Karena Maradona Adalah Kebahagiaan Sepakbola

Afif Farhan - Sepakbola
Jumat, 27 Nov 2020 20:00 WIB
BARCELONA, SPAIN - JUNE 13: Argentina player Diego Maradona (c) takes on the Belguim defence during the 1982 FIFA World Cup match between Argentina and Belguim at the Nou Camp stadium on June 13, 1982 in Barcelona, Spain.  (Photo by Steve Powell/Allsport/Getty Images)
Karena Maradona Adalah Kebahagiaan Sepakbola (Getty Images)
Buenos Aires -

Diego Maradona tutup usia. Pencetak gol ikonik 'Tangan Tuhan' itu telah menampilkan kebahagiaan sepakbola selama kariernya.

Diego Armando Maradona menghembuskan nafas terakhir di usia 60 tahun. Dirinya meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) malam WIB kemarin karena mengalami henti jantung (cardiac arrest).

Semasa berkarier dari tahun 1977 sampai 1997, Diego Maradona menunjukkan permainan ciamik di rumput hijau. Gelar prestisius Piala Dunia tahun 1986 menjadi capaian tertinggi buat negaranya, Argentina.

Di level klub, Maradona pernah membawa Napoli dua kali meraih titel Scudetto, sekali juara Coppa Italia, dan sekali juara Piala UEFA. Titel Juara Laliga dan Copa Del Rey juga pernah dicicipinya kala berseragam Barcelona.

Kaki kirinya begitu berbahaya, gerakannya pun lincah. Diego Maradona adalah seorang maestro si kulit bundar.

Diego Maradona tutup usia pada Rabu (25/11) malam. Legenda sepakbola Argentina itu mencuri atensi publik lewat permainannya di laga Piala Dunia 1986 silam.Diego Maradona persembahkan titel Piala Dunia di tahun 1986 (BBC Indonesia)

Manajer Manchester City, Pep Guardiola turut mengenang kepergian Diego Maradona. Dirinya begitu kagum dan hormat kepadanya.

"Ada sebuah banner Argentina setahun lalu yang saya baca, tulisannya, 'Terlepas dari apa yang kamu lakukan dengan hidupmu, Diego, yang terpenting adalah apa yang sudah kamu lakukan untuk kehidupan kami'," ujar Guardiola selepas Manchester City mengalahkan Olympiakos 1-0 di Liga Champions, seperti dikutip dari Marca.

"Dia memberikan banyak kebahagiaan dan cinta di dunia sepakbola," sambungnya.

Pep Guardiola mengaku, kala kecil dirinya pernah menonton langsung di stadion aksi Diego Maradona saat masih berseragam Barcelona. Maradona sendiri membela Barcelona di tahun 1982 sampai 1984.

"Ketika saya kecil, saya nonton Maradona di stadion bersama ayah saya. Sungguh, luar biasa," kenangnya.

"Sayang, ketika saya masuk tim akademi, dia lalu pindah ke Napoli. Di sana, dia semakin membuat sepakbola menjadi lebih baik," tambah Guardiola.

Pep Guardiola menutup, apa yang sudah dilakukan Diego Maradona di lapangan akan selalu menjadi cerita dan inspirasi. Maradona, sang legenda sepakbola itu adalah salah satu yang terbaik yang pernah ada di dunia ini.

"Di lapangan, Maradona sangat unik. Sekarang adalah berita sedih bagi kita semua, beristirahatlah dalam damai," tutup Guardiola.

(aff/pur)