IBL: Satria Muda Akhirnya Bisa Main di Bandung, Mampu Menang

Mercy Raya - Sport
Senin, 31 Jan 2022 17:35 WIB
Pebasket Satria Muda Pertamina Jakarta Antoni Erga (kiri) dibayangi pebasket Amartha Hangtuah Jakarta S. Victory A. Rondonuwu (kanan) saat pertandingan Seri 2 Bandung Indonesian Basketball League (IBL) 2022 di Gor C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Senin (31/1/2022). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/rw.a
 *** Local Caption ***
Satria Muda (biru) meraih kemenangan saat melawan Hangtuah. Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Bandung -

Satria Muda akhirnya meraih kemenangan pertamanya di seri II Bandung Indonesia Basketball League (IBL) 2022. Laga pertama mereka gagal dihelat imbas COVID-19.

Satria Muda seharusnya melawan Evos Thunder Bogor sebagai laga pertamanya di seri kedua pada Sabtu (29/1). Namun, laga ditunda akibat pemain mereka, Arief Febri dan Sandy Ibrahim terpapar COVID-19.

"Seusai melakukan latihan bersama tim Satria Muda di Bandung, Arief mengeluhkan merasakan demam. Tes PCR pun kembali dilakukan. Arief melakukan tes PCR lagi dan hasilnya menunjukkan dia positif," kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, dalam laman liga.

Meskipun dihantam badai COVID-19, tak menyurutkan semangat Satria Muda dalam menjalani pertandingan berikutnya menghadapi Amartha Hangtuah di C-Tra Arena Bandung, pada Senin (31/1/2022).

Hal itu dibuktikan Satria Muda dengan langsung menunjukkan tajinya sejak awal pertandingan. Dalam rilis yang diterima detikSport, Satria Muda disebut langsung bermain dengan intensitas tinggi. Mereka mampu unggul 16 angka kala menutup kuarter pertama dengan skor 10-26.

Performa ini terbilang amat apik, mengi gat dalam satu minggu terakhir, tidak lebih dari 5 sesi latihan yang bisa dilakukan tim karena COVID-19 dan kondisi itu cukup mempengaruhi aktivitas tim.

Di sisi lain, Amartha Hangtuah sendiri tampil di bawah performa rata-rata mereka pada kuarter pertama dengan hanya mampu mencetak 10 angka saja.

Akurasi tembakan Fisyaful Amir dkk yang biasanya mematikan kini tumpul. Dari 9 percobaan tembakan tiga angka pada kuarter pertama, tidak ada yang tepat sasaran.

Namun, memasuki kuarter kedua, Amartha Hangtuah mulai mampu mengimbangi Satria Muda. Keduanya sama-sama mencetak 13 angka pada kuarter ini. Bahkan, jalur andalan Amartha Hangtuah untuk mencetak angka, melalui tembakan tiga angka mulai terbuka dan lebih produktif.

Satria Muda membalasnya dengan lebih tancap gas di kuarter ketiga. Mengandalkan pemain-pemain dari bangku cadangan, Satria Muda melaju dengan ganas kala mampu mencetak 28 angka pada kuarter ketiga dan melebarkan jarak keunggulan menjadi 23 angka atas Amartha Hangtuah.

Sayang, pada lima menit pertama kuarter yang keempat, permainan Satria Muda berubah menjadi monoton dan cenderung banyak melakukan kesalahan.

Tercatat terjadi 8 turnover yang dilakukan oleh pemain-pemain Satria Muda Pertamina yang kesulitan dengan pertahanan ketat Amartha Hangtuah. Dalam permainan yang berjalan ketat ini, sempat terjadi beberapa friksi antar pemain kedua tim.

Salah satu friksi yang terjadi melibatkan Elijah Foster, center Satria Muda dengan Anton Waters, center Amartha Hangtuah. Keduanya sempat terlibat adu mulut yang berujung pada hadiah technical foul yang diberikan oleh wasit kedua, Rendy Dwiantino pada saat pertandingan menyisakan 6 menit.

Situasi panas masih berlanjut antara keduanya, usai mencetak angka ke ring Amartha Hangtuah, Elijah yang melangkah di atas tubuh Anton didakwa melakukan unsportmanlike foul. Keputusan ini praktis membuat Elijah harus menuju ruang ganti lebih cepat, serta mendapatkan larangan bertanding sebanyak satu kali sesuai peraturan IBL.

Meski bermain antiklimaks pada kuarter terakhir, Satria Muda menutup pertandingan dengan skor 85-67 dan memastikan kemenangan perdana di Bandung.

Kemenangan tersebut juga sekaligus mematahkan tren positif Hangtuah yang belum terkalahkan di babak reguler IBL 2022.

(mcy/cas)