PBSI Puas dengan Hasil Undian Grup Piala Sudirman

Mercy Raya - Sport
Rabu, 25 Agu 2021 18:05 WIB
Pelatih Putri Bulutangkis Indonesia Rionny Maniaki
Kabidbinpres PBSI, Rionny Mainaky, puas dengan hasil undian Piala Sudirman 2021. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

PP PBSI menilai hasil undian Piala Sudirman 2021 cukup baik bagi tim bulutangkis Indonesia. Tapi, atlet tak boleh lengah.

Undian babak penyisihan grup Piala Sudirman 2021 baru saja digelar. Sebanyak 16 negara partisipan diundi menjadi empat grup, dimana juara dan runner up setiap grup akan melaju ke babak perempatfinal.

Ajang bulutangkis beregu campuran dunia tersebut rencananya akan dihelat pada 26 September-3 Oktober di Kota Vantaa, Finlandia. Kota ini ditunjuk sebagai tuan rumah menggantikan Suzhou di China.

Indonesia yang ada di unggulan 3/4, menghuni grup C bersama Denmark, ROC (Russian Olympic Committee), dan Kanada.

Ini akan menjadi pertemuan ke-10 Indonesia dengan Denmark di penyisihan grup Piala Sudirman. Sebelumnya kedua negara ini pernah saling bertemu di fase grup pada tahun 1993, 1995, 1997, 2001, 2003, 2007, 2015, 2017, dan 2019.

Di atas kertas, lawan terberat tim Merah-Putih tentunya tim Denmark yang memiliki kekuatan merata seperti Viktor Axelsen (tunggal putra), Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (ganda putra) hingga Mathias Christiansen/Alexandra Boje, tetapi ROC dan Kanada juga harus tetap diwaspadai. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky.

"Untuk undian hasil Piala Sudirman ini saya rasa cukup baik. Tetapi tetap kita tidak boleh lengah dan anggap remeh karena kita satu grup dengan Denmark yang seimbang dan juga Rusia dan Kanada yang bisa mengejutkan," kata Rionny dalam rilis PBSI.

"Sekarang kami akan fokus untuk mempersiapkan diri untuk turnamen-turnamen penting ini," lanjutnya.

Rionny mengatakan telah menyiapkan program-program khusus dalam latihan demi asa mengembalikan lambang supremasi bulutangkis dunia tersebut ke Indonesia. Terakhir kali Indonesia menang Piala Sudirman pada edisi pertama tahun 1989.

Rionny juga memastikan akan menggelar simulasi sebagai rangkaian persiapan.

"Untuk saat ini memang kami di semua sektor masih melakukan latihan recovery, pemulihan kembali paska Olimpiade lalu dari stamina, fisik dan mental. Nah, setelah ini baru akan masuk ke persiapan intensif baik itu Piala Sudirman maupun Thomas & Uber," kata adik kandung Richard dan Rexy Mainaky ini.

"Saya dan pelatih juga sudah menyiapkan program-program khusus untuk para atlet, karena berkaca dari pengalaman kemarin di Tokyo, apa yang kurang-kurang harus dibenahi, termasuk nanti kami akan menggelar simulasi dalam waktu dekat sebagai rangkaian dari melihat kesiapan tim," sambungnya.

Untuk pertama kalinya, Piala Sudirman dilangsungkan di tahun yang sama dan waktu yang berdekatan dengan gelaran Piala Thomas & Uber.

Piala Thomas & Uber seharusnya digelar pada tahun genap atau pada 2020 lalu tetapi karena pandemi COVID-19, ajang beregu putra dan putri itu harus ditunda satu tahun. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) akhirnya memutuskan untuk menggelarnya tahun ini.

"Semua turnamen ini akan kami prioritaskan, baik Piala Sudirman maupun Thomas & Uber karena semuanya penting. Saya akan berusaha semaksimal mungkin dengan pelatih dan atlet. Walau waktunya berdekatan tapi ada jeda satu minggu antara Piala Sudirman dan Piala Thomas & Uber, saya rasa itu cukup untuk mengembalikan kondisi anak-anak," tutur Rionny.

"Saya yakin kita semua siap dan makin termotivasi. Prinsip saya, setiap turnamen targetnya harus juara. Semoga tahun ini Piala Sudirman bisa kita bawa kembali ke Indonesia," pungkas eks pelatih Timnas bulutangkis Jepang ini.

Lihat juga video saat 'Move On All England, Greysia Polii Fokus Olimpiade Tokyo':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)