Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Tactics

    Jelang Liga Inggris 2016/2017

    Klopp Proyeksikan Skuat Musim Ini untuk Jangka Panjang

    Sandy Firdaus - detikSport
    Foto: Jeff Gross/Getty Images Foto: Jeff Gross/Getty Images
    Jakarta - Liverpool pernah berada dalam tangga teratas sepakbola Inggris. Total 18 gelar juara liga adalah salah satu bukti sahih betapa di masa lalu, klub yang bertetangga dengan Everton ini adalah raja di Inggris.

    Tapi itu dulu. Masa ketika Liga Primer Inggris belum lahir dan liga masih dalam balutan Football League First Division. Dalam era Liga Primer Inggris yang dimulai sejak 1992, Liverpool belum mampu berbicara banyak.

    Mungkin, salah satu momen yang akan diingat oleh suporter Liverpool adalah ketika mereka mampu membalikkan keadaan dan menjuarai Liga Champions Eropa pada 2005 di Istanbul. Miracle of Istanbul, itulah nama yang mereka ingat untuk kejadian yang berlangsung dalam hitungan enam menit ketika The Reds mampu mengejar ketinggalan 3-0 dari AC Milan, untuk kemudian menjadi juara lewat babak adu penalti.

    Sisanya adalah momen-momen kesedihan bagi para suporter Liverpool dalam ajang Liga Primer Inggris. Mereka tidak mampu menggulingkan kuasa Manchester United, musuh bebuyutan mereka, yang begitu getol mendominasi ajang Liga Primer Inggris sejak 1992. Beranjak memasuki 2000-an, musuh mereka bukan United saja. Ada nama Chelsea dan juga Manchester City, si anak kaya baru (saat itu).

    [Lachlan Cunningham/Getty Images]

    Untuk musim 2016/2017, harapan besar tentunya tertancap pada pundak Juergen Klopp untuk kembali menghadirkan trofi Liga Primer Inggris ke lemari piala Liverpool. Namun jelas, hal tersebut bukan perkara mudah.

    Lupakan Luka Liga Europa dan Bangkit

    Musim lalu, Liverpool sebenarnya tampil cukup mengesankan dalam ajang Liga Europa dan Piala Liga Inggris. Dalam dua ajang tersebut, Liverpool mampu lolos sampai ke babak final. Namun, di babak final, antiklimaks penampilan terjadi dan Liverpool akhirnya harus rela menjadi runner-up dalam dua ajang itu.

    "Itu (kekalahan Europa League dan Piala Liga) sudah terjadi, namun, entah kenapa rasanya masih menyesakkan dada," ujar Klopp.

    Ketiadaan pemain yang memiliki mental juara dianggap menjadi salah satu faktor gagalnya Klopp meraih trofi dalam dua ajang tersebut. Ditambah lagi, Liverpool juga gagal menembus zona Liga Champions, bahkan zona Europa League, sehingga musim depan, mereka hanya akan tampil dalam ajang Liga Primer Inggris saja.

    Maka dalam bursa transfer Liverpool langsung bergerak. Nama-nama yang sesuai dengan filosofi bermain Klopp – cepat dan penuh determinasi – didatangkan. Sadio Mane, Ragnar Klavan, Georginio Wijnaldum, Joel Matip, Marko Grujic, Loris Karius, Alex Manninger adalah nama-nama baru yang sudah Klopp rekrut untuk memperkuat The Reds musim depan.

    Mane dan Wijnaldum adalah dua sosok kenamaan yang berhasil Liverpool rekrut musim ini. Ada juga nama Grujic, youngster yang merupakan bagian dari Serbia U-20 yang menjadi juara Piala Dunia U-20 pada 2015 lalu. Selain itu, Liverpool pun masih akan diperkuat oleh pemain-pemain andalan mereka musim lalu seperti Philippe Coutinho, Adam Lallana, Divock Origi, dan Roberto Firmino.

    Namun, The Reds pun harus kehilangan nama-nama seperti Joe Allen (pindah ke Stoke) dan Martin Skrtel (Fenerbahce). Pemain-pemain muda pun dipinjamkan dengan tujuan untuk mendapatkan jam terbang lebih banyak seperti Jon Flanagan (Burnley) dan Allan Rodrigues (Hertha Berlin).

    Mengingat untuk musim depan Liverpool hanya akan tampil dalam ajang domestik (Liga Primer Inggris, Piala FA, dan Piala Liga), total 35 pemain yang mereka sudah miliki sudah cukup, kecuali jika Klopp memiliki niatan untuk kembali melakukan perekrutan pemain.

    Siapa Saja yang Akan Klopp Pilih sebagai Pemain Utama?

    Klopp pernah mengatakan bahwa ia akan memberikan tempat bagi para pemain muda dalam skuat untuk musim depan. Meski begitu, nama-nama seperti Marko Grujic ataupun Lazar Markovic harus tetap bekerja lebih keras agar mampu bersaing dengan para senior-seniornya di Liverpool yang tampaknya masih akan menjadi bagian dari skuat utama Liverpool untuk musim depan.


    Dari gambar di atas, tampaknya area yang paling disoroti adalah sektor full-back. Nathaniel Clyne dan Alberto Moreno memang masih akan menjadi andalan. Hanya saja tak ada pengganti sepadan bagi keduanya.

    Begitu juga sebenarnya untuk area lini tengah, terlebih jika Lucas Leiva benar-benar hengkang. Selain nama di atas, gelandang tengah yang tersisa hanya pemain muda seperti Cameron Brannagan, Pedro Chirivella, Sheyi Ojo, Kevin Stewart, dan Luis Alberto.

    Sementara jika di tengah dan belakang kedalaman skuat masih diragukan, kualitas para pemain depan cukup menjanjikan. Kehadiran Sadio Mane akan membuat Liverpool tak terlalu bergantung pada Firmino atau Coutinho. Perektutan Mane ini pun bisa dibilang kunci Liverpool musim ini.

    [Lachlan Cunningham/Getty Images]

    Hanya saja untujuk pos penyerang tengah, sepertinya Klop masih harus terus menimbang-nimbang kualitas pemain yang ada. Selain Origi dan Firmino yang kerap dipasang sebagai false nine, masih ada nama-nama seperti Christian Benteke, Daniel Sturridge, Danny Ings, dan Mario Balotelli. Hanya saja selain masalah kebugaran, kualitas keempatnya masih dipertanyakan.

    Peluang Liverpool untuk (Minimal) Bersaing di Empat Besar?

    Pada pramusim, Liverpool cukup sering menjalani laga uji tanding. Jika kesebelasan lain hanya menjalani lima atau enam pertandingan, bahkan Leicester City dan Manchester City hanya empat kali, Liverpool menjalani sembilan pertandingan selama pramusim.

    Klopp memang menyimulasikan pramusim dengan jadwal padat. Jadwal padat adalah salah satu masalah yang ia hadapi pada musim pertamanya di Inggris. Jadwal padat juga membuat sejumlah pemain harus menepi karena cedera.

    Hasil terbaik diraih ketika berhasil menjungkalkan Barcelona dengan skor telak 4-0. Permainan Liverpool saat itu penuh determinasi. Hasil ketatnya pramusim pun tampak mulai terlihat hasilnya.

    Memang, Liverpool juga kalah 0-4 dari Mainz pada uji tanding terakhir mereka. Namun perlu dicatat saat itu Klopp tak memainkan para pemain terbaiknya karena pertandingan berlangsung sehari setelah menghadapi Barcelona.

    Hanya saja untuk memprediksi di mana Liverpool musim ini akan menempati klasemen akhir bergantung juga pada kesebelasan lain. Karena Liga Primer Inggris musim ini diproyeksikan akan berlangsung ketat khususnya di papan atas.

    Liverpool cukup siap mengarungi musim 2016/2017. Namun jika skuat mereka dibandingkan dengan Manchester City, Mancheshter United, dan Chelsea misalnya, skuat mereka tampak tak lebih kuat. Belum lagi jika Arsenal, Tottenham Hotspur, Leicester City dan West Ham United memberikan kejutan lebih, merebut tiket besar pun tampaknya akan menjadi perjuangan berat bagi Wijnaldum cs.

    Banyaknya pemain muda bisa menggoyahkan stabilitas permainan Liverpool musim ini. Namun bisa jadi Liverpool lebih menyiapkan skuat yang lebih siap untuk juara di masa yang akan datang. Untuk musim ini, mereka mungkin hanya akan berusaha agar bisa kembali berlaga di Liga Champions musim berikutnya.



    ====

    * Akun twitter penulis: @sandi1750 dari @panditfootball

    (krs/krs)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game