Dari lima penyelenggaraan Copa America yang terakhir, empat di antaranya berhasil dituntaskan Brasil sebagai kampiun. Ditambah skuad yang mumpuni dan kemampuan individu pemainnya, tak mengherankan kalau mereka jadi favorit bersama tuan rumah Argentina.
Kembali jadi kampiun jelas sangat diharapkan tim Samba. Tapi itu bukan target utama karena Copa America hanya jadi batu lompatan untuk membentuk tim yang lebih baik lagi demi meraih titel Piala Dunia 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brasil terlihat kurang meyakinkan dalam dua laga terakhirnya. Setelah cuma bisa bermain tanpa gol dengan Belanda dalam laga persahabatan, mereka hanya unggul satu gol atas Romania juga dalam laga ujicoba yang sekaligus menjadi ajang perpisahan Ronaldo.
Menezes tak risau dengan hal tersebut. Pelatih 49 tahun itu masih yakin kalau timnya punya kekuatan untuk memberikan yang terbaik, meski tetap menganggap Argentina sebagai kandidat terkuat juara.
"Kami punya pondasi yang sudah digunakan dalam beberapa pertandingan dan itu akan menjadi tulang punggung saat menghadapi Venezuela (lawan pertama Brasil selain Paraguay dan Ekuador). Secara teori, Paraguay adalah tim terkuat (di grup) tapi itu tak berarti kalau tim lain tak akan menimbulkan masalah."
"Kami bisa bilang kalau Argentina adalah favorit karena mereka bermain di rumah - kondisi yang sama dengan Brasil yang menjadi favorit untuk Piala Dunia 2014 - well begitulah teorinya," pungkas Menezes.
(din/krs)











































