Kevin Cordon, Kuda Hitam Guatemala yang Sukses ke Semifinal Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Minggu, 01 Agu 2021 10:11 WIB
CHOFU, JAPAN - JULY 31: Kevin Cordon of Team Guatemala celebrates as he wins against Heo Kwanghee of Team South Korea during a Mens Singles Quarterfinal match on day eight of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on July 31, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)
Kevin Cordon, Kuda Hitam Guatemala yang Sukses ke Semifinal Olimpiade (Getty Images)
Tokyo -

Tunggal putra Guatemala, Kevin Cordon, kembali mencuri perhatian di Olimpiade Tokyo 2020. Tampil sebagai kuda hitam, ia berhasil menjejak semifinal.

Cordon tampil apik dengan menyingkirikan pebulutangkis Korea Selatan, Heo Kwang Hee, pada Sabtu (31/7). Atlet berusia 34 tahun itu menang dua gim 21-13, 21-18 di perempatfinal.

Hasil ini menjadi kejutan di sektor tunggal putra bulutangkis karena Cordon bukan datang dari pemain unggulan. Bahkan asal negaranya, Guatemala, bukan salah satu negara yang favorit dalam olahraga tepok bulu.

Tapi status itu pula yang membuatnya nyaris menembus ke babak pamungkas multievent terbesar di dunia yang mulai sejak 23 Juli tersebut.

Kevin Cordon bercerita, ia mempelajari bulutangkis sejak usianya 12 tahun. Saat itu, ia bahkan sampai rela meninggalkan orang tuanya di pedesaan Guatemala untuk mencari ilmu soal olahraga tepok bulu tersebut. Tujuannya demi bisa berkompetisi di Olimpiade.

"Orang tua saya tidak tahu apa-apa tentang bulutangkis. Tapi mereka berkata, 'Jika kamu ingin menjadi pemain bulutangkis dan mewujudkan impian, pergilah ke Ibu Kota'," kata Cordon menirukan ucapan kedua orang tuanya, dalam laman BWF.

Cordon yang sudah mendapat restu akhirnya pergi sendiri dan bergabung dengan federasi bulutangkis di Guatemala.

"Aku sendirian. Federasi mengatakan ada banyak anak kecil dengan bakat besar, sampai akhirnya kami pindah ke Ibu Kota. Mereka bilang, ' Oke, kami akan memberi kamu pelatihan, sekolah, makanan, dan akomodasi'. Itu sebabnya, saya berani pergi dari desa ke Ibu Kota."

CHOFU, JAPAN - JULY 31: Kevin Cordon of Team Guatemala celebrates as he wins against Heo Kwanghee of Team South Korea during a Men's Singles Quarterfinal match on day eight of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on July 31, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)Kevin Cordon (Getty Images/Lintao Zhang)

Kini setelah bertahun-tahun lamanya, Kevin Cordon berhasil terutama di Olimpiade Tokyo 2020, ia merasakan nasihat serta perjuangannya selama bertahun-tahun satu persatu mulai terbayarkan.

Ia sukses menjejak semifinal bulutangkis tunggal putra meskipun dengan status tak diunggulkan didampingi pelatihnya yang berasal dari Indonesia, Muamar Qadafi.

Kevin Cordon sebelumnya tercatat telah mengalahkan unggulan ke-8, Ng Ka Long Angus (Hong Kong) di penutup penyisihan Grup C, serta mengalahkan Mark Caljouw (Belanda) di babak 16 besar.

"Bisakah Anda percaya saya berada di semifinal," tanyanya.

"Perasaan ini luar biasa. Saya masih anak-anak bermain seperti anak kecil dan bersenang-senang."

Kini, langkah Cordon untuk meraih partai puncak tinggal sekali lagi. Pemain peringkat 59 dunia ini akan menghadapi unggulan empat, Viktor Axelsen.

Jika, ia mampu mengatasi Axelsen, Cordon berpeluang untuk bertemu pemenang antara laga Anthony Sinisuka Ginting dengan Chen Long di partai final Olimpiade Tokyo 2020.

(mcy/aff)