Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Tactics

    (Jangan) Menanti Kekalahan Chelsea

    Dex Glennıza - detikSport
    Foto: Clive Brunskill/Getty Images Foto: Clive Brunskill/Getty Images
    Jakarta - Sejak Antonio Conte menerapkan skema tiga bek di Chelsea, kesebelasannya ini belum terkalahkan (kecuali oleh West Ham United di Piala Liga Inggris). The Blues meraih 8 kemenangan beruntun di Liga Primer Inggris, mencetak 22 gol, hanya kemasukan 2 gol, dan memuncaki klasemen sementara Liga Primer sampai pekan ke-14.

    Pada kenyataannya di atas lapangan, skema tiga bek Conte diterjemahkan menjadi 3-4-2-1. Formasi ini adalah formasi yang bisa dibilang rumit di sepakbola modern ini.

    Formasi 3-4-3 pernah populer saat masa kejayaan FC Barcelona bersama Johan Cruyff. Tidak heran, saat itu Barcelona memiliki pemain-pemain seperti Hristo Stoichkov, Pep Guardiola, Ronald Koeman, dan Michael Laudrup, yang mampu mengaplikasikan 3-4-3 secara maksimal.

    Maka dari itu, jika kita ingin menyimak bagaimana 3-4-3 bisa sukses di sepakbola, kesebelasan Barcelona saat itulah yang bisa dijadikan contoh nyata.

    Setelah era Cruyff di Barcelona, sebenarnya sudah banyak manajer yang ingin melakukan hal yang sama di kesebelasannya, yaitu menerapkan skema 3-4-3. Namun, kebanyakan dari mereka mengalami kegagalan.

    Skema ini sangat menuntut para pemainnya untuk senantiasa memiliki energi yang tidak habis-habis, terutama bagi mereka yang bermain pada posisi wing-back, yaitu dua pemain di sisi terluar pada angka '4'. Pemain tengah (dua pemain sentral pada angka '4') juga dituntut oleh hal yang sama, yaitu energi yang sangat-amat besar.

    Tidak mengherankan, seluruh elemen pemain pada angka '4' inilah yang menjadi pemain-pemain yang paling rentan kelelahan dan cedera jika kesebelasannya bermain dengan skema tiga bek seperti 3-4-3 atau yang Chelsea mainkan saat ini, yaitu 3-4-2-1.

    Di Chelsea, pemain-pemain yang saya maksud adalah Victor Moses dan Marcos Alonso sebagai wing-back, serta N'Golo Kante dan Nemanja Matic sebagai gelandang tengah.

    Apa Saja yang Chelsea Catatkan Sejak Mereka Memainkan Skema Tiga Bek?

    Tanpa pemain-pemain yang tepat, bisa dibilang sangat tidak bijaksana jika ada manajer yang ingin menerapkan 3-4-3 di kesebelasannya untuk jangka panjang, jika bukan karena kepepet, misalnya karena ada badai cedera atau akumulasi kartu.

    Conte juga mengakuinya jika 3-4-2-1 bukan merupakan plan B mereka, melainkan plan D alias rencana keempat. Tapi sejujurnya, bukti sudah berbicara, Chelsea ternyata memiliki deretan pemain yang mampu memainkan skema tiga bek dengan baik.

    Sebelumnya kita tidak akan terpikirkan sama sekali jika Moses akan bermain reguler di The Blues, atau Kante dan Matic yang tidak akan bermain bersama – melainkan salah satu dari mereka yang akan diduetkan dengan Francesc Fabregas; atau bahkan Alonso yang baru didatangkan di deadline jendela transfer adalah pemain yang benar-benar diincar oleh Conte untuk bermain reguler di sayap kiri.

    Cesar Azpilicueta, yang tadinya reguler bermain sebagai bek kiri (full-back), ternyata ditarik menjadi salah satu bek tengah di jajaran tiga bek, dan posisinya di kanan pula, bukan di kiri. Gary Cahill yang justru dipasang di kiri. Melihat Chelsea yang sepertinya sudah lancar dengan 3-4-2-1-nya ini, tidak ada alasan bagi Conte untuk mengubah skema tersebut.

    Apalagi Chelsea memang belum terkalahkan. Kita bisa melihat catatan apa saja yang sudah Chelsea catatkan sejak mereka memakai skema tiga bek, seperti yang sudah direkap di bawah ini:

    (Jangan) Menanti Kekalahan ChelseaFoto: Pandit Fooball Indonesia

    Catatan Chelsea dengan skema tiga bek di Liga Primer Inggris – Grafis oleh Mayda Ersa Pratama


    Ya, Chelsea "belum" terkalahkan. Mereka bukan "tidak" terkalahkan. Jadi, kapan kata "belum" ini akan hilang?

    Kerepotan Tanpa Pemain Utama

    Jika ada satu pertandingan yang mempresentasikan bagaimana skema tiga beknya Chelsea benar-benar bisa dikalahkan, pertandingan itu memang bukan berasal dari Liga Primer, melainkan dari babak keempat Piala Liga Inggris (EFL Cup).

    Setelah memakai skema tiga bek, Chelsea sempat dikalahkan oleh West Ham pada 26 Oktober 2016. Tapi, tentu ada "tapi"-nya: saat itu Chelsea tidak memainkan skuat terkuat mereka. Tanpa pemain-pemain yang tepat, taktik sebagus apapun ternyata tidak bisa berfungsi dengan baik.

    Tanpa beberapa pemain kuncinya, ternyata Chelsea bisa dikalahkan. Mengingat Conte memainkan 3-4-2-1 yang sangat menuntut fisik, maka kita hanya tinggal menunggu beberapa pemain kunci mereka, terutama yang bermain pada empat posisi yang sudah kita bahas di atas (dua wing-back dan dua gelandang tengah), untuk kelelahan, cedera, atau absen karena alasan lainnya.

    Jika hal itu terjadi, apa yang bisa dilakukan oleh Conte? Untuk menjawabnya, kita akan memperkecil sudut pandang menjadi kepada keempat pemain tersebut.

    Pertama, kalau Moses absen, rasanya pemain yang paling mungkin akan menggantikannya adalah Willian atau Branislav Ivanovic. Tapi pada kenyataannya, Conte pernah melakukan pergantian pemain dengan mengganti Moses dengan Ivanović, bukan Willian.

    Saat itu, Ivanovic yang merupakan pemain berposisi alami sebagai bek tengah, terlihat masih belum terbiasa bermain sebagai wing-back. Sementara Willian beberapa kali bermain sebagai inside-forward (angka '2') sebelah kanan menggantikan Pedro.

    Conte bisa saja mencoba memainkan Willian sebagai wing-back kanan. Ia belum pernah mencobanya pada pertandingan (tidak tahu pada saat latihan, mungkin pernah). Hal ini bisa dilakukan jika Ivanovic, yang rasanya lebih cocok bermain sebagai bek tengah sebelah kanan, tidak berhasil memainkan peran wing-back kanan dengan baik.

    Hal yang sama akan berlaku di wing-back kiri, yang merupakan posisi yang lebih krusial daripada di sebelah kanan. Rasanya Alonso tidak tergantikan di sini. Pemain yang mungkin menggantikan Alonso hanya Azpilicueta. Pada pertandingan Piala Liga, Ola Aina dan Azpilicueta bermain sebagai wing-back, di mana mereka memainkannya dengan buruk.

    Tapi sejujurnya, jika Chelsea memainkan wing-back selain Moses dan Alonso, kita akan melihat Chelsea yang sama sekali berbeda (dalam artian negatif).

    Begitu juga Matic dan Kante yang sulit tergantikan, terutama Kante. Meskipun sulit, tapi Chelsea masih memiliki Nathaniel Chalobah, John Obi Mikel, dan (jangan lupa) Marco van Ginkel.

    Chelsea Diuntungkan Jadwal

    Moses, Alonso, Matic, dan Kante, adalah pemain-pemain yang sudah menjadi kunci taktik Chelsea sejauh ini. Secara tidak langsung saya memang mengesampingkan pemain-pemain seperti Eden Hazard atau Diego Costa.

    Tapi jujur saja, jika Chelsea kehilangan Hazard dan/atau Costa, kran gol mereka berpotensi akan mengalami kemacetan. Macetnya kran gol Chelsea ini akan menaikkan tekanan di pertahanan mereka. Jika pemain-pemain pengganti seperti Willian, Oscar, Ruben Loftus-Cheek, Michy Batshuayi, sampai Dominic Solanke tidak bisa menggantikan peran Hazard dan Costa dengan baik, ini baru akan berakibat fatal bagi The Blues.

    Melihat skuat Chelsea saat ini, kita bisa memandang jika mereka memiliki kedalaman skuat yang tidak terlalu dalam. Artinya, jika ada satu-dua-tiga pemain kunci absen, maka itu akan sangat merepotkan.

    Kemudian kenapa hal ini belum banyak berpengaruh untuk Chelsea sejauh musim ini? Jawabannya bisa kita temukan pada jadwal kompetisi mereka.

    Mengakhiri musim lalu di peringkat ke-10 membuat kesebelasan asal London ini tidak memiliki kompetisi Eropa pada musim ini. Setelah mereka tersingkir di Piala Liga, praktis Chelsea hanya memiliki jadwal pertandingan pada Liga Primer saja sampai akhir tahun 2016 ini. Sementara di awal tahun depan, kompetisi mereka akan bertambah satu, yaitu Piala FA.

    Hanya bermain di Liga Primer tanpa adanya gangguan dari sepakbola Eropa (Liga Champions atau Liga Europa UEFA) adalah salah satu faktor terpenting yang membuat Conte bisa menjaga kebugaran skuatnya.

    Tidak sampai di situ "keberuntungan" untuk Chelsea, karena di festive period (boxing day)-pun mereka memiliki waktu istirahat yang lebih panjang dibandingkan dengan kesebelasan-kesebelasan lainnya.

    (Jangan) Menanti Kekalahan ChelseaFoto: Pandit Fooball Indonesia
    Waktu istirahat kesebelasan Liga Primer di boxing day – Grafis oleh Ivan Hadyan


    Pada festive period ini biasanya satu kesebelasan memiliki waktu istirahat yang sempit. Tapi Chelsea memiliki waktu 4 hari 22 jam di antara pekan ke-18 (26-28 Desember) menuju ke-19 (30 Desember 2016 sampai 1 Januari 2017), kemudian 4 hari 3 jam di antara pekan ke-19 menuju ke-20 (2-4 Januari 2017). Secara tidak langsung, Conte kembali diuntungkan dengan jadwal Liga Primer ini.

    ***

    Bagaimanapun juga, Conte sudah meracik Chelsea dengan sangat baik melalui penerapan skema tiga bek. Sejujurnya ia baru akan kepusingan jika pemain-pemain kuncinya absen (karena alasan apapun).

    Kalaupun pemain-pemain kuncinya absen, ada kemungkinan bagi Conte untuk mengubah kembali skema permainannya sehingga ia bisa terus memaksimalkan pemain-pemain yang ia miliki.

    Di awal musim ini, Conte sendiri yang menunjukkan kepada kita kalau sebuah kesebelasan bisa saja bermain dengan formasi yang salah dengan susunan dan tipikal pemain yang salah pula. Kalau hal itu sampai terjadi lagi, rasanya ia cukup pintar untuk melakukan adaptasi dan perubahan lagi.

    Idealnya memang, jika kita melihat hasil sejauh ini, tren dari kesebelasan-kesebelasan Liga Primer Inggris lainnya, serta "keberuntungannya" soal jadwal, berarti skuatnya akan bisa menjaga kebugaran mereka dan tetap memainkan 3-4-2-1 andalannya.

    Kalau hal itu terjadi, Chelsea tidak memiliki masalah serius di musim ini, tapi mereka akan memiliki beberapa masalah di musim depan yang bisa saja diselesaikan lewat jendela transfer musim panas.

    Semua hal seperti sudah tertulis indah bagi Chelsea sampai akhir musim nanti. Hal-hal inilah yang berpotensi membuat penantian kita untuk kekalahan Chelsea akan menjadi lebih panjang lagi.

    Namun, bola itu bundar, apa saja bisa terjadi, apalagi di era sepakbola modern seperti sekarang ini. Semua pembicaraan di atas tentunya akan berubah jika Tony Pulis bersama West Bromwich Albion-nya bisa mengalahkan Chelsea akhir pekan ini.

    (cas/rin)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game