Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Tactics

    PSG Akan Tetap Menguasai Ligue 1 meski Tanpa Ibrahimovic

    Sandy Firdaus - detikSport
    Foto: AFP/BORIS HORVAT Foto: AFP/BORIS HORVAT
    Jakarta - Sejak dibeli oleh Qatar Sports Investments pada 2011, Paris-Saint Germain menjelma menjadi salah satu klub besar Eropa. Pembelian besar-besaran pun mereka lakukan, seperti membeli bek asal Brasil, Thiago Silva dan penyerang asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic. Bukan hanya membeli kedua pemain itu saja, PSG juga berhasil mendaratkan nama-nama lain yang terhitung cukup mentereng.

    [Franck Fife / AFP]

    Lucas Moura, Javier Pastore, Edinson Cavani, Thiago Motta, dan Marco Verratti didatangkan untuk memperkuat klub yang bermarkas di Parc des Princes ini. Ada juga nama David Luiz serta Angel di Maria yang mereka boyong musim lalu. Belum lagi nama-nama lain yang juga mulai bersinar bersama Les Parisiens, seperti Adrien Rabiot dan Blaise Matuidi.

    Hasil dari kedatangan pemain-pemain luar biasa itu, adalah trofi-trofi yang mulai berdatangan ke lemari piala PSG. Selama empat musim berturut-turut, sejak musim 2012/2013, mereka berhasil meraih trofi Ligue 1. Trofi-trofi lain seperti Coupe de France ataupun Coupe de la Ligue juga berhasil mereka daratkan ke Paris selama dua musim terakhir.

    Ini tentunya belum menghitung Trophee des Champions (setingkat Community Shield di Inggris) yang selalu mereka raih sejak 2013 sampai 2016, juga penampilan mereka di Liga Champions Eropa yang acap kali mencapai babak delapan besar. PSG adalah salah satu klub besar di Prancis, juga Eropa.

    Lalu, bagaimana peluang mereka untuk musim 2016/2017? Akankah mereka tetap menguasai Prancis, juga berbicara lebih baik dalam ajang Liga Champions Eropa?

    Ditinggalkan Ibrahimovic Tidak Akan Melemahkan PSG

    Awal musim 2016/2017, PSG ditinggalkan oleh salah satu bintangnya, Zlatan Ibrahimovic, yang memilih pergi ke Inggris untuk membela Manchester United. Selain ditinggalkan oleh Zlatan, PSG pun tak lagi ditangani pelatih asal Prancis, Laurent Blanc.

    [Reuters / Mario Anzuoni]

    Untuk mengganti Blanc, mereka merekrut pelatih yang pada musim 2015/2016 mengantarkan Sevilla juara Europa League, Unai Emery. Lalu, dengan perginya Ibra, mereka pun melakukan perekrutan-perekrutan baru untuk memperkuat sektor serangan, sekaligus juga untuk memperkuat sektor-sektor lain yang masih dianggap lemah pada musim lalu.

    Nama-nama seperti Hatem Ben Arfa, Gregorz Krychowiak, Jese Rodriguez, dan Thomas Meunier didatangkan. Bukan hanya merekrut pemain baru, PSG pun memperpanjang kontrak pemain-pemain lamanya seperti Verratti, Maxwell, dan Thiago Motta. Dengan ini, setidaknya kedalaman skuat dari PSG masih akan cukup dalam untuk mengarungi kompetisi-kompetisi yang akan mereka ikuti musim depan.

    Dari segi kekuatan skuat, meski ditinggalkan oleh pemain asal Swedia yang selama beberapa musim menjadi tumpuan PSG dalam mencetak gol, Zlatan Ibrahimovic, Les Parisiens belum menunjukkan tanda-tanda penurunan performa sama sekali. Dalam beberapa laga pramusim, mereka menunjukkan performa yang cukup menjanjikan dengan melibas lawan-lawannya.

    Pada ajang International Champions Cup, PSG berhasil menaklukkan tim-tim besar seperti Inter Milan, Real Madrid, dan sang juara Liga Primer Inggris, Leicester City. Selain itu, kekuatan skuat PSG pun masih teruji dalam laga kompetitif, usai mereka mampu menaklukkan Olympique Lyon dalam laga Trophee des Champions 2016 dengan skor 4-1.

    Apakah Paris akan Tetap Tak Tersentuh seperti Halnya Musim Lalu?

    "Di atas kertas, Paris (PSG) sama sekali tidak tersentuh". Ucapan itu diucapkan oleh pelatih Lyon untuk musim 2016/2017, Bruno Genesio. Ucapan yang menjadi kenyataan ketika PSG berhasil menaklukkan Lyon dalam ajang Trophee des Champions. Memang, selama empat tahun ini, Paris begitu aman dari gangguan, seperti halnya Lyon saat mereka berhasil menjadi juara Ligue 1 selama tujuh musim berturut-turut, sebelum akhirnya dikudeta oleh Bordeaux.

    Selama empat musim terakhir, PSG adalah juara di Prancis. Tak ada tim yang mampu mendekati apalagi menyentuh mereka. Bahkan, pada musim 2015/2016, selisih mereka dengan Lyon sebagai runner-up sampai 31 poin, dan PSG sudah ditentukan menjadi juara jauh-jauh hari sebelum Ligue 1 berakhir.

    Untuk musim depan, peluang PSG untuk semakin tidak tersentuh semakin besar. Di saat tim-tim lain, tidak terlalu gembar-gembor dalam hal pembelian pemain, bahkan pesaing mereka, Lyon, kehilangan Samuel Umtiti yang hijrah ke Barcelona, PSG tempat mengontrak pemain-pemain kenamaan dan memperpanjang kontrak pemain bintangnya, minus Ibrahimovic yang memang ingin hengkang.

    Namun, meski tidak tersentuh oleh tim lain di Prancis, PSG perlu melakukan sesuatu untuk membenahi skuatnya agar mampu bertarung dalam ajang Liga Champions Eropa. Dalam tiga gelaran Liga Champions Eropa terakhir, PSG selalu mentok di babak delapan besar.

    Kehadiran Jese, Krychowiak dan Arfa tentunya untuk menjaga kualias kedalaman skuat PSG. Musim lalu, lini tengah PSG pincang ketika Marco Verratti mengalami cedera. Sementara Verratti begitu vital di lini tengah bersama Thiago Motta dan Blaise Matuidi.

    Siapakah yang Akan Menjadi Pilihan Utama Unai Emery?

    Selama masa pramusim, Emery memberikan waktu yang banyak bagi para pemain muda untuk tampil. Hasilnya, pemain-pemain seperti Thomas Meunier, Layvin Kurzawa, Odsonne Edouard, dan Nanitamo Ikone mampu tampil menjanjikan dan memberikan kontribusi positif bagi Les Parisiens.

    Tapi, melihat para pemain muda yang dipinjamkan, seperti Edouard yang dipinjamkan ke Toulouse, juga susunan pemain yang ia turunkan dalam Trophee des Champions, pemain-pemain kenamaan masih akan mengisi skuat utama Paris-Saint Germain untuk musim 2016/2017.

    Javier Pastore berpeluang besar menjadi pusat serangan PSG, didampingi oleh dua winger yang memiliki kecepatan, kemampuan menusuk, serta umpan silang yang memanjakan, Angel Di Maria (kiri) dan Lucas Moura (kanan). Nama Marco Veratti dan Thiago Motta masih tetap akan menjadi stabilisator di lini tengah PSG.

    Pastore memiliki kans besar tampil lebih banyak dibanding musim lalu setelah isu hengkangnya Matuidi menguat. Ia pun menjadi andalan Emery dalam pramusim di mana selalu dipasang baik dalam formasi 4-2-3-1 maupun 4-3-3. Namun jika Matuidi tetap bertahan, bisa jadi Pastore akan kesulitan bermain dengan skuat utama layaknya musim lalu.


    Siapa Saja yang Mampu Menyentuh, Bahkan Menjungkirkan PSG?

    Menyoal ucapan Genesio yang mengatakan bahwa PSG tidak akan tersentuh, hal tersebut bisa saja terjadi, atau bisa saja tidak. Semua tergantung dari bagaimana klub lain juga mempersiapkan diri, seperti halnya yang PSG lakukan dengan merekrut pemain serta pelatih kenamaan, dan banyak mengikuti laga uji tanding.

    Jika bicara materi pemain, sulit untuk mengudeta PSG dari posisinya sebagai penguasa Prancis saat ini. Namun, bukan berarti PSG sulit untuk disentuh, atau bahkan dijungkirkan. Ada beberapa klub yang memiliki peluang untuk melakukan itu, dan, jika didedah, ada dua klub yang berpeluang untuk menyentuh PSG, yaitu Olympique Lyonnais dan AS Monaco.

    Olympique Lyon, adalah klub yang pada dua musim belakang selalu menjadi klub yang berada satu tingkat di bawah PSG. Sementara itu, AS Monaco, meski musim lalu berakhir di peringkat ketiga di bawah Lyon dan PSG, adalah satu dari dua tim (juga bersama Lyon) yang mampu mengalahkan PSG.

    Lyon, meski ditinggalkan Umtiti, untungnya, masih akan diperkuat oleh Alexandre Lacazette yang menolak tawaran dari Arsenal dan memilih untuk bertahan bersama klub yang bermarkas di Stade de Gerland ini. Ada juga nama Corentin Tolisso yang juga memilih untuk bertahan. Dengan tidak hengkangnya dua pemain kunci mereka, Genesio percaya bahwa klubnya dapat, setidaknya, menyentuh PSG.

    "Kami akan segera bersiap untuk mengarungi kompetisi musim depan yang tentunya lebih berat karena kami tampil di Liga Champions Eropa. Mental sekaligus fisik dari para pemain kami sudah kami genjot selama masa pramusim. Kalau ini berhasil, kami mampu menyentuh, atau bahkan, menjungkirkan PSG," ujarnya.

    Sementara itu, meski ditinggalkan oleh bek gaek Ricardo Carvalho yang kontraknya habis, Monaco berhasil mendapatkan Radamel Falcao, striker asal Kolombia. Dalam laga pramusim, Falcao sudah mencetak gol kembali, menunjukkan bahwa setidaknya sisa-sisa ketajamannya di masa lalu masih belum hilang sepenuhnya.

    Melihat pergerakan dari kedua pesaingnya itu, PSG harus waspada. Kalau mereka tergelincir sedikit saja, bukan tidak mungkin kedua klub itu akan berhasil menyentuh mereka. Namun, melihat persiapan matang yang juga dilakukan Les Parisiens, tampaknya untuk musim depan mereka masih akan menjadi penguasa Prancis, dan juga menjadi tim yang disegani di Eropa.


    ====

    * Akun twitter penulis: @sandi1750 dari @panditfootball





    (krs/krs)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game