Euro 2020: Jersey Ukraina Diprotes Rusia, Ini Solusi dari UEFA

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 10 Jun 2021 20:17 WIB
A picture taken on June 6, 2021 shows a EURO 2020 jersey of the Ukrainian national football team. - Ukraine provoked Moscows ire on June 6, 2021 as its football federation unveiled Euro 2020 uniforms that feature Russian-annexed Crimea and nationalist slogans. The uniforms in the blue-and-yellow colours of the Ukrainian flag feature the silhouette of Ukraine that includes Russia-annexed Crimea and the separatist-controlled regions of Donetsk and Lugansk as well as the words
Jersey Timnas Ukraina. (Foto: STRINGER/AFP)
Kiev -

Jersey Timnas Ukraina di Euro 2020 kena protes dari Rusia. UEFA memberi solusi atas permasalahan itu.

Ukraina telah merilis jersey untuk tampil di Euro 2020. Jerseynya masih berwarna sama seperti sebelumnya, dengan dominasi warna kuning dan sedikit warna biru.

Namun jika diperhatikan dengan seksama, ada beberapa bagian yang berbeda. Ukraina menempatkan peta wilayah Krimea, dan tulisan slogan militernya 'Kemuliaan bagi Ukraina' di bagian belakang, dan 'Kemuliaan bagi para pahlawan' di bagian dalam jersey.

Rusia protes terkait peta Krimea, sebab sejak 2014 wilayah itu mereka kuasai. Meski begitu, dunia internasional tetap mengakui Krimea adalah wilayah milik Ukraina.

[Gambas:Instagram]

Dilansir Sky Sports, UEFA memberi solusi atas permasalahan itu. Otoritas sepakbola Eropa tersebut meminta Ukraina mengubah desainnya sedikit.

UEFA tetap mengizinkan adanya peta Krimea, sebab memang diakui PBB milik Ukraina. Kemudian kalimat 'Kemuliaan bagi Ukraina' jika diperbolehkan, sebab tak mengandung nuansa politis.

Adapun UEFA cuma meminta Timnas Ukraina menghapus kalimat 'Kemuliaan bagi para pahlawan'. Kalimat itu dianggap berbau politis.

"kombinasi spesifik dari dua slogan itu dianggap jelas bersifat politis, memiliki signifikansi historis dan militeristik", kata pernyataan UEFA.

Ukraina mengatakan, kaus itu adalah simbol persatuan nasional. Presiden Volodymyr Zelenskiy bahkan memposting swafotonya dengan jersey itu di Instagram.

Sementara Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, olahraga tidak boleh dicampur dengan politik.

"Olahraga bukan medan perang, tapi ajang kompetisi, bukan arena politik tapi atletik. Jadilah pahlawan olahraga dan Anda akan mendapatkan kemuliaan Anda," katanya.

Hubungan Rusia dan Ukraina sendiri memanas sejak 2014. Kedua negara kerap bersitegang di perbatasan wilayah Krimea. Bahkan klub Shakhtar Donetsk terusir dari kandangnya di Donbass Arena, sebab Donetsk disinyalir merupakan markas separatis Ukraina yang mendukung Rusia.

Di Euro 2020, Timnas Ukraina sendiri tergabung di Grup C bersama Austria, Belanda, dan Makedonia Utara. Adapun Timnas Rusia tergabung di Grup B bersama Belgia, Denmark, dan Finlandia.

(yna/cas)