detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 29 Okt 2020 14:21 WIB

Soal Kans Praveen/Melati di BWF World Tour Final

Mercy Raya - detikSport
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di PBSI Home Tournament Soal Kans Praveen/Melati di BWF World Tour Final. (Foto: dok.PBSI)
Jakarta -

Pelatih ganda campuran Richard Mainaky tak mempersoalkan ranking Praveen Jordan/Melati Daeva yang terperosok di BWF World Tour Final 2020. Menurutnya, mempertahankan peringkat kualifikasi Olimpiade lebih penting.

Merujuk ranking pebulutangkis Indonesia di klasemen BWF World Tour Final 2020, hanya ada empat wakil yang memenuhi syarat lolos delapan besar.

Mereka ialah ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang masing-masing berada di peringkat tiga dan delapan, lalu ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di posisi tiga, serta ganda campuran hanya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang terbilang aman di peringkat 7. Sedangkan Praveen Jordan/Melati Daeva berada di peringkat 13 di papan klasemen.

Richard mengakui adanya perbedaan peringkat dari dua pasang atlet andalannya. Tapi ia tak terlalu mempersoalkan karena fokusnya ke kejuaraan yang lebih besar.

"Kalau saya sih intinya lebih fokus ke poin olimpiade. Itu yang saya utamakan. Artinya, bagaimana Praveen/Melati ini tak keluar dari empat besar ranking kualifikasi Olympic," kata Richard Mainaky kepada detikSport, Kamis (29/10/2020), menyoal kans ganda campuran di turnamen penutup tahun 2020.

"Sementara untuk Hafiz/Gloria penting untuk lolos (BWF World Tour Final) karena poin di ajang itu besar untuk menyodok mereka tembus kualifikasi Olimpiade Tokyo," dia menjelaskan.

Hafiz/Gloria saat ini berada di peringkat delapan kualifikasi Olimpiade tapi belum sepenuhnya aman. "Jadi buat saya kalau mereka (Praveen/Melati) tak lolos sebenarnya tidak terlalu pengaruh. Toh, selama ini saya dengan Roedy (Bambang Roedyanto, Kepala sub bidang Hubungan Internasional PP PBSI) sering kontak dan hitung poin," dia membeberkan.

Sehubungan dengan itu, Richard Mainaky juga masih menunggu kepengurusan baru terbentuk. Sebelumnya, PBSI tak ingin berspekulasi soal keberangkatan tim ke Asia Open I dan Asia Open II, ajang kualifikasi menuju BWF World Tour Final, di Thailand, Januari mendatang. Mereka menanti Ketua PBSI baru terpilih lebih dulu.

"Makanya kita juga menunggu itu. Tapi saya rasa terlalu berisiko dan tidak baik untuk pengurus baru jika tidak mengirim atlet ke dua turnamen sisa tahun 2020. Karena itu pertaruhan tentu pengurus baru mau lebih baik. Apalagi untuk olimpiade, itu paling penting," ujarnya.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com