yang bisa diterapkan Van Gaal.
Sebagai pelatih, Van Gaal adalah penggemar 4-3-3. Jika demikian, Carrick akan ditempatkan sebagai pangkal di antara ketiganya dengan Basti berada di sisi kiri dan Herrera di sisi kanan. Musim lalu, Herrera memperlihatkan kombinasi yang padu dengan Juan Mata --yang dimainkan sebagai false-right winger oleh Van Gaal. Di sisi kiri depan, Van Gaal bisa memainkan Memphis Depay atau Angel Di Maria dan Rooney sebagai penyerang tunggal.
Bagaimana dengan formasi lain? Well, Van Gaal bukanlah pelatih yang saklek. Ketika dia merasa timnya punya berbagai kekurangan --seperti musim lalu-- dia akan mencoba menggunakan formasi lainnya yang dikiranya pas dengan komposisi yang dimilikinya. Musim lalu, United juga sempat bermain dengan 4-1-4-1 dan 3-5-2.
Dengan adanya Basti, bolehlah Van Gaal mencoba memainkan 4-2-3-1. Kali ini, Basti bisa dimainkan bersama Carrick sebagai duet gelandang di depan baris pertahanan. Sementara tiga posisi di depannya bisa diisi oleh Juan Mata/Angel Di Maria, Herrera, dan Memphis Depay. Herrera tidak akan kesulitan memainkan peran sebagai gelandang serang karena pernah melakoninya di Athletic Bilbao. Sementara Rooney kemungkinan kembali dimainkan sebagai penyerang tunggal.
Jika Schneiderlin bergabung, ada kemungkinan dia akan dimainkan di posisi Basti sebagai gelandang tengah sebelah kiri. Jika tidak, dia juga bisa dimainkan sebagai holding midfielder menggantikan Carrick dengan Basti tetap bermain jadi gelandang tengah sebelah kiri.
Dengan melimpahnya stok gelandang tengah yang dimiliki United saat ini, menarik untuk ditunggu bagaimana Van Gaal meracik dan memadukannya.
====
*penulis adalah wartawan detikSport, beredar di dunia maya dengan akun @Rossifinza.








